Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 47


__ADS_3

mata Maureen tertutup, nafas nya terhenti menunggu ciuman dari Oliver.


ada suara, gemerisik dari semak-semak di dekat danau. Maureen merasa kan kehangatan tubuh Oliver perlahan meninggalkan nya sesaat, sebelum mata nya kembali terbuka. Oliver sudah Kembali berada di balik pohon dan meraih teropong nya.


" kemarilah, lihat?" Oliver berbisik semangat terdengar dalam suara nya " dia sudah datang"


Maureen menghembus kan nafas, jantung nya masih berdebar-debar. dia segera berjongkok di sebelah Oliver, mengintip dari semak-semak.


ada seekor rusa, berjalan anggun ke arah air. dia menunduk, leher panjang nya meregang untuk menjangkau dasar dan meminum air danau.


'' apa yang akan terjadi selanjutnya ?'' Maureen berbisik, merasa sedikit rasa takut menggetar kan dada nya '' apakah kamu akan menembak nya ?''


'' belum. itu terlalu mudah !'' Oliver menurunkan teropong nya dan menyerahkan kepada Maureen.


'' aku tidak mengerti ?'' maureen menautkan alisnya '' aku kira inti pemburuan adalah untuk membunuh sesuatu ''


Oliver memalingkan wajah nya '' intinya adalah pemburuan. kamu kira aku datang kemari hanya untuk meledakkan makhluk itu begitu saja ?'' aura sinis keluar dari nya.


'' aku bisa saja keluar sekarang, menembak nya beberapa kali dan dia akan mati. apa serunya ?''


Maureen tertegun ''seru '' dia mengulang, tak yakin.


'' Kamu harus mengenal nya dulu ?'' Oliver menjelas kan, suara nya lebih rendah, masih berupa bisikan. tapi ada sesuatu yang menghanyutkan di dalam nya, juga dari intensitas tatapan nya.


'' kenali hewan macam apa yang sedang kamu hadapi. tidak ada dua bintang yang sama : mereka memiliki kebiasaan dan kelemahan mereka sendiri dan sampai kamu bisa melihat sifat asli mereka, kamu akan bisa mengalahkan nya "


" seperti orang ?" Maureen menebak.


Oliver tersenyum "seperti orang "


***


mereka menunggu, mengamati dari tempat persembunyian di balik semak-semak. Oliver nyaris tak bergerak, pikiran nya fokus sepenuhnya pada mangsa nya : setiap otot tegang dan waspada, sementara Maureen mencoba sebisa mungkin untuk tidak bergerak.


Oliver mengamati rusa nya, begitu pun dengan Maureen.


Oliver terus diam, Bright juga bisa seperti itu, tapi dia berbeda : tenang dan santai, bukan penuh energi yang tajam dan siaga seperti ini. fokus Oliver sungguh mutlak, dan setelah beberapa menit tanpa sepatah kata pun, maureen mengira-ngira apakah Oliver telah melupakan keberadaan nya di sana.

__ADS_1


" kamu bosan " suara Oliver terdengar, tanpa mengalihkan pandangan nya.


" tidak " protes Maureen, cepat " aku hanya sedang menyamai mu, mencoba untuk mengerti "


" dia belum menyadari nya, tapi ini adalah saat-saat terakhir nya di dunia ini " Oliver memalingkan wajahnya sesaat, menggerak kan kepala nya untuk Maureen kembali mempelajari rusa itu lagi.


" ini adalah minuman terakhir yang akan dia rasakan, hari terakhir. kamu ingin mempercepat dan mengambil sesuatu itu dari nya ?"


Maureen mengerut kan kening "apa peduli mu, apakah itu masih penting ? pada akhirnya kamu akan tetap membunuh nya "


ada pergerakan sedikit, sebuah kupu-kupu melintas di depan rusa. rusa itu terkejut sedikit, menjauh beberapa langkah menuju hutan. dia melihat sekeliling, berputar dan pelan-pelan berjalan kembali.


"akhirnya " Oliver bergumam " ayo"


Maureen bersusah payah mengikuti nya, mencoba sebisa mungkin untuk meniru langkah-langkah sunyi nya. Oliver menjaga jarak, menggunakan pepohonan dan semak-semak untuk bersembunyi.


Oliver tak pernah kehilangan rusa itu saat berkeliaran di hutan, gerakan nya tangkas, tubuh nya ringan, dan senapan nya bergantung miring di punggung.


Maureen tidak bersuara mengamati gerak gerik di depan nya, denyut nadi nya menderu keras di telinga.sungguh mendebarkan, seperti permainan petak umpet untuk orang dewasa: dia tahu suara sekecil apapun bisa menakuti rusa itu.


Oliver mengambil senapan nya dan mengambil posisi menembak: mengangkat nya ke atas pundak, kepala nya miring ke samping untuk membidik.


" lihat" Oliver berbisik" Kamu pegang seperti ini, tahan berat nya di sini" dia lalu bergerak, berputar tangkas dan meletakkan senapan nya di tangan Maureen.


jantung Maureen melompat di dalam dada "aku tidak bisa... maksud ku. aku tidak pernah menggunakan senjata sebelum nya!"


" itulah alasan ku mengajari mu" Oliver berdiri di belakang Maureen, lengan nya memeluk pundak gadis itu.


Maureen bisa merasa kan panas tubuh Oliver, keras pada punggung nya ketika dia memindahkan senapan nya ke dalam posisi. menuntun tangan Maureen hingga memegang dengan Benar, menahan berat nya.


" sekarang, coba lah membidik" Oliver memerintah, Nafas nya berbisik di telinga Maureen.


Maureen bisa melihat rusa itu lewat senapan nya, garis bidikan nya bergerak dengan setiap nafas yang dia ambil.


" tenang " Oliver bergumam kembali " sekarang pindahkan berat badan mu ke belakang "


tangan Oliver turun ke panggul Maureen, dia menggerak kan nya mengubah posisi berdiri Maureen. lalu diam sebentar dan bergerak ke bagian depan tubuh Maureen, jaket dan baju Maureen naik sedikit di dekat batas celana jeans nya.

__ADS_1


Maureen bisa merasa kan sentuhan tangan Oliver, sebuah serpihan es kecil di kulit perut. gairah nya bergejolak, lebih erat, dan Oliver seakan menyadari hal itu karena setelah nya, tangan Oliver semakin masuk ke dalam.


" kamu hanya punya dua tembakan " suara Oliver masih rendah.


" bukan satu?" Maureen berpaling ke arah nya, hingga bibir mereka hampir bersentuhan.


" Dua " Oliver mengoreksi " satu untuk melukai nya, kedua untuk merobohkan nya, ketika dia mencoba untuk lari. jadi pikirkan tentang itu "


" kemana dia akan pergi ketika dia mendengar tembakan pertama nya ? ke arah mana dia akan melesat!!" bisik nya.


Maureen memaksa kan diri untuk berpaling kembali ke rusa itu, mencoba untuk melihat dari mata Oliver, untuk memasuki pikiran si rusa. tadi di danau, ketika ada kupu-kupu dia tersentak ke arah kiri. dan sekarang, rerumputan di kejauhan, Maureen bisa melihat dia mendongak, memeriksa sisi kanan nya ketika dia mendengar sebuah suara.


'' kiri? '' Maureen berbisik '' rusa itu cenderung ke kiri ''


'' bagus, jadi ketika kamu membidik, bidiklah kemana dia akan berada, bukan di mana dia berada sekarang. potong jalan nya sebelum dia punya kesempatan untuk lari ''


Oliver menggerak kan tangan Maureen lebih dalam ke pelatuk nya, Maureen merasa kan keras logam di bawah jari telunjuk nya dan dia menyadari sekarang, apa yang akan dia lakukan.


senjata itu bisa membunuh!


peluru di selongsong nya akan melukai dan menghancurkan.


'' Oliver '' Maureen berbisik, mendadak takut.


rusa itu adalah makhluk hidup, dan Maureen akan merebut semua nya.


'' aku tak bisa ''


***


Next


terima kasih semua nya, jangan lupa tinggalkan jejak, komentar, dan dukungan lainnya....


karena keberadaan kalian sangat berharga untuk saya....


lop yu Kakak

__ADS_1


__ADS_2