
Kemarin malam di rumah Maureen
'' aku tidak melarang mu Mau berteman dengan siapa pun '' bright memulai, ketika sudah sampai di kamar Maureen dan menduduk kan diri di kursi.
'' tapi aku hanya memperingati, jangan Oliver '' bright berkata perlahan.
Maureen menduduk kan diri di kasur dengan posisi berhadapan dengan bright '' kenapa tidak boleh dengan Oliver ''
'' aku percaya kamu sudah mengerti mana yang baik dan mana yang buruk ''
Maureen mengangkat alis sebelah ''jadi, maksud mu Oliver adalah orang yang buruk ''
'' tidak '' bright menarik tangan Maureen ''aku tidak ingin kamu membenci siapa pun, atau punya musuh karena dia membenci ku''
'' lalu ? '' Maureen bertanya.
'' aku tidak ingin kamu terluka, karena musuh ku atau orang lain yang membenciku, dan menarget kan mu sebagai sasaran nya ''
Maureen berpikir sejenak, membiar kan bright bangkit dan tidur di kasur, menjadi kan paha nya sebagai bantal.
'' kamu tidak perlu takut seperti itu '' Maureen berkata hati-hati '' aku bisa menjaga diri ku sendiri ''
bright tersenyum tipis, mendongak untuk melihat wajah Maureen dan menyisip kan beberapa rambut ke belakang telinga.
'' aku percaya padamu, aku percaya kamu bisa menjaga diri '' suara berat nya terdengar sexy di telinga Maureen.
''tapi aku takut membuat kesalahan dengan kepercayaan itu, aku takut kepercayaan itu membuat ku kehilangan mu selama nya ''
perkataan bright membuat Maureen terenyuh, jantung nya berdebar, dengan tangan yang mulai lembab karena keringat.
'' maaf '' Maureen mengambil tangan bright dan mencium punggung tangan nya '' maaf kalau aku bertingkah menyebal kan selama ini''
'' tidak '' ujar bright cepat '' kamu adalah gadis cantik yang tidak akan pernah menjadi menyebal kan, gadis manis ku''
bright menarik Tengku Maureen untuk turun menemui bibir nya, menumpah kan rasa rindu dan salah bercampur dengan ke lega an yang manis, melepas kan Maureen dengan wajah merah dan kehabisan nafas.
bright duduk dan mengguling kan Maureen untuk berada di bawah nya '' mengerti lah, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa ? '' ucap nya, membelai lembut pipi Maureen, dan mendarat kan satu kecupan di sana.
Maureen mengangguk kan kepala dengan senyuman manis yang di tampil kan '' aku akan mengingat saran mu''
__ADS_1
sekali lagi bright ter senyum " aku mencintai mu" memeluk pinggang Maureen dan memasuk kan tangan nya ke dalam kaos over size putih milik Maureen.
Maureen gemetar saat bibir hangat bright menyentuh leher nya, sesuatu tergerak di sana, gairah yang asing. Maureen menarik wajah bright dan mencium nya, lembut dan pasti.
ini adalah salah satu cara Maureen untuk melepaskan diri dari genggaman dunia yang di anggap nya kejam, menikmati setiap ciuman lembut yang membuat nya lupa akan masalah yang ada. manis. dan penuh perhatian.
mengusir jauh-jauh kehidupan ini untuk sementara waktu, tentang arsip-arsip, telepon, uang kuliah dan- ibu, ibu tidak akan pernah berhenti, Maureen tahu itu, dia bagaikan bom waktu yang perlahan akan mengancam dan suatu saat meledak. menghancur kan rencana yang sudah Maureen pikirkan minggu-minggu ini.
frustasi muncul di dada Maureen, berkobar membakar api amarah karena usaha yang tidak ada habisnya, Maureen memeluk bright erat menahan laki-laki itu meski bright ingin menjauh agar tidak hilang kendali.
aku aman di sini, di dalam pelukan nya !
***
Oliver nan Traga.
Maureen berdiri, tegang karena kaget " apa mau mu " tanya nya, meninggal kan makan siang nya di meja.
Oliver berjalan santai memasuki setasiun kepolisian, dia masih sama seperti terakhir kali Maureen melihat, kemarin malam. dengan celana jeans hitam dan kaos putih polos yang bersembunyi di balik jas nya, mendekati meja depan dengan tangan yang memeluk tubuh nya, seolah-olah dia sedang kedinginan.
" Bbrrr, apakah di sini AC nya rendah atau memang petugas resepsi nya yang dingin? "
" maaf" Maureen memasang sebuah senyuman " hari ini aneh sekali, apakah ada yang bisa aku bantu untuk mu? "
" se formal itu" Oliver meletak kan tangan nya di atas meja dan tersenyum ke arah Maureen.
'' aku sedang bekerja'' Maureen memikir kan kata-kata yang tepat, pedas dan menusuk ''bukan untuk menemani orang mengadukan kebosanan ''
'' baiklah, aku akan langsung pada inti '' mata Oliver menjelajah, meneliti seluruh barang yang ada di ruangan.
'' jam berapa kau pulang bekerja '' tanya nya, kembali melihat ke arah Maureen.
dengan sikap seolah berpikir, Maureen tidak langsung menjawab, dia memilih menata arsip-arsip yang ada di atas meja.
'' kenapa menanya kan hal itu'' Maureen menatap netra hitam yang sekarang berbalik menatap ke arah nya.
'' aku ingin mengajak mu minum ''
'' sekali lagi maaf, aku tidak bisa minum alkohol '' ujar Maureen, tenang dan cerah '' aku di bawah umur ''
__ADS_1
Oliver tersenyum, tapi senyuman nya tidak jujur dan tulus seperti bright : seperti ada sesuatu yang tersembunyi di balik sana, sebuah rahasia.
" kita bisa meminum yang lain, selain alkohol" Oliver menawar kan " kopi, teh, atau secangkir limun yang menyegar kan... ada yang ingin aku bicara kan, sekali an berkendara keluar kota dengan semacam makan malam "
bukan kah ini terdengar seperti ajakan untuk sebuah kencan, sepotong kue, meja makan minimalis, dengan gaun dan musik yang mengalun indah sebagai latar belakang.
" oh " Maureen membuka mata nya lebar dan dia sadar, Oliver tidak akan melakukan itu, dia sudah tahu hubungan Maureen dengan bright, dan mungkin ini salah satu peringatan bright yang harus dia waspadai.
" aku tidak mengerti dengan apa yang kamu maksud "
tangan Oliver mendadak meluncur, meraih tangan Maureen, gadis itu mengerjap, membeku karena sentuhan nya, Oliver sedang mengamati, mata biru nya menyipit dan menenggelam kan banyak pertanyaan.
" kamu tidak seharus nya pura-pura bodoh '' laki-laki itu bergumam.
'' kamu lebih dari itu ''
apa ini!
perkataan itu, kenapa seakan memiliki arti yang sangat dalam, Maureen menatap balik netra biru yang cerah dan tenang, jantung nya berdebar-debar. dan Oliver melepas kan tangan nya perlahan.
'' aku tidak memaksa, aku anggap hari ini kamu sibuk dan menolak ajakan ku'' dia mengangguk, Maureen melihat senyum nya kembali, masih sama seperti tadi.
'' lain kali kalau begitu ''
Maureen mengamati nya berjalan keluar, apa yang baru saja terjadi tidak masuk akal bagi nya: Oliver berbicara lewat mata nya kalau dia lebih mengenal Maureen dari pada gadis itu sendiri.
kamu lebih dari itu !
***
NEXT
MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.
jangan lupa follow tiktok : @shopaychill
Ig : yarasary_
terima kasih.
__ADS_1