Hello Tuan Muda

Hello Tuan Muda
Bab 38


__ADS_3

mereka berkendara dalam kesunyian, kepala Maureen terasa pusing, cukup banyak masalah hari ini, dengan kelas dan Beverly, lampu-lampu yang membuat nya seakan ingin memejam kan mata.


hanya satu hari ini, tapi rasa nya Maureen memiliki sesuatu yang berubah, membelah terbuka dari dalam. Maureen mengepal kan tangan nya keras di sisi tubuh, membenam kan kuku nya ke dalam telapak tangan.


Oliver sampai di rumah maureen dan memarkir kan nya, mematikan mesin dan menatap Maureen ketika gadis itu melepas sabuk pengaman.


'' terima kasih '' Maureen bergumam meraih tas nya, '' untuk jemputan nya dan... ''


'' kapan pun '' Oliver menjawab ringan.


Maureen membuka pintu dan bergegas menuju rumah, mencari-cari kunci rumah di delam tas, Maureen membiarkan lampu nya mati dan sekarang suasana nya gelap.


'' Maureen '' suara Oliver terdengar jelas, nyaring di lingkungan yang sunyi.


gadis itu berbalik, melihat Oliver yang sedang berjalan santai ke arah nya, wajah nya tersamar dalam bayangan.


'' apakah ada yang aku lupa... ''


suara Maureen mati di tenggoro kan ketika Oliver yang terlalu santai terus berjalan, memojok kan Maureen ke pintu tanpa henti lalu meraih wajah gadis itu ke dalam genggaman nya.


Oliver mencium nya keras, sebelum Maureen bisa berpikir. sebelum Maureen bisa bernafas, tubuh nya menekan. tangan besar Oliver memerangkap Maureen di tempat tanpa ada kesempatan untuk melawan ketika dia mengecap dengan mulut nya, menggigit bibir bawah Maureen cukup keras untuk membuat sang gadis tersentak.


Oliver melangkah mundur, meninggal kan Maureen kehabisan nafas.


'' selamat malam '' senyuman yang Oliver perlihat kan seperti biasa, hampir tampak keji ketika dia berbalik dan berjalan kembali ke mobil.


menyala kan mesin, meluncur kembali ke jalan dan menjauh, suara nya mereda di langit malam.


Maureen berdiri di sana, gemetar, tubuh nya lemas, dan mendengar kan jantung nya berlomba.


apa yang harus aku lakukan sekarang.


***


Maureen belum memberi tahu bright tentang Oliver yang mencium nya, dia tidak akan. bagaimana pun juga dia sudah tahu pasti bright akan menyalah kan nya.


kenapa harus setuju ketika Oliver menawar kan? apa masih belum mengerti dengan peringatan waktu itu !


semua itu mungkin cuma salah satu per tanyaan yang akan bright lempar, dan masih lebih banyak lagi, kemungkinan-kemungkinan pertanyaan yang tidak bisa Maureen jawab.


lagi pula Oliver keluarga nya dan Maureen hanya lah sang pacar. tidak ada kompetisi antara siapa yang akan di percayai nya, dan lalu akan ada di mana Maureen ?


Sendirian.


Maureen tidak mau kembali tenggelam ke dalam kesunyian lagi, tidak punya apa-apa yang menjadi kan nya alasan agar bisa bertahan untuk hidup, untuk bernapas di kota ini.

__ADS_1


tanpa bright, tidak akan ada kehangatan, tidak ada kesenangan, lempar cerita dan simpatik, tidak ada tawa di antara pekerjaan dan ibu dan kelas-kelas yang menuntut tagihan.


Maureen tidak akan tahan.


untung nya bright sedang sibuk, dengan pekerjaan di kantor dan persiapan untuk lulusan tahun ini, jadi maureen bisa menghindar dari pertemuan mereka Minggu-minggu ini.


merasa bersalah : maureen berusaha sebisa mungkin untuk menjadi pacar yang sempurna, menelepon nya setiap malam, dan menjawab SMS dengan cepat.


Maureen bahkan berencana untuk memberani kan diri agar dapat hadir di perayaan kelulusan di kampus UNIVI, berdandan sebaik mungkin dan membawa nya sebuket bunga dan kue coklat dalam wadah kecil yang dia buat sendiri.


banyak orang yang datang di sana, bahkan Maureen bisa melihat banyak teman sekelas nya yang juga hadir, mungkin hanya untuk melihat.


bright menemukan Maureen, senyum nya terukir sangat indah dan Maureen membalas nya, rasa bersalah membesar, dia tidak tahu. batin Maureen.


" hei "


bright menghampiri maureen dan memeluk nya hingga kaki nya terangkat dari tanah. Maureen membalas pelukan itu dan menepuk-nepuk punggung nya. bright melepas kan.


menarik Maureen untuk sebuah ciuman '' aku merindukan mu ''


Maureen merona, malu. dan membalas ucapan Bright '' sama, aku sangat merindukan mu''


bright tersenyum tulus, lalu mencium pipi Maureen '' terima kasih sudah mau datang ''


'' tidak masalah '' Maureen menjawab ringan ''ini bukan hal besar ''


'' selamat " ucap Maureen, meraih buket dan kue coklat yang sempat dia simpan di kursi tunggu sebelah sisi tubuh nya " aku hanya bisa membawa kan mu ini "


" menakjubkan " bright berseru, lalu mencium dahi Maureen " terima kasih, kamu memang yang terbaik "


" aku hanya ingin memberi kan yang terbaik untuk pacar ku" maureen mengembang kan senyum nya.


" oh, so sweet " bright mendekat, menarik pinggang Maureen dan mencium bibir nya, perlahan dan lembut, klise.


Maureen membalas, menangkup wajah laki-laki itu dan membiar kan nya merasa nyaman, merasa kan adrenalin menjalar dengan nikmat, jantung nya berdebar kencang dan lebih terhanyut.


'' jangan hiraukan aku ''


sebuah suara terdengar, Maureen menjauh, nafas nya berat tak beraturan. di sana seseorang melangkah dengan ringan mendekat.


'' kenapa kamu ke sini '' bright bernafas cepat.


Oliver tersenyum dia menatap Maureen dengan geli '' apa papa tahu dengan yang kamu lakukan ''


'' aku akan memberi tahu nya, tenang saja '' ujar bright.

__ADS_1


Maureen menggenggam tangan bright erat, dia melihat wajah Oliver tidak bisa terbaca, laki-laki itu tersenyum dengan sorot mata yang tidak jelas.


'' kakak memang orang yang paling dermawan. aku ke sini hanya ingin menyampai kan, kalau papa mencari mu'' Oliver menjelas kan, mata nya tidak lepas dari Maureen.


'' baiklah aku akan segera ke sana '' bright menjawab, mengisyarat kan dengan mata nya untuk Oliver pergi dari mereka.


'' oke, aku tidak akan menggangu ''


Maureen merinding, dia melihat seolah Oliver ingin memberi tahu nya bahwa dia sudah melakukan kesalahan, tubuh nya panas dingin karena tegang, keringat menjalar membuat telapak tangan nya lembab.


bright menatap Maureen, terlihat jelas gadis itu sedikit tidak tenang '' aku akan mengenal kan mu pada mereka? ''


Maureen mendongak dan tersenyum manis ''jangan sekarang, beri aku waktu, setelah itu aku akan mengikuti mu''


'' baiklah, aku akan menunggu '' bright meraih tangan Maureen dan menempel kan bibir nya pada punggung tangan gadis itu.


Maureen semakin gelisah, tatapan bright terlalu tulus dan lembut bahkan senyum nya masih dia ingat saat bright sudah mulai melangkah menjauh.


'' Bright '' suara Maureen menggema di lorong yang sunyi.


bright berbalik badan, dan menemukan Maureen yang kini berlari ke arah nya, mendarat kan tangan di pundak dan mencium nya tanpa aba-aba.


bright menahan pinggang Maureen, membiar kan gadis itu yang menikmati bibir nya, merasa kan kesenangan karena perasaan Maureen tidak berubah pada nya.


bright menarik kepala nya '' aku akan menemui mu nanti malam'' gumam nya, menyelip kan rambut ke belakang telinga Maureen dan menatap netra hitam itu dengan penuh kehangatan.


'' aku berharap begitu '' balas maureen, melepas pelukan mereka.


'' aku mencintai mu, gadis manis ku '' ucap Bright.


'' aku mencintai mu '' Maureen membalas, menatap punggung tegak yang berjalan semakin menjauh dari sisi nya.


Maureen terduduk lemas di kursi, memacukan otak nya untuk berpikir cepat. Oliver datang, dia menemukan maureen, tatapan nya asing senyum nya lebih samar dari biasa.


apa yang sedang Oliver pikir, apa dia akan memberi tahu bright tentang ciuman malam itu? membalik kenyataan nya dan akan mengubah Maureen sebagai tersangka ? bagaimana ini!


***


NEXT


MOhon dukungan nya dengan like, komen, dukungan dan bintang buat yang ikhlas aja, ngak maksa. saling membantu ya kakak. lop you.


jangan lupa follow tiktok : @shopaychill


Ig : yarasary_

__ADS_1


terima kasih.


__ADS_2