
Maureen memikir kan di dalam kepala nya, sepanjang kuliah Jecky di UNIVI malam ini. apa yang harus di lakukan, apa yang harus Maureen lakukan?
setiap langkah yang Maureen kira adalah kebenaran, ternyata hanya manipulasi Untuk bergantung pada harapan bahwa dia akan bisa melupakan nya sebentar lagi: bahwa dengan waktu yang cukup, dorongan agar hidup aman dan pelampiasan yang benar.
dia akan keluar dari khayalan mimpi belaka nya, merangkak bebas dari kegelapan pikiran nya sendiri dan entah bagaimana menanggal kan diri nya dari bayang-bayang seorang yang terlanjur masuk dalam hidup nya, Oliver.
semakin lama Maureen memandangi kertas kosong, suara guru nya semakin menjauh dari pikiran Maureen, semakin Maureen merasa kan sesuatu mengeras dalam diri nya, kepasrahan yang membuat nya marah.
Maureen mencoba untuk berkata kepada diri nya sendiri, aku berhutang Budi pada Bright lebih dari itu. Bright sangat baik pada nya, tapi perasaan hutang Budi ini menjadi semakin tipis hari demi hari, nyaris putus setelah berbulan-bulan memikir kan ketidak berdaya an Nya dalam mengendalikan kesadaran.
dan ingin memberi tahu nya, kalau Maureen sedang merencanakan pelarian nya dengan kerabat Bright sendiri, adik nya, Oliver.
Maureen tidak lebih dekat dengan solusi nya saat kursi-kursi di seret di sekitar nya, kelas nya sudah berakhir dengan kerusuhan dan keramaian. Maureen merapikan barang-barang nya, tak tersentuh dan mengikuti kerumunan itu keluar.
'' aku tahu pelajaran ini tidak betul-betul menarik, tapi bisa kah kamu berpura-pura mendengar kan ''
Maureen berbalik, Jecky sedang membersih kan papan tulis. dia melempar pandangan penuh sesal dari belakang kaca mata nya yang berbingkai kotak.
'' aku minta maaf '' Maureen menelan ludah ''membuat mu memperhatikan ku sekali lagi, apakah terlihat sejelas itu ?''
'' tidak sejelas orang yang mengorok di sebelah mu, tapi iya, tak apa-apa '' Jecky menambah kan, menarik nafas '' aku akan melamun juga, ya tuhan tempat ini membuat ku depresi ''
Jecky selesai bersih-bersih, melihat ke sekitar ruangan tanpa jendela itu dengan wajah yang Maureen kenal sebagai kebencian murni.
Maureen Langsung merasakan empati pada nya. Jecky juga punya rencana lain, dia ingat : pekerjaan di sebuah kota, sebuah kehidupan lain jauh dari sini.
" aku kira kamu seharus nya memberi lebih banyak pidato tentang inspirasi " Maureen membalas ringan " tentang bagaimana ini adalah pertama pengalaman dasar tentang hidup kami"
Jecky mendengkus " yang benar saja, kita berdua tahu bagaimana permainan dari tempat ini "
" aku bisa melihat nya sekarang, kalau kota ini melatih kekuatan orang di dalam nya. hidup aman " Maureen menggerak kan kedua jari tangan telunjuk dan tengah bersama an dengan dua kata terakhir yang dia ucapkan.
Jecky tertawa " kau pintar juga menghibur. boleh kah aku menemani mu keluar ?"
" tentu " Maureen mengambil tas nya. Jecky mematikan lampu-lampu dan mereka berjalan melalui lorong-lorong yang kosong. langkah kaki kedua nya menggenggam di lantai yang keras.
__ADS_1
'' aku membaca laporan mu '' kata Jecky '' aku akan mengembalikan nya bersama an dengan milik murid-murid lain Minggu depan ''
'' bagaimana menurut mu '' Maureen bertanya gugup.
'' kamu berada di arah yang benar '' ia memulai, terdengar memberi semangat ''kamu punya gaya menarik, bersih tak sentimental. kamu punya potensi, pertahan kan ''
Maureen mengangguk, hati nya bersorak kegirangan '' oke, terima kasih. aku akan mengingat hal itu ''
mereka sampai di luar. Jecky melihat-lihat ke sekitar '' ada rencana liar?'' tanya nya, bergurau.
'' iya '' Maureen tertawa sedikit '' ini tempat para berpasangan ''
Maureen mengucap kan salam perpisahan dan berjalan menuju mobil yang Sandra pinjam kan pada nya, mengiringi kan doa nya yang biasa supaya mobil Sandra tetap jalan beberapa mil lagi. tapi ketika Maureen memutar kunci nya, mesin nya menyala, tersedak beberapa kali, lalu mati.
Lagi.
Maureen tenggelam lemas di kursi yang dingin, terlalu lelah untuk marah. Sandra sudah mengingatkan nya untuk mengantar jemput Maureen, tapi itu terlalu merepotkan. sangat membingungkan.
Sialan.
semangat Maureen terangkat. dia segera mengambil tas nya dan keluar dari mobil.
'' hei '' Maureen melambai kepada nya ketika Jecky menyetir keluar dengan lambat. dia berhenti di samping Maureen, menurun kan jendela nya '' aku minta maaf ''
'' tapi mobil teman ku yang ku pinjam mati. aku benar-benar terdampar '' Maureen berkata.
Maureen menunggu penuh harapan. seperti dugaan, Jecky melambai agar Maureen masuk '' aku bisa memberi mu tumpangan ''
'' kamu yakin '' Maureen memastikan ''aku tidak ingin merepotkan ''
'' tidak masalah, masuk lah''
Maureen mengitari mobil nya dan masuk ke kursi penumpang. udara nya hangat di dalam, radio nya berputar membincang kan tentang masalah politik '' kamu adalah kesatria jubah putih ''
'' aku janji, aku akan lebih memperhatikan kelas nya Minggu depan. aku bahkan akan bertanya ''
__ADS_1
Jecky tertawa, mulai menjalan kan mobil nya '' tidak perlu berlebihan, hanya pertolongan yang semestinya ''
dia berkendara menjauh dari kampus, membelok ke jalan tol. Maureen mengamati kegelapan memudar di luar jendela.
'' apakah ada kemungkinan kamu bisa masuk untuk kelas hari Selasa '' Jecky tersenyum.
'' aku tak bisa pak '' Maureen menghela nafas '' aku kerja sepanjang hari ''
'' bagaimana jika aku menulis surat untuk bos mu?'' Jecky berkata masih bergurau '' kepada..... ''
'' Weber ''
'' kepada tuan Weber '' dia melanjut kan '' tolong izin kan Maureen pergi di hari Selasa, saya sangat memerlukan nya untuk mencerah kan kelas ku. aku akan merasa kehilangan jika tidak ada dia''
Maureen tertawa '' hentikan itu, pak''
'' apa? aku sungguh-sungguh'' Jecky menoleh ke arah Maureen. '' Kamu satu-satu nya di antara anak-anak itu yang peduli ''
'' aku bukan anak-anak '' Maureen menjawab otomatis.
ada kesunyian sebentar, Jecky melirik, bibir nya melengkung menjadi senyuman.
'' iya kamu bukan '' Jecky berhenti sejenak.
'' kamu tahu rumah ku tidak jauh. kamu bisa mampir dan mengambil beberapa buku yang ada di daftar, jika kamu mau meminjam nya lagi. aku tahu harga nya bisa cukup tinggi ''
Maureen menatap nya '' tentu, jika kamu tidak keberatan. maksud ku, itu akan baik sekali ''
'' tidak masalah, apa pun untuk murid favorit ku'' Jecky tersenyum.
Jecky menyetir beberapa mil lagi, lalu keluar dari tol, mengarah ke daerah yang lebih pinggiran dan terisi dengan kontruksi juga rumah-rumah yang belum selesai. dia melambat, berbelok memasuki perumahan yang berjajar dengan gedung-gedung dari bata merah dan lampu jalan, menerangi terotoan yang sepi.
'' apa kah kamu sudah lama tinggal di sini ?'' Maureen bertanya lambat-lambat, mengamati kebun-kebun yang di lewati.
Next
__ADS_1
maaf ya semua kakak-kakak, temen-temen dan kalian yang rela nyempetin waktu buat baca novel aku ini. maaf ya kalo up nya lama banget, ini aku pikiran nya loading. semoga besok-besok ngak lagi, amin.