Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 35


__ADS_3

bright tersenyum, lalu maju untuk sebuah ciuman, memperhatikan setiap lekukan nya dengan lembut dan penuh perhatian.


ada yang salah, biasa nya Maureen menjadikan saat-saat seperti ini sebagai pengalihan nya dari masalah dunia, tapi sekarang hampa, semua karena Oliver yang memenuhi otak nya.


Maureen menarik diri nya, mengambil nafas sebanyak-banyak nya dan mencari ketenangan menatap mata biru bright.


'' Oliver datang menemui ku '' ucap nya, perlahan.


bright berhenti bergerak, dia tidak melanjut kan, melepas tangan nya yang semula ada di leher Maureen.


'' oh '' bright memilih kata-kata yang tepat, mewakili rasa tidak nyaman nya dan tidak menyinggung '' di mana? ''


Maureen tahu bright menahan diri untuk tetap santai, dia merasa kan hembusan nafas nya mengenai kulit telinga bagian belakang, juga sudah di pastikan bright sedang mengerjap dan berfikir, karena setelah itu bright memaling kan wajah.


'' tempat ku bekerja, stasiun kepolisian ''


'' apa dia melakukan hal aneh '' bright bertanya antusias.


Maureen menggeleng '' dia mengajak ku makan malam bersama, setelah jam kerja ku selesai ''


bright terkejut, jelas. tapi dengan cepat dia merubah ekspresi nya kembali normal, bright berpikir mungkin ini salah satu dari permainan Oliver, tapi dia tidak bisa menahan Maureen, melarang gadis itu supaya menghindar dari Oliver, karena sejak awal bright sendiri yang bilang kalau dia tidak akan menghalangi apa pun yang gadis itu ingin lakukan.


bright memasang sebuah senyuman '' bagaimana jawaban mu, menolak nya atau menunggu waktu yang tepat ''


mungkin kalau orang lain itu adalah tuduhan yang nyata, tapi bright berbeda, dia menanya kan dengan lembut dan tanpa kecurigaan.


Maureen tertegun '' aku tidak memberi tahu jam pulang kerja ku dan lebih banyak mengabaikan nya ''


perut bright terasa sedikit longgar karena lega, tangan nya bergerak menyelimuti tubuh kecil Maureen yang sekarang memunggungi nya.


'' aku percaya kamu yang terbaik, kamu tidak akan mengecewa kan ku''


Maureen tersenyum dan membiarkan tubuh bright menyelimuti tubuh nya, hangat dan nyaman, seolah Maureen tidak pernah ingin bergeser dari tempat duduk ini.


satu pertanyaan muncul yang sejak tadi sore menggenang di pinggir Maureen, kental dan dalam, satu hal yang ganjil yang belum pernah dia dengar dari siapa pun.


'' bright '' panggil Maureen, menatap cahaya senter di atas kayu-kayu '' boleh aku tanya sesuatu''


'' apa pun, aku akan menjawab mu kalau bisa '' bright berkata sambil ter senyum.


'' sebenar nya Oliver itu siapa?, aku bingung, kenapa dulu dia bilang kalau nama nya Krisna dan tiba-tiba memberi tahu ku kalau nama yang asli adalah Oliver'' Maureen mengakui, memberi bright waktu untuk berpikir.

__ADS_1


masih sunyi '' apa mungkin dia punya kepribadian ganda? '' tambah Nya.


'' omong kosong'' bright menjawab '' tidak ada hal semacam itu yang nyata''


bright menarik tangan Maureen dan mencium punggung tangan nya lalu menempel kan di pipi, menikmati kulit lembut gadis itu.


'' Oliver adalah nama yang sesungguh nya, dan Krisna, nama itu yang ayah berikan untuk dia '' bright menatap Maureen.


Maureen sadar bright seperti nya tidak ingin melanjutkan, tapi rasa ingin tahu Maureen terus menuntut dan tak membiar kan nya lepas.


'' kenapa ayah mu bisa kenal dengan Oliver, bukan kah dia yang baru-baru ini membuat mu terkena masalah '' tanya Maureen.


bright mengehenti kan, frustasi muncul tajam seperti silet, menarik sesuatu di dada bright yang membuat nya sesak dan menghembus kan nafas panjang.


'' tidak banyak yang tahu soal ini '' bright memulai menegak kan tubuh nya.


Maureen menunggu, mencoba menjadi pendengar yang baik '' Oliver nan Traga adalah gelar dari keluarga ibu Nya, Helena Fan Traga. Helena adalah adik dari Annette werazh Traga''


'' tunggu '' Maureen menyahut, menyadari ada yang salah dengan ucapan itu '' Annette werazh Traga, bukan kah itu nama... ''


'' benar '' bright ter senyum tipis dan tersirat kesedihan dari mata nya '' yang sekarang di ubah menjadi Annette werazh Remirro, Helena adalah bibi ku''


penyesalan yang tidak akan ada ujung nya.


'' jadi kalian ber saudara ''


bright kembali menatap Maureen, senyuman nya tak tenang sorot mata nya menggenang dan merah, dia menahan tangisan nya dan Maureen tahu itu, karena setelah nya laki-laki itu menunduk dalam.


Maureen memeluk tubuh bright, melingkar kan tangan nya di pinggang bright dan yang satu nya di gunakan untuk mengusap punggung laki-laki itu. membiar kan keheningan menjadi tempat bright menenang kan pikiran.


'' jangan di tahan '' gumam Maureen lirih.


bright kembali menarik nafas, menahan suara nya '' aku tidak apa-apa '' ujar nya samar.


'' menangis lah, laki-laki juga manusia. menangis bukan berarti lemah, itu hanya sebagai bukti seseorang kalau dia sudah lelah '' suara Maureen lembut dan menenang kan.


bright tidak bisa menahan nya lagi, dia menarik tubuh Maureen dan di peluk nya erat, menenggelam kan kepala nya di ceruk leher gadis itu.


'' aku lelah Maureen '' bisik bright '' aku ingin berhenti dari semua nya ''


'' sejak awal papa sangat menyayangi Oliver, dia juga sering membela nya terang-terangan di depan ku. bahkan mama juga lebih membangga kan Oliver, aku pernah bilang pada mama kalau aku ingin kuliah di Australia tapi dia menolak, mereka pikir itu bukan tempat ku''

__ADS_1


bright menarik nafas, menenetral kan suara nya yang hampir habis karena serak.


'' Oliver menarik keinginan ku, dia di berangkat kan ke Australia tepat setelah aku memberi tahu mama. seolah di sini yang menjadi anak tiri adalah aku bukan Oliver''


'' bahkan dengan kejadian yang waktu itu, sudah sangat jelas Oliver yang menjebak ku. tapi semua orang tidak percaya, mereka masih saja menyalah kan ku, dan ayah dengan mudah nya menyuruh ku untuk menikah agar ketegangan yang ada di publik mereda ''


'' aku tidak bisa membenci mereka semua, tapi aku juga tidak bisa terus berpura-pura kalau aku tidak pernah memperhitung kan pemberian mereka yang tidak adil, menanya kan kenapa mama selalu menyayangi Oliver dan tidak membiarkan nya lepas dari pandangan ''


Maureen melepas pelukan mereka, mengusap pipi bright yang basah, tidak banyak air mata yang laki-laki itu keluar kan tapi rasa kesal nya sangat terlihat jelas bagaimana tubuh bright bergetar, dan mata yang memerah.


'' aku tahu aku tidak jenius Oliver, tapi setidak nya aku sudah berusaha yang terbaik untuk membuat mereka bangga ''


Maureen tersenyum tipis '' kamu sudah menjadi yang terbaik untuk ku''


bibir bright melengkung, terharu dengan simpatik Maureen yang nyata '' terima kasih sayang '' menjatuh kan bertubi-tubi ciuman di telapak tangan Maureen yang mengusap pipi nya.


'' aku tidak tahu, akan segempar apa kalau publik tahu seorang bright menangis '' Maureen menggoda, mencair kan situasi.


'' mungkin mereka akan menghujat ku mati-matian '' suara bright terdengar kembali cerah, dengan senyum tulus seperti biasa.


'' dan aku tidak akan membiar kan itu terjadi '' Maureen menyahut '' aku akan menculik mu, lalu pergi menjauh dari orang-orang kejam di kota ini ''


kedua nya jatuh tertawa setelah masa-masa sedih yang bright cerita kan '' aku percaya padamu, aku tahu kamu adalah yang terbaik dari semua nya ''


Maureen membiarkan bright meraup bibir nya, kembali pada sensasi kenyal dan menyenangkan, untuk saat ini Maureen hanya ingin melakukan yang terbaik untuk satu-satu nya orang yang percaya pada nya.


tapi setelah Maureen menutup mata, dia melihat Oliver sedang menatap nya, keji.


kau membohongi diri mu sendiri ?


***


NEXT


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill


Ig : yarasary_


terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2