Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 34


__ADS_3

'' apa masih lama '' ucap Maureen merasa kan dengungan pusing karena gelap yang tertutup oleh tangan bright.


'' hampir, kita semakin dekat '' bright menjawab santai, masih menuntun Maureen perlahan.


sudah hampir sepuluh menit mereka berjalan dengan bright yang memberi tahu kalau Maureen harus menutup mata, dan gadis itu hanya mengangguk untuk setuju.


Maureen merasakan angin malam berhembus menyentuh kulit wajah nya, ini tidak sama dengan saat di mana Maureen berjalan dengan mata terbuka, dan dia bisa meyakinkan melalui Indra peraba kalau bright membawa nya ke luar ruangan.


'' hitung dari tiga '' suara bright terdengar nyaring di keheningan.


'' maksud mu angka tiga sampai sepuluh '' Maureen berbohong, dia berpura-pura bodoh dengan yang laki-laki ini bicara kan.


bright mendecak kan lidah, dan Maureen tertawa kecil '' mau mengerjai ku,hah '' geram nya, lalu dengan gemas mencium di sekitar kulit leher gadis itu.


Maureen menggeliat geli dan tertawa '' oke, cukup a-aku mohon, ini geli''


'' baiklah- baiklah aku akan menghitung '' ujar Maureen, menyudahi aksi bright, menarik nafas dalam dan masih diam membiar kan bright menunggu lama.


'' apa kamu anjing '' bright membuka mata lebar karena perkataan itu


'' seperti nya aku butuh cara lain untuk membuat mu mengerti '' dia mengancam, bercanda.


'' aku akan mulai '' Maureen memilih menyudahi perdebatan nya '' tiga dua satu '' Maureen membuka mata nya perlahan dan terbelalak, kagum.


'' suprise '' suara bright berupa bisikan tepat di dekat telinga Maureen, tangan nya jatuh melingkar di pinggang kecil gadis itu.


masih diam, bright membiarkan Maureen mengamati sekitar nya, meneliti dan meresapi setiap barang yang ada. tropong bintang, lampu senter di atas kayu-kayu yang di tata berdiri, tenda kecil dengan selimut dan bantal yang terlihat dari luar dan ada yang lebih utama dari semua itu, bangunan-bangunan di kota yang terlihat cantik dengan beberapa lampu yang menyala dengan warna berbeda-beda.


'' kamu suka '' tanya bright setelah di rasa Maureen cukup mengamati lingkungan sekitar.


Maureen memaling kan kepala untuk melihat wajah bright yang bersandar di pundak nya, wajah mereka sangat dekat hampir tidak ada jarak karena hidung mereka sudah saling ber sentuhan.


'' sangat '' gumam Maureen '' terima kasih ''


Maureen menggenggam tangan bright yang melingkar di pinggang nya dan kembali melihat ke depan '' kamu menyiap kan ini sendiri ''


'' tentu saja, sepesial untuk orang yang sepesial '' bright melepas pelukan nya, dan melangkah ke depan.


Maureen masih berpikir bagaimana memulai untuk memberi tahu bright kalau Oliver datang menemui nya tadi siang, memberi tahu nya kalau Oliver mengajak keluar bersama setelah jam kerja selesai.

__ADS_1


tapi ini hal sepele tidak begitu penting untuk sebuah topik pembicaraan, namun bright perlu tahu, dia terlihat cukup membenci Oliver di hari-hari sebelum nya.


'' Maureen ''


suara itu menyadar kan Maureen, membuat gadis itu mendongak mencari sumber suara, bright sudah berdiri di belakang teleskop bintang, kepala nya berputar ke samping menatap Maureen.


'' apa ? '' jawab Maureen.


'' aku bilang, kemari lah. kamu perlu melihat ini '' bright melambai kan tangan nya, tersenyum cerah, mata biru nya berkilau. cantik dan tenang.


'' aku datang '' suara Maureen ceria berjalan cepat mendekati bright.


'' lihat lah'' bright menyerah kan, menuntun Maureen untuk sedikit menunduk dan melihat ke dalam Lensa yang bersembunyi di balik benda atom.


'' wow '' seru Maureen, masih fokus dengan objek yang di lihat dan tenggelam ke dalam dunia pikiran nya.


'' ini menakjub kan, aku tidak pernah melihat ini sebelum nya ''


'' sudah ku duga, kau pasti suka dengan pilihan ku '' ujar bright, tersenyum puas.


Maureen menegak kan tubuh, memandang lurus ke depan yang menampil kan langit malam yang cerah, tidak ada tanda-tanda mendung saat ini karena bulan bersinar sempurna di angkasa lepas.


bright tertawa '' kenapa kamu begitu lucu sih manis '' tangan lelaki itu meluncur menekan ke dua pipi Maureen sampai bibir gadis itu ter dorong ke depan.


'' aku tidak bisa menahan diri kalau terus melihat mu seperti ini '' bright menggoda, menaik turun kan alis nya.


Maureen melepas tangan bright dan menggandeng tangan itu, berjalan mengelilingi kayu-kayu '' apa ini '' seru nya, tertawa tak percaya.


bright menggaruk tengkuk nya '' awal nya aku ingin terlihat nyata, membuat api unggun dengan tenda seperti orang kemping sungguhan, tapi ya? ''


Maureen menahan tawa, menggigit bibir bawah nya, melihat ekspresi pahit yang bright tampak kan.


'' ini di hotel, aku takut membuat kerusuhan, jadi Jeims memberi ku ide seperti ini'' bright menunggu Maureen mengatakan sesuatu, tapi hanya ada kesunyian.


'' apa ada yang salah '' tanya nya.


Maureen menggeleng kan kepala, mendadak mendekat dan memeluk tubuh bright ''apa Jeims bicara soal aku yang kemarin malam, menyalah kan nya ''


suara Maureen ragu, jelas karena rasa salah yang melilit di perut nya, malu karena semburan yang tidak seharus nya Maureen lakukan. Jeims ber kata baik-baik, tapi Maureen tidak bisa membiarkan nya bersenang hati mengomentari kehidupan Maureen.

__ADS_1


'' dia membicara kan '' bright memulai, menumpu kan kepala Maureen di dada nya.


'' dia merasa bersalah, dan aku menyuruh nya untuk minta maaf ''


ini tidak pantas, Maureen marah karena amarah yang awal nya di mulai ketika melihat bright, bukan karena kata-kata biasa dari Jeims.


'' tidak perlu melakukan itu, aku juga salah sudah ber tingkah ber lebihan '' Maureen semakin menyembunyi kan kepala nya.


menikmati aroma segar dari tubuh bright ''aku tidak ingin mengenal jauh dengan orang-orang di sekitar mu, aku tidak pantas ''


bright menarik tubuh Maureen, melepas pelukan '' apa yang kau bicarakan sayang ''


'' kamu pasti mengerti maksud ku'' suara Maureen mati di tenggoro kan mata nya mulai memanas seakan ingin mengeluar kan sesuatu dari dalam sana.


'' hei, dengar kan aku '' bright menarik dagu Maureen untuk menatap nya '' aku miliki mu, dan kamu miliki ku''


'' papa sudah berjanji, tidak akan ikut campur dalam kehidupan ku selama aku bekerja dengan benar '' suara nya lebih lembut sekarang.


'' Bright... '' laki-laki itu tersenyum tulus, menghentikan protes Maureen.


'' mari bicara sambil duduk, oh iya. aku baru ingat ada satu benda lagi yang belum aku tunjuk kan pada mu''


Maureen mengikuti bright melangkah menuju tenda, berdiam sejenak saat laki-laki itu sudah duduk di selimut dan sibuk sendiri mencari sesuatu. bright terkejut saat Maureen tiba-tiba duduk di antara v di tengah-tengah kaki nya, memunggungi nya.


Maureen membiar kan kepala nya bersandar ke belakang pada dada bright dan mengamati bangunan di kota, lalu Bright memiring kan kepala nya, menatap wajah Maureen.


aku harus bicara sekarang ?


***


NEXT


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill


Ig : yarasary_


terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2