Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 19


__ADS_3

Rumah besar keluarga Remirro yang memiliki beberapa lantai, dengan asisten lebih dari dua puluh dan juga penjaga yang tak kurang dari lima puluh, sedang menjalan kan tugas nya setiap hari.


tuan rumah Remirro, Derek, kini sedang jatuh sakit di kediaman nya, mata nya terpejam rapat dan jiwa nya berkeliling di alam bawah sadar.


Adelia, Annette dan bright tak beranjak dan terus menemani sang ayah, sosok yang selama ini tegas dan ber tanggung jawab itu, sekarang tengah lemah tak berdaya.


tangan Derek bergerak, dan mata nya mulai terbuka perlahan, melihat itu bright yang awal nya Ter duduk di sofa, bangkit mendekati Derek.


'' papa '' suara Adelia parau, mata nya mulai berkaca-kaca. Annette mengusap lembut punggung putri kesayangan nya, tersenyum tenang ketika putri nya menatap ke arah nya.


'' Adel, mana kakak mu '' Derek berbicara lemah, tampak nya dia tak melihat bright dengan jelas karena mata yang terus-menerus ingin tertutup.


'' dia di sini pah''


bright bergerak lebih maju dan menggenggam tangan besar milik lelaki yang selama ini dia kagumi karena kebijaksana an nya. Derek kembali membuka mata dan tersenyum meski di rasa nya sangat susah, hal itu membuat bright sadar kalau dia tidak seharus nya pernah kecewa pada sang ayah.


'' ini bright pah '' ujar bright masih di batas ke normalan nya.


Derek mengambil nafas lebih dulu sebelum kembali berbicara '' tolong ya, jaga kan ibu mu dan Adelia, jangan sampai punya pikiran untuk meninggal kan keluarga mu''


bright tertawa hambar, sementara Adelia mati-matian menahan Isak tangis nya.


''papa , bicara apa? kita bahas nanti kalau tubuh papa udah lebih baik, ya '' Derek semakin tersenyum lebar mendengar penuturan putra sulung nya.


'' kamu sudah dewasa ya nak, kamu pasti bisa menjadi pemimpin yang lebih baik dari papa... ''


''pa stop, jangan bicara yang aneh-aneh'' bright menarik nafas kasar '' oke, bright cukup, tapi Adelia, Adel masih butuh sama papa ''


Dewek mulai berkaca-kaca mendengar suara bergetar putra sulung nya, Adelia memeluk tubuh bright dari belakang menumpah kan segala rasa takut nya yang muncul dengan sempurna.


'' papa istirahat ya, besok bagaimana pun cara nya, papa harus bisa lebih baik dari sekarang '' bright menyudahi ucapan nya, dan merapikan selimut tebal yang menutupi tubuh lemah ayah nya.


bright bangkit dan menarik Adelia untuk keluar, meninggal kan orang tua nya untuk memberi mereka waktu bersama.

__ADS_1


'' sayang kamu pasti kuat '' Annette menggenggam erat tangan besar milik suami nya dan mengangkat tangan itu pada bibir.


Kilauan bening menetes membasahi pipi keriput nya, melepas semua nya yang sedari tadi dia tahan.


***


bright mengantar Adelia masuk kamar, gadis itu masih belum tenang,air mata tak henti mengalir deras dari pelupuk mata nya.


" kak, papa... dia bisa sembuh kan " Adelia bertanya ragu.


bright memberi nya senyuman penenang lalu membawa gadis kecil kesayangan nya masuk kedalam dekapan hangat, mengusap rambut panjang Adelia yang terurai lurus sepunggung.


" papa pasti sembuh, dia hanya kelelahan dan melantur sembarangan " ujar bright lembut.


"kamu istirahat sekarang, jangan sampai kamu juga sakit " bright mengurai pelukan nya dan menghapus jejak air mata di pipi lembut Adelia,mengantar Adelia untuk tidur di kasur nya.


bright menarik selimut untuk menutupi tubuh kecil Adelia, berbalik untuk keluar, namun belum sempat dia melangkah Adelia lebih dulu menahan tangan nya.


bright menatap adik nya yang bangkit untuk duduk dan menatap nya "kak, aku boleh minta temenin kakak tidur "


" geser " ujar bright, Adelia menurut dan menyingkap selimut untuk bright bergabung.


bright membaring kan tubuh nya di sebelah Adelia, mengusap lembut kepala adik nya yang sekarang bersandar pada dada bidang bright.


" kak, besok aku tidak sekolah boleh kan " suara Adelia terdengar lirih dan ragu.


bright hanya bisa berdehem untuk menjawab nya, menghirup aroma strawberry ber campur vanilla yang selama ini dia rindukan, gadis kecil yang selama beberapa Minggu ini beku tak tersentuh kini kembali dengan sifat manja nya, yang entah mengapa bright sangat senang tanpa merasa risih sedikit pun.


'' kak '' panggil Adelia.


'' kenapa Adel ?''


mendengar suara lembut kakak Nya, menumbuh kan rasa berani untuk Adelia mendongak menatap wajah tampan kakak kesayangan nya.

__ADS_1


'' apa papa akan baik-baik saja ''


sulit ! bright tidak tahu harus meyakin kan bagaimana, karena di sana, di kamar besar itu, tidak bisa dikata kan baik-baik saja. bagaimana orang tua laki-laki nya seakan berwasiat untuk berpindah dunia, menuju tempat yang lebih tenang.


'' kak '' rasa takut Adelia muncul ketika bright tak kunjung membalas ucapan nya.


'' kamu tenang, papa kuat, beliau pasti bisa kuat untuk kita '' bright kembali memberi nasehat seakan dia sendiri tak punya beban.


bright menarik kepala Adelia untuk tidur, mengusap punggung nya lembut dan sesekali mencium pucuk kepala adik kecil nya.


keheningan kembali menyelimuti, membuat nya teringat hal mengerikan yang sempat terlintas di otak tanpa di minta, bayangan-bayangan yang sepenuh nya akan merubah alur dan juga jalan hidup nya, banyak nya tanggung jawab, dunia perkantoran dengan keras-keras bertumpuk tidak ada ujung nya, muslihat dengan musuh yang merupa kan masih Anggota kerabat.


bright bangkit setelah mendengar nafas teratur Adelia, menatap wajah gadis kecil itu yang terlihat lelah sehabis menangis, hidung nya masih memerah dan kelopak mata nya sembab, yang kembali mengiris luka di hati bright.


dengan langkah hati-hati bright bangkit, menyingkap selimut dan merapikan kembali, mengecup kepala Adelia cukup lama sebelum meninggal kan gadis itu yang sudah terlelap dalam alam bawah sadar nya.


bright melangkah menuruni anak tangga, tatapan nya tak sengaja melihat di mana Derek masih beristirahat, dengan sangat waspada bright melihat dari sedikit celah di pintu yang tak tertutup rapat.


ibu nya, Annette, sedang tertidur dengan posisi tidur di atas dingin nya lantai sambil menggenggam tangan suami nya.


bright tahu, sangat tidak nyaman tidur dengan posisi seperti itu, punggung nya akan sakit dan kepala terasa pening karena tidak menidur kan nya dengan tepat.


frustasi muncul mendobrak pertahanan bright, lelaki itu berjalan ke luar tak tentu arah, membawa mobil putih nya memecah keheningan malam, melewati jalan raya yang sekarang sudah sepi tak ada yang ber kendara.


kenapa semua nya harus secepat ini? tuhan, seperti nya aku tidak rela harus kehilangan orang yang sangat ku kagumi itu, aku takut.


***


Nexs


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill

__ADS_1


Ig : yarasary_


terima kasih.


__ADS_2