How Matcha Love You

How Matcha Love You
Polos


__ADS_3

Ingin sekali rasanya Malik menghubungi Salma, bukan hanya untuk menanyakan keadaan Ibu dan adiknya tapi juga ingin mengetahui kabar Salma orang yang belum bisa dilupakannya. Namun dia menyadari keinginannya untuk tidak kembali memberi harapan pada Salma. Malik memilih untuk menghubungi Raka.


Malik meminta Raka untuk memeriksa keadaan Ibu dan adiknya. Setelah beberapa saat, Raka menelepon Malik dan menyerahkan ponselnya pada Bu Siti.


“Halo Assalamu’alaikum.”


“Wa’alaikumussalam Nak.” Sahut Bu Siti dalam panggilan telepon itu.


Bu Siti menceritakan alasan tidak bisa dihubungi. Ponsel Sarah rusak karena terjatuh dari sepeda saat dia pulang sekolah.


‘’’’’


Fiki terus menghubungi Nanda, untuk mengetahui kabar Salma. Nanda memberitahunya bahwa Salma memerlukan waktu yang mungkin akan terbilang lama untuk menerima seseorang terlebih sekarang dia masih belum melupakan Malik. Nanda menyarankan Fiki untuk berhenti, namun Fiki tetap ingin mencoba.


“Baiklah terserah kak Fiki.” Ucap Nanda dalam panggilan telepon.


“Oke, sudah dulu ya wassalamu’alaikum.” Lanjutnya mengakhiri teleponnya dengan Fiki.


‘’’’’


Gani sedang di teras rumahnya bersiap untuk pergi ke sekolah.


“Kak Raka, dari mana pagi-pagi?” Tanya Gani melihat Raka berjalan di depan rumahnya.


“Dari rumah Malik.” Balas Raka.


“Oh kak Malik sudah pulang?”


Raka memberitahu Gani kalau dia diminta Malik untuk melihat keadaan orang tuanya karena ponsel Sarah tidak bisa dihubungi.


“Ponsel Sarah rusak karena terjatuh.” Lanjut Raka.


Mendengar itu, Gani kembali masuk ke rumahnya untuk mengambil sesuatu.


‘’’’’


Di lain tempat, Nanda sedang menunggu pesan balasan dari Indra, dia mengajak pacarnya itu untuk bertemu karena sudah lebih dari seminggu Indra sibuk yang membuat mereka tidak bisa bersama.


Setelah beberapa saat, akhirnya masuk pesan balasan yang ditunggunya.


“Aku masih sibuk dengan tugas kuliahku, maaf ya nanti aku kabari kalau sudah bisa bertemu ya..” Balasan Indra.


Meski setiap hari Indra selalu memberi kabar padanya, namun rasa rindu Nanda terhadap kekasihnya tidak bisa hilang begitu saja. Nanda ingin dia selalu bertemu seperti awal mereka pacaran setidaknya tiga hari sekali seperti dulu. Namun karena kesibukkan Indra, dia pun tidak bisa berkata apa pun selain menyetujui.


‘’’’’


Salma pergi ke kampus mengurus beberapa hal untuk kelengkapan berkas kelulusannya. Saat di kampus, dia melihat Indra membawa perempuan menaiki motornya, perempuan itu tidak memakai jilbab dan nampak merangkulnya dari belakang. “Apa-apaan?” Salma terkejut melihat kekasih temannya bersama orang lain.


Salma langsung menelpon Nanda, menanyakan apakah hubungannya dengan Indra baik-baik saja.

__ADS_1


“Nan, apa kamu baik-baik saja dengan Indra?”


“Iya kenapa bertanya seperti itu?”


Salma menceritakan apa yang baru saja dilihatnya. Nanda yang mendengar pacarnya bersama perempuan lain, beranggapan bahwa itu temannya.


“Tapi perempuannya merangkul Indra dari belakang dan Indra nampak senang dengan perlakuan itu.” Ucap Salma takut temannya dikhianati.


“Sungguh?” Nanda tergetar terlebih mengingat Indra selalu menolaknya akhir-akhir ini jika diajak bertemu.


Salma menyarankan Nanda untuk bersikap seperti biasa pada Indra untuk sementara dan jika nanti ada waktu luang dia bisa membantunya untuk membuntuti pacarnya itu agar mengetahui apakah dia jujur dengan apa yang dia katakan.


‘’’’’


Sesampainya di kelas, Gani menyerahkan sesuatu pada Sarah.


“Ini, ambil cepat sebelum banyak yang melihat?” Ucap Gani karena sekarang mereka hanya berdua kelas. Teman-teman yang lain sepertinya belum datang.


“Apa ini?” Ucap Sarah setelah menerimanya.


Gani segera duduk di tempatnya saat Sarah menerima sesuatu itu darinya.


“Itu ponselku yang dulu, sekarang aku tidak menggunakannya lagi. Aku dengar dari ka Raka ponselmu rusak. Aku pikir kamu membutuhkannya untuk menghubungi kakakmu.”


“Wah terima kasih Gani, nanti kalau ponselku sudah bisa diperbaiki akan aku kembalikan.” Sarah terlihat senang.


“Eh tapi…Aku tidak hapal nomor kakakku, boleh aku memintanya?” Pinta Sarah.


“Hah?”


“Bukannya kemarin kamu meminta dariku.”


“Oh haha” Gani merasa tersentak karena sebenarnya dia langsung menghapus nomor Malik setelah mengirimnya pada Salma.


“Aku rasa, aku tidak sengaja menghapusnya.” Gani sembari melihat ponselnya.


“Benarkah? Ah bagaimana ini.” Sarah nampak berpikir.


“Aku mencatat nomor kak Malik di buku catatan, tapi aku tidak membawanya.”


“Boleh aku meminta nomormu?, Nanti kalau sudah di rumah akan ku kirimkan” Lanjutnya.


Gani menyerahkan ponselnya dan Sarah segera mengetikkan nomornya di ponsel Gani. Begitu pun dengan Sarah, dia juga meminta nomor Gani untuk berjaga-jaga kalau saja Gani lupa mengirimkan nomor kakaknya nanti.


‘’’’’


Nanda memutuskan untuk mengikuti Indra hari ini diam-diam, meski Salma menawarkan diri untuk menemaninya, namun dia memilih melakukannya sendiri. Nanda tidak ingin merepotkan temannya untuk kepentingan hubungan pribadinya ini, walaupun dia merasakan perbedaan perlakukan Indra akhir-akhir ini padanya yang sedikit berubah, namun Nanda masih berharap itu tidak seperti apa yang disangkakannya. Dia berharap perempuan yang dilihat Salma bersama pacarnya adalah keluarganya atau apa pun itu yang penting itu bukanlah orang yang spesial di hati Indra.


‘’’’’

__ADS_1


Hari ini Ibu pergi memenuhi undangan temannya, sepertinya akan kembali saat sore hari. Salma menyiapkan makan untuknya dan juga Gani karena biasanya adiknya itu akan makan setelah pulang sekolah. Setelah beberapa saat hidangan yang dibuat Salma selesai, terdengar Gani sudah pulang dan masuk ke rumah.


“Dik” Panggil Salma dari dapur.


“Iya kak” Gani datang menengok Salma yang sedang duduk di meja makan.


“Ibu pergi, sepertinya sampai sore, ayo cepat makan.”


Setelah beberapa saat Gani membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, dia segera duduk menghampiri kakaknya untuk makan.


“Oh iya aku minta nomor Malik.” Pinta Gani.


“Apa kamu langsung menghapusnya?” Tanya Salma melihat adiknya.


“Iya.”


Salma menyebutkan nomor Malik, sementara Gani mengetikkan pada kolom pesan yang akan dikirimkannya pada Sarah.


“Untuk apa kamu memintanya?”


“Sarah yang memintanya.”


Gani pun menceritakan ponsel Sarah yang rusak. Dia juga mengatakan bahwa sebenarnya dia tidak mengatakan hal jujur ketika meminta nomor Malik saat itu pada Sarah, dia beralasan yang memerlukan nomor Malik itu adalah dirinya, itu dilakukannya demi nama baik kakaknya.


“Wah bagus” Salma memuji adiknya yang peduli dengan citra dirinya.


“Ngomong-ngomong apa kamu tidak pernah tertarik dengan Sarah? Dia cantik loh.” Salma menggoda adiknya.


“Apa yang kakak bicarakan?.” Gani menjawab dengan sedikit kesal tanpa melihat kakaknya dan tetap fokus dengan makannya.


“Oh iya kakak hampir lupa, kamu kan sudah berniat untuk tidak menikahi orang di kampung sini.”


Waktu mereka masih kecil kira-kira di bangku sekolah dasar. Gani pernah mengatakan saat ada acara pernikahan antara dua orang yang sama-sama dari kampung mereka bahwa dia tidak ingin seperti itu. Menurutnya tidak ada perubahan taraf hidup jika menikahi seseorang yang sama tempat kampung asalnya.


“hahaha apa kamu ingat dik mengatakan itu?” Salma tertawa mengingat adiknya yang begitu polos dapat mengatakan hal dewasa seperti itu saat dia masih sangat kecil.


“Ingat.” Jawab Gani datar.


“Apa kamu serius dengan hal itu?” Salma masih tertawa mengingat kepolosan adiknya.


“…..”


‘’’’’’


Sebelum mencari Indra, terlebih dahulu Nanda menghubungi pacarnya itu untuk menanyakan dimanakah dia sekarang. Indra mengatakan bahwa dia sedang menghadiri acara seminar di luar kampus. Meski begitu, Nanda ingin Indra menyebutkan dimana dia mengikuti seminar itu. Indra mengatakan dia mengikuti seminar cukup jauh dari kampusnya, Nanda tetap ingin tahu apa nama tempatnya. Akhirnya Indra pun menyebutkan suatu aula yang memang cukup jauh dari kampus mereka.


Meski jauh, Nanda tetap mencoba untuk melihat pacarnya setidaknya kalau tidak bisa masuk dia bisa menyakini bahwa memang benar Indra sedang berada di sana. Setelah sekitar satu jam Nanda menempuh perjalanan dengan sepeda motornya, akhirnya dia sampai di depan aula tempat yang disebut Indra sebagai tempat dilaksanakannya seminar yang sedang dia ikuti.


Nanda menatap kosong keadaan di sana, aula terlihat sunyi dan tidak ada satu acara pun yang diadakan di sana.

__ADS_1


__ADS_2