
Maureen meraih tanpa melihat ke meja untuk sesuatu, apa pun yang bisa ia gunakan. tangan nya sampai pada sesuatu yang halus dan bulat : sebuah gagang. itu adalah termos untuk bepergian, yang biasa Jecky pakai untuk kopi nya di pagi hari.
sekilas Maureen terbayang bagaimana pacar Jecky mengisi termos itu untuk nya hari lalu, berpamitan dengan lambaian tangan dan sebuah ciuman selamat tinggal.
dan di sini lah Maureen berakhir, menerima Jecky memperkosa nya.
Maureen mengayun kan dengan seluruh tenaga nya, menghantam kan logam nya ke belakang kepala Jecky.
" Akkhh.... " Jecky mengerang kesakitan, tubuh nya melemas terhadap Maureen.
Maureen mendorong mundur, mengayun kan tabung nya lagi. termos nya mengenai dahi Jecky kali ini dan terjatuh ke lantai. dia berguling-guling, menyerang mencoba untuk berdiri.
" Perempuan ******" dia mengumpat, megap-megap '' apa-apaan... ''
Jecky terlihat murka dengan kesakitan, dia mendekat lagi, meraih ke arah Maureen, jadi Maureen maju lebih dulu : menggenggam belakang kepala Jecky dan menghantam kan lutut nya ke wajah Jecky dengan suara mengerikan.
darah masih menderu di telinga Maureen, semua ini tidak akan terjadi kalau aku sudah lama pergi dari kota ini, pikir nya.
kalau aku tidak perlu berpura-pura baik untuk mendapat kan apa yang aku perlu kan, kalau aku tidak memerlukan sangat banyak hal.
" bagaimana dengan apa yang aku ingin kan!" Maureen berteriak pada tubuh Jecky yang lemas.
Maureen memegangi rambut Jecky lagi, menarik kepala nya ke atas dan memukulnya ke tembok.
" apa kah kamu peduli ? Tidak ! karena aku tidak ada artinya untuk mu, hanya seorang gadis bodoh lain nya !"
Darah Maureen panas dengan murka. Maureen menghantam lagi, semua nya mulai berwarna merah. lagi, lagi , hingga kedua tangan Jecky gemetar dan darah bercucuran, gelap pada kayu yang pucat, lengket di tangan Maureen.
__ADS_1
Maureen melepas kan nya, menarik nafas. ada kesunyian, tidak ada gerakan. tidak ada suara.
oh Tuhan.
Maureen melangkah mundur, membuat mulut dengan kesulitan hingga rantai nya akhirnya lepas. Maureen mengambil tas nya, menutup pintu di belakang nya dan melangkah keluar.
Maureen melangkah ke jalan yang gelap ketika kaki nya roboh lemas, membuat nya jatuh di atas jalan krikil yang tajam. Maureen terengah-engah, berusaha keras hingga akhir nya ia berdiri, dan berlari, berlari mengikuti jalan di temani oleh denyut jantung nya yang mengebu-ngebu di telinga dan suara nafas nya sendiri.
apa yang telah ku lakukan ?
paru-paru Maureen terbakar dan kesakitan ketika tiba di jalan utama. Tidak ada mobil di sana, hanya deretan rumah-rumah kosong, gelap dan sunyi. tidak ada orang di sana untuk melihat apa yang telah ia lakukan.
Sunyi.
tangan Maureen gemetar ketika ia mencoba mengeluarkan ponsel nya, terlalu sulit untuk menekan tombol. butuh beberapa kali percobaan sebelum akhir nya Maureen berhasil menemukan nomor polisi dan menekan untuk memanggil.
itu adalah Aston, Maureen menyadari di balik detak jantung Maureen yang terasa menggila.
" apa yang bisa ku lakukan untuk mu"
Maureen berusaha menjawab, dia membuka mulut nya, tapi nafas nya terasa menyakitkan di tenggorokan. Maureen tidak bisa mengeluar kan suara. dia masih bisa mengingat bagaimana Jecky tergeletak berlumuran darah di lantai, meninggal kan nya.
Maureen tidak ingat berapa kali banyak nya ia memukul kepala Jecky, separah apa kerusakan yang ia perbuat. ia goyah, muak karena sadar.
Dia bisa saja mati
apa yang akan terjadi ketika mereka menemukan nya ? apakah mereka akan mempercayai Maureen jika Jecky di adili?
__ADS_1
'' Halo ?'' Aston mengulang, ketika tidak ada jawaban dari seberang, bosan. "Halo ?"
Maureen memutus kan panggilan, ponsel nya jatuh di sebelah sisi tubuh Maureen. ia melihat lampu mobil di jalan depan dan segera berlari ke belakang bayang-bayang pepohonan.
Panik
Maureen bisa mendengar mereka sekarang, apa yang akan mereka semua katakan.
Maureen masuk ke dalam mobil bersama nya ? Maureen mengikuti nya ke dalam rumah. mungkin Maureen menyukai nya. mungkin Maureen tidak perlu melawan sekeras itu.
mungkin aku lah yang berbohong
asam naik ke tenggorokan Maureen dan ia secepat nya berlari ke sisi lain jalan.Muntah, lagi dan lagi.
lutut Maureen lemas dan roboh di atas tanah, tangan nya terangkat meraup wajah nya, lalu menggenggam erat rumput basah dan berdoa keras supaya semua nya berakhir.
tolong akhiri saja. tolong biar kan semua ini selesai.
Maureen berusaha bangkit, menarik nafas dalam-dalam, mencari di kegelapan hingga ia berhasil menemukan ponsel nya yang sempat ia jatuh kan. Maureen mencari di antara nomor-nomor nya hingga ia menemu kan nama yang di perlukan.
satu-satu nya orang yang akan tahu , apa yang harus di lakukan ?.
Oliver.
*****
Next
__ADS_1
yuk kakak semangat buat selanjut nya....