Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 33


__ADS_3

bright datang tepat setelah jam kerja Maureen selesai, dia memarkir kan mobil nya lebih jauh di tempat yang sepi.


Maureen menemui nya, berciuman untuk pembuka pertemuan mereka yang biasa, bright tidak se senggang itu untuk menjemput Maureen setiap hari.


bisa di lihat dari wajah nya, laki-laki itu terlihat lelah dan berpura-pura ceria di hadapan Maureen.


'' kamu tidak perlu menjemput ku seperti ini, setiap hari '' Maureen menarik diri nya menjauh.


bright ter senyum ringan '' apa aku membuat mu tertekan atau terkena masalah '' dia bertanya lembut.


Maureen merasa kan apa yang pernah Jeims bilang tentang mereka, sebelum mereka berpacaran seperti sekarang, banyak perubahan yang Maureen dapat dari seorang bright.


anak miliader itu tidak dingin dan kasar yang orang lain bilang, tetapi dia sekarang lebih terlihat cerah dan gembira, mungkin Maureen juga tidak seharus nya berpikir demikian, karena saat pertemuan pertama mereka bright seolah tidak membiar kan Maureen menyentuh kehidupan nya.


'' tidak '' suara Maureen ringan di dalam mobil putih, duduk di sebelah bright yang memegang bagian pengemudi.


'' kamu pasti lelah, belum dengan pekerjaan mu di sana, aku hanya ingin saling mengerti'' Maureen mengusap rahang tegas lelaki itu, dan menatap nya penuh kelembutan.


''iya, aku tahu. aku sangat lelah, tapi setelah melihat mu... '' bright menggeleng kan kepala, lalu mencondong kan tubuh untuk kembali mencium Maureen sekilas.


'' siap pergi '' ucap nya, menarik pengaman untuk diri nya dan membantu Maureen melakukan itu.


'' Trims '' Maureen ter senyum tipis, lalu menahan wajah bright and mencium nya di pipi '' kamu sangat baik''


Maureen bisa melihat bright sedikit merona dan memaling kan wajah untuk memundur kan mobil, membawa nya kembali ke jalanan, menyetir dengan kecepatan sedang membelah jalan yang masih padat dengan kendaraan.


kedua nya jatuh bisu, sampai memasuki kompleks perumahan Maureen dan langit malam tidak sabar ingin memuncul untuk mengganti kan matahari.


terlihat cahaya oranye di ufuk timur, suasana indah yang biasa nya orang sebut sebagai senja, Maureen ingin melepas sabuk pengaman nya tapi kalah cepat dengan tangan besar bright yang mengambil kendali.


'' jangan '' Maureen menahan lengan laki-laki itu ketika hendak bangkit dan keluar.


'' tunggu saja di sini, aku tidak akan lama '' ucap Nya, menimbul kan kernyitan heran di dahi bright.


'' tapi kenapa ? '' bright bertanya ''bukan kah tadi malam kita tidak ada masalah ''


'' betul '' Maureen menjawab tenang dan penuh kepastian '' hanya saja aku takut kita tidak jadi keluar, dan terperangkap di dalam sana ''


bright menyengir, faham akan ucapan Maureen '' tidak masalah, kalau itu bersama mu, kamu juga tidak akan rugi ''

__ADS_1


Maureen tertawa melihat kepercayaan diri nya yang terlalu tinggi '' benarkah ''


'' tentu saja '' bright mendekat, meraih pinggang Maureen Ke dalam genggaman nya ''apa kau menyesal telah bersama ku''


'' pertanyaan apa ini? '' Maureen bercanda ''apa kamu menyuruh ku untuk patuh, hmm! ''


'' tidak Bu '' bright menjawab dengan polos nya, lalu kedua nya tertawa. bright mencium bibir Maureen seperti biasa, menangkup wajah gadis itu dan menekan tubuh kedua nya.


'' apa yang ku bilang '' ucap Maureen terengah-engah.


'' semua karena mu '' bright menyalah kan, tersenyum tipis '' pergilah '' tambah Nya.


'' oke '' Maureen meraih pintu mobil '' jangan mengikuti ku''


'' kamu terlalu kasar ibu '' bright kembali bercanda, dan tertawa kecil menatap Maureen dari kaca mobil.


Maureen membalas senyuman nya, lalu membuka kunci pintu dan masuk ke dalam rumah, semua nya berubah, dia bergerak dengan cepat, memasuk kan baju-baju kotor ke mesin cuci, merapikan kasur yang tadi tidak sempat dia lakukan.


lalu mencari handuk dan berjalan masuk kamar mandi, membuat busa dengan sabun mawar yang harum memenuhi Indra penciuman nya, lemari pakaian terbuka sejak pagi tadi dan seperti ini rumah Maureen, berantakan.


Maureen menatap pantulan diri nya di depan cermin, menyisir rambut Serapi mungkin, meraih baju hangat nya dan kembali menatap dirinya untuk memasti kan, apakah sudah pantas untuk berjalan dengan seorang anak miliader ?


'' apa, masih ada yang aneh '' dia menambah kan ketika bright terus menatap nya.


lalu sebuah senyuman mengembang, tulus dan indah '' satu yang kurang '' bright mendekat untuk sebuah ciuman.


Maureen berubah, lebih rileks dan tenang saat-saat seperti ini yang paling dia suka, di mana bright selalu menjadi yang pertama mengerti tentang apa yang Maureen butuh kan.


'' sudah lebih baik '' suara bright terdengar.


'' lebih baik'' Maureen mengangguk kan kepala.


mobil mulai berjalan, deru mesin menjadi latar belakang pembicaraan mereka yang biasa, melewati bangunan-bangunan arsitektural yang ada di kota, Maureen tidak tahu berada di mana dia sekarang, karena semua terlihat cepat melewati nya dan masuk ke jalan tol.


'' aku dengar berita'' bright memulai, topik baru '' tadi malam ada kecelakaan di pembangunan baru dan kamu tahu, salah satu gadis terluka, kalau tidak salah nama nya- Beverly ''


'' dia teman ku, baru kemarin '' Maureen berkata pahit.


'' oh, bagaimana kabar nya, dia .... ''

__ADS_1


'' bisakah jangan membicara kan itu, aku sedang tidak ingin membahas nya '' Maureen memaling kan wajah, mencari objek lain untuk di lihat dari kaca jendela.


'' baiklah ''


Maureen merasa bersalah, karena setelah itu bright hanya diam tak membuka suara '' kita akan pergi kemana ? '' per tanyaan yang tepat. Maureen tidak tahu ke mana tujuan ini dan bright juga tidak memberi tahu.


'' tunggu, sebentar lagi sampai '' ujar bright ''tempat nya istimewa, aku berjuang mencari lokasi yang termasuk kriteria mu, ini sulit ''


'' kamu tidak perlu seperti itu '' Maureen ter senyum canggung '' memang nya kamu tahu dari mana kriteria tentang aku! ''


'' aku tahu semua tentang mu '' bright menatap Maureen sekilas, sebelum akhir nya memasuk kan mobil ke area besment.


Maureen tertawa untuk kepercayaan diri nya ''oke, kita akan buktikan setelah ini, apakah tuan Nelson berhasil atau.... '' dia menggantung kan ucapan nya di udara.


bright gemas, lalu mencondong kan tubuh dan mencium pipi Maureen cepat '' kamu akan tetap menjadi milik ku ''


Maureen tersenyum, mengusir prasangka buruk yang menjalar di otak nya, keluar dan mengikuti langkah bright, bergandengan tangan memasuki sebuah hotel besar di jantung kota.


langit sudah damai menyatu dengan gelap, membangun kan orang-orang untuk menghidup kan lampu sebagai penerang.


'' kita mau apa '' tanya Maureen, ketika bright masih sibuk berbicara dengan wanita di meja kasir.


bright tidak menjawab namun tersenyum lalu kembali menerus kan percakapan nya, dan menerima sebuah kartu yang Maureen tahu adalah sebuah kunci kamar hotel.


bright menarik tangan Maureen untuk kembali berjalan di dekat nya, lalu berkata '' ini akan menjadi kejutan ''


'' sungguh ''


***


NEXT


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill


Ig : yarasary_


terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2