
'' maaf '' satu ucap yang mampu Mauren katakan, setelah menelan rasa malu yang teramat besar untuk Nya.
'' aku tidak tahu kalau kamu yang menelfon ku, chero ''
'' tidak masalah, aku juga salah, maaf Maureen ''
Maureen bernafas lega '' kenapa kamu menelfon ku, kau butuh sesuatu '' tawar Maureen.
gadis cantik itu kini sudah berada di rumah nya setelah berpamitan pada ibu dan Sandra, menduduk kan diri nya di sofa.
'' aku dapat pesan dari Tamara untuk menjemput mu, dia bilang dia tidak bisa karena harus mengurus masalah keluarga. kau tidak keberatan kan'' ucap chero menjelaskan.
Maureen sebisa mungkin untuk menerima tanpa mengeluh yang bisa membuat chero menyadari kalau Maureen sedikit kecewa.
'' aku tidak masalah. aku juga merasa tidak nyaman kalau harus merepot kan mu.. ''
'' ayolah santai saja Maureen, aku melakukan ini dengan senang hati. jangan sungkan seperti itu ''
chero memotong ucapan Maureen cepat tak membiar kan gadis cantik itu melanjutkan ucapan nya.
'' baiklah, aku... maksud ku terima kasih ''
'' oke nanti beri kabar kalau kamu sudah siap, kesatria berjubah mu akan siap mematuhi perintah ''
Maureen tertawa mendengar suara chero, dan lelaki di sana tahu meski tak melihat kalau Maureen pasti sangat manis tertawa seperti ini.
'' aku akan tutup telepon nya ''
'' silahkan, Queen Maureen '' chero masih sempat mendengar Maureen tertawa kecil, sebelum akhir nya sambung an terputus.
'' chero, kenapa kamu sangat baik pada ku,? ''
semoga ini bukan kesalahan
***
matahari mulai bergeser dari tempat nya, menampak kan langit senja yang indah dari cerah nya warna jingga.
terlihat seorang lelaki tengah bersandar di kap mobil dengan setelah rapi dan senyum indah yang menghiasi, chero. dia melakukan sesui janji nya, menjemput Maureen tepat setelah gadis itu mengirim kan pesan.
'' maaf, membuat mu menunggu ''
Maureen melempar kan senyum manis sebelum mengunci pintu dan berjalan mendekati chero. Maureen mengerjap bingung saat chero menilai penampilan nya dari bawah sampai atas dan kembali lagi.
__ADS_1
'' kau sangat manis, Maureen ''
Maureen merasa kan pipi nya memanas, merona. dan itu membuat senyuman chero mengembang sempurna.
chero membuka kan pintu mobil untuk Maureen, mempersilah gadis cantik ini masuk dan menutup pintu di belakang nya. Maureen mengamati gestur kuno yang chero lakukan sampai lelaki itu masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah nya.
'' UNIVI Oke'' chero bertanya, menyebut kan tempat yang akan mereka datangi, meski tahu tujuan nya kemana cukup untuk sekedar basa-basi.
'' tentu '' Mauren meraih untuk pengaman, tapi dengan cepat chero membantu nya tanpa di minta.
'' terima kasih ''
'' terima kasih di terima'' seperti biasa chero menikmati senyuman manis Maureen, yang sekarang sudah menjadi kesenangan nya.
chero menyalakan mesin mobil dan Mambawa nya pada jalan, memutar setir untuk membelok keluar dari kompleks perumahan Maureen.
kedua nya sama-sama diam selama perjalanan menikmati santai nya waktu sebelum memasuki jam pelajaran, hingga sampai ketika mobil di berhenti kan, Mauren menyadari ini belum sampai tujuan mereka.
'' mengisi bahan bakar '' ujar chero, ketika mata nya bertemu dengan Maureen ''tunggu sebentar ''
Maureen mengangguk kan kepala sebagai tanda setuju, mata nya bergeser mengikuti langkah chero yang mulai memasuki sebuah toko kecil tidak jauh dari mereka berada.mauren melihat chero memesan sesuatu dan berbincang dengan orang di balik konter, sesekali tertawa yang Maureen tidak tahu mereka membahas apa.
chero kembali berjalan keluar dengan dua bungkus kentang goreng dan milkshake rasa strawberry, Maureen kembali melempar senyuman manis ketika wajah chero muncul dan menduduk kan diri.
kedua nya kembali dalam keheningan yang hanya meninggal kan suara decapan makan, menikmati rasa asin dan gurih yang menyentuh Indra perasa mereka.
'' ambil kan milkshake nya'' chero memberi arahan yang membuat Maureen bergerak dan menjulur kan apa yang lelaki itu minta.
chero membuka dengan gigi nya dan menghabis kan dalam satu teguk kan, melipat kertas kentang itu dengan rapi dan memasuk kan kedalam kresek plastik, Maureen juga memasuk kan Ketika chero menjulur kan kresek pada arah nya.
'' bisa lanjut ''
'' oke'' Maureen menjawab ceria, kedua nya terlibat dalam pembicaraan mulai dari cerita chero yang sering pindah rumah sampai Maureen yang jatuh dari tangga.
'' aku juga pernah jatuh di kamar mandi, ibu ku memarahi ku tapi setelah itu dia menangis'' chero bercerita dengan antusias.
Maureen menanggapi dengan senyuman ''itu aura keibuan, tanda nya dia menyayangi mu Che ''
chero mengangguk-anggukkan kepala nya dengan senyum yang mengembang, pandangan nya tak teralih kan dari depan meski sesekali melihat ke samping.
mobil mulai memasuki area dan melaju menuju parkir, chero menekan klakson ber ulang-ulang saat mobil di depan nya menghalangi jalan merdeka.
tak lama Mobil itu ber belok dan mematuhi aturan parkir, chero kembali menjalan kan mobil nya, mencari tempat kosong untuk dia isi.
__ADS_1
Maureen tidak menyadari bahwa sepasang mata mengamati diri nya ketika keluar mobil dan ber jalan beriringan, sampai sebuah sorak kan para gadis membuat nya mengalih kan atensi.
Maureen terkejut ketika mata nya bertemu dengan mata seseorang di seberang, dia melihat tak ada sedikit pun kehangatan di sana, hanya aura dingin dan kasar, yang lain sudah tertinggal di rumah Maureen.
'' wau, bright sangat tampan, kau lihat bibir nya''
'' tidak, jangan itu, aku ingin pingsan kalau terlalu lama menatap nya ''
sebuah jeritan kembali terdengar '' aku rasa, aku lebih menyukai mata nya, cerah dan cantik, sangat elegan ''
'' ayolah kawan, kalian tidak mengamati jakun nya, aaah... itu sangat menggoda, aku harap aku bisa menyentuh nya, walau kesempatan itu sangat langka ''
'' hei hei tenang, aku calon istri nya, jangan berani bicara macam-macam ''
'' sadar, keluarga ningrat tidak mungkin mengangkat pembantu menjadi mantu nya, aku harap kau bisa mengubah pikiran mu, sebelum jatuh lebih jauh ''
Maureen menelan salivan nya susah payah, pandangan nya kembali di alih kan ke depan setelah merasa cukup mendengar pujian para gadis pada orang yang di mana dia juga berharap bisa bersama.
netra nya kembali bertemu, di sana, bright juga masih melihat Nya, tidak ada Aura pertemanan, tidak ada kehangatan, dan juga tatapan itu seakan menandakan Mauren sama seperti anak-anak di belakang Maureen, dia orang asing.
chero menyentuh pundak Maureen, membawa gadis itu pada kesadaran nya, dan Maureen melihat bright sudah tidak ada di sana.
'' kau mengenal nya'' suara chero terdengar, Heran dan bingung.
Maureen membalas nya dengan senyuman juga mulai melangkah menuju kelas, beriringan dengan chero ''orang besar, kau juga pasti mengenal nya, bukan''
'' Yap, tapi aku bukan penggemar nya ''
'' sama, aku juga bukan penggemar nya'' Maureen menoreh kan senyum kecil dengan ucapan nya barusan, sebelum akhir nya dia duduk di bangku dan berfikir.
tapi aku mencintai nya?
***
Nexs
MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.
jangan lupa follow tiktok : @shopaychill
Ig : yarasary_
terima kasih.
__ADS_1