Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 25


__ADS_3

Maureen tiba di kampus dengan Sandra, kedua nya duduk di meja taman yang ada di depan ruangan laboratorium dengan satu minuman kaleng di tangan mereka masing-masing.


'' kau ingat chero '' Maureen membuka suara, mata Sandra bergeser menemukan Maureen menatap seorang laki-laki berjalan beriringan dengan teman nya.


'' lelaki yang menyukai mu itu '' ujar Sandra, kembali meneguk cairan yang menyegar kan kerongkongan nya.


Maureen mengangkat pundak acuh '' aku tidak tahu '' membiar kan hembusan angin menyapu kulit bersih nya.


'' aku tidak ingin terikat apa pun, yang membuat ku tenggelam di kota ini ''


Sandra mengangguk kan kepala '' termasuk anak miliader itu ''


'' maksud mu, chero '' Maureen menjawab dengan lirik an mata nya yang tertuju pada orang yang mereka bicara kan.


chero berdiri di bawah pohon rindang yang letak nya tak jauh dari mereka, berbicara dengan salah satu teman laki-laki nya.


sejauh ini Maureen tidak pernah mengenal lebih dalam tentang kehidupan sehari-hari yang chero alami, dia hanya tahu tentang keluarga nya yang sering pindah dari satu tempat ke tempat lain, hanya karena pekerjaan sang ayah.


Maureen menyadari tebakan nya salah, karena Sandra tiba-tiba terduduk tegak yang semula bersandar malas di kursi kayu yang keras.


'' maksud ku Tuan muda Remirro '' ujar Sandra, tatapan nya jatuh pada lensa gelap Maureen.


sejak insiden di rumah itu terjadi, Mauren tidak pernah berpikir untuk kembali membuka percakapan dengan bright, Maureen juga harus mengingat bagaimana laki-laki itu memporak porandakan hati nya, lalu tanpa maaf dan penyesalan dia pergi seakan tak terjadi apa-apa.


'' kau bisa percaya, kalau aku akan benar-benar hidup hanya untuk mengagumi orang yang bahkan tidak pernah tahu dengan ku'' Maureen berbohong.


bagaimana pun juga, Sandra sejak awal tidak tahu dengan keadaan yang sebenar nya.


sejak pertemuan bright dengan Maureen di malam kecelakaan sampai kedekatan mereka yang hampir di salah bicara kan oleh Jeims, kalau Maureen adalah pacar bright, hingga perdebatan di rumah Maureen Minggu lalu.


'' dia terlalu bersinar untuk aku yang bahkan tidak punya sesuatu yang pantas untuk di bangga kan''


Sandra bernafas cepat '' yah, kau benar, lebih baik tidak berharap yang berlebihan''


Maureen menarik tangan nya, memeriksa jam yang melingkar di pergelangan tangan dengan warna gelap berbentuk bundar yang unik, tak terasa sudah setengah jam mereka duduk dengan percakapan- percakapan yang tidak ada ujung nya.


'' kelas akan mulai, kau akan tetap di sana '' suara Maureen menyadar kan Sandra yang masih sibuk berkutat dengan iPhone nya.


dengan langkah sedikit berlari, Sandra menyusul Maureen, memukul pelan pundak Maureen karena sengaja meninggal kan nya dan membuat gadis cantik itu mengeluh kesal.

__ADS_1


***


" kabar apa yang mau kamu beri tahu" maicel menjatuh kan diri di kursi sebelah keponakan nya.


" mereka pasti sedang mencari informasi yang terkait dengan kebocoran QW 50 " lelaki yang lebih sering di panggil Krisna itu menyimpul kan perkataan nya.


maicel berpikir sesaat " aku juga sempat dengar berita ini, kau tahu siapa orang yang terlibat dalam masalah ini "


mengingat akibat kebocoran QW 50 yang membuat merosot nya saham, sudah pasti keluarga Remirro tidak tinggal diam, beberapa pemegang saham sudah pasti mencari solusi untuk menahan kerugian agar tidak semakin parah, begitu pun ahli waris utama.


" paman peduli dengan mereka" Krisna meneguk cairan gelap itu untuk masuk kedalam perut nya.


maicel menggeleng " tapi tetap saja aku khawatir, karena Annette terlibat dengan urusan di sana"


" kamu tidak lupa kan kalau dia bibi mu " maicel menatap mata tajam Krisna yang memperlihat kan ketidak pedulian yang amat sangat besar.


" aku hanya ingat, Annette yang membunuh ibu ku" Krisna membuang muka, nafas nya berat seiring pikiran nya berpacu ke masa lalu.


" ibu mu mati karena sakit bukan di bunuh" maicel membenar kan, meletak kan kedua tangan di depan dada.


sebuah suara terdengar, masuk ke dalam percakapan " apa yang kalian bicara kan" jastin, anak maicel dengan Jesica.


" anak kecil tidak perlu tahu urusan orang dewasa" maicel menegur nya, sayang, lalu menatap sang putra dengan ekspresi lembut.


jastin mendengkus kesal " baiklah aku tidak lama, ayah aku mau minta uang, mobil ku mogok ''


'' minta saja pada ibu mu '' jawab maicel, menghidup kan korek api untuk rokok nya.


'' kalian sama saja, barusan aku di suruh ibu untuk minta sama ayah, dan sekarang '' jastin memutar bola mata nya, Malas.


maicel mengeluar kan sebuah dompet dari saku celana, dan memberikan tiga lembar dolar kepada jastin.


bocah dengan lensa kuning itu berbinar dan berlari dengan girang '' terima kasih yah, sayang Ayah''


suara melengking jastin masih terdengar meski jarak nya bisa terbilang jauh '' dasar anak nakal '' Maicel menggeleng dan tersenyum tipis.


Krisna menikmati pemandangan ayah dan anak yang tak pernah bisa dia rasa '' sangat manis '' gumam nya lirih.


maicel menggeser mata nya, pendengar an nya masih normal untuk sekedar mendengar ucapan panjang itu.

__ADS_1


'' Derek sakit, kau pasti sudah tahu itu '' maicel memulai topik lain.


'' aku tidak peduli dengan nya, siapa aku buat dia, aku hanya di anggap sebagai pembawa masalah untuk keluarga nya '' Krisna mengeluar kan satu rokok dari dalam kotak nya.


'' coba temui dia dan bicara kan baik-baik, dia juga cukup mencintai ibu mu '' maicel berbicara dengan hati-hati, mengawasi Krisna yang sedang santai memantik korek untuk rokok yang mendarat di mulut nya.


'' melakukan itu sama saja membuang-buang waktu ku '' Krisna meletak kan kembali korek api di atas meja dan menyembur kan asap rokok yang menutupi bagian wajah nya.


'' Oliver ''


orang yang di sebut nama nya, dengan cepat membuang muka dan mendecak kan lidah, tatapan nya menyala penuh api kegelapan.


''kamu pasti ingat pesan terakhir ibu mu, Olly, dia tidak mau kamu... ''


'' stop, paman tidak tahu semua nya, paman hanya melihat dari satu sisi ''


maicel memaklumi sikap keponakan nya ''apa paman belum cukup dekat dengan kalian''


Oliver tertawa hambar '' paman tidak tahu kalau setiap malam ibu menangis hanya karena laki-laki brengsek itu''


maicel menyerah, bukan karena dia kalah dengan ucapan Oliver tetapi dia juga tahu kenyataan itu, di mana adik nya, Helena, selalu terlihat sembab di pagi hari.


'' suatu saat '' suara Oliver terdengar, mengandung baja '' aku pasti akan memperhitungkan nya ''


'' termasuk kepada anak mereka '' senyum konyol Oliver terlihat lebih mengerikan dari wajah sarkas yang biasa di perlihat kan.


Tunggu saja !


***


NEXT


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill


Ig : yarasary_


terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2