Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 58


__ADS_3

hari-hari berlalu, setelah kejadian sebuah malam yang terasa seperti mimpi buruk, yang berhasil menggetar kan tubuh Maureen dan adrenalin nya, namun semua itu tetap berlalu dan berlanjut hidup seperti biasa.


Jecky di temukan meninggal di sebuah lorong dua hari kemudian. pembawa berita nya berkata kalau Jecky di hajar dan di rampok dalam transaksi obat narkoba yang tidak berjalan lancar.


kampus mengirim kan sebuah email, dan mengatakan bahwa akan ada guru pengganti untuk kelas-kelas nya. pacar Jecky yang hamil ditunjuk kan, menangis dalam acara berita.


tidak ada yang tahu Jecky punya masalah, tapi semua orang di kelas setuju ada yang salah tentang Jecky sejak awal.


Maureen menemukan koran berita tentang Jecky di depan rumah nya, terikat dengan pita merah. Maureen menyimpan nya di laci paling atas di lemari baju, membaca nya sebagai buku dongeng di setiap malam nya.


jauh di lubuk hati, Maureen tahu, dia tidak memerlukan nya. Oliver telah memikirkan nya di dalam otak nya dan menemukan solusi nya, seperti yang Maureen ingin kan.


seperti bagaimana Maureen tahu kalau Oliver akan melakukan nya ?


ketukan pintu datang, Maureen merapikan koran nya dan melangkah menuju pintu. memutar logamnya untuk melepas kunci, lalu membuka pintu nya.


" hai '' Sandra tersenyum begitu lebar, lalu mengetip kan mata nya.


Maureen membuka kan pintu untuk mempersilah kan nya masuk" kau sudah menemukan orang incaran mu"


Maureen bertanya tentang pria yang sempat Sandra cerita kan, soal bagaimana Sandra bisa lolos dari tugas yang tertinggal dan mendapat pujian karena seorang pria membantu nya berbicara.


'' Yap, aku baru selesai berkencan dengan nya "Sandra menduduk kan diri di sofa "lihat penampilan ku?"


Maureen meneliti dari atas ke bawah "menarik, ku pikir. tapi aku juga tidak mengerti, kenapa dia bisa begitu dekat dengan para guru? "


" oh masalah itu. dia sebenarnya senior dari kita, dan dia pintar. beberapa kali memenangkan olimpiade matematika di berbagai tempat "


" Wow" Maureen meletak kan dua kaleng minuman tanpa alkohol yang baru saja dia ambil dari kulkas " menakjub kan, bisa kah kau mengenal kan nya pada ku!"


Sandra mengangkat kaleng nya dan membuka penutup " tidak, aku takut dia terpesona dengan mu" meneguk nya, sekali.


" baiklah. aku harap kamu betul-betul menemukan pria yang mengerti dengan Keadaan mu" Maureen ikut meneguk minuman nya.

__ADS_1


" lalu bagaimana dengan mu, kamu dengan keturunan Remirro itu. apa masih bersama ?" Sandra bertanya.


" kami baik, hanya saja dia terlalu sibuk dengan pekerjaan nya " Maureen sadar diri, keturunan Remirro yang mana yang sekarang Maureen akui.


Sandra tahu dengan Bright, tapi tidak tahu dengan hubungan Oliver. terlalu tidak masuk akal untuk Maureen memberi tahu Sandra, dia mungkin saja akan menghakimi Maureen karena telah mengkhianati Bright.


Tapi bagaimana pun juga, godaan tetap menang. Maureen tetap saja tidak bisa menahan, agar tidak menyukai Oliver, tapi tubuh nya tidak bisa berbohong kalau diri nya terus tertarik dengan apa yang akan Oliver lakukan dan katakan.


" baiklah, aku hanya ingin memberi tahu mu kalau aku sekarang sedang bahagia" Sandra kembali meneguk minuman nya.


Maureen mencibir " terserah kamu "


" oke aku akan pulang, terima kasih sudah mendengar kan cerita ku"


" aku tidak pernah mau mendengar kan cerita mu, hanya saja kau yang memaksa datang dan membuat ku mau tidak mau mendengar kan nya "


Sandra mencebik kan bibir nya " ayolah, jangan terlalu jujur, itu sedikit menyakitkan, kamu tahu''


" iya aku tahu. Tapi biasa nya orang akan menyanjung siapa pun yang berkata jujur " Maureen tersenyum simpul.


Maureen mengikuti Sandra berjalan ke pintu "entah lah, belum punya rencana "


" bagaimana kalau kamu ikut dengan ku pergi ke party, sangat menyenangkan. di rumah teman ku" Sandra berhenti di ambang pintu.


" terima kasih undangan nya, tapi maaf aku tidak akan datang?" Maureen mendorong pelan-pelan tubuh Sandra agar keluar.


" ayolah manis, kau yang terbaik. janji ini pasti membuat mu senang" Sandra memohon dengan ekspresi memelas.


Maureen menggeleng " aku tidak tahu. aku pikir, Bright mungkin memiliki rencana lain, jadi aku menolak ajakan mu"


"kau tidak asik "


" bye" Maureen menutup pintu nya, setelah melambai kan tangan dan di tinggal kan oleh Sandra, tubuh nya bersandar pada pintu.

__ADS_1


Tahun Baru


keluarga Remirro pergi ke luar negeri untuk liburan, yang tentu nya Bright dan Oliver ikut menemani, mengunjungi keluarga di Amerika.


Maureen memakan makanan natal di rumah, lalu menonton acara TV tentang tahun baru, duduk di dalam selimut di sofa, seperti yang ia lakukan di tahun-tahun sebelumnya.


tapi kali ini ada yang berbeda. semua nya berubah.


sepanjang Minggu kematian Jecky adalah satu-satu nya hal yang ada di pikiran Maureen, menghantui. ia terus membaca artikel berita itu berulang kali, menaik kan volume TV ketika ada acara berita.


bagian dari diri Maureen tak percaya Oliver telah membunuh nya : bagian lain nya merasa itu sungguh tidak masuk akal.


tapi tetap saja yang Maureen miliki hanyalah kecurigaan,menunggu, setengah mengharap kan seseorang untuk menantang keputusan polisi dan menuntut jawaban.


tapi tidak ada yang melakukan nya.


pada awal nya, Maureen merasa bersalah. aku harus merasa bersalah: ketakutan bahwa dia lah penyebab kematian Jecky.


Maureen bahkan mengunjungi kuburan Jecky, sendiri, di suatu sore yang gelap dan berhujan, berdiri di depan makam nya. menunggu rasa bersalah dan sengsara membanjiri nya.


tapi sebaiknya, sekarang Maureen merasa kan sesuatu yang lain, sebuah ledakan kepuasan yang tajam.


Jecky pantas untuk mati, aku senang dia telah tiada.


pengetahuan itu menyelimuti ketakutan Maureen, sebuah jubah tebal yang terjalin dari rahasia mengerikan yang tak akan pernah bisa Maureen ceritakan.


Maureen tenggelam ke dalam nya, gembira di dalam nya, membayang kan apa yang mungkin Oliver lakukan untuk mengakhiri Jecky.


Tapi Oliver tidak akan membiarkan tangan nya ternodai. kematian Jecky sangat cepat, sebuah perkelahian yang tidak adil. tidak siap.


Maureen berharap Jecky menyesal pernah mengira, kalau Maureen hanya akan terlentang dan memberikan apa yang dia mau.


aku harap dia mati memikirkan ku!

__ADS_1


Next


terima kasih kakak...


__ADS_2