Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 10


__ADS_3

suara pintu terbuka mengalih kan atensi bright yang tengah membaca majalah, terlihat Maureen dengan rambut kusut nya dan muka masam yang kini berjalan santai dengan merenggang kan otot nya.


Maureen menatap bright yang seolah sedang menghindar dari tatapan nya, ada keanehan dengan lelaki itu.


bright ber nafas lega ketika Maureen sudah memasuki kamar mandi, meninggal kan bright sendiri di kamar tengah dengan suara gemericik air yang menjadi alur, kebingungan nya.


lima belas menit setelah itu, Maureen kembali menampak kan wajah yang lebih segar dan bersih, rambut panjang nya terurai, masih basah dengan air sedikit deras membasahi handuk kecil yang Maureen pegang.


bright melirik tanpa minat dan membalik buku majalah nya, menekuni satu persatu kata yang Ter tata rapi di sana.


merasa heran, Maureen mendekat dan mennduduk kan diri di sebelah sisi tubuh bright, menajamkan mata nya untuk melihat lebih jelas. apa yang sedang pria ini baca?


wangi sabun mawar memenuhi Indra penciuman bright, membuat nya Ter tarik untuk menikmati aroma kehidupan yang terasa manis di Indra pengecap an nya.


'' ini menarik '' seru Maureen, menyadar kan bright dari lamunan nya.


'' aku boleh coba?'' tanya Maureen, mendongak melihat bright yang kini juga sedang melihat ke arah nya.


lelaki yang memiliki pahatan sempurna itu mengangguk mengiya kan, dan kedua nya kembali fokus pada teka-teki yang ada di bagian belakang majalah.


'' lima huruf untuk perasaan khawatir dan bingung '' bright membaca perlahan, memikir kan apa yang di maksud dengan pertanyaan ini.


'' Lima huruf, khawatir dan bingung '' Maureen mengulang-ulang dan berfikir '' berarti.... ''


'' CEMAS ''


suara bright memotong ucapan Maureen, gadis cantik itu mendecak kan lidah nya.


'' aku ber niat akan menjawab itu''


'' kalau kamu hanya berniat, kamu tidak akan merebut kan apa pun. sama saja kamu menyerah''


Maureen tertarik dengan ucapan Bright, tapi sayang nya bright tidak mau menjawab beberapa pertanyaan yang sempat mengambang di pikiran Maureen.


bright menatap jam diding yang sekarang menunjuk kan jam delapan pagi, Maureen bertanya dengan ekspresi nya ketika bright berbalik menatap nya.


" ada yang ingin aku bicara kan, Maureen '' kata bright, suara santai.


'' baik, silahkan '' Maureen memberi nya senyuman penenang.


'' tapi tidak di sini '' Maureen mengerut kan kening dan kembali meminta penjelasan dari ekspresi nya.


'' aku mau kita bicara sambil jalan-jalan, kamu tidak keberatan? ''


'' tidak '' Maureen menjawab cepat dan bangkit berdiri dari duduk nya '' kalau gitu aku akan bersiap, kamu tunggu sebentar''

__ADS_1


Maureen merasa kan sesuatu yang ganjil dengan tingkat laku bright, lelaki itu tidak seperti biasa nya. dan ini sudah hari ke enam bright tinggal, tapi lelaki itu selalu menolak setiap kali Maureen mengajak nya keluar.


tapi Maureen mencoba positif thinking, mungkin bright butuh refreshing untuk menghilang kan rasa bosan. bicara nya dalam hati.


***


Maureen membuka pintu dengan mengendap-endap melihat ke kanan dan kiri, lalu mengisyarat kan dengan tangan supaya bright keluar dari rumah nya.


terdengar suara gonggong an anjing yang sangat keras, yang membuat Maureen refleks menarik tangan bright dan menuntun nya untuk ber lari.


'' cukup '' Maureen menyudahi, membuat bright yang berlari lebih cepat berhenti dan melihat Maureen.


gadis dengan setelan jaket bulu ber warna putih itu menunduk, dengan tangan yang ber tumpu pada kedua lutut, nafas nya memberat karena lelah. bright menghampiri Maureen.


'' Ku rasa kita sudah cukup jauh dari rumah mu'' ucap nya setelah berdiri tepat di sebelah Maureen.


'' kita bisa jalan lebih santai ''


Maureen mengangguk menyetujui, menghirup banyak-banyak udara segar yang membuat suhu dingin seolah membanjiri paru-paru Maureen.


'' bicara apa '' tanya Maureen.


'' sebenar tidak terlalu penting, hanya saja... '' bright menggantung kan kalimat nya di udara.


Maureen memiring kan kepala '' hanya saja '' ucap nya mengulang per kata an bright.


'' aku rasa, hidup ku monoton. aku juga baru tahu kalau ber jalan santai seperti ini, sangat nyaman ''


Maureen tertawa '' benarkah, menurut ku ini tidak sebanding dengan diri mu yang lebih sering ber keliling dunia ''


'' cerita kan pada ku seluas apa dunia luar ''


bright menatap intens netra kelam Maureen lalu kembali ke depan, lelaki itu tersenyum kecil, dan Maureen sadar senyuman itu adalah senyuman kepedihan.


'' aku tidak memaksa, kamu bisa lupakan ini, anggap aku tidak pernah ber tanya apa pun'' Maureen merasa tidak nyaman, sebisa mungkin Maureen menutupi.


tapi suara nya mengkhianati diri nya, karena setelah itu bright menatap nya hangat dan tersenyum, lebih baik.


'' tak apa, aku memang ingin mencerita kan Nya selama ini. hanya saja aku tidak punya teman''


'' bohong, aku saring melihat mu, membuat konten sama James ''


bright tertawa '' Jeims ''


'' oh iya -itu maksud ku ''

__ADS_1


kedua nya tertawa meski tak ada hal yang terbilang lucu '' kamu suka mencari informasi tentang ku, hmm ''


'' tidak '' Maureen mengalih kan pandangan nya, jujur dia merasa salah tingkah dengan topik pembicaraan nya.


'' di sebelah sana ada danau, kamu mau melihat nya '' Maureen menunjuk arah kanan jalan yang memiliki belokan kecil, yang tertutup dengan pepohonan besar.


'' tentu ''


jantung Maureen hampir mencelos ke luar rusuk, ketika tangan kekar bright meraih tangan nya, dingin tangan bright menyentuh kulit Maureen membuat yang semula kering kini lembab karena berkeringat.


'' boleh kan'' tanya bright meminta persetujuan, Maureen mengangguk kecil dengan pipi yang merona. belum terbiasa menghadapi sikap manis seorang Remirro.


'' tadi, kamu bilang kamu tidak punya teman. maksud Nya ?''


'' tidak ada yang benar-benar di sebut teman dalam dunia ku, aku dengan Jeims dan yang lain terikat karena ikatan kerja sama. dan kami akan terasa asing setelah camera di matikan, itu adalah cara orang-orang kelas atas bekerja''


'' kamu benar, aku terlalu sering keluar negeri, bahkan aku pernah dlm satu hari menjelajah tiga negara, hebat kan!''


'' tapi asal kamu tahu, aku tidak pernah merasa kan apa pun selama ini. semua berjalan karena aku terikat dengan rantai kewajiban yang selama nya akan aku tanggung sendiri ''


Maureen diam, mencoba menjadi pendengar yang Ter baik, sampai sebuah mata bergeser menatap nya.


bright menuntun tangan Maureen untuk mengajak nya duduk di atas batu besar yang menghadap ke danau, menatap air tenang yang berkilau terkena pantulan sang Surya. indah dan di satu sisi juga terlihat menyegar kan.


'' dulu aku merasa iri melihat dunia orang lain yang tidak pernah aku miliki, melihat mereka hidup bebas tanpa aturan yang menyangkut pautkan nama baik. kehidupan yang ber tolak belakang dengan yang selama ini aku jalani''


'' tapi sekarang aku sadar, kalau bukan hanya aku yang memiliki masalah di dunia ini. aku belajar dan mengerti dari seorang gadis kecil''


Maureen mengerjap, salah tingkah dengan senyuman manis lelaki di sebelah sisi tubuh nya.


Maureen merasa kan tubuh hangat bright semakin mendekat, tangan berotot lelaki itu jatuh di pinggang Maureen, untuk satu detik yang yang terasa sangat lama. Maureen menerima saat bibir tebal bright meraup milik nya, merasa kan sensasi menggelitik dari setiap decapan.


bright melepas, dan memasuk kan lidah nya lebih dalam. Maureen terenyuh menikmati kelembu bright, dia merasa manis seperti permen karet dan asin seperti popcorn.


nafas ke dua nya memburu, bright menyempat kan diri mencium pipi kanan Maureen sebelum berkata.


'' aku harus pulang ke rumah hari ini, maaf ''


Nexs


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill


Ig : yarasary_

__ADS_1


terima kasih.


__ADS_2