
bright menepati janji nya, dia datang tepat setelah Maureen selesai bekerja di kedai.
'' aku tidak menyangka kau benar-benar datang '' ucap Maureen, menduduk kan diri di sofa.
bright menatap nya, hangat '' tentu saja, aku tidak mau pacar cantik ku meragukan kepercayaan ku''
'' baiklah '' maureen tersenyum, menarik tangan bright untuk melingkar di pundak nya ''lalu? apa rencana kita sekarang ''
bright ter senyum dan mengerut kan alis, seolah berpikir untuk menjawab per tanyaan Maureen ''eemm.. bagaimana kalau ke pesta ''
'' pesta '' ulang Maureen, meyakin kan.
'' iya, Jeims mengadakan nya di club dan kita di undang ''
Maureen berhenti, berpikir sejenak. apakah di sana akan ada Oliver, dia pasti datang, tentu saja. dia juga keluarga Remirro dan mungkin memiliki banyak peluang untuk bergabung.
'' kalau kamu tidak mau pergi tidak masalah, kita bisa melakukan hal lain di sini '' bright mendekat mencium di sekitar leher Maureen.
tangan nya bergerak mengusap lutut Maureen yang tak tertutup kain dan semakin tinggi melewati paha, bibir Maureen bergetar tubuh nya keras karena sentuhan itu. dia menarik kepala bright ke atas untuk menemui bibir nya.
tapi bright berhenti, menatap mata Maureen dalam '' Oliver mendatangi ku ''
Maureen berubah tegang, dia mengeras kan rahang nya untuk tetap terlihat tenang.
'' Apa yang dia katakan '' suara nya tepat, tenang dan normal.
bright melepas tangan nya dari pundak Maureen '' dia bilang, dia datang menjemput mu waktu aku ada di luar kota dan ponsel ku tertinggal di rumah ''
Maureen menelan ludah kasar '' benar '' menunggu, apa yang akan bright katakan selanjut nya.
bright menarik nafas panjang, dan maureen merinding karena itu, apa semua nya sudah akan berakhir malam ini.
'' aku minta maaf '' Maureen berkata perlahan, air mata menyengat di tenggoro kan nya.
'' hei '' bright meraih wajah Maureen dan mengusap pipi gadis itu '' kenapa menangis?''
'' aku yang seharus nya minta maaf, karena tidak bisa ada waktu kamu butuh. maaf belum bisa menjadi pacar yang baik untuk mu ''
Maureen merasa kan sesuatu yang aneh, dia mendongak untuk menatap mata bright. mata biru nya jujur, khawatir dan salah. tidak ada kecurigaan dan menghakimi di sana.
Maureen menggeleng kan kepala '' kamu tidak marah ''
bright tersenyum tenang '' aku marah, karena bukan aku yang ada di sana menjemput mu. tapi aku akan lebih marah pada diri ku sendiri, kalau sampai terjadi sesuatu pada mu''
Maureen memeluk tubuh bright ''aku tidak apa-apa '' bisik nya
tangan besar bright, bergerak mengusap punggung kecil itu '' aku senang, kamu baik-baik saja ''
__ADS_1
Maureen memejam kan mata, Oliver tidak memberi tahu nya, dan semoga dia terus seperti itu.
'' lebih baik kita pergi ke pesta, supaya kamu terhibur '' bright berkata cerah.
'' oke '' Maureen mengusap air mata yang masih menggenang di pelupuk mata ''tapi sebelum itu, bagaimana kalau kita... ''
bright menunggu perkataan Maureen yang menggantung, tapi gadis itu berhenti dan tidak melanjut kan, melainkan menarik leher bright untuk mendekat.
bright mengerti, melihat senyum Maureen yang penuh arti '' lebih baik, setelah pulang dari pesta ''
'' ayolah, aku hanya ingin dekat dengan mu'' Maureen meyakin kan, tangan nya beraksi membuka kancing baju bright paling bawah dan memasuk kan tangan nya, dia menyentuh kulit dada bright, keras dan berotot.
'' kamu yang memulai nya ''
***
dua penjaga berdiri di luar, pintu nya tertutup rapat dan menyembunyi kan pekerjaan yang ada di dalam sana.
suara-suara, minuman, musik dan asap rokok yang tertiup dari beberapa orang.
bright berjalan memutari mobil, dan membuka kan pintu untuk maureen, penampilan nya sungguh rapi dengan rambut yang tertata, dan setelan anggun yang di padukan dengan aura sempurna seorang Remirro.
Maureen menerima uluran tangan bright dan menggandeng nya '' Apa aku pantas '' ucap nya lirih.
suasana di sana sangat berkelas, dan bukan tempat biasa menurut Maureen, gadis-gadis cantik dengan pakaian terbuka dan minim, teriakan tidak jelas juga tubuh seseorang yang tidak ada henti nya ber senggolan.
Maureen sedikit enggan untuk mengatakan nya '' aku tidak sering datang ke pesta besar seperti ini sebelum nya dan.... ''
bright mengusap lembut tangan Maureen ''ada aku '' gumam nya.
Maureen mengangguk pasti, lalu berjalan masuk dengan tangan tak lepas dari genggaman bright, benar saja, semua yang ada di sana rata-rata konglomerat yang tidak biasa.
'' Hei '' seorang gadis datang, rambut nya panjang dan ber cat ungu, dengan lihai memeluk bright seperti kebanyakan orang Amerika lakukan.
'' hai Nora '' suara Bright '' bagaimana kabar mu''
'' baik '' jawab gadis itu ceria, pandangan nya bergeser melihat Maureen, meneliti. '' ini... ''
'' oh dia... '' Bright menarik Maureen untuk maju '' Girlfriend ''
'' wow '' Nora menatap tak percaya '' siapa nama mu? ''
'' Maureen '' Maureen tersenyum canggung.
'' tunggu, kau bukan orang Italia '' Nora bertanya ramah, merangkul pundak Maureen dan berniat mengajak gadis itu berkeliling.
Maureen sempat ragu untuk melepas kan genggaman tangan nya dengan bright, tidak apa-apa. laki-laki itu seolah berkata seperti itu dengan wajah nya.
__ADS_1
'' seperti nya begitu, maksud ku. aku sejak kecil sudah ada di sini, tapi kebanyakan orang bilang kalau aku lebih mirip seperti orang Amerika '' Maureen menjelas kan dengan hati-hati.
Nora mengangguk kan kepala '' aku baru tahu bright punya pacar''
'' memang baru, mungkin sekedar empat Minggu dari sekarang ''
Nora ter senyum bukan untuk Maureen, melain kan pada orang yang sekarang sedang berdiri dengan sekitar lima meter dari mereka dengan sebotol wiski di tangan nya.
Maureen mengikuti arah pandang Nora, dan detik itu juga netra nya bertemu dengan Lensa kelam milik seseorang yang sudah menatap nya entah sejak kapan.
'' kita ke sana ''
Maureen tidak bisa menolak setelah tangan nya di tarik paksa oleh Nora, gadis itu hanya bisa membuang muka untuk tidak terpancing dengan apa yang sekarang menjalar di otak nya.
'' kenapa masih di sini '' tanya Nora yang tidak melihat perubahan orang di sebelah nya.
Oliver mengangkat sebotol wiski di tangan nya '' mereka menyuruh ku. '' Nora mendekat untuk sebuah ciuman.
Maureen melihat itu, mata Oliver tak bergeser dari nya, tenang dan tajam, menusuk hingga ke tulang. Maureen melengos, menghindari tatapan nya.
dia ingin mencari bright tapi tidak tahu di mana laki-laki itu sekarang, tempat nya terlalu luas dan sangat banyak orang yang tidak dia kenal. Rumit.
'' Maureen ''
suara Oliver terdengar mengalir kan kengerian di tubuh Maureen, gadis itu mengurung kan niat nya yang ingin melangkah pergi.
'' kalian sudah saling kenal '' Nora Bertanya bingung, menatap Oliver lalu Maureen dan kembali lagi.
Maureen mengangguk dan memaksa kan sebuah senyuman '' tidak terlalu lama '' gumam nya.
'' oh '' balas Nora '' dunia sempit ternyata ya ''
'' aku akan pergi mencari bright, kalian lanjut kan saja '' itu keputusan Maureen, lebih baik menjaga jarak dari Oliver.
'' Nora sayang, Chelsea mencari mu. katanya kau ada janji besok pagi '' ucap Oliver '' dia menunggumu di ruangan sebelah ''
'' oke aku akan menemui Chelsea '' Nora berpaling pada Maureen '' biarkan Oliver mengantar mu, dia juga akan berkumpul dengan bright di ruangan yang sama ''
Maureen menelan ludah, dia hanya bisa mengangguk setuju dan membiar kan Nora memeluk nya sebentar lalu pergi menjauh, meninggal kan maureen dan Oliver.
Berbahaya.
***
Next
terima kasih banyak, maaf kalau masih banyak kekurangan dalam kata-kata nya, biasa baru pemula.
__ADS_1
lop yu Kakak,. jangan lupa dukungan nya.