
Maureen melirik dari bawah bulu mata nya, Oliver berjalan santai dengan senyum biasa pada orang-orang yang menyapa nya di sana, dia bertingkah seolah tidak pernah terjadi apapun, menuntun Maureen dan membuka pintu untuk mempersilah gadis itu masuk.
bright terduduk di sana dengan yang lain, mereka semua memiliki pendamping mereka tersendiri, sekedar wanita penghibur.
'' bright '' suara Oliver'' sinar kehidupan mu ada di sini''
mata bright bergeser, menemukan Maureen. dengan santai laki-laki itu melangkah mendekat dan merangkul gadis nya tanpa banyak pertanyaan.
'' kau sudah berkeliling'' Pertanyaan yang normal.
Maureen tersenyum '' tidak semua. tempat nya terlalu luas, mungkin butuh dua hari untuk aku melihat seluruh isi club ini ''
bright tertawa, mengisyarat kan gadis itu untuk duduk di sebelah nya '' jangan membebani diri mu. mereka semua asik, percaya lah kamu akan merasakan itu''
'' aku rasa mereka terlalu bar-bar '' Maureen bercanda, berbisik tepat di telinga Bright.
suara besi berdenting dengan kaca, memecah kan semua atensi setiap orang '' oke semua '' itu Jeims.
'' terima kasih sudah datang dan... jangan lupa kita akan minum-minum sampai pagi, melepas semua nya untuk hari ini ''
sorakan dan tepuk tangan meriah beriringan dengan sempurna, lalu giliran Oliver. dia mengocok sebotol wiski dan membuka nya dengan cara yang tangkas.
semburan cairan merah tumpah ke mana-mana, suara sorakan kembali, lebih keras. berganti dengan dentingan gelas yang tak beraturan.
Maureen menyaksi kan, mereka semua tertawa lepas, berteriak sekeras-keras nya dan minum dengan ritme yang tak mengikuti takaran.
bright menghilang dan Maureen tidak menyadari sejak kapan laki-laki itu menyingkir dari sisi Nya. kerumunan semakin menjadi dan Maureen tidak bisa menemukan salah satu orang yang dia kenal.
'' bright.. '' Maureen menarik lengan seseorang, tatapan nya jatuh melihat orang di depan nya bukan orang yang dia cari ''maaf, aku salah orang ''
'' ayolah manis, aku sudah biasa dengan gadis seperti mu'' suara laki-laki itu terdengar menjengkel kan di telinga maureen.
'' tidak perlu bermain gadis baik lagi, aku tahu kamu mengingin kan ku bukan '' laki-laki yang memiliki sepasang tato di sekitar leher nya itu, mencoba meraih Maureen dalam dekapan nya.
Maureen merasa kan darah nya gatal untuk tetap diam, menghadapi orang yang semena-mena '' aku sungguh minta maaf, permisi ''
'' Hei '' suara keras itu, tidak Maureen hiraukan dia terus melangkah hingga sebuah tangan memeluk pundak nya.
Maureen mendongak dan bertemu dengan orang yang sedari tadi dia hindari '' dia milik ku, apa yang mau kamu lakukan? ''
suara Oliver membuat sekujur tubuh Maureen membeku, tidak ada yang peduli dengan perdebatan kecil itu. Maureen merasa kan tangan Oliver turun berada di pinggang nya.
dia melihat ekspresi Oliver lalu berganti dengan laki-laki yang sekarang berada di hadapan nya.
__ADS_1
'' aku hanya menggoda nya, kau tidak perlu setegang itu bro''
Oliver tersenyum miring, lalu mengisyarat kan untuk menyingkir dari hadapan nya '' kau merindukan ku ''
Maureen tersadar dan segera menyingkir kan tangan Oliver, menghindar dari netra kelam yang selama berhari-hari ini tidak dia temukan.
'' santai '' ujar Oliver, tersenyum konyol '' aku hanya melindungi mu, oke ''
'' terima kasih, tapi maaf aku tidak butuh perlindungan mu'' Maureen menjawab dengan mata yang tenang mencari seseorang.
'' ya aku tahu '' Oliver memajukan wajah nya ''kau lebih suka berlindung di balik wajah tenang mu, dan menolak untuk menjadi diri mu sendiri ''
Maureen tertegun, memikirkan kata-kata yang matang untuk mematikan ucapan Oliver.
'' aku sudah mengenal diri ku sendiri, lebih baik dari kamu. kamu jenius, tapi bukan berarti kamu tahu segala nya ''
Oliver tertawa '' oke dengar'' dia berdiri lebih tegak '' bagaimana kalau bright tahu, apa yang kita lakukan malam itu! ''
Maureen mendengar, suara berupa bisikan itu sangat jelas di tengah keramaian. Maureen menunduk, membayang kan kemungkinan yang akan terjadi, tapi semua nya terhenti ketika Oliver dengan cepat nya mencium pipi Maureen.
'' kak '' Oliver melewati Maureen, melangkah menjauh di belakang sana.
'' bagaimana pekerjaan nya, apa yang papa bilang ? ''
Maureen bisa mendengar nya dengan jelas pembicaraan kakak beradik yang tak lain salah satu adalah kekasih nya. Maureen masih bisa merasa hidung Oliver menyentuh kulit, jantung nya berdetak lebih cepat dua ketukan, dan dia sadar Oliver selalu menemukan cara untuk membuat nya gelisah.
'' aku melihat Maureen kebingungan mencari mu'' Oliver menambah kan.
Maureen semakin gentar, kengerian memecah belah pertahanan nya. apa yang akan Oliver lakukan.
'' di mana dia sekarang ? '' bright bergerak melihat-lihat.
Maureen menelan ludah, mengubur dalam-dalam rasa takut nya untuk tetap terlihat normal '' aku di sini '' suara nya ceria dan tepat.
bright mendekat untuk sebuah pelukan, dan di sana, Oliver dengan terang-terangan mengejek nya melalui senyuman.
'' Maaf sayang, aku tidak berniat meninggal kan mu'' bright melepas dan menatap dengan penuh rasa salah.
''aku tidak apa-apa '' Maureen menenang kan nya.
'' baiklah '' Oliver kembali memasuki percakapan '' seperti nya kakak ipar belum minum apa pun, apa kau suka merah''
'' aku tidak terlalu suka '' jawab Maureen, yang mendapat senyuman kecil dari Bright.
__ADS_1
'' aku akan mencari kan mu sesuatu yang lain di sini '' bright memberi nya cengiran.
kesempatan ini yang Oliver cari, menjauh kan bright dan membiar kan Maureen hanyut dalam ke was-was an '' tidak '' bright berhenti.
'' maksud ku, aku bisa minum apa pun'' Maureen menambah kan.
Jeims datang lalu merangkul pundak bright dan mengajak nya bicara '' apa aku melewat kan sesuatu ''
bau alkohol menyengat, tapi Jeims masih sadar dan normal " hei, kau harus minum banyak, kau ingat aku merayakan ini untuk kepergian mu juga "
Maureen tertarik dengan ucapan Jeims, dia memaling kan wajah. bright sedang di paksa untuk minum dan Jeims tidak henti-henti nya memajukan sebotol wiski.
'' kamu tidak tahu tentang itu '' Oliver bertanya, menjulur kan segelas bir ke arah Maureen.
gadis itu menggeleng masih belum mengerti inti pembicaraan '' bright akan di terbang kan ke Australia dua hari lagi, mungkin sampai satu musim berlalu ''
Maureen menelan ludah, tangan nya bergerak menerima gelas bir dari Oliver, jemari Oliver menyentuh nya. dia tersadar dan kaget, lalu gelas nya lepas membentur lantai yang keras, cairan merah menggenang seperti darah dan pecahan beling berserakan.
'' kau tidak apa-apa '' bright melompat mendekat, meraih tangan Maureen dalam genggaman nya.
'' aku tidak apa-apa, tapi gelas nya... '' Maureen menatap bright sekilas lalu kembali pada cairan merah di bawah.
banyak pasang mata yang melihat '' tenang '' Oliver membuka suara, mengambil selembar tisu dan meraih tangan Maureen.
'' mungkin kakak ipar terkejut mendengar berita mu, aku rasa kau perlu memberi tahu nya secara pribadi '' Oliver tersenyum penuh arti dan menjauh.
dua pelayan datang, Maureen menarik tangan nya dari Bright '' aku lelah, dan ini sudah sangat malam. aku harus pulang ''
'' aku antar kamu pulang '' bright berucap, menahan tangan Maureen.
Maureen menggeleng kecil '' aku bisa pulang sendiri, ini pesta mu. nikmati saja ''
bright menelan ludah, melangkah lebih cepat menyusul Maureen dan menarik tangan gadis itu untuk keluar dari club.
'' aku akan jelas kan, semua tidak semudah seperti yang Oliver kata kan''
***
Next
terima kasih banyak, maaf kalau masih banyak kekurangan dalam kata-kata nya, biasa baru pemula.
lop yu Kakak,. jangan lupa dukungan nya.
__ADS_1