
Maureen mengantar kan pesanan, untuk saat ini kedai sangat ramai, semua rata-rata orang yang sedang beristirahat dari pekerjaan nya, anak-anak yang sekolah dan ada juga remaja yang berpacaran.
'' terima kasih sudah berkunjung '' ucap Maureen ramah, setelah menerima sejumlah uang dari pelanggan nya.
Maureen kembali ke belakang konter dengan beberapa piring, gelas dan botol saus yang tak berisi.
'' Maureen ''
seorang yang di panggil nama nya menoleh ke belakang, Sandra baru masuk dan berjalan ke arah konter dengan baju seksi yang membuat nya terlihat sangat cantik.
'' kau melihat berita '' ucap Sandra tepat di depan konter.
''aku baru selesai bekerja, dan yah... '' Maureen mengeluar kan iPhone nya dari tas yang tadi sempat dia simpan di lemari belakang konter.
'' mati '' tambah Nya menekan sisi iPhone sebelah kanan berulang ulang.
'' aku baru ingat kemarin malam aku menjatuhkan nya di wastafel''
Sandra mengambil alih iPhone Maureen ''parah, semua nya sudah retak, memang nya masih bisa di perbaiki. ini sudah tidak layak di pakai Maureen ''
'' aku tahu, aku tahu. nanti akan ku cari jalan keluar nya. kau melupakan topik utama nya, berita apa maksud mu''
Sandra mengajukan telunjuk nya dan mengambil posisi duduk di meja depan konter, menyimpan tas kecil nya di atas meja dan duduk dengan kaki bersilang.
'' kemarin Maureen, sampai kapan mau menatap ku, hah '' kata Sandra.
Maureen memutar bola mata nya, mau tidak mau Maureen tetap harus menuruti ucapan Sandra, berjalan malas dan menghenyak kan tubuh di kursi yang berhadapan dengan Sandra.
'' boleh mulai, nona Sandra ''
'' oke '' Sandra meletakkan tangan di atas meja '' berita nya adalah... ''
__ADS_1
'' pangeran sudah kembali '' Maureen mengerut kan kening masih tak mengerti dengan poin pembicaraan Sandra.
Sandra mendecak kan lidah '' Albright Nelson Remirro, dia sudah kembali setelah beberapa hari menghilang''
Maureen merasa darah menderu di telinga nya, kejadian manis tiga hari lalu kembali terulang di memori Maureen, membuat jantung nya ber degup dua kali lebih cepat.
'' benarkah '' Maureen berseru ceria, menutup semua perasaan yang sekarang membanjiri jiwa nya.
Sandra mengangguk cepat, lalu membuka sebuah situs web yang memperlihat kan sebuah Vidio, Maureen melihat dengan seksama saat Sandra mengarah kan layar iPhone nya untuk Maureen.
terlihat jelas bright sedang berkumpul dengan teman nya, Jeims '' kapan berita nya tersebar '' ucap Maureen masih dengan video berputar.
'' hari ini, tepat sembilan hari setelah kecelakaan mobil itu terjadi '' Sandra menjelas kan, lalu mengunyah permen coklat yang tersisa satu di dalam tas nya.
'' kau senang? ''
sesaat Maureen berfikir dan mengangguk antusias '' tidak perlu bertanya, kau pasti tahu jawaban nya''
'' mulai lagi, aku sudah bilang aku hanya berteman Sandra. kalau kamu mau ambil saja, aku tidak keberatan '' putus Maureen.
sejak acara makan-makan sampai mabuk di kantin kampus, membuat Sandra dan Rebecca terus menggoda Maureen untuk jadian dengan Stein. lelaki yang memiliki paras lumayan tampan dengan tubuh tinggi yang tidak lama ini Maureen kenal.
'' oh, terima kasih. aku takut kau akan menangis kalau aku benar-benar berkencan dengan Stein '' Sandra tak henti menggoda Maureen.
tidak peduli dengan ucapan Sandra, Maureen memilih mengamati video yang masih berputar. terlihat jelas di sana bright berbicara dengan santai seolah tak memiliki beban, dan sesekali tertawa yang terdengar sangat renyah di telinga Maureen, meski Maureen sempat sadar ada sedikit ke sedihan dari ekspresi nya yang kemungkinan hanya dapat Maureen ketahui seorang diri.
'' aku juga baru tahu satu fakta '' Sandra kembali berucap.
'' apa?'' tanya Maureen, video sudah berakhir dengan senyuman manis bright dan Jeims.
'' idolamu ternyata bukan pekerja tetap, dia masih seorang mahasiswa dan tahun ini, oh tidak. maksud ku bulan ini dia akan melakukan tes semester akhir di UNIFI ''
__ADS_1
'' tidak mungkin '' Maureen membenar kan ucapan nya, mencoba mempercayai pendapat nya sendiri.
'' bukan kah kita sendiri yang melihat, seorang Albright Nelson Remirro selalu berpakaian formal dan masuki perusahaan besar''
Sandra menggeleng kan kepala '' Maureen ingat kita mahasiswa baru di sana, dan tidak mengenal satu persatu senior kita ''
benar! tidak ada yang salah dengan ucapan Sandra, Maureen juga seharusnya sadar kalau dia tidak terlalu mengenal lelaki itu.
'' jam berapa kau selesai '' suara Sandra membuat Maureen memalingkan wajah melihat jam diding.
''sebentar lagi, aku harus memberes kan semua nya '' Maureen bangkit dan mulai memberes kan, percakapan barusan membuat nya tidak menyadari kalau kedai sudah mulai sepi.
'' aku akan menunggu mu '' final Sandra, lalu memain kan ponsel nya sambil sesekali tertawa entah apa yang sedang di lihat nya.
Maureen berdiri di balik konter, mata nya bergeser melihat seseorang yang masih tertinggal di kedai, linor merapikan setumpuk piring yang sudah di cuci bersih dan Sandra masih setia menatap layar ponsel nya.
Maureen bergeming sesaat menikmati suasana sekitar, semua orang sibuk dengan dunia nya, melakukan semua yang menjadi keinginan mereka tanpa peduli terhadap orang lain, merasakan indah nya nafsu yang tak henti untuk terus menuntut sesuatu.
aku tak tahu dengan kehidupan ku sendiri ? semua terasa mengambang tak menyentuh tanah.aku berfikir dan aku sendiri yang menyimpul kan kalau dunia tidak pernah benar-benar cocok dengan dunia mereka. batin Maureen.
apa aku juga bisa seperti mereka ?bisa kah aku pergi !
Nexs
MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.
jangan lupa follow tiktok : @shopaychill
Ig : yarasary_
terima kasih.
__ADS_1