
suara dentingan piano mengalun di ruangan yang tak berjendela dan kedap suara, di susul suara dengan ciptaan Allegretto yang mengalun indah.
Krisna mengangkat jari-jari tangan nya dari tuts ketika tekanan terakhir selesai, menarik nafas dalam-dalam dan membuang nya perlahan.
Krisna meraih iPhone nya dan bangkit mendekati kaca transparan yang memperlihat kan kota Florence dari gedung AC Florence lantai empat, mata elang nya membaca satu kata demi kata yang tertulis di pesan yang baru saja dia dapat.
bibir nya melengkung setelah menyaksikan apa yang di dapat oleh orang suruhan nya, jari besar nya menekan untuk menyambung kan panggilan telepon.
'' Hallo, tuan ''
Krisna menjawab dengan helaan nasaf '' kau mendapat apa yang ku mau''
'' semua nya tuan, bahkan foto gadis itu ''
''kerja bagus, kirim kan data yang sudah kamu kumpul kan, tapi ingat jangan sampai mengundang curiga orang lain '' ujar Krisna, peringatan dalam suara nya.
'' siap tuan''
Krisna memutus kan sambungan sepihak, menatap ke luar jendela dengan otak yang bekerja cepat, sorot mata nya tak teralih kan dari sang Surya yang akan menenggelam kan diri nya secara sempurna dan mengganti kan langit petang yang manusia sebut sebagai malam.
Krisna menyadari suara pintu terbuka dan langkah kaki yang di sengaja di senyap kan sampai akhir nya, sebuah tangan melingkar di pinggang Krisna yang membuat laki-laki itu memaling kan wajah ke belakang.
'' merindu kan ku '' suara Rebecca terdengar ceria dengan senyum yang tak luntur, sempurna dan tulus.
Krisna melepas pelukan, membalik kan tubuh dan meraih tubuh kecil Rebecca kedalam dekapan hangat nya, menumpu kan kepala nya di atas kepala gadis itu.
'' sangat merindukan mu '' suara besar Krisna terdengar nikmat di telinga Rebecca, yang membuat jantung nya berdegup dua kali lebih cepat.
Krisna melepas pelukan masih dengan tangan yang ber ada di pundak Rebecca '' bisa kah kau tinggal dengan ku hari ini, aku rasa aku butuh itu''
gadis berlesung di pipi itu mengangguk dengan cepat '' tentu, aku juga senggang hari ini, maksud ku tak ada rencana ''
Krisna memberi nya senyuman simpul lalu kembali mendekat kan tubuh kedua nya ''terima kasih ''
bisikan itu terdengar sangat tulus bagi Rebecca, menikmati usapan hangat oleh orang yang di sayang nya, tanpa tahu kalau di balik sana, Krisna, sedang ter senyum yang lebih terlihat seperti senyuman keji.
'' I love you '' ucap Rebecca menguji balasan dari sang lelaki.
__ADS_1
Krisna kembali membisik kan sesuatu yang membuat perut Rebecca berputar seakan banyak kupu-kupu yang mengelilingi dan diri nya ikut terbang, melayang ke udara.
'' I love you too, Rebecca Alzevrogia''
***
Maureen melangkah melewati trotoan jalan yang memiliki beberapa lampu untuk penerangan, masih banyak orang-orang berlalu karena jam masih menunjuk kan pukul 19:06 di mana masih terlalu dini untuk para warga menutup pintu rumah.
Maureen menghenti kan langkah nya di halte bus yang tepat nya tidak terlalu jauh dari kampus, menduduk kan diri di kursi memanjang yang Ter sedia di sana.
pikiran nya kembali pada kejadian dua jam lalu, tempat parkir, mobil, para gadis dan sampai dengan bright yang melakukan kontak mata dengan nya.
sebenar nya chero dan juga Tamara menawar kan untuk pulang bersama, mereka sangat baik untuk Maureen, yang sempat membuat Maureen berfikir kalau dia tidak sepantas nya di perlakukan seperti itu.
mereka semua tidak tahu, Mauren tidak bisa mengakui kalau dirinya adalah gadis baik, karena memang bukan itu kenyataan nya, semua masih samar.
suara klakson mobil membuat nya mendongak kan kepala, dan menatap sebuah mobil berwarna putih yang berhenti tepat di depan nya.
perlahan kaca mobil yang berada di tempat pengemudi itu turun dan memperjelas orang di dalam sana, Maureen sempat kaget tapi sebisa mungkin dia kembali normal meski tak bisa di pungkiri perasaan nya bercampur aduk menjadi satu.
'' masuk ''
kenyataan menggedor kesadaran Maureen, memberi nya peringatan, kalau dia tidak boleh dekat-dekat dengan orang di depan nya!
'' kenapa, kau tidak mendengar ku, Maureen'' bright berkata kembali, masih santai seperti biasa nya.
Maureen menelan ludah nya kasar sebelum akhir nya dia menjawab '' maaf tuan Nelson, saya pikir saya tidak ada kepentingan dengan anda''
bright mendengkus dan tatapan nya berubah '' Maureen ku mohon, ini bukan perintah, ini permintaan ''
Maureen melihat sekeliling lingkungan nya, entah mengapa saat dia berdua dengan bright jalanan menjadi sepi, tak ada seorang pun yang lewat, Maureen masih mengamati sampai dia menemukan satu titik.
bright yang melihat tingkah Maureen sudah mengerti apa yang di lakukan gadis itu, dia sudah tidak ingin menunggu lama dan mencoba keluar, tapi niatan itu terhapus ketika Maureen secepat kilat berjalan mendekat dan menahan pintu mobil nya.
'' ada cctv '' dua kata itu yang muncul dari mulut Maureen, dan bright kembali menutup pintu mobil.
Maureen bergerak membuka pintu di bagian penumpang, lalu mobil berjalan meski sebelum nya Maureen harus menghenti kan komentar bright yang menanya kan, kenapa dia duduk di belakang?
__ADS_1
lelaki itu masih belum cukup mengerti kalau yang Maureen lakukan untuk melindungi profesi nya yang memiliki keluarga dengan gelar Sultan nomor satu di Italia.
bright menghenti kan mobil ketika lumayan jauh dari kampus dan lebih sedikit penduduk, mata nya bergeser dan bertemu dengan milik Maureen dari kaca sepion mobil.
'' pindah '' pinta bright, Maureen masih mengerut bingung.
'' pindah ke depan, aku bukan supir mu '' bright mengulang kata-kata nya yang langsung di pahami oleh Maureen.
gadis dengan baju hangat warna biru dan celana jeans hitam itu berjalan keluar, lalu masuk kembali dan duduk di kursi sebelah pengemudi, mata hitam nya sempat bertemu dengan mata biru bright, namun dengan cepat dia mengalih kan pandangan nya.
bright berdehem kecil untuk menghilang kan suasana canggung di antara mereka.
'' apa yang ingin kamu bicara kan, tuan Nelson'' Maureen membuka pembicaraan.
bright memiringkan kepala nya ''tidak ada orang lain di sini, Maureen, kamu tidak perlu memanggil ku seperti itu''
'' sebaik nya cepat katakan, aku ada janji setelah ini, jangan membuang waktu ku '' Maureen berbohong, hanya untuk menyakiti diri nya sendiri, tapi yang jelas ini juga melukai bright.
'' apa yang membuat mu seperti ini'' bright ber tanya tak percaya.
Maureen merasakan lidah nya kelu untuk menjawab, aku mohon, jangan membuat ku semakin berharap?
'' Maureen lihat aku dan jawab, kenapa kamu bertingkah seperti ini '' bright mulai hilang kesabaran di saat Maureen benar-benar tidak mau menatap wajah nya.
'' seperti nya tidak ada yang penting, kalau begitu aku permisi '' Maureen dengan cepat membuka pintu dan melangkah keluar sebelum bright memiliki pikiran untuk mengunci nya.
ya tuhan bantu aku, hilang kan aku dari bumi ini sekarang juga, bawa aku pergi sejauh-jauh nya, ku mohon, ku mohon tuhan.
***
Nexs
MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.
jangan lupa follow tiktok : @shopaychill
Ig : yarasary_
__ADS_1
terima kasih.