Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 18


__ADS_3

hari ini adalah hari musim semi yang sempurna, berlangit biru dan cerah, Maureen tidak punya waktu untuk lari pagi yang biasa, karena itu Maureen mengena kan baju hangat favorit nya dan berkendara ke tempat kerja melewati jalan an yang jauh .


menekan keras ke pedal, melesat melewati pinggir an lingkungan perumahan, merasa kan kerenggangan di kaki dan udara dingin di dada.


'' ibu, sekarang apa lagi '' Maureen mengeluh pelan, menyisir rambut panjang nya ke belakang.


'' nak, ibu minta maaf ''


Maureen kembali menelan frustasi nya dengan setiap kali ucapan pembuka yang sama dari ibu Nya di sana.


'' ibu ku mohon jangan lagi, keadaan di sini sedang sulit, aku juga butuh uang untuk biaya kuliah ku, ini tidak murah ibu, mengerti lah''


terdengar suara Hela an nafas orang di seberang sana '' itu keputusan mu nak,kamu sendiri yang memutuskan untuk kuliah, kamu tahu ibu dari awal tidak mendukung mu, tidak secara finansial ''


Maureen mencoba masih menjawab dengan tenang '' oke lalu apa yang ibu mau, aku berhenti, begitu ''


'' sayang sekali tidak seperti itu maksud ibu nak '' ibu Ter dengar tidak fokus '' ibu juga butuh sekarang, tapi aku pikir kamu tidak perlu menghawatir kan tentang hal-hal lain, pikir kan saja masalah mu ''


'' baiklah, jangan menghubungi ku lagi, aku sibuk ''


Maureen menutup telepon, jantung nya berdebar di dalam dada, amarah masih panas di nadi, Maureen seharus nya tahu lebih baik dari pada mengharap kan simpati dari nya: tetap saja, sungguh mengejut kan setiap kali ibu mengecewa kan ku.


Maureen memilih menjauh dari nya, dan sekarang, setiap hari dia memilih untuk tetap mengusik kehidupan Maureen.


'' di sini kamu rupa nya '' sebuah suara membawa Maureen keluar dari pikiran nya , dia mendongak untuk menemukan kepala kepolisian Weber di ambang pintu.


'' aku tidak bisa menemukan lembar-lembar laporan insiden nya, apakah kamu tahu di mana kamu menyimpan mereka sekarang? ''


'' Maaf '' Maureen menyahut, menjauh kan ponsel nya dan memasang senyum cerah ''aku hanya mengambil tinta untuk mesin pencetak kan, aku akan segera ke sana! "


" tidak usah buru-buru " Weber menambah kan, menguap "ini hanya tentang kucing nona verys yang bertingkah lagi. Kelly bilang dia mengejar hamster nya, pelan-pelan saja ''


Weber menutup pintu dan Maureen di tinggal sendiri di gudang sempat yang terisi dengan perlengkapan kantor dan seragam- seragam sisa, dan banyak dokumen yang di perlukan oleh pihak kepolisian Florence.

__ADS_1


ini adalah pekerjaan nya, hidup baru Maureen sekarang : menerima tamu, petugas arsip dan gadis yang melakukan semua tugas-tugas sepele lain nya di kantor kepolisian, ini Bukan hal yang besar dan Maureen beruntung bisa mendapat pekerjaan ini.


dengan keramaian di kedai makan mulai menurun hingga seperti hujan rintik-rintik, linor hanya bisa menawar kan pada Maureen jam kerja di akhir pekan, dan dia menemukan chero sebagai malaikat pembawa kebaikan.


yang memberi nya informasi bahwa mereka memerlukan seseorang untuk meja depan di stasiun kepolisian, Maureen tidak keberatan dengan kebosanan pekerjaan ini, pikiran nya bisa bebas, bebas membuat rencana.


Rencana untuk menjaga kewarasan nya tetap sehat: rencana supaya aku bisa selamat, dan lolos dari semua kehancuran ini.


Maureen mengambil sekotak isi tinta dan melangkah keluar kembali ke lantai dasar, para petugas telah meninggal kan meja-meja mereka untuk makan siang, tapi ada satu yang masih tinggal.


Mauren menemukan Weber dekat meja depan, mengamati berkas-berkas yang menutupi lantai dengan sedikit geli.


'' maaf '' Maureen menjelas kan, berharap dia belum melakukan suatu kesalahan ''aku tahu ini terlihat seperti kekacauan, tapi aku sedang menyusun nya. beberapa orang bilang mereka tidak bisa menemukan apa-apa ''


'' Hei, semoga beruntung '' Weber menjauh sedikit dari kekacauan itu, seakan-akan ada longsor berkas yang menunggu untuk menindih nya di dekat meja.


'' laporan insiden nya ''


Weber mengeluh '' jika perlu, suatu hari. mungkin ''


'' baiklah kalau begitu, aku akan kembali bekerja '' dia pergi ke kantor nya meninggal kan Mauren sendirian untuk mengerja kan berkas nya.


Maureen masih sibuk dengan pekerjaan nya sekarang, tetapi satu suara terdengar mengalih kan aten si nya. dia menangkap ponsel ke dalam genggaman dan melihat siapa yang mengirim nya pesan.


Angka-angka nya asing dan tidak memiliki keterangan, lalu jari lentik Maureen bergerak membuka gelembung pesan yang baru saja dia dapat.


Tak semua yang dekat dapat memahami, jadi sekuat apa pun kamu ber sembunyi, akan slalu ada yang tau bagaimana dan dimana tempat mu.


pesan itu membuat Maureen mengernyit heran, siapa yang membuka pembicaraan dengan sebuah kata-kata. pasti anak-anak yang kurang pekerjaan , pikir Maureen.


Belum sempat Maureen meletak kan ponsel nya dengan sempurna, dia kembali di buat heran dengan suara dering telepon dengan nomor yang sama.


Maureen ragu-ragu sejenak dan mengangkat telepon '' Hallo, ini siapa ''

__ADS_1


'' ini aku, kau bisa mengenal nya sekarang ''


'' maaf aku tidak bisa mendengar nya dengan jelas di sini berisik '' Mauren bicara jujur karena lokasi nya memang berdekatan dengan jalan raya.


gadis itu mengguna kan tangan nya untuk mendengar suara orang di sana lebih jelas, sampai sebuah suara kembali ter dengar.


'' ini aku Krisna, kau bisa mengenal nya sekarang ''


rahang Maureen jatuh, dan buru-buru menjauh kan telpon lalu memutus sambungan, menduduk kan diri di kursi dengan bingung harus bertingkah bagaimana ?


kenapa dia menghubungi ku? dan dari mana dia mendapat nomor telepon ku? apa yang dia mau? aku tidak mengerti maksud nya, semoga bukan hal yang salah!


Maureen melihat kembali ponsel nya, sudah aman Krisna tidak menghubungi nya lagi.


" aku tidak mengerti apa yang dia mau dari ku ?" gumam Maureen pada diri nya sendiri.


di luar kantor kepolisian, sebuah mobil hitam berhenti dan orang di dalam sana menatap lurus kedalam kantor kepolisian, tepat nya di meja depan, terlihat jelas seorang gadis cantik menata berkas-berkas setelah lima menit terduduk heran.


" kau mengejut kan ku Maureen, kita lihat, kau akan menjadi apa untuk dia, perisai atau kekuatan. seperti nya ini akan sedikit menarik "


Krisna memakai kaca mata hitam nya kembali dan mulai membawa mobil melintasi jalan raya dan meninggal kan kantor kepolisian di belakang.


***


Nexs


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill


Ig : yarasary_


terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2