How Matcha Love You

How Matcha Love You
Serasi


__ADS_3

Senyum Salma terlukis di wajah cantiknya, dia merasa senang melihat Malik adalah seseorang yang baru saja memanggilnya.


Salma segera menepikan motor tak jauh dari Malik.


Salma tersenyum pada Malik, mereka sama-sama merasa bahagia karena telah lama merindukan untuk melihat senyuman satu sama lain.


Malik dan Salma melajukan motor beriringan, mereka menjaga batasan dan memilih untuk seperti ini. Mengendarai motor masing-masing.


Sesampainya di tempat acara Nanda, Malik dan Salma berjalan beriringan. Mereka menuju dua kursi kosong yang tak jauh dari mereka dan berniat untuk duduk di sana. Saat telah berada di depan dua kursi itu, mereka tak langsung duduk. Malik sedikit menggeser satu kursi, agar tercipta jarak di antara mereka. Sekarang Malik dan Salma duduk berdampingan dengan jarak sekitar setengah meter.


Setelah acara lamaran selesai, Salma dan Malik beranjak untuk mengucapkan selamat kepada Nanda dan Fiki.


“Selamat.” Ucap Salma lalu memeluk temannya itu.


“Siapa dia?” Nanda berbisik di telinga Salma. Meski Salma pernah bercerita tentang Malik padanya, namun dia belum pernah melihat Malik secara langsung.


“Malik.” Balas Salma singkat, dia melepaskan rangkulannya.


“Apa?” Nanda merasa tak begitu percaya Salma bersama Malik sekarang. Nanda melihat Salma dengan tatapan penuh tanda tanya.


Salma yang melihat temannya masih belum puas dengan jawabannya tersenyum nakal.


“Oh mari kita berfoto dulu.” Ucap Nanda.


“Baiklah.” Salma segera menepikan diri berdiri di samping Nanda.


Sedang Malik, dia ingin segera pergi dan ingin menunggu Salma di luar.


“Malik, ikutlah bersama kami.” Pinta Salma yang menghentikan langkah Malik. Malik segera berdiri di samping Fiki.


Mereka berfoto, Malik dan Salma berfoto sebagai tamu layaknya pasangan.


“Kalian jangan langsung pulang, tunggu kami.” Titah Nanda sebelum Salma dan Malik berlalu di depannya.


“Siap.” Salma sembari menunjukkan jari jempolnya.


Salma dan Malik kembali duduk menunggu Nanda dan Fiki selesai menerima ucapan dari para tamu yang hadir.


“Kamu tak sibuk kan?” Tanya Salma pada Malik yang duduk tak jauh darinya.


“Tidak.” Balas Malik sembari tersenyum, meski mereka tak banyak bicara, namun kebersamaannya dengan Salma saat ini sungguh membuatnya bahagia.


“Pak Malik.”


Seseorang memanggil Malik, lalu datang menghampirinya.

__ADS_1


“Katanya tak bisa datang.” Ucap Bu Sari.


“Oh, jadi di sini acara sepupu ibu?” Tanya Malik, dia tak menyangka kalau undangan bu Sari adalah undangan Nanda temannya Salma.


“Iya.” Balas Bu Sari sembari tersenyum, dia juga nampak tak percaya dengan kebetulan ini.


Bu Sari mencoba mengingat saat melihat Salma yang duduk tak jauh dari Malik.


Setelah beberapa saat melihat Salma.


“Oh bu dokter.” Bu Sari menghampiri dan menjabat tangan Salma.


Salma segera berdiri menerima uluran tangan Bu Sari.


“Kalian pergi bersama?” Tanya Bu Siti setelah melihat Salma dan Malik bergantian.


Salma melihat Malik.


Malik mengangguk. “Iya.”


“Wah”. Bu Sari sontak berpikir Malik dan Salma merupakan pasangan. Dia tak begitu terkejut dengan hal itu, dia merasa itu wajar terlebih Malik dan Salma sama-sama memiliki paras yang menawan.


“Kalau kalian melangsungkan acara, jangan lupa undang saya.” Pinta Bu Sari menggoda Malik dan Salma.


Malik dan Salma tersenyum.


Sebagian tamu acara lamaran Nanda dan Fiki sudah pergi. Acara sudah selesai, hanya tersisa keluarga yang masih menetap di sini.


Salma, Malik, Nanda, dan Fiki duduk di satu meja. Nanda yang duduk di sebelah Salma berbisik pada temannya itu, sedang Malik dan Fiki duduk sembari menyeruput minumannya.


“Kamu serius dia Malik.” Nanda berbisik pada Salma.


Salma mengangguk sembari melihat Nanda dan tersenyum.


“Ganteng banget ya ampun” Nanda kembali ke posisi duduknya.


“Oiya, kenalin dia Fiki kakak tingkatku saat kuliah.” Salma mencoba memperkenalkan Fiki pada Malik.


Malik segera berdiri dan mengulurkan tangannya pada Fiki. “Malik.” Ucapnya.


“Ini Malik..” Ucap Salma.


“Calonnya aku.” Nanda memotong ucapan Salma.


“Apa?” Fiki meninggikan suaranya.

__ADS_1


“Maksudku aku itu aku memperagakan ucapan Salma. Calonnya Salma maksudku begitu.” Nanda mencoba menjelaskan kesalahpahaman Fiki.


“Haha.” Mereka tertawa.


Mereka terus berbincang memperkenalkan diri masing-masing. Nanda tak lupa mengatakan, kalau Salma sangat sering menceritakan tentang Malik padanya.


“Benarkah?” Tanya Malik memastikan.


“Iya.” Jawab Nanda dengan semangat.


“Kapan aku begitu.” Salma merasa malu.


“Dia bahkan menolak banyak lelaki karena kamu.” Ucap Nanda.


Malik tak henti-hentinya tersenyum mendengar Salma yang ternyata sangat bucin padanya. “Untung aku pergi ke sini.” Pikir Malik. Meski merasa bersalah karena baru datang sekarang, namun dia jauh lebih bersyukur karena hari ini dia telah mengambil keputusan yang tepat. Malik bahkan berjanji pada dirinya sendiri untuk tetap memperjuangan cintanya demi Salma. Dia sangat merasa bahagia mengetahui Salma selama ini juga memikirkannya. Malik tersenyum melihat Salma yang tersipu malu karena ucapan Nanda.


“Fiki juga salah satunya.” Lanjut Nanda.


“Nan.” Salma melihat Nanda, dia tak mau Nanda berkata begitu jujur, dia takut Fiki merasa tidak nyaman.


Fiki mengangguk dan tersenyum.


“Tak ada yang perlu dikhawatirkan.” Nanda meraih tangan Salma.


“Aku pernah merasa takut, temanku ini akan memilih terus melajang sampai akhir. Tahukah kamu Malik, dia selalu menginginkanmu. Kamu bisa lihat sendiri kan Fiki salah satu orang yang pernah dia tolak adalah sosok yang hampir sempurna. Tolong Malik jaga Salma, aku percaya Salma memilih kamu karena kamu orang yang terbaik untuknya.” Pinta Nanda, kali ini Nanda mengatakannya dengan serius.


Salma mengeratkan genggaman tangannya pada Nanda.


“Terima kasih. Tapi tidakkah sekarang saatnya membahas kalian?” Ucap Salma dengan semangat.


“Iya, aku penasaran juga dengan pertemuan kalian.” Malik mendukung Salma.


“Mereka sudah saling kenal saat masih SMA.” Salma mencoba memberitahu Malik.


“Oh..”


Mereka pun menceritakan awal pertemuan mereka secara bergantian. Nanda dan Fiki yang merupakan adik dan kakak kelas waktu SMA, Salma dan Malik dipertemukan karena satu kampung dan juga merupakan adik dan kakak kelas di bangku SD, Sedang Salma dan Fiki dipertemukan karena pernah satu kelas saat kuliah meski berbeda angkatan.


Fiki meminta nomor Malik, begitupun dengan Nanda, mereka saling bertukar nomor telepon.


“Sekarang kita juga berteman.” Ucap Nanda sembari mengulurkan tangannya.


Malik tak menerima uluran tangan Nanda, Namun dia mengangguk menandakan setuju dengan apa yang dikatakan teman baik dari cinta pertamanya ini.


Sesekali Salma dan Malik saling menatap dan tersenyum, mereka merasa bahagia. Mereka berempat terus mengobrol santai.

__ADS_1


Bu Fatma duduk di ruang tamu sembari memainkan ponselnya. Dia membuka insta story Nanda yang menunjukkan foto bersama Salma dan Malik. Bu Fatma merasakan hatinya bergetar, tak seperti biasanya yang sering marah saat mengetahui anaknya bersama Malik, kali ini hatinya bergetar karena sesuatu yang berbeda. Tanpa sadar Bu Fatma bergumam “Mereka terlihat serasi”.


__ADS_2