
Maureen menelan rasa takut "baiklah " ucap nya tegas" aku akan menggunakan telepon mu"
gadis itu berjalan ke telepon, menempel di tembok dapur dan mengangkat gagang nya. jantung nya berdebar, menghitung resiko-resiko bodoh yang dia ambil.
Maureen ada di rumah Jecky, sendirian,jauh dari teman-teman, jauh dari Sandra. tanpa memiliki cara untuk pulang sendiri.
" aah, jangan seperti itu, aku hanya bermain-main " Jecky mengeluh.
dia melempar ponsel nya kepada Maureen dan gadis itu hampir tidak bisa menangkap nya, merasa kan kelegaan yang mengejut kan. aku bereaksi berlebihan, dia hanya bermain-main saja. batin Maureen.
''aku akan menunggu di luar saja " Maureen memegangi ponsel nya di dekat dada. Jecky berdiri di depan pintu, tapi tidak ada jalan keluar yang lain. Maureen dengan ragu melangkah ke arah nya.
Jecky tidak bergerak "ada apa ?" dia bertanya "aku tidak separah itu kan menjamu tamu "
Maureen memaksa kan sebuah senyuman lagi "tidak" ucap nya tergagap, mengambil selangkah lagi '' aku hanya ingin privasi untuk menelepon, itu saja ''
Jecky terus menatap Maureen, sekarang menyipit mengoreksi, si Balik kaca mata kotak nya ''kamu bisa menelpon di kamar tidur " saran nya.
'' lewat situ saja '' ucap nya, memberi tahu.
Maureen membeku ''tidak, terima kasih '' dia ingin berlari menerobos ke belakang nya dan menghilang menuju malam.
gadis itu menghembus kan selangkah lagi, lalu selangkah lagi. ketika dia sampai ke pintu, Jecky akhirnya melangkah ke samping.
Maureen menghembus kan nafas nya, lega '' terima kasih tumpangan nya, sampai sejauh ini '' suara nya ceria ketika ia berpaling untuk pamit '' aku betul-betul menghargai nya ''
Maureen tidak punya waktu untuk bereaksi sebelum sebuah tangan besar berada di pinggang nya, dan sebuah benda kenyal mendarat di bibir Maureen dengan keras.
Maureen panik, mendorong dengan kedua tangan di dada nya dan mencoba untuk memalingkan kepala. tapi Jecky mendorong tubuh Maureen ke pintu, lidah nya memasuki mulut gadis itu, tangan nya meraba-raba ke pantat dan anggota tubuh yang lain milik Maureen.
Maureen melawan, protes nya tertutup oleh ciuman Jecky. tubuh pria itu menghimpit, terlalu berat untuk bergerak dan Maureen melawan sekuat tenaga, mendorong dada nya, pundak nya, apa pun untuk mendorong Jecky menjauh.
akhirnya Jecky melepas kan bibir nya untuk menghirup oksigen'' diam lah'' dia berkata begitu tenang, seolah perbuatan yang ia lakukan tidak memiliki arti apa pun.
'' tidak apa-apa, santai saja'' Jecky bernafas, mengelus pipi Maureen.
__ADS_1
'' Tidak'' Maureen berteriak, menggeliat. rasa takut terasa kental di sekitar nya.
'' lepaskan aku!"
" kau sungguh-sungguh. ayolah tidak perlu bermain gadis baik lagi dengan ku" Jecky menggerayai dada Maureen, nafas nya berat dan bersemangat.
'' aku tahu kamu sudah mengingin kan ini sejak awal. dengan cara mendekati ku di sekolah "
Jecky menuruni kepala nya untuk mencium leher jenjang nan indah milik Maureen. Maureen muak, ia hampir muntah.
" Tidak '' Maureen mencoba untuk mendorong tubuh Jecky lagi, tapi dia terperangkap di depan pintu. tidak punya ruang untuk bergerak, tidak punya ruang untuk bernafas.
putus asa, Maureen memalingkan kepala nya, meraih jauh untuk menggigit telinga Jecky sekeras mungkin.
'' sialan '' Jecky melompat mundur, memegangi sisi telinga nya. dia melihat tangan nya, darah. dia melotot ke arah Maureen terkejut.
'' kenapa kamu melakukan itu ?''
'' aku sudah bilang pada mu, Tidak '' Maureen mencoba membuka pintu, tapi pintu terkunci dengan rantai dan ia tidak bisa membuka nya dengan benar.
'' aku tidak mengingin kan ini, tidak pernah !''
Jecky bergerak ke arah Maureen lagi " jangan sentuh aku " tegas Maureen.
rantai nya masih menyangkut, Maureen tidak bisa keluar, jantung nya berdebar dan darah nya mengebu-ngebu di telinga nya .
" ku peringat kan.... "
" apa? " Jecky memberi kan senyuman keji " jika aku di posisi mu, aku akan sedikit lebih baik. aku masih menentukan nilai mu, ingat"
" aku tidak peduli jika aku gagal" Maureen melotot tak percaya.
Jecky mendecak kan lidah nya" aku bisa menelpon kampus apa pun yang kamu datangi dan bilang kepada mereka betapa mengecewakan nya diri mu"
Maureen membeku.
__ADS_1
" kamu tau, seberapa baik nya diri mu di mata para dosen. aku tahu itu, tapi jika mereka mendengar tentang mu sebelum nya, kamu pasti bisa menebak apa yang akan mereka pikir tentang mu"
" cukup, kamu tidak mungkin melakukan nya " bisik Maureen.
" aku akan melakukan nya " wajah Jecky sungguh kasar.
"aku akan bilang pada mereka bagaimana kamu mengganggu kelas, mencurangi tes mu, dan tidak menunjuk kan rasa hormat pada guru mu. kecuali.... kamu patuh pada ku. tunjuk kan rasa hormat mu pada ku" Jecky mengelus pipi Maureen lagi.
Dan kali ini Maureen tidak bisa menyentak menjauh. Maureen merasa muak, tapi dia tidak bisa bergerak. Jecky memiliki kesuasaan, dia menggenggam seluruh sisa hidup Maureen di tangan nya.
" gadis baik " Jecky tersenyum penuh kemenangan. tangan nya menggenggam dada Maureen, meremas.
Maureen gemetar, tapi dia tidak bergerak.
tangan Jecky meluncur lebih rendah, ke arah celana jins gadis itu "kamu tidak perlu merasa takut, kamu akan menyukai nya " dia bergumam, mendekat kan wajah nya.
bibir Jecky turun pada leher Maureen, mencium keras selagi tangan nya membuka resleting gadis itu. seperti ini lah pada akhir nya.
sebuah mesin yang mogok, sebuah tumpangan dalam mobil, pacar nya ada di tempat lain negara ini. sebuah pilihan lain yang bukan milik Maureen. karena apa yang Maureen ingin kan tidak pernah berpengaruh, tidak lagi.
dalam kepasrahan nya, tiba-tiba muncul ingat tentang wajah Bright dan adik misterius nya, Oliver. dia ingit mata kedua pria itu yang terus memancar kan aura berbeda, yang satu tulus dan lembut, yang satu lagi sarkasme dan terus membuat orang ingin tahu dengan pemikiran yang ada di otak nya.
Oliver tidak pernah memikir kan resiko, dia pemberani, memiliki banyak ambisi tanpa memikirkan orang lain tentang dampak nya. tapi begitu kehidupan, dia bergerak bebas, menikmati jalan pikir nya yang tidak semua orang memiliki keberanian yang begitu fasih seperti nya.
Maureen ingin merasakan keberanian itu, ia ingin memiliki kebebasan, sudah cukup rasa muak nya selama ini.
murka tumbuh di dalam, memecah kan rasa takut Maureen.
Tidak, tidak mungkin.
Maureen meraih tanpa melihat ke meja untuk sesuatu, apa pun yang bisa ia gunakan. tangan nya sampai pada sesuatu yang halus dan bulat : sebuah gagang.
Next
nih bab selanjutnya ya kakak...
__ADS_1
Maureen mengayun kan dengan seluruh tenaga nya, menghantam kan logam ke belakang kepala Jecky.
". Akkhh.... " Jecky mengerang kesakitan, tubuh nya melemas.