Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 29


__ADS_3

'' apa? ''


Maureen menarik tangan nya, refleks, otak nya bekerja untuk mengingat seperti nya dia pernah mendengar nama itu, tapi di mana.


'' kamu tidak bekerja di kedai makan itu lagi'' Oliver bertanya tenang, meraih jauh segelas sampanye dan meneguk nya.


'' masih, hanya saja sekarang tidak setiap hari'' ujar Maureen, menerima menuang kan sampanye untuk orang yang menjulur kan gelas kosong.


Oliver menatap sesaat lalu kembali lagi ke Maureen '' kenapa bertahan''


'' maksud mu'' Maureen mengerut kan alis, menahan diri untuk tidak tertarik.


Oliver meletak kan gelas nya, memiring kan kepala untuk menatap Maureen, mengoreksi ''tanya kan pada diri mu sendiri, apa benar ini yang kamu inginkan ''


Maureen merasa kan sesuatu yang berbeda dengan perkataan Oliver, tapi dia masih belum mengerti, apa itu?.


'' aku slalu melakukan apa yang aku ingin kan'' Maureen berbohong, mungkin terlihat jelas di mata Oliver, karena laki-laki itu tersenyum yang hampir terlihat keji.


Oliver menyenggol lengan Maureen, dan gadis itu mendongak menemukan Lensa kelam seperti elang yang juga menatap nya, untuk beberapa detik Maureen merasa kan setruman yang membuat jantung nya berpacu dua kali lebih cepat, sebelum akhir nya dia memutus kan untuk membuang muka.


Oliver tersenyum geli '' pacar mu datang? '' ucap nya, menggoda.


Maureen mengikuti arahan mata Oliver '' dia bukan pacar ku '' gumam nya, setelah tahu siapa orang yang Oliver maksud.


Maureen sempat berkontak mata dengan orang di sana, mengingat semua nya, lalu membuka muka karena muak.


'' tapi bright melihat mu, dia terkejut ''


***


Bright menatap kembali pantulan diri nya di depan cermin, membenar kan dasi, dan merapikan jas hitam nya yang menyelimuti kemeja putih di dalam.


dia melangkah keluar dan bertemu dengan Adelia yang sudah siap dengan Jeims di sebelah nya.


ketiga nya memasuki mobil masing-masing yang berbeda, bright sendirian dan Jeims bersama Adelia di belakang, mereka menjalin hubungan berpasangan untuk sekedar seratus untuk Adelia.


kedatangan mereka di sambut hangat oleh tuan rumah Antolino, lalu membawa nya masuk ke dalam gedung yang sudah banyak orang ber datangan.


Jeims menemu kan Maureen lebih dulu, ketika gadis itu menuang kan minuman untuk seseorang, tapi yang mengejut kan, adalah orang yang berdiri di sebelah Maureen.


" apa yang kamu lihat " suara Adelia.


Jeims menunduk melihat seorang gadis yang tinggi nya hanya sepundak, dia tersenyum lalu menggeleng kan kepala, tapi usaha untuk menutupi nya sia-sia karena Adelia sudah menemukan Oliver lebih dulu.


'' kenapa dia ada di sana '' ujar Adelia, terdengar jengkel.


'' Adel '' suara Jeims lembut dan tenang ''ini pertemuan umum, dan Oliver dia juga mendapat undangan seperti Kita ''


Bright masih sibuk berbicara dengan beberapa orang-orang besar yang rata-rata adalah ketua perusahaan ternama, aura tampan nya menampil kan sensasi tersendiri, di mana banyak pasang mata yang tertuju ke arah nya.


Jeims ingin memberi tahu, tapi bright sudah melihat nya sendiri lebih dulu, tatapan nya bertemu sedikit lama sebelum akhir nya orang di sana membuang muka.

__ADS_1


Jeims melepas tangan Adelia '' tunggu sebentar '' ucap nya, lalu berjalan mendekati bright.


'' kau sudah tahu'' ujar Jeims, ketika bright terlihat berusaha tetap terkendali.


bright menarik nafas dalam '' kenapa dia ada di sana ''


'' itu juga mengejut kan ku'' Jeims meraih dua gelas sampanye saat salah satu pelayan membawa minuman keliling.


bright menerima gelas dari Jeims dan meminum nya setengah '' aku tidak tahu apa yang bereng sek itu kata kan, yang jelas Maureen terlihat sangat membenci ku ''


'' aku juga merasa kan itu '' Jeims menambah kan.


'' tapi, kenapa Oliver bisa tahu dengan Maureen bukan kah kalian.... ''


'' kami menemukan nya, ketika aku mengantar kan Maureen pulang ke rumah '' bright menjawab cepat sebelum Jeims bisa menyelesai kan kata-kata nya.


'' ini tidak akan mudah bro, lebih baik jauhi Maureen, seperti nya dia sudah menyiapkan sesuatu yang besar untuk mu ''


bright menggeleng kan kepala '' tapi kalau dia sampai melukai Maureen? '' suara nya lirih.


dan Jeims menyadari, seperti nya bright Benar-benar jatuh hati pada gadis kecil itu, selama ini dia tidak pernah melihat bright menghawatir kan apa pun dan tidak pernah memiliki rasa takut, tapi sekarang!


'' aku bisa jamin dia hanya menarget kan mu, bright, kamu harus tetap waspada ''


percakapan mereka berakhir dengan kata-kata panjang dari Jeims, karena setelah itu bright kembali di hadap kan oleh orang-orang yang terus membahas pekerjaan, dan Jeims menjauh.


'' apa yang kalian bicara kan '' Adelia kembali meraih lengan Jeims untuk di gandeng, mengamati orang-orang yang fasih dan sibuk dengan urusan nya sendiri-sendiri.


Jeims menarik tangan Adelia agar semakin erat '' mau minum '' tawar nya.


'' baik ''


Adelia mengikuti langkah ringan Jeims menuju meja tempat minuman, lalu tersenyum tipis pada orang di sana.


'' permisi, boleh aku ambil minuman nya '' Adelia berucap santai.


Maureen mengangguk kan kepala '' silahkan, minuman khusus untuk tamu'' jawab nya, ceria.


'' selamat siang tuan muda Jeims dan nona muda Adelia '' suara itu terdengar seakan membuat lelucon di antara mereka.


Maureen melihat orang di sebelah nya, Oliver mengangkat gelas, gerakan nya seakan ber TOS ria dengan mereka tapi tidak ada yang peduli.


'' aku harus pergi, seperti nya ada yang mau bicara dengan mu'' Oliver berucap lalu menghabis kan sisa minuman nya dan melangkah menjauh.


Adelia hanya melengos ketika Oliver mengedip kan sebelah mata nya, Maureen melihat kebencian pada gadis itu yang teramat besar.


'' kenapa orang seperti itu harus di segani'' suara Adelia lirih, mengatakan nya dengan penuh rasa benci.


Jeims mengusap punggung tangan Adelia, mengisyarat kan nya untuk tetap terkendali.


'' kak aku mau pergi ke toilet, tapi tidak tahu di mana ''

__ADS_1


Maureen mendengar kan suara gadis itu yang setengah manja dan senyuman manis saat Jeims menghentikan salah seorang pelayan untuk mengantar kan Adelia.


'' masih mau aku temani '' Jeims menawar kan diri, setelah Adelia melepas gandengan nya.


'' tidak perlu, aku hanya sebentar saja ''


bibir Jeims melengkung membentuk senyuman indah, mata nya tak teralih kan sampai Adelia benar-benar hilang dari pandangan nya.


'' Maureen '' Jeims memanggil lalu membalik kan tubuh, kembali meraih segelas sampanye ke dalam genggaman nya.


'' jangan melihat ku di acara seperti ini, apa kau mau mengotori nama baik mu hanya karena berbicara dengan seorang pelayan ''


Jeims tertawa '' oke, kita pura-pura saja, aku tidak keberatan dengan ucapan mu''


Maureen merasa kan sesuatu Tajam dalam diri nya '' apa mau mu sebenarnya '' ucap Nya menahan tetap tenang.


'' aku ingin kamu jauhi laki-laki yang tadi berdiri di sebelah mu'' Jeims mengutarakan keinginan nya, langsung pada inti.


'' maksud mu... ''


'' Oliver, iya, dia berbahaya, lebih baik kamu jauh-jauh dari nya ''


Maureen tertawa, putus asa '' siapa kamu? kenapa aku harus mengikuti apa yang kamu inginkan ''


Jeims bernafas cepat, menatap wajah Maureen yang sedari tadi dia hindari '' ini demi kebaikan mu''


'' kita tidak cukup akrab untuk kamu tahu, mana yang terbaik untuk ku dan mana yang tidak '' Maureen membenar kan, menatap tepat netra cerah Jeims yang emosi dengan bantahan Maureen.


'' aku bingung '' Maureen menunduk kan kepala, menata gelas-gelas kosong di atas nampan.


'' aku tidak pernah mengurusi kehidupan siapa pun, tapi kenapa sangat banyak yang ikut campur dalam kehidupan ku''


Jeims tertegun, dia juga tidak percaya akan mendapat kata-kata sekasar itu dari seorang gadis kecil.


'' jadi ku mohon, biar kan aku memilih untuk kehidupan ku, meski nanti hasilnya bahagia atau berbahaya, itu tidak akan berpengaruh apa pun untuk mu, Tuan Donnelly '' Maureen berlalu pergi menuju ruangan lain.


di tempat lain, seseorang tersenyum penuh kemenangan, melihat Jeims yang menahan amarahnya dan satu gadis pergi tanpa ada rasa sesal.


Aku tertarik, Maureen !


***


NEXT


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill


Ig : yarasary_


terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2