
Jeims membanting setir mobil memasuki area parkir rumah sakit, langkah nya cepat melewati jalan belakang yang merupakan sebuah pintu rahasia yang tak banyak orang tahu selama ini.
Derek di larikan ke rumah sakit milik keluarga Donnelly yang terkenal dengan spesial dari berbagai bidang, pertemanan kedua keluarga besar ini yang membuat Jeims dekat dengan bright maupun Adelia, karena sering bertemu dan berkumpul bersama ketika acara keluarga atau pelaksanaan bisnis.
Jeims melewati lorong-lorong rumah sakit, mengabaikan tatapan semua orang yang memandang nya kegum, senang dan kesal karena membuat keramaian dengan langkah kaki Nya.
Jeims berhenti ketika tepat di depan sana ada seorang gadis terduduk lemah dengan menumpu kan kepala nya di antara kedua paha, pundak nya bergetar karena menangis.
'' Adelia ''
gadis cantik itu mendongak, mencari seseorang yang baru saja memanggil nya, dia bangkit berdiri melangkah lemah.
Jeims tidak membiarkan Adelia berjalan mendekat dan membuat diri nya berlari cepat, menarik tubuh kecil gadis itu untuk masuk kedalam dekapan hangat nya.
Adelia menggenggam baju hangat Jeims erat, menenggelam kan wajah nya di dada bidang laki-laki itu, kaos Jeims basah karena deras nya air mata yang keluar dari pelupuk mata Adelia.
'' kak, papa... ''
'' sstt, tenang, kita doakan semoga semua berjalan lancar '' Jeims menarik tubuh nya, melepas pelukan ''sudah jangan nangis, kita duduk, ya''
Jeims mengusap pipi Adelia dengan ibu jari nya, menuntun gadis itu untuk duduk di kursi rumah sakit yang memanjang.
'' kak '' panggil Adel, gadis itu menumpu kan kepala nya di dada Jeims, menikmati usapan lembut di kepala.
'' kenapa Adel '' ujar Jeims.
'' sejak tadi pagi, kak bright sudah pergi, kak Jeims tahu dia pergi kemana '' suara Adelia mengundang keprihatinan, menunggu jawaban dari seorang yang selama ini dia anggap sebagai kakak laki-laki.
Jeims menelan frustasi yang muncul di dada nya, perasaan bingung, khawatir dan kasihan bercampur menjadi satu dengan kecemasan yang pahit, lidah nya kelu untuk sekedar berucap kalau -bright sakit. dia tidak tega, apalagi dengan keadaan di sini yang terlihat sangat menyedih kan.
'' mama kamu kemana! '' suara Jeims tenang dan damai, seolah dia melupakan pertanyaan yang baru saja berputar di otak nya.
'' mama di minta tanda tangan, untuk perawatan lanjut papa '' Adelia merasa kan ada yang tidak baik karena Jeims semakin mengeratkan pelukan nya.
'' kak, kakak tahu kak bright ada dimana? " Adelia mendongak menatap wajah tampan Jeims yang posisi nya lebih tinggi.
Jeims tidak mampu untuk berbohong melihat mata sayu biru Adelia, hati nya rapuh untuk mengungkap kan kenyataan yang bagaimana pun caranya dia tetap harus memberi tahu.
'' dia di rumah teman nya! ''
Adelia mengerut heran '' lalu, kenapa tidak angkat telepon ku, apa dia tidak peduli lagi dengan keadaan di sini? ''
suara Adelia meninggi dengan dada yang naik turun '' Adelia tenang dulu sayang ''
__ADS_1
'' bagaimana bisa tenang kak, kita di sini butuh dia, tapi dia tidak pernah peduli '' Adelia menjauh dari Jeims, mencoba ber diri tapi Jeims menahan Nya.
'' Bright peduli Adel, hanya saja... ''
'' hanya saja Oliver lebih penting bagi nya, iya, seperti itu '' Adelia memotong ucapan Jeims cepat, menepis tangan laki-laki itu, namun masih dapat di raih kembali.
laki-laki itu mencoba tenang dengan menarik nafas dalam, lalu menatap lagi lensa biru di hadapan nya '' bright tidak bersama dengan Oliver ''
'' bohong, aku akan melihat nya sendiri '' sudah selesai, Adelia bangkit dan menghempas tangan Jeims kasar.
tidak tinggal diam, Jeims menghalangi langkah Adelia membuat gadis kecil itu mendecak kan lidah, kesal.
'' apa? mau marah! '' ujar Jeims, masih menghalangi langkah Adelia '' marahi aku, lampias kan semua nya, Adel, terserah kamu!''
'' kakak lebih lindungi mereka yang berbuat dosa dari pada bantu aku, kenapa kak, demi persahabatan kalian, iya, hah ''
'' kamu salah, Adel, semua tidak seperti yang kamu pikirkan '' Adelia tidak peduli dengan ucapan Jeims keinginan nya hanya satu mencari sang kakak, dia berjalan melewati Jeims.
'' kamu ingin tahu bright ada di mana bukan '' Jeims membalik badan berhadapan dengan Adelia yang sekarang membelakangi nya.
'' katakan kalau kamu khawatir sama kakak mu, kamu menutut untuk bertemu dengan nya karena kamu butuh sama dia, iya ''
Adelia berhenti, pertanyaan atau lebih tepat nya pernyataan yang Jeims papar kan menyadar kan Adelia akan sebuah perasaan yang selama ini tidak memiliki nama.
hingga tanpa sadar, Jeims mendekat dan memutar tubuh kecil Adelia untuk berhadapan dengan nya.
'' benarkah, apa bukti nya kalau kau memang membenci kakak mu '' suara Jeims menantang, tidak lembut dan tidak kasar, normal.
'' kenapa diam ''
jujur Jeims sebenar nya tidak tega melakukan ini pada adik kecil kesayangan nya, tapi melihat sikap keras kepala Adelia membuat nya sadar kalau Adelia butuh sebuah petunjuk.
'' sejauh yang ku tahu, kamu sering memantau bagaimana kabar bright, menanya kan jadwal nya, aturan makan yang sistem beri dan.... masih banyak yang sering kamu tanyakan'' Jeims menatap mengoreksi.
'' jangan melebih-lebihkan apa yang tidak aku lakukan '' Adelia masih tidak mau kalah, membalas tatapan Jeims tajam.
Jeims tertawa, mengangguk-angguk kan kepala '' oh, jadi kamu lupa pesan apa yang kamu kirim dua hari lalu ke aku''
'' omong kosong '' Adelia ingin berbalik lagi, tetapi pundak nya di cengkraman kuat, kepala nya mendongak melihat wajah seseorang di atas sana.
sorot mata Jeims menghilang kan semua kata-kata yang Adelia susun di otak kecil nya.
'' kenapa kamu se egois ini, apa susah nya mengakui sebuah perasaan, hah '' suara Jeims rendah, tapi lebih mengerikan dari mata pisau yang tajam.
__ADS_1
'' kak... '' Adelia merintih merasakan pundak nya sakit karena cengkraman Jeims, dia tidak berani menatap pupil mata coklat mentah yang seakan tak pernah memiliki kehangatan.
''sakit ''
Jeims sadar dari amarah nya, sorot mata nya melunak dan tangan nya jatuh lemas, dia melihat Adelia kembali menangis dan itu karena ulah nya.
'' maaf, aku hilang kendali '' Jeims mengacak rambut nya frustasi, mengingat ekspresi ketakutan Adelia ketika menatap nya.
Jeims menarik Adelia ke dalam pelukan nya, menumpu kan kepala nya di atas kepala Adelia.
'' kak, maaf, jangan marahi aku lagi seperti itu, aku takut ''
'' tidak akan lagi, sayang, tidak akan. sekarang kamu tenang '' Jeims mengusap punggung gadis kecil nya.
'' maaf, kamu harus tahu yang sebenarnya '' Jeims memejam kan mata sejenak, lalu melanjut kan.
'' bright tinggal di rumah teman nya, dia sakit ''
jantung Adelia seakan melompat keluar dari rusuk nya, Jeims menahan tubuh Adelia yang ingin melepas pelukan, dia tahu pasti akan menyakit kan melihat dua laki-laki dalam keluarga nya sama-sama jatuh sakit.
Adelia menyumpal Mulut nya untuk menahan Isak tangis yang kian menjadi, tubuh nya benar-benar tidak memiliki energi hanya untuk sekedar berdiri.
'' kak aku takut ''
'' jangan takut, kita hadapi masalah ini bersama, aku akan selalu ada kalau kamu butuh, oke ''
suara pintu terbuka, dokter dengan masker dan sarung tangan keluar dari ruangan di ikuti tiga perawatan di belakang nya, jantung Adelia kembali berdetak lebih kencang dua ketukan melihat wajah pasrah yang saat ini di tunjuk kan kepada nya.
Papa!
***
bagi-bagi foto Jeims kavilo Donnelly yang ganteng, imut, manis pokok nya tipe kaum hawa banget, uh jadi lebay nih, maap ya kakak, biasa kebawa suasana hehehe...
NEXT
MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.
jangan lupa follow tiktok : @shopaychill
Ig : yarasary_
__ADS_1
terima kasih.