Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 24


__ADS_3

Adelia dan Jeims mengangkat pandangan ketika mendengar langkah kaki yang sedikit berlari menuju ke arah mereka.


seperti yang Jeims bayangkan, bright sangat menggemas kan memakai baju yang dia pilih, warna mencolok dan motif yang unik.


'' selamat datang tuan muda '' seru Jeims, pura-pura takut dengan lirikan tajam Bright.


Adelia tertawa kecil melihat fashion kakak nya saat ini, yang sangat jauh sekali dari kriteria seorang bright, di mana keseharian nya lebih banyak menggunakan warna gelap dan tanpa motif.


'' diam kau '' ujar bright, sarkas.


'' di mana mama '' tanya Bright cepat, menatap Adelia intens.


'' di dalam, papa sudah lebih baik sekarang '' Adelia melangkah lebih dekat dengan kakak nya '' bagaimana keadaan nya kak, sudah lebih baik ''


'' iya, seperti yang kau lihat '' bright menduduk kan diri di kursi rumah sakit, tatapan nya jatuh melihat lantai putih di bawah nya.


'' maksud kakak '' Adelia ingin mengikuti langkah bright, mencari penjelasan dari perkataan yang singkat, tapi Jeims menahan Nya.


'' Adel '' ujar Jeims '' boleh, tolong beli kan minuman di kantin, seperti nya bright butuh sesuatu yang dingin untuk menenangkan ''


Adelia mengangguk patuh, berjalan menjauh tanpa banyak pertanyaan yang di lempar meski penasaran, menyadari bahwa mereka membutuhkan waktu untuk berbicara.


'' ada yang menyulit kan mu '' Jeims bertanya hati-hati dan mengamati pergerakan bright yang tak memberi nya pengertian.


helaan nafas terdengar, bright mengangkat pandangan nya dan berkata '' selalu ada yang menyulit kan ku di dunia ini ''


'' aku tahu, ini sudah biasa terjadi dalam hubungan '' Jeims menepuk pundak bright, yang langsung di tepis kasar oleh pemilik nya.


'' yang ku bicara kan adalah kamu, bukan siapa-siapa ''


Jeims mengerjap, senyum nya hilang '' hei, bisa kah kamu sedikit lebih lembut ''


'' bisa, tapi tidak dengan mu '' bright berucap konyol, menyandar kan punggung nya pada besi tipis yang keras.

__ADS_1


'' tidak apa-apa, aku orang nya baik, suka memaaf kan'' Jeims menampil kan senyuman, Ter paksa '' jadi aku akan lupa kan semua perkataan manis mu, tuan''


Annette keluar dari ruangan Derek, senyum nya mengembang dan langkah nya ringan mendekati putra nya.


'' ma... '' bright bangkit, menatap Annette yang ukuran badan nya lebih rendah '' butuh istirahat ''


Annette menggeleng '' mama hanya mau pergi ke kamar mandi sebentar, kamu temani papa di dalam, ada yang mau di bicara kan kata nya ''


seperti angin yang berhembus tanpa wujud, namun mampu membuat ombak di laut lepas, dan membawa nya membasahi pasir dengan durasi waktu yang tak tentu. itulah arti dari kematian, perasaan dan takdir, adalah merupakan sesuatu yang tak terlihat tetapi tentu akan datang, dan membuat sejarah tersendiri dengan waktu yang tidak selalu tepat dengan prediksi akal.


itulah alasan mengapa bright harus tetap berpikir jernih dengan keadaan apa pun yang dapat mengejut kan kepercayaan nya, di mana semua harapan tak selalu terwujud seperti apa yang telah di rencanakan.


'' pah.. '' bright berucap lirih, menggenggam tangan besar milik Derek '' bagaimana kabar nya''


'' baik '' jawab Derek singkat, senyum nya lemah.


'' mama bilang kalau papa mau bicara, tentang apa pa '' bright menambah kan.


'' iya, sebentar lagi akan ada perayaan di kediaman Antolino, kamu harus hadir mengganti kan papa '' suara Derek penuh harap, dan mengandung perintah.


bright mengangguk kecil, mencerna pelajaran dari seorang miliader yang terbaring lemah dan memohon untuk mematuhi kehendak nya dari setiap ejaan kata yang tersirat rapat di balik kata-kata normal dengan sempurna.


'' Adelia juga perlu ikut untuk menyimak dengan langkah awal yang ringan sebagai pembisnis ''


'' seperti nya cukup bright saja yang datang, pa, tidak perlu dengan Adelia '' Bright membantah, dia tidak mau mematuhi permintaan yang tidak wajar dan yang tidak seharus nya di lakukan.


'' dia perlu, Adelia cukup pintar untuk menyimpul kan apa yang di maksud peraturan dalam bisnis ''


sekali lagi bright menyilang ucapan Derek ''tapi Adelia belum cukup umur pa... ''


'' sejak kapan umur menjadi alasan untuk belajar '' Derek mematikan segala alasan yang akan bright ucap kan.


'' kamu tahu, sistem pertahanan QW 50 sudah mengalami kebocoran''

__ADS_1


terkejut!


jelas. karena bright tidak pernah tahu masalah itu, dia juga baru mendengar nya satu kali ini dari sang ayah.


'' tidak mungkin, bagaimana sistem yang sangat canggih itu bisa di rusak'' bright menautkan alis nya, heran.


'' perusahaan kacau karena banyak data yang di ambil '' Derek ber nafas cepat '' tapi yang lebih mengejut kan, orang itu menjual data-data perusahaan Remirro ke tangan presedir yang memiliki beberapa saham di kedutaan ''


'' Apa? '' bright bangkit, refleks, frustasi karena ketidak tahu an nya.


'' tenang lah nak, semua sudah di selesaikan, jangan memikirkan hal yang sudah tidak bisa di perbaiki lagi'' Derek menatap pupil mata yang sama dengan milik nya.


'' sekarang waktu nya kamu kembali mengembang kan cara baru untuk memperbaiki, lakukan yang menurut kepercayaan mu baik dan jangan lupa, jangan pernah mempercayai seseorang''


bright mengangguk kan kepala penuh kepastian, mata nya menatap ke luar jendela ruangan, menerawang jauh lebih luas dari yang pernah ada dalam pikiran nya.


setumpuk berkas dengan tinta hitam dan angka-angka yang membosan kan, perlahan bright menyadari, ajaran apa yang ingin di sampai kan keluarga nya.


kalau dunia luar lebih mengeri kan dari kediaman Remirro yang Ter kenal menyeram kan, penuh kejutan dari setiap sudut di tempat yang berbeda, di lengkapi aturan dengan kondisi alam yang menuntut untuk berpikir bijak.


di tempat lain, di ruangan yang berbeda dalam satu langit yang sama, Maureen merendam tubuh nya dalam air menenggelamkan pikiran nya untuk keluar dari jalan yang sempat dia pilih, membebas kan jiwa nya dari aturan yang dia buat sendiri sejak awal.


suatu saat dia akan membuat perubahan, yang sangat jauh dari kata biasa.


itulah janji Maureen untuk diri nya sendiri, salah satu alasan yang menguat kan Mauren tetap ada di kota ini, Florence.


***


NEXT


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill

__ADS_1


Ig : yarasary_


terima kasih.


__ADS_2