Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 30


__ADS_3

Maureen menenang kan diri dengan menjauh dari keramaian, menduduk kan tubuh nya di kursi plastik yang keras di belakang gedung, sendirian.


membiar kan angin malam lewat menyapu bersih kulit nya, menerbang kan beberapa anak rambut yang dibiar kan terurai, menikmati kesendirian yang biasa nya tidak dia suka.


setelah kegilaan pertengkaran itu, semua menjadi kacau tak ter kendali, benteng yang selama ini tertahan kuat menjadi runtuh dan melukai.


Maureen menutup mata nya di bawah lampu pendar, tenggelam ke dalam kegelapan, aman dan tenang, mengosong kan pikiran dan mengganti nya dengan kesenangan yang hanya dapat dia bayang kan.


'' Maureen ''


gadis itu membuka mata ter belalak, Beverly sedang berjalan mendekati nya, menatap dengan alis terangkat sebelah.


'' maaf '' ujar Maureen, ketika Beverly berdiri tepat di depan nya '' aku hanya mencari udara segar sebentar, setelah nya... ''


'' tidak masalah '' Beverly mengambil duduk di sebelah tempat yang tadi Maureen duduki.


'' kamu suka bekerja seperti ini'' tanya Beverly, normal


Maureen kembali duduk '' lumayan ''


'' maksud ku, ini sebuah pekerjaan '' dia menambah kan, mengangkat bahu.


'' iya, aku juga sama '' Beverly mengeluh ''kamu mendapat tunjangan ''


'' masih belum terlihat '' Maureen menghitung hari-hari hingga asuransi pembayaran di akhiri dan dia bisa memenuhi apa yang ibu ingin kan.


'' pasti sulit untuk menjaga muka yang tenang di depan orang-orang itu '' Beverly menambah kan, mencari sesuatu di dalam tas nya. dia mengeluar kan sebuah cermin lipat dan tas makeup.


'' mereka kira mereka orang-orang yang sangat penting, mengutus orang dengan gelar yang mereka punya. tapi Hei, kamu pasti sering tertarik dengan mereka bukan ''


'' aku tidak tahu '' Maureen mengamati Beverly menambah kan ayeliner nya- dan mencampur nya dengan warna hitam di sekitar mata nya.


'' aku belum pernah mencoba itu ''


''kamu harus. Upah minimun sudah cukup buruk, kamu harus mencoba mengenakan lipstik kadang-kadang, supaya tidak terlalu lesu'' Beverly mendongak memiring kan kepala nya ke arah Maureen.


Dari perempuan lain, itu akan menjadi hinaan, tapi Beverly terdengar lebih ramah dari yang pernah Maureen dengar sebelum nya.


Maureen menerima ketika Beverly menyerah kan sebuah lipstik '' coba yang ini ''


Maureen memikir kan kebersihan nya sejenak, lipstik itu berwarna merah muda gelap, warna yang tidak pernah Maureen beli sendiri. dia tidak pernah mengguna kan banyak riasan wajah, selain sedikit lipgloss dan maskara.


tapi melihat Beverly melukis wajah nya dengan hati-hati, Maureen menyadari ini bukan sekedar penampilan melainkan sebuah topeng, mengubah ekspresi normal nya dan membuat nya jadi berani dan keras.


'' kamu pernah berfikir untuk pergi, atau berencana tetap di sini '' Maureen bertanya ingin tahu.

__ADS_1


dia menarik kata-kata nya, dia pikir Beverly orang yang akan menjadi kan semua pekerjaan menjadi sulit, tapi nyatanya dia lebih baik dari yang Maureen duga.


'' begitu aku punya cukup uang, aku akan pergi, aku tidak bisa menunggu untuk keluar dari tempat ini '' Beverly menarik nafas.


Maureen kembali bertanya ''kamu akan pergi ke mana?''


'' terserah, asal tidak di tempat ini ''


Maureen mengerti perasaan nya, tapi barang bawaan tidak semudah seperti mengatakan banyak kosa kata.


Maureen selesai menggunakan lipstik itu dan melihat diri nya sendiri di cermin, tampak berbeda. Berani.


'' seksi '' Beverly berseru menyetujui '' cowok mu pasti kaget ''


Maureen berkedip '' aku tidak punya '' ucap nya lirih, tampak sedikit malu untuk mengakui kenyataan yang satu ini.


terdengar seseorang mengetuk pintu di belakang mereka '' aku harus kembali lebih dulu, kamu tahu. aku banyak di butuh kan di sana''


'' baiklah aku juga akan segera menyusul '' Maureen berucap, merasa sedikit kecewa.


'' akhir acara ada pesta perayaan untuk pekerja, kau harus ikut, pesta nya pasti akan menyenangkan ''


''aku tidak tahu... '' Maureen keberatan '' aku tidak terlalu suka pesta ''


'' bergabung lah sebentar '' Beverly mendorong.


Beverly tersenyum geli '' kamu tahu, kamu harus berhenti berpura-pura, nikmati apa yang menurut mu menarik, ucapan orang-orang tidak akan berpengaruh, semua sama saja ''


dia mengangkat bahu nya dan menghilang di balik pintu, mengembali kan Maureen pada keheningan.


Maureen berdiri sejenak, melihat jauh ke lingkungan depan yang gelap, menarik nafas dalam-dalam sebelum akhir nya dia kembali menghadiri keramaian.


berdiri di sekumpulan banyak orang yang pada dasar nya, mereka semua tidak saling kenal, itulah kenapa dunia bisnis terdengar sangat rumit untuk Maureen, di mana setiap orang harus pintar berinteraksi dengan siapapun, hanya demi material.


***


Tamara masih ada di gedung perkumpulan Antolino dengan pekerja yang lain, tapi Maureen sudah membulat kan tekad.


dia tidak akan menghadiri pesta seperti itu, Maureen memilih pulang dengan bis kota dari pada menumpang pada bibi Tamara yang akan membuat nya terus di dorong untuk masuk ke acara pesta.


tepat di pembelokan kompleks, bis berhenti, Maureen menyerah kan sedikit upah seperti biasa nya orang memberi dan turun dari bis dengan beberapa orang yang bergantian masuk ke dalam, yang sedari tadi menunggu di halte.


Maureen membiar kan bis berjalan menjauh sebelum akhir nya, Maureen melangkah ringan menyusuri trotoar di perumahan kompleks rumah nya, sudah banyak rumah yang tertutup rapat dengan lampu di matikan dan sang pemilik rumah kemungkinan sudah beristirahat tenang.


sebuah suara terdengar, langkah kaki seseorang dari arah belakang.

__ADS_1


Maureen ingin memeriksa siapa yang datang, tapi tangan nya lebih dulu di tarik dan membawa nya menghindari satu-satu nya cahaya lampu di jalan.


tanpa perkataan dan tanpa pembicaraan pembuka, tubuh Maureen di peluk sangat erat, dengan tangan besar melingkar di pinggang nya.


dalam kegelapan malam, Maureen bisa mengenal orang ini dengan aroma tubuh nya, masih sama dengan hari-hari sebelum nya, sesuatu yang segar seperti lemon.


Maureen mendorong dada laki-laki itu menjauh '' apa yang kamu lakukan di sini, tengah malam ''


'' aku menunggu mu '' bright mengusap wajah nya, gusar '' aku takut terlambat selangkah, dan kamu akan menjadi milik orang lain ''


Maureen kembali teringat dengan ucapan Jeims '' kamu ingin mengatakan apa yang Jeims minta pada ku, benar ''


bright menggeleng kan kepala '' tidak '' dia meraih tangan Maureen '' aku tahu apa yang Jeims bilang pada mu, tapi maaf, kalau itu menyinggung mu''


meski tanpa cahaya, Maureen masih bisa melihat tampilan bright yang berantakan, dasi nya hilang entah kemana dan kemeja putih dengan dua kancing teratas terbuka.


bright mencium punggung tangan Maureen dan menggenggam nya '' aku benar-benar minta maaf, aku tidak bisa kehilangan mu''


'' bright, pulang lah, ini sudah larut '' Maureen ingin menghindari topik ini.


sekali lagi bright menggeleng '' aku mencintai mu, Maureen '' suara itu hampir berupa bisikan, tapi terdengar jelas dalam keheningan malam.


'' bright.... '' protes Maureen lemah '' aku lelah ''


'' aku akan menunggu mu, cari aku setiap kali kamu butuh sesuatu, tapi tolong jangan pernah memberi jawaban yang bisa membuat ku jatuh'' bright melepas tangan Maureen, menunduk kan kepala sambil berjalan lesu.


tawa putus asa bangkit di dada Maureen, dia tidak bisa melihat bright seperti ini, dia tidak sanggup untuk membuat nya pergi menjauh karena dia sadar dia juga membutuh kan nya.


Maureen berlari, dan bright mendengar langkah kaki, dengan cepat dia berbalik badan, menangkap tubuh Maureen yang tak seimbang ketika menarik kerah baju nya.


Maureen memegang rahang bright dan mendekati bibir nya, menikmati ciuman lembut itu tanpa banyak bicara, bright membalas menarik Tengku Maureen semakin mendekat.


kedua nya kehabisan nafas di luar rumah di tengah malam, Maureen menatap netra biru yang selama beberapa hari ini tidak dia temukan, lalu menyandar kan kepala nya di dada bidang bright.


'' I love you, Maureen ''


***


NEXT


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill


Ig : yarasary_

__ADS_1


terima kasih.


__ADS_2