Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 23


__ADS_3

perlahan mata cantik itu terbuka, menampil kan lensa biru yang terlihat lemah tak berdaya, bright kembali menutup mata nya ketika merasakan pening yang teramat besar.


'' Maureen '' suara bright terdengar, memiringkan kepala menatap seseorang.


Maureen tertidur dengan posisi duduk di sebelah kasur di mana bright berbaring, ada sebuah kain kecil di tangan nya, dan baki berisi air di sebelah sisi kasur.


'' Maureen '' gadis cantik itu tersadar mendengar suara yang memanggil nama nya, dengan kesadaran yang belum maksimal berkumpul, Maureen terduduk tegak menatap bright.


'' syukur lah, suhu tubuh mu sudah turun ''


bright menarik tangan Maureen yang baru saja menyentuh dahi nya, mendekat kan punggung tangan itu pada bibir nya '' maaf, membuat mu harus mengurus ku untuk kedua kali nya''


Maureen tersenyum tipis, menggenggam tangan bright erat lalu membantu bright yang berusaha bangkit untuk duduk.


'' aku akan membalas nya nanti '' bright menambah kan mencium pipi Maureen sekilas.


'' tidak apa-apa, lebih baik kamu kembali istirahat, keadaan mu masih belum bisa di katakan baik-baik saja '' ujar Maureen, mengusap rahang tegas lelaki di hadapan nya.


bright tersenyum lemah '' Trims, tapi aku harus pulang sekarang, di rumah membutuh kan ku ''


apa yang harus Maureen katakan sekarang, bright baru sadar, dia tidak tahu dengan keadaan di rumah itu, kedatangan Jeims yang ingin membawa nya dan kabar buruk yang membuat Jeims meninggal kan nya.


menahan bright di rumah kecil ini untuk menjaga keadaan nya tetap stabil dari perasaan putus asa.


'' Jeims datang ke sini '' ucapan Maureen berhasil menahan bright yang ingin bangkit dari tempat tidur.


Ada kesunyian sesaat, memuncul kan suara pemotong rumput dari rumah sebelah keluarga Mayhew.


'' kapan dia datang? '' pertanyaan itu keluar dari mulut bright, dia masih sangat pucat, bibir yang biasa nya merah segar, kini putih ke biruan dan kering.


Maureen kembali menarik tangan bright ke dalam genggaman nya '' tadi pagi, Jeims datang ingin menjemput mu, tapi kau masih tidur dan dia tidak mau kamu terganggu ''


'' sekarang di mana dia '' Bright bertanya mendesak, tatapan nya gelisah ke arah luar kamar.


Maureen melempar senyuman manis '' dia ada keperluan mendesak, jadi menitipkan mu di sini, nanti Jeims akan datang lagi menjemput mu''


'' apa dia mengatakan sesuatu tentang rumah''


bright mencari kepastian, dan Maureen tahu firasat bright seperti dirinya tadi pagi, waktu Jeims memberitahu sebuah kabar yang menggetar kan jantung nya, cemas dan takut.


'' aku tidak terlalu banyak bicara'' Maureen berbohong '' Jeims hanya memberi tahu ku dia akan pergi dan kembali lagi setelah urusan nya selesai ''


Dan aku tidak tahu urusan itu urusan itu akan selesai atau lebih memanjang, karena masalah nya menyangkut dengan Tuhan !


Maureen bangkit mengambil sesuatu di atas meja belajar '' lebih baik kamu mandi, sabun mawar akan membuat mu merasa lebih nyaman ''


bright menerima tas kecil dan membuka nya, kening nya mengerut sesaat lalu kembali menatap Maureen yang sekarang juga sedang melihat nya.

__ADS_1


'' Jeims yang memberi kan itu '' ucapan Maureen menghilang kan semua pertanyaan di wajah bright.


'' kenapa kau tidak menyukai baju mu '' ujar Maureen yang memang tidak tahu seperti apa barang di dalam tas itu.


bright menarik nafas '' ini bukan baju ku ''


Maureen mengerjap lalu mengambil alih tas kecil yang ada di tangan bright, bibir nya berkedut menahan tawa, tapi semua nya meledak ketika Maureen mengeluar kan sepasang baju yang di rasa sangat indah.


Maureen masih belum bisa menahan tawa nya, melihat bayangan seseorang bright yang akan memakai baju kuning dengan motif kelinci di bagian punggung dan liris merah muda di ujung lengan tangan.


'' ayolah aku ingin melihat nya, kamu pasti sangat keren dengan ini '' Maureen menambah kan, menggoda.


bright memutar bola matanya malas dengan diri nya yang tak henti menjadi bahan lelucon.


'' terus saja tertawa '' ujar bright, suara nya penuh peringatan.


Maureen membungkam mulut nya, lalu menggeleng kan kepala tapi semua sia-sia karena setelah nya dia kembali tertawa lebih keras '' maaf, sudah cukup, perut ku sakit ''


bright benar-benar kesal di buat nya, langkah nya santai menuju kamar mandi dan melotot ke arah Maureen sebelum membanting pintu dan menyalakan shower.


senyum Maureen menghilang dengan menghilang nya bright di balik pintu, perasaan bersalah membesar di dada nya, tajam seperti es.


apa yang sebenar nya aku takut kan?


***


'' kirim kan aku mobil sekarang '' bright mendekati meja Maureen, melihat gadis itu yang sekarang sibuk mengerja kan tugas kuliah.


'' akan ku lakukan kan '' itu suara Jeims '' apa kau sudah memakai baju yang ku beli kan''


'' hmm '' bright malas membahas ini karena dia tahu, Maureen tertawa kecil mendengar itu.


'' sudah ku duga, kau pasti menyukai nya bukan, aku tahu selera mu '' Jeims memuji diri nya antusias, suara nya terdengar girang dan cerah.


bright membuang nafas cepat '' aku terpaksa''


Jeims tertawa mendengar suara penekanan dari teman nya '' maaf, aku sengaja ''


bright menjauh kan ponsel nya dari telinga ketika suara Jeims seakan ingin menghancur kan pendengaran nya '' tunggu saja ''


'' hei, ayolah aku hanya bercanda, aku ingin.... menghibur mu '' Jeims mengecil kan suara di dua kalimat terakhir.


'' sudah cukup, aku tidak tertarik ''


'' yang benar saja, kau punya sesuatu yang menarik sekarang, bro'' bright mengerti kemana arah pembicaraan mereka.


'' gadis itu, siapa nama nya... ''

__ADS_1


'' aku mau bicara dengan Adelia '' bright dengan cepat memutus ucapan Jeims, di balik sana, bright tahu Adik nya bersama Jeims.


'' baiklah ''


terdengar Jeims berbicara dengan suara gadis kecil, Suara nya lembut, menyapa bright dari telepon.


'' Hallo kak? ''


'' Adel, bagaimana keadaan papa! '' bright menjauh dari Maureen, berbicara dengan suara lirih.


Maureen melihat dari ujung mata nya, gerakan bright gelisah meski tanpa tahu apa yang mereka bicara kan, Maureen bisa menebak kalau mereka pasti memberi tahu keadaan di rumah sakit.


'' apa? kenapa baru memberi tahu ku! oh oke, beri tahu Jeims, kirim kan aku mobil secepat nya ''


bright mematikan sambungan sepihak, menarik nafas untuk menenangkan pikiran, dia mendapat kabar ayah nya masuk rumah sakit, tapi terlambat, dan itu yang membuat nya menyesal telah meninggal kan rumah tadi malam.


'' apa yang terjadi '' tanya Maureen, mendekat dan menyentuh pundak bright.


'' kau pasti sudah tahu'' ujar bright tepat sasaran '' Jeims yang memberi tahu mu''


tangan Maureen jatuh lemas, dia membuang muka, muak dengan segala nya '' benar, aku tahu saat kamu masih tidur ''


bright menarik Tengku Maureen untuk menghadap nya ''lalu, kenapa tidak memberi tahu ku, hah? ''


Maureen mendorong tubuh bright untuk menjauh '' Jeims bilang ini demi kebaikan mu''


'' tapi bukan itu yang aku inginkan'' suara bright meninggi '' dia papa ku, kau tahu, kemarin aku hampir gila memikirkan semua nya... ''


'' oke, aku minta maaf '' Maureen ikut tersulut api amarah ''aku tidak tahu apa yang kau ingin kan, aku hanya melakukan apa yang menurut ku benar dan mungkin itu yang menjadi perbedaan antara kita ''


'' aku hanya menanyakan, kenapa kamu merahasia kan kondisi papa? bukan masalah kita, seharusnya kau memberi tahu ku.... ''


'' iya, aku salah lagi, dan aku minta maaf lagi'' Maureen menangkup kedua tangan di depan dada, mata nya memanas dan suara nya mati di tenggorokan


'' Maureen ''


suara klakson mobil menyadar kan bright dan membawa nya buru-buru keluar dari rumah, meninggal kan Maureen sendirian dengan hati kecewa.


apa aku salah memilih ?


***


NEXT


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill

__ADS_1


Ig : yarasary_


terima kasih.


__ADS_2