Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 20


__ADS_3

Maureen menggosok-gosok kan mata nya untuk menjernih kan penglihatan, suara ketukan pintu di luar masih terdengar jelas, entah siapa yang datang tengah malam seperti ini.


Maureen melihat jam yang menempel di dinding kamar, jarum kecil masih menunjuk angka dua belas dan yang kecil tepat di angka enam.


dengan langkah yang di paksa kan, dan kepala menggeleng mengusir kantuk, Maureen ber jalan cepat menuju pintu membuka kunci yang tadi sempat dia guna kan.


seseorang berdiri di sana, menatap Maureen yang penampilan nya bisa di katakan berantakan, rambut kusut, baju miring dan mata sipit yang menanda kan gadis itu belum cukup istirahat.


Maureen mengambil nafas cepat, berdiri di sebelah pintu untuk mempersilah kan orang itu masuk, dan menutup pintu kembali.


'' kau tahu ini jam berapa '' suara Maureen serak, menjatuh kan tubuh nya di sofa.


'' aku tahu, aku tahu. tenang saja aku tidak lama '' Sandra mengikut Maureen di sebelah tubuh gadis itu.


Maureen mencoba menenang kan pikiran lalu kembali mengangkat pandangan untuk menatap Sandra '' oke, apa yang kamu mau, cepat katakan aku mau istirahat, jangan membuang waktu ku ''


Sandra tersenyum simpul '' aku hanya ingin meminjam laptop, boleh ''


Maureen mengangguk kecil '' ada di kamar, aku baru selesai memakai nya tadi, hati-hati jangan sampai file-file ku hilang ''


'' tenang saja, milik mu aman bersama ku '' Sandra mengetip kan sebelah mata nya, lalu bangkit menuju kamar Maureen.


suara langkah kaki Sandra kembali terdengar, mendekat '' oh iya, aku ada kabar penting untuk mu''


Maureen menahan tubuh Sandra yang ingin duduk di sebelah nya '' benarkah, aku ingin mendengar nya.... ''


Maureen menggantung kalimat nya, menuntun Sandra untuk mengantar nya ke pintu depan, dia tahu Sandra akan banyak sekali cerita kalau sudah membuka suara dan pilihan Maureen benar, sebelum itu terjadi lebih baik Maureen mengantar nya keluar.


'' tapi besok, oke, sekarang aku mau tidur '' putus Maureen tepat di depan pintu.


Sandra menahan pintu yang hendak Maureen tutup '' hei, tunggu, oke cerita detail nya besok, tapi aku akan memberi tahu inti nya sekarang ''


Maureen memutar bola mata nya '' Sandra, aku rasa.... '' ucapan nya terpotong dengan suara Sandra yang tak kalah nyaring di tengah malam.


''TuanrumahkeluargaRemirrosakit,danperusahaankacau''


Maureen mengernyit, Sandra berbicara tanpa jeda, sangat panjang dan sulit di dengar dengan jelas '' maksud mu '' yang Maureen tahu dari salah satu kata yang ada, Sandra juga menyebut kan nama Remirro.


'' apa yang ku pikir benar, kau pasti akan tertarik dengan berita ku'' Sandra memuji diri nya.


'' oke, kamu menang, aku tertarik dengan berita mu, jadi sekarang bisa kah kau mengulangi nya lagi untuk ku'' pinta Maureen selembut mungkin.

__ADS_1


Sandra menyipit kan mata nya '' kamu sungguh ingin tahu ''


Maureen mengangguk kecil dengan tangan yang di lipat di depan dada, mendekat kan telinga nya saat Sandra mengibas kan tangan nya sebagai isyarah.


'' besok saja, sekarang waktu nya tidur '' suara itu yang Maureen dengan, hal ini membuat tangan nya gatal, ingin sekali menampar bibir Sandra sampai orang nya jatuh dan akan jadi giliran Maureen yang tertawa.


Sandra tersenyum puas melihat ekspresi Maureen yang kesal, hingga tanpa sadar Maureen tengah memiliki rencana untuk membuat nya dia seribu bahasa.


'' HEI '' seru Sandra ketika laptop di tangan nya di rampas tiba-tiba.


'' apa, hah '' ujar Maureen menantang.


Sandra menelan salivan nya susah payah sebelum akhir nya dia kembali bersuara ''oke, aku akan memberi tahu mu''


Maureen mengangguk dengan ekspresi kemenangan di wajah nya, senyum licik terukir di sana, puas melihat ekspresi wajah Sandra yang sekarang berubah.


'' aku melihat berita, tuan rumah keluarga Remirro jatuh sakit, dan perusahaan kacau '' ujar Sandra '' hanya itu ''


Maureen mengangguk memahami, lalu menyerahkan laptop nya kembali, menutup pintu nya meski Sandra masih berdiri menunggu jawaban nya.


baru saja Maureen berjalan tiga langkah pintu kembali di ketuk, mau tak mau Maureen juga harus membuka Nya '' apa lagi yang kau mau ''


'' aku butuh kabel data untuk mengisi daya, laptop mu ''


Sandra mengangguk patuh, membiarkan Maureen masuk kedalam untuk mengambil barang yang di minta nya.


'' tidak ada yang lain, mungkin kau butuh, mesin cuci, setrika atau... '' ujar Maureen benar-benar tersulut emosi.


Sandra menerima dan menggeleng '' sudah cukup, aku pergi '' final nya, membalik kan badan dan melangkah menjauh.


Maureen menarik nafas panjang, kembali masuk setelah melihat Sandra hampir sampai di depan pintu rumah nya, tak bisa di tutupi kalau Maureen sedang berfikir keras dengan apa yang Sandra ucapkan.


'' bagaimana kabar dia? '' gumam Maureen, gadis itu menduduk kan diri di meja makan dan menuangkan air untuk tenggoro kan yang terasa kering.


Maureen beranjak, memikirkan ponsel nya yang sempat dia simpan entah di mana, salah satu alat yang dapat membantu nya mencari informasi.


'' dapat '' seru Maureen ceria, mengambil ponsel yang ada di atas nakas.


Maureen membuka situs web, membaca tulisan-tulisan bercampur angka yang tersusun rapi, dan memiliki beberapa gambar yang melengkapi, belum sempat Maureen menidurkan tubuh nya di kasur, terdengar kembali ketukan di pintu depan lebih keras dan kasar.


Maureen mengumpat, dia berusaha tidak peduli dengan menyumpal telinga nya dengan bantal, tapi hasil nya, nihil, suara ketukan itu tak berhenti dan semakin menjadi.

__ADS_1


dengan langkah sedikit berlari dan otak panas karena emosi, Maureen sudah melafal kan banyak perkataan yang akan dia semburkan dengan pedas, menumpahkan segala kekesalan nya yang kian memuncak.


'' bisakah kau memberi ku waktu untuk tenang... ''


orang di balik pintu terkejut, begitu pun Maureen yang tak kalah terkejut melihat siapa yang sekarang berdiri di hadapan nya.


jantung Maureen hampir meloncat keluar, melihat orang di depan nya lebih kacau dari Maureen, dia juga baru sadar kalau mata orang itu memerah dan sayu.


'' bright ''


Maureen masih diam mengarti kan ekspresi wajah bright yang tak dapat di baca, laki-laki itu juga belum bicara satu kata pun mulai dari kedatangan nya.


'' bright, kenapa kamu keluar tengah malam '' suara Maureen lembut, melangkah maju untuk lebih dekat.


sekarang lebih jelas, ada bau alkohol dari tubuh bright tapi tak membuat lelaki itu mabuk dan masih sadar, bahkan jalan nya masih tegak dan lurus saat berjalan maju untuk memeluk Maureen.


'' Dunia ku hancur ''


sudah cukup, hati Maureen bergetar mendengar suara putus asa bright yang amat memilukan, tanpa suara, tanpa kata-kata, Maureen tahu lelaki dalam pelukan nya sedang menangis.


Maureen membawa tubuh bright masuk ke dalam rumah nya, dengan tubuh masih ber pelukan, jujur dia tidak mau melihat wajah sedih bright yang membuat nya juga ingin menangis.


'' tenang, kamu harus sabar ya '' Maureen mengusap punggung bright untuk memberi kan lelaki itu ketenangan.


'' kamu kuat, kamu pasti bisa ''


sudah Runtuh pertahanan bright, tangis laki-laki itu semakin menjadi, menumpah kan semua derita yang di tahan sebelum nya.


'' bisa kah aku mempercayai mu''


" jangan aku, tapi percaya dengan diri mu sendiri "


***


Nexs


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill


Ig : yarasary_

__ADS_1


terima kasih.


__ADS_2