Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 46


__ADS_3

Maureen memiring kan kepala nya, mengamati. melakukan sebagaimana biasa nya Oliver lakukan '' kenapa kamu peduli. lagi pula, kami semua lebih rendah dari mu, pion-pion kecil di permainan mu. benar bukan ? ''


Maureen menyipit kan mata nya, penuh keyakinan, menunggu gerakan alis biasa nya dan menanti kan komentar nya yang slalu terkesan sarkastik.


tidak ada apapun selama beberapa menit berlalu, Oliver berbalik, wajah nya biasa seakan tak peduli dengan tuduhan Maureen yang nyata.


'' kurasa, aku berharap kamu tidak sama dengan mereka '' Oliver bergumam, ketika Rebecca kembali mendekat dengan langkah berisik nya di salju.


Maureen memaling kan wajah menatap gadis itu yang sekarang masih berusaha mendekati nya ''kabar buruk '' keluh nya '' salah satu yang memiliki shift pagi ini tidak datang dan mereka membutuh kan ku, sebagai senior ''


'' tapi ini ulang tahun mu! '' protes Maureen.


'' tidak apa-apa! '' ujar Rebecca, meyakin kan ''akan aku usaha kan untuk lebih cepat, dan mungkin kita masih bisa pergi untuk makan malam nanti ''


'' mungkin, apa itu? ketergantungan maksud mu '' Oliver mengangkat sebelah alis nya.


Rebecca tersenyum cerah ''oh ayolah sayang, aku akan terus tinggal bersama mu jika itu bisa ''


Oliver mengangguk '' oke ''


Maureen bergerak untuk mengambil tas nya, tapi Rebecca melambai kan tangan ''jangan, kamu tidak perlu ikut, tinggal lah dengan Krisna di sini, barang berburu kalian juga lengkap ''


'' tapi tidak lengkap, dengan kamu pergi dari sini Re ?'' ujar Maureen, Rebecca memprotes keras.


'' Maureen please, kau akan sangat bahagia nanti. tinggal lah di sini, tonton Krisna beraksi, ku mohon ''


Maureen berpikir, melirik kembali ke arah Oliver, dia tersenyum '' kamu bisa tinggal, dan mempelajari sesuatu ''


selalu saja, ucapan nya menggantung. jantung Maureen berdetak dua kali lebih cepat, tinggal di luar bersama Oliver.... itu berbahaya. tapi Maureen sudah melangkah dari awal, meski berminggu-minggu dia sudah menghabis kan waktu untuk menjaga jarak, mencoba berkonsentrasi pada Bright yang berada jauh di kota lain.


lalu kesempatan untuk menghabis kan waktu bersama Oliver datang dengan tiba-tiba, dan itu tampak menggiur kan.


rusa tahu lebih baik untuk tidak tinggal ketika mereka dalam bahaya ?


ucapan itu menggema di otak Maureen, tidak ada yang tahu apa rencana nya, tapi Maureen bisa menebak itu lah inti nya. mata tajam nya berkilau di bawah matahari, menunggu jawaban.

__ADS_1


'' aku akan tinggal ''


***


Maureen tidak bisa mengubah jalan pikiran nya dan berlari mengejar Rebecca jika dia masih sempat, tubuh gadis itu semakin menjauh melewati salju menyusuri jalan dan menghilang meninggalkan Maureen dan Oliver.


sekarang harus bagaimana?


Maureen masih diam beberapa saat sampai suara Oliver terdengar, memecah kan keraguan nya yang sempat tercemar.


" ternyata kamu penuh kejutan " dia berkata cukup kagum.


Maureen tersenyum, merasa kan sedikit kemenangan kecil yang mahal, senang bahwa dia bisa melakukan hal yang tak terduga oleh nya.


Gadis cantik itu berputar kembali untuk menghadap Oliver, dia masih mengamati dengan teropong nya, lalu mundur beberapa langkah dan bersandar pada kulit pohon yang membeku dengan santai, pandangan nya tenang dan penuh perhitungan.


Maureen mengangkat bahu '' aku terkejut kamu bisa mengeluar kan kata-kata seperti itu? ''


Oliver tertawa kecil '' kenapa kamu sangat marah saat aku mengatakan hal-hal yang sudah kamu tahu adalah kenyataan. ''


'' aku tidak sadar, kalau kamu peduli dengan apa yang orang lain pikir kan tentang mu''


Maureen mengerjap, dengan nada suara nya, Maureen tahu itu bukan pujian '' apa yang membuat mu berpikir begitu ? ''


'' entah lah aku tidak tahu '' Oliver berdiri tegak, lalu melangkah dan menendang salju yang berbentuk serbuk.


'' bagaimana dengan cara mu yang selalu tersenyum dan berakting manis dan polos, di depan semua orang? '' dia menatap, mata kelam nya tajam dan menuntut.


'' kamu mengikat diri mu sendiri dalam untaian- untaian supaya tidak menunjuk kan perasaan yang sebenar nya: aku terkejut kamu bisa melakukan itu semua sampai saat ini "


Maureen merinding, Oliver melihat semua nya, bagaimana dia bisa tahu dengan hal yang selama ini Maureen sembunyi kan rapat-rapat di balik pikiran nya, mengucap kan rahasia itu dengan lantang seakan mereka semua tidak ada artinya.


'' kita semua sama, ber pura-pura menjadi sesuatu yang bukan dirinya sendiri. Ter masuk kamu ''


'' aku tidak seperti itu '' Oliver menjawab tegas dan yakin.

__ADS_1


Maureen tertawa '' tentu saja kamu juga, keluarga mu, Bright... bayangkan, bagaimana jika dia tahu apa yang kau lakukan ? '' dia menambah kan penuh makna.


'' Apa yang kita lakukan maksud mu? '' Oliver mengoreksi sambil tersenyum, Maureen menelan ludah melihat keteguhan nya yang tak tergoyah kan.


'' aku tidak peduli, aku bukan penjaga nya hidup nya adalah pilihan nya dan hidup ku adalah pilihan ku''


Maureen menghakimi nya berdasar kan kepercayaan, nyata nya dia menyadari dengan kejernihan yang mengejut kan. kalau selama ini Oliver tidak pernah peduli dengan apa pun dengan rencana Derek yang menyekolahkan nya dan konsekuensi tentang menghianati Bright.


denyut jantung maureen semakin cepat, ada sesuatu yang menakutkan dan mengejut kan dengan kebebasan seperti itu, setelah selama berbulan-bulan bermain menjadi gadis baik.


Maureen menatap Oliver, terkesima.


'' siapa kamu? ''


Maureen merasa iri pada nya, bagaimana dia bisa seberani dan senekat itu. Maureen tidak pernah bertemu dengan orang seperti nya, semua peraturan yang orang pelajari, dia langgar : setiap hal yang Maureen pelajari untuk di sembunyi kan, dia bongkar dengan suara lantang.


Oliver melangkah maju ke arah Maureen, satu langkah lagi, mereka akan saling berhadapan dari jarak dekat, dan akhir nya Oliver berdiri beberapa inci dari nya.


Maureen bisa merasa kan sarung tangan nya dingin menyentuh kulit pipi. tetap saja Maureen tidak melangkah menjauh "siapa kamu ? " pertanyaan itu seakan menggema di telinga nya dan keluar dari mulut tanpa di rencana kan.


aku harus tahu cara bagaimana bisa memiliki keberanian seteguh batu seperti nya ?


Oliver tersenyum ''aku adalah satu-satu nya orang yang akan mengatakan kenyataan pada mu, kenyataan sebenarnya ?'' dia bergumam, bergerak mendekat hingga bibir nya hampir menyentuh kulit wajah Maureen.


'' bukan hanya kebohongan indah yang ingin kamu dengar? ''


Benar, ajak aku bersama mu? kemana pun, aku akan terima !


***


Next


terima kasih banyak, maaf kalau masih banyak kekurangan dalam kata-kata nya, biasa masih belajar. follow akun nya ya, biar ngak ketinggalan cerita baru.


lop yu Kakak,. jangan lupa dukungan nya.

__ADS_1


__ADS_2