Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 44


__ADS_3

salju telah turun sepanjang Minggu, hingga seluruh kota terselimuti putih, tapi jalan di rumah Rebecca sudah di sekop bersih. entah siapa yang melakukan itu ?


bright sudah pergi dua hari lalu, Sandra berlibur bersama keluarga nya dan linor menutup kedai makan dengan alasan yang sama.


Maureen berhenti, setengah jalan ke rumah Rebecca.


di sana Oliver terduduk di teras rumah Rebecca dengan sebuah senapan berburu. Maureen tidak tahu menahu, kenapa Oliver bisa ada di mana-mana.


'' tidak perlu takut, ini bukan untuk mu '' Oliver berkata, mendongak. seakan dia tahu dengan kehadiran Maureen tanpa melihat ke arah nya.


dia selesai membersih kan Laras nya, dan mengangkat untuk beralih memeriksa rangka nya.


'' aku punya mangsa yang menakjub kan di pikiran ku''


Maureen mendengkus, melangkah ke depan rumah '' aku kira kamu akan pergi bersama Adelia. atau Jeims ? '' dia mengangkat bahu.


'' kenapa tidak tinggal dan berlibur dengan keluarga Remirro '' Maureen bertanya santai.


Oliver tampak geli, dia mengangkat sebelah alis nya '' apa kau benar-benar tidak mengingin kan keberadaan ku? '' ucap nya, bertatap mata dengan Maureen.


'' bagaimana kabar mu, baca buku yang menarik belakangan ini ? ''


Maureen merona, menduduk kan diri di sebelah Oliver. SMS nya di mulai, sejak hari setelah makan malam di kediaman Remirro, sebuah nomor tidak di kenal, hanya satu baris kalimat:


Dan kita membuat peti, di dalam peti ini. -Fariddudin Altar.


Maureen langsung tahu itu dari Oliver, jadi dia tidak menjawab, tapi besok nya setelah jam kuliah Maureen mampir ke perpustakaan dengan alasan mencari buku untuk materi semester ini.


dia menemukan buku kecil yang usang dengan kertas menguning karena umur, buku kecil di bagian sastra klasik. membaca halaman nya dari ujung ke ujung, hingga larut malam.


setiap hari nya, akan datang kutipan dari buku sejarawan ternama. Maureen menolak untuk membalas- tapi tetap saja, dia akan mencari buku-buku itu, mengira-ngira apa yang coba Oliver kata kan pada nya- jika dia memang ingin memberi tahu sesuatu.


meski sudah tidak melihat selama berhari-hari tapi rasa nya seperti dia ada di sana, di sisi Maureen setiap malam, mengamati.


setiap kali Maureen membaca buku dan menggali makna yang terkandung dalam tulisan.dan sekarang Oliver tahu, dia tahu kalau Maureen mengikuti petunjuk nya.


'' tidak banyak '' Maureen berbohong, masih mencoba mengalah kan Nya di permainan aneh dan tak sehat ini.

__ADS_1


'' kenapa? apakah ada yang mau kamu rekomendasi kan ''


Oliver tersenyum '' Rebecca '' dia berteriak, berputar untuk melihat ke belakang '' teman mu sudah ada di sini ''


Rebecca keluar dari rumah, mengenakan baju hangat, sepatu bot, sebuah jaket tebal dan masih ada lagi '' hei '' dia menyapa, wajah nya ceria '' perfect, aku tidak menyangka kau benar-benar datang ''


'' aku tidak ada pekerjaan yang penting di rumah '' Maureen berdiri menjawab '' aku pikir akan menyenang kan bersama mu''


'' oh ayolah, aku memang senang kau bisa datang '' Rebecca menambah kan.


'' sekarang kamu bisa ikut juga ''


'' ikut kemana? '' tanya Maureen.


'' berburu '' Oliver menjawab cepat, ekspresi Rebecca berubah seolah dia melupa kan satu hal '' manusia melawan bintang buas ''


'' benar '' Rebecca mendekat ke Oliver untuk sebuah ciuman, dan Maureen terkejut bukan main. tapi sebisa mungkin dia tahan ketika Oliver melirik nya di balik kepala Rebecca.


mereka melepas, dan terlihat jelas Rebecca sangat bahagia '' Maureen kenal kan, ini. dia pacar ku ''


sungguh, jantung Maureen seakan ingin meluncur keluar dari dada. '' iya, aku mengenal nya. tapi selamat, aku baru tahu hubungan kalian''


Maureen menggeleng kan kepala'' tidak apa-apa, kalian berdua saja. kita akan bertemu lagi nanti untuk merayakan nya''


'' tidak, kamu harus ikut'' Rebecca memprotes ''aku janji, ini akan menyenang kan ''


'' aku hanya akan menggangu '' Maureen menjawab, melirik ke arah Oliver. tapi dia sedang mengenakan syal putih di leher nya dan memeriksa tas untuk amunisi.


'' tapi kamu sudah ada di sini '' Rebecca mendekat, mengambil tangan Maureen.


Maureen melihat wajah Rebecca seperti anak anjing memelas kepada nya, mata nya lebar dan penuh harapan polos '' sungguh aku berharap kau menyetujui nya, Maureen ''


'' cukup literal '' suara Oliver tenang.


'' aku ulang tahun sekarang '' kata Rebecca ''kamu tidak perlu memberi ku kado apa pun, kecuali kamu ikut bersama ku sekarang ''


Maureen tertawa '' apa memang seperti itu konsep nya? ''

__ADS_1


otak Maureen penuh ide, di bertatap mata dengan milik Oliver di atas kepala Rebecca. jantung nya mulai bertambah cepat seiring rasa ingin tahu nya tumbuh.


aku akan pergi, setidak nya ini tidak akan membosan kan, lagi pula ada bagian lain dari diri ku yang sangat ingin tahu: apa yang Oliver rencanakan ? batin Maureen.


'' baiklah '' ucap Maureen, pada akhir nya. memutar pandangan nya kembali ''tapi aku tidak berpakaian untuk masuk ke hutan ''


'' Kamu bisa pinjam milik ku '' Rebecca tersenyum cerah, meraih tangan Maureen ''aku punya banyak jaket di dalam. kau bisa memilih sesuka mu''


Maureen mengikuti arahan Rebecca, yang sekarang menuntun nya memasuki rumah.


'' jangan terlalu lama '' teriak Oliver, menggema mengikuti kepergian mereka.


'' kita tidak boleh menyia-nyia kan sinar matahari hari ini ''


Rebecca berputar dan membalas berteriak meski tak dapat melihat tubuh Oliver di dalam rumah nya.


'' sebentar, sayang. kita hanya perlu menunggu Maureen sampai selesai ''


ini tidak benar, Maureen sudah memikir kan matang-matang tentang ajakan Oliver sebelum dia tahu. kalau pacar nya adalah teman nya sendiri, Rebecca juga tidak curiga waktu Maureen mengata kan dia sudah mengenal Oliver.


tapi tetap saja, ini keputusan yang salah. seharus nya sekarang adalah waktu untuk mereka berdua bersenang-senang, seharus nya tadi Maureen menolak dan bergegas pulang mencari kesibukan yang lain.


'' sudah berapa lama kalian saling kenal '' suara Rebecca keluar, memecah kan timbunan berat di pikiran Maureen.


dengan tangan yang sudah memegang jaket tebal berwarna coklat muda, Maureen membalik kan badan '' tidak lama, kami pertama bertemu waktu aku masih bekerja di kedai makan milik linor. dan hanya saling mengingat''


Rebecca mengangguk, faham '' hei, kau sangat cantik dengan warna ini Maureen? gadis yang manis '' puji nya, Kilauan cahaya takjub terpancar dari mata kelam Rebecca.


'' kau berlebihan '' Maureen menanggapi nya dengan senyuman.


'' baiklah, kita harus cepat. sebelum Krisna akan memarahi kita '' Rebecca menarik tangan Maureen keluar kamar.


Krisna. Tunggu, apa Rebecca belum tahu dengan nama Oliver ?


***


Next

__ADS_1


terima kasih banyak, maaf kalau masih banyak kekurangan dalam kata-kata nya, biasa masih belajar. follow akun nya ya, biar ngak ketinggalan cerita baru.


lop yu Kakak,. jangan lupa dukungan nya.


__ADS_2