Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 11


__ADS_3

kehidupan kembali seperti semula, ruangan kosong tanpa seorang kecuali sang pemilik.


Maureen menutup pintu di belakang nya, menatap setiap inci barang-barang yang ada di dalam rumah, kaki nya mulai melangkah mendekati sofa dan duduk di sana.


'' dia pergi '' bisik Maureen, menyandar kan tubuh dengan lesu dengan mata terpejam dan nafas berhembus panjang.


aroma tubuh bright masih tersimpan di rumah nya, aroma yang mungkin tak akan lagi Maureen dengar. sesuatu yang segar seperti lemon tak berubah, masih sama dengan pertemuan pertama mereka di depan club.


suasana sunyi membuat Maureen kembali teringat pada kejadian pagi tadi, perpisahan yang paling manis di dunia.


'' aku harus pulang ke rumah hari ini ''


Maureen tertegun, terkejut dengan berita yang entah dia harus bahagia atau sedih.


di satu sisi Maureen senang bright kembali ke rutinitas kebiasaan Nya, tapi Maureen juga butuh bright.


'' kabar baik'' seru Maureen ceria.


bright tersenyum, sangat tulus dan hampir -sedih '' maaf ''


'' hei, ini kabar baik. aku juga senang dengan itu, kamu harus kembali. mereka pasti merindu kan mu '' Mauren menangkap wajah bright ke dalam tangan nya, ya tuhan apa lagi ini?


menatap intens netra biru cerah yang berkilau dan indah '' tidak '' ucap bright.


'' mereka melacak cctv dan menemukan ku, kemarin malam mereka datang atas perintah ayah. dan menyuruh ku pulang tepat waktu itu. tapi aku menolak nya''


bright meraih tangan Maureen dan menempel kan punggung tangan nya pada bibir '' aku harus berpamitan dengan mu''


Maureen tertawa masih dengan cerita seperti biasa, dalam dada hati nya seakan di remas tak kuasa untuk terus menatap lelaki di samping nya.


'' menurut mu aku orang penting, tenang lah, tidak perlu sungkan ''


'' seperti nya memang iya '' bright berkata tegas, Maureen mengerut heran dengan empat kata yang keluar dari mulut bright


'' memang iya, kenapa ? '' tanya Maureen.


'' kalau kamu orang penting untuk ku, orang yang memberi ku perasaan seorang keluarga, teman dan ibu ''


'' bright... '' Maureen memprotes lemah, usaha tidak bisa untuk melanjut kan perkataan yang sudah tersusun rapi di otak kecil nya.


rasa kasihan mendorong Maureen untuk bergerak, memeluk tubuh bright yang selama ini hanya menjadi bayangan dalam pengantar tidur Nya.


bright membalas pelukan itu, mencium dalam aroma tubuh Maureen yang mungkin untuk hari kedepan nya tidak akan pernah lagi di dengar nya.


'' aku akan merindukan tubuh hangat mu''


Maureen semakin mengerat kan pelukan , ucapan itu seakan ucapan terakhir untuk perpisahan mereka, Mauren merasa kan hidup mancung bright mengenai kulit leher Nya.


'' aku menyukai mu ''

__ADS_1


kata-kata itu terus ber putar di memori otak Maureen, tatapan bright yang seperti itu membuat Maureen ingin menangis sekencang-kencan nya, tapi se bisa mungkin Maureen tahan untuk tidak pernah menangis di depan bright.


apa lagi tidak ada alasan untuk Maureen menahannya, bright punya kehidupan nya sendiri begitu pun Maureen.


boleh kah aku berharap dia akan kembali !


***


'' permisi tuan ''


Derek mengangkat pandangan nya, melihat siapa yang datang. ternyata asisten pribadi nya, chero.


'' tuan muda sudah kembali '' lanjut chero, mempersilah kan seseorang untuk masuk.


'' pah.. ''


'' masih berani menatap papa '' Derek memotong ucapan Bright.


'' maaf '' bright berkata dan memberi hormat, dia sadar Derek terlihat sangat marah.


Derek bernafas cepat '' kenapa tidak menelfon, kamu mau kabur dari rumah, pengecut ''


bright mencoba menelan ludah yang terasa sangat susah di kerongkongan nya, dia sudah menduga kalau semua nya akan berakhir seperti ini, Derek pasti murka.


'' kamu belum membersih kan nama keluarga, tapi sudah kembali membuat kerusuhan''


'' maaf pa '' hanya itu yang mampu bright ucapan kan, bukan bright tidak bisa tegas dan bilang kalau semua yang terjadi itu kecelakaan.


'' sudah lah. ada kabar dari kuliah mu, minggu depan kamu sudah memasuki semester akhir jadi berusaha lah lebih keras''


''baik pah '' bright menjawab sopan, ingin sekali dia bertanya tapi melihat waktu seperti nya tidak tepat.


'' dan lagi '' suara Derek kembali terdengar, menghenti kan bright yang hendak melangkah, netra biru bright bertemu dengan netra biru tua milik Derek.


'' setelah semua nya selesai, kamu berangkat ke Australia dan melanjut kan perusahaan baru di sana. melihat kerja keras mu selama ini, papa pikir kamu bisa mengembang kan perusahaan papa dengan baik ''


bright ingin tak mempercayai pendengar an nya, tapi ini semua nyata Dan Derek tak membiar kan bright memotong ucapan nya.


'' ini terlalu berat pa, bright menolak. harap papa mengerti '' protes bright masih sopan dan ramah.


'' hanya itu yang bisa bikin papa memaaf kan mu, kesalahan mu tidak sebanding dengan ganjaran yang papa beri''


bright mengepal kuat, amarah muncul tapi masih bisa di tahan '' baik pah, aku terima. tapi aku juga ada permintaan buat papa ''


Derek mengangkat mata nya tertarik '' apa ?''


'' aku sudah punya jawaban yang papa minta, Wanita pilihan ku sendiri ''


'' siapa ? ''

__ADS_1


bright menarik nafas '' aku akan mengenal kan nya pada papa tapi tidak sekarang''


Derek mengangguk, menatap punggung putra sulung nya yang semakin menjauh dan keluar dari ruangan.


'' chero ''


'' iya tuan '' chero menjawab tegas.


'' selidiki wanita yang kau maksud, dan berikan data nya secara detail, siapa keluarga nya dan memiliki hubungan dengan siapa saja, yang penting jangan terlewat sedikit pun '' Derek berbicara panjang lebar menjelas kan.


''baik tuan, perintah di laksana kan ''


***


seorang gadis bersandar pada dinding kamar bright, dia sengaja menunggu kedatangan bright dengan mengunyah permen karet rasa strawberry.


bright berhenti di anak tangga terakhir " kenapa kau berdiri di situ "


Adelia mengangkat pandangan nya, melihat kakak laki-laki yang hampir satu Minggu tidak ada kabar.


" tunggu " ucap bright kembali, setelah melihat Adelia ingin melangkah pergi memasuki kamar nya yang berdekatan dengan bright.


Adelia mendengar suara langkah kaki semakin mendekat, tidak ada yang ingin Adelia bicara kan, dia hanya menunggu untuk memastikan kalau tidak ada yang terjadi dengan kakak laki-laki nya.


bright memeluk tubuh mungil Adelia dari belakang, dia dapat merasa kan Adelia kaget karena ulah nya. tapi tidak bisa di bohongi, bright benar-benar merindukan adik kecil nya.


selama ini hubungan mereka sangat baik, Adelia juga sangat manja pada bright tapi setelah kejadian waktu itu, bright tidak menyangka akan membawa perubahan sangat besar dalam diri Adelia.


'' lepas '' ucap Adelia.


Adelia berusaha menjauh kan tangan besar bright dari tubuh nya, tapi sia-sia, bright semakin mengeratkan pelukan.


'' sebentar saja, Adel, kakak rindu ''


suara lirih bright membuat Adelia terenyuh dan menetes kan air mata, jujur Adelia juga sangat merindu kan bright, dia masih sama seperti dulu yang sangat menyayangi kakak nya.


hanya saja kejadian memalukan itu membuat Adelia seakan tidak berarti, apa aku benar-benar tidak mengenal kakak ku?


bright mencium kepala Adelia cukup lama, sebelum Adelia melepas pelukan dan berlari memasuki kamar nya.


'' kau masih membenci ku, Adel? ''


NEXT


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill


Ig : yarasary_

__ADS_1


terima kasih.


__ADS_2