
Acara makan malam selesai, Derek dan Annette pergi meninggal kan anak-anak untuk bersantai di meja makan.
'' sekarang kita harus apa ? '' Jeims membuka suara.
bright tidak peduli, menyuapi salat apel ke dalam mulut Maureen '' enak '' tanya nya, yang langsung mendapat anggukan dari sang gadis.
'' pasangan yang romantis '' puji Jeims, menggeleng tak percaya. '' lebih baik kita pergi, cari udara segar ''
Adelia mengikut patuh saat Jeims menarik tangan nya keluar ruangan, Maureen melirik ke depan. Oliver tidak bergerak, dia masih asyik meneguk anggur nya dan mata tak teralih kan menatap layar ponsel.
'' kamu tunggu di sini, papa memanggil ku. ini tidak akan lama '' Bright berucap setelah mendapat notifikasi dari ponsel nya.
Maureen mengangguk pelan '' aku menunggu mu di sini '' bisik nya, bright ter senyum tipis lalu mencium Bibir Maureen.
bright memasuki salah satu pintu, menuju tempat lain yang lebih privasi.
mereka sendirian.
Maureen menunggu Oliver untuk mengatakan sesuatu, tapi hanya ada kesunyian. ketika Maureen menoleh ke arah nya, Oliver masih menyicipi anggur nya, mengamati ponsel dan kaki terlipat di atas salah satu kaki lain nya, sangat santai.
waktu memanjang dan denyut nadi Maureen bertambah cepat '' kenapa kamu datang kemari '' dia akhir nya berkata.
Oliver mengangkat pandangan nya perlahan, menaik kan alis nya sebelah, ingin tahu. segera, Maureen menyesal telah mengatakan sesuatu.
'' aku suka masakan rumah, apa itu terdengar aneh. dan lagi, apa kamu lupa dengan setatus ku'' jawab an Oliver kelewat santai.
'' bukan itu yang ku bicara kan '' Maureen kembali berucap, menelan ludah.
'' bukan '' Oliver mengamati Maureen, wajah nya tenang '' jangan berbasa-basi. kenapa kamu tidak langsung bilang saja apa maksud mu ''
Maureen membuka mulut nya, tapi hanya ada udara. dia tidak bisa, tidak dengan lingkungan sekitar dengan Bright yang sangat dekat di balik pintu.apa yang bisa aku katakan ?
Oliver terkekeh, seakan dia tahu Maureen tidak bisa mengatakan apa pun '' aku bertanya-tanya... ''
dia melangkah mendekat, Maureen gugup dengan perubahan ekspresi Oliver yang tiba-tiba serius '' aku sudah sering mengatakan ini. apakah kamu sendiri tahu, kamu sedang membohongi diri mu sendiri ? atau Kamu tidak bisa membedakan karena terlalu lama berpura-pura ! ''
Maureen menatap kembali, tertegun.sudah sekian kali nya, ucapan Oliver menyentuh relung hati nya, menggerak kan sesuatu di dalam tubuh Maureen yang agak terasa asing.
namun terus menjadi pertanyaan nya di minggu-minggu terakhir ini.
__ADS_1
hanya ada satu meter lantai dapur di antara mereka. tapi Maureen bisa bersumpah, dia bisa merasa kan tangan Oliver di tubuh nya lagi, seperti sebelum nya di malam itu: bibir panas nya yang menuntut.
ciuman yang penuh keteguhan tanpa ada kecerobohan yang manis dan lembut, Maureen tidak pernah merasa kan hal menyenangkan seperti itu. sekarang itu lebih nyata dan jelas dari apa pun yang pernah Maureen rasa kan sebelum nya.
ketajaman mata Oliver seakan mampu menembus diri Maureen " tidak kah kamu berpikir, Maureen? hidup bisa jauh lebih baik, jika Kamu mau jujur tentang apa yang kamu ingin kan. siapa yang kamu inginkan? "
Oliver menambah kan dengan suara rendah, memutari meja dan kembali duduk, tepat setelah pintu kembali terbuka.
'' aku sudah selesai '' bright mengambil duduk di kursi nya '' kenapa tidak di habis kan ''
Maureen tidak bicara untuk sesaat, masih terkejut karena senyuman Oliver yang polos dan tuduhan menjebak di balik kata-kata nya.
bright melihat Maureen bingung '' apa ada yang mengganggu mu ''
'' kak '' Oliver angkat bicara '' Maureen hanya bertanya pada ku tentang ide-ide untuk ulang tahun mu yang semakin dekat ''
Maureen menelan ludah, betapa masuk akal nya perkataan itu. Oliver sudah seperti terbiasa mencair kan suasana dengan otak jenius nya.
'' tidak perlu membesar-besar kan itu'' bright terlihat merona, malu '' aku tidak suka merayakan nya ''
'' tapi setiap tahun, mama akan merayakan nya dengan meriah. Maureen juga pasti tahu tentang itu '' Oliver menambah kan mulus.
'' lihat '' Oliver menaik kan gelas nya '' dia memang pengaruh baik untuk mu, kak? ''
bright tertawa kecil '' benar, dia cukup menakjub kan '' dia mendekat, mencium sisi kepala Maureen dan memeluk nya erat.
Maureen kembali di Landa rasa bersalah membakar nya, panas dan menuduh.
'' sayang sekali kamu sudah mendapat kan nya '' Oliver ber komentar '' hai, Maureen. bisa kah kamu kenal kan satu teman mu untuk ku ''
perlahan, Oliver mengedip kan sebelah mata nya ke arah Maureen.
gadis cantik ini menatap balik, kepala nya berputar. apa yang di pikir kan Oliver, mengejek Maureen seperti itu dengan bright berada tepat di sebelah nya? tidak kah dia peduli ?
Oliver bersandar ringan ke meja, dia punya ekspresi unik di wajah nya dan butuh beberapa saat untuk Maureen mengingat di mana dia pernah melihat itu sebelum nya: sheriff Weber, dengan teka-teki silang nya. mempelajari petunjuk, memikir kan kata yang cocok, lalu senyum puas ketika mengisi kotak teka-teki itu.
Maureen mengerti semua itu sekaligus, Oliver ingin Maureen menjadi gelisah, dia suka melihat Maureen gugup dan tak yakin. dan mungkin itu yang dia rencana kan selama ini.
Oliver terus menatap mata Maureen di seberang meja, mengamati sambil tersenyum menikmati semua nya.
__ADS_1
Maureen bisa melihat tantangan di mata nya. ini adalah sebuah tes, dia ingan tahu apa yang akan aku lakukan setelah ini !
ini semua hanya lah permainan. aku akan tunjuk kan, kalau aku tidak semudah itu di kalah kan. aku juga akan bermain, bersama nya. batin Maureen.
'' aku punya, tapi seperti nya dia tidak akan cocok untuk mu '' Maureen memulai.
'' kamu betul-betul berpikir begitu '' Oliver menekan '' atau apakah itu yang kamu bilang pada diri mu sendiri, sebagai alasan untuk menoleransi sesuatu yang kurang ? . padahal kenyataan nya... kamu mengingin ku''
'' Hei, bro '' bright menyahut, tapi Maureen tidak ingin dia membela nya, tidak untuk kali ini.
'' jangan '' kata Maureen, sebelum menegak kan tubuh dan menarik nafas dalam-dalam.
'' kenapa kamu bisa seperti ini, bertingkah seakan-akan di antara semua orang, kamu yang paling mengerti '' Maureen menuduh.
'' hanya karena kamu tahu, tidak berarti hal itu 'benar' . mungkin bukan mereka yang salah, tapi kamu yang bermasalah. lagi pula kamu yang tidak bisa menjaga hubungan personal ''
'' Maureen '' kali ini Bright tidak setuju, dia mengerutkan alisnya pada Maureen ''tidak perlu menyerang nya begitu ''
'' tidak apa-apa kak '' Oliver menjawab, tersenyum '' mungkin dia benar ''
'' mungkin aku harus mencari pasangan yang baik seperti Maureen, nyata nya kalian bertahan dan tampak bahagia '' dia menambah kan, mengejek.
'' pasangan sempurna ''
'' betul sekali '' Maureen menjawab tegas, menarik tangan bright dan mencium punggung tangan nya '' sangat bahagia ''
Oliver hanya tersenyum seakan dia tahu Maureen sedang memperingati nya lewat tatapan.
'' kamu benar tidak ada siapa pun seperti dia, bagaimana mana menurut mu, kak? '' kata Oliver ringan.
'' aku bisa berkelahi dengan mu demi dia ''
bright tertawa lalu tatapan nya berubah '' langkahi dulu mayat ku ''
***
Next
terima kasih banyak, maaf kalau masih banyak kekurangan dalam kata-kata nya, biasa masih belajar. follow akun nya ya, biar ngak ketinggalan cerita baru.
__ADS_1
lop yu Kakak,. jangan lupa dukungan nya.