
Arshal mengerjap-ngerjap menatap ruangan yang tampaknya asing. Arshal mencoba berusaha duduk sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing.
"tuan,jangan banyak bergerak dulu." ucap seseorang membuat Arshal tersentak lalu menoleh kearahnya.
Adara kaget refleks mundur saat melihat tatapan tajam yang ditunjukkan bosnya.
"sedang apa kau disini?lalu ini dimana?" tanya Arshal dingin lalu ia melirik selang infus yang menempel cantik dipunggung tangannya.
"maaf tuan,tuan tadi pingsan. Saya tidak bermaksud apa apa,ini dirumah sakit tuan. Tuan bisa istirahat dulu,ka-kalau gitu saya permisi." ucap Adara sambil menyambar tasnya,lalu ia berjalan keluar.
"terimakasih." ucap pria itu pelan membuat Adara menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Arshal.
"apa tadi tuan?" tanya Adara ingin mendengar sekali lagi. Arshal mendongak sambil menghendus pelan.
Baru saja dirinya hendak menjawab, tiba-tiba ponselnya bergetar,Arshal langsung mengangkat telepon itu.
"hallo."
"....."
"Raid? dia masih menangis? badannya kembali panas??" seru Arshal sedangkan Adara terkejut mendengar nama Raid apalagi ekspresi Arshal yang begitu khawatir.
Adara melihat Arshal sudah selesai menelpon,tampaknya pria itu menghela napas berat sambil memegang kepalanya. Adara tidak tega melihatnya,entah keberanian dari mana ia berjalan kearah Arshal dan memegang kening Arshal.
Arshal terkejut langsung menepis tangan Adara, "apa yang kau lakukan??" tanyanya menatap tajam kearah Adara. Padahal dalam hatinya begitu terkejut melihat Adara dekat dengannya. Perasaannya kini kacau tidak karuan dan sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Siapa wanita didepanku ini? apa benar dia Adaraku? kalau gitu lalu siapa yang mati saat itu? Ya Tuhan,cobaan apalagi ini??. lirih Arshal memandang lekat kearah Adara yang masih menunduk ketakutan. Ia ingin sekali memeluk langsung wanita didepannya ini,namun kesadarannya membuat dirinya mempertahankan egonya saat ini. Ia harus mencari bukti dan mengungkapkan identitas wanita didepannya ini.
Adara gemetaran dan merutuki kebodohannya yang telah lancang menyentuh Arshal. Tetapi,sebagai seorang manusia biasa,ia tidak tega melihat keadaan tuannya yang tampak kacau,apalagi ia mendengar anak pria tampan itu sakit.
"tuan,maaf saya sudah lancang." ucap Adara lalu mendongak kearah Arshal, "tuan izinkan saya menjaga Raid!!" tekadnya entah datang darimana.
Arshal tertegun lalu memalingkan wajahnya, "tidak, aku tidak mempercayai siapapun." ucap Arshal dingin.
Adara menghela napas,ia berusaha untuk tidak menangis dan tidak menyerah. Yang ia pikirkan saat ini adalah Raid. Selama Arshal pergi keluar kota,saat itulah Adara sering menjaga Raid dikala Daiyan ada kendala sibuk.
__ADS_1
"tuan,maafkan saya yang terlalu memaksa. Tetapi,saya ingin menjaga Raid tuan." ucapnya lagi menyakinkan pria dingin didepannya ini.
"tidak,itu tidak perlu. Lebih baik kau pergi dari sini!" usir Arshal,ia pun langsung melepaskan selang infusnya secara paksa membuat tangannya mengeluarkan darah segar.
Adara tidak memperdulikan yang diucapkan Arshal,justru wanita itu langsung menangkup tangan Arshal dan membalutnya dengan sarung tangannya.
"dasar bodoh." ucapnya spontan tetapi sedetik kemudian ia langsung sadar dengan yang ia ucapkan membuat dirinya merutuki kekesalannya.
Sial,kenapa kau sangat ceroboh sekali Adara!!!. pekiknya dalam hati.
Arshal tersentak,lalu menarik tangannya dari Adara, "aku bisa sendiri,kau pergilah!" usirnya tetap kekeh.
Ini anak kok ngeselin kali dibilang,apa dia tidak sadar tadi sempat memelukku hah??? gerutu Adara dalam hati. Yap,sebelum Arshal bangun ada kejadian tidak terduga yang dilakukan tuannya.
#flashback On
Adara dengan tergopoh-gopoh mengikuti salah satu temannya yang juga berada ditempat Arshal pingsan tadi. Berhubung Ezra tengah diluar mengerjakan sesuatu pekerjaan membuat pria itu tidak mengetahui jika bosnya pingsan.
"terimakasih." ucap Adara saat mereka sudah tiba dirumah sakit dan Arshal sudah ditangani oleh pihak medis. Pria yang menolong tadi mengangguk,dan mengundurkan diri dari tempatnya.
"keluarga tuan Arshal?" tanya dokter tersebut. Adara bingung ingin menjawab apa,sedangkan dirinya tidak mengetahui latar belakang bosnya yang satu itu. Demi mendapat info,Adara terpaksa berbohong.
"iyaa saya istrinya." bohong Adara sedetik kemudian merutuki kebohongannya.
Mampuslah kau Adara,kau ini nekat kali kau mengatakan hal lazim itu. Siap-siap lah kau didepak tuan Arshal. gerutunya lagi.
Dokter itu terkejut dan bingung menatap Adara,ia pun tampak tidak percaya dengan wanita yang kini berdiri didepannya saat ini.
"Adara? ini kau?" tanyanya. Adara menyerngit bingung,bagaimana dokter ini tau namanya sedangkan dirinya tidak ada memperkenalkan diri.
"iyaa." ucapnya sedikit ragu.
Dokter itu lagi-lagi terkejut,ia pun menoleh kearah dalam ruangan dan mengangguk pelan.
"gimana keadaan Raid?" tanyanya lagi.
__ADS_1
Adara mengerut dahinya, "bagaimana anda tau Raid? itu kan anaknya tuan Arshal." ucap Adara membuat dokter itu bingung.
"ya ampun Ra,Raid itu anak kalian berdua." ucap Dokter menggeleng-geleng kepalanya.
Apa jangan-jangan dokter ini kenalan tuan Arshal? dari gelagat dokternya ini sepertinya iya. Waduh,lebih baik aku jujur ajalah dari pada ngawur gini. gumam Adara dalam hati,ia harus meluruskan kebenaran ini sebelum kesalahpahaman terus berlanjut.
"maaf dokter,sepertinya dokter salah tangkap dan saya minta maaf tadi berbohong kalau saya istrinya tuan Arshal. Saya hanya pegawainya saja tuan." ucap Adara pelan.
Dokter tadi menyembunyikan rasa kagetnya dan hanya diam sebentar. Sepertinya ia mencerna apa yang dimaksud Adara.
"oh maaf. Aku kira kau istrinya. Kalau begitu,bisakah kau menemaninya sebentar? aku ada urusan dengan pasien lain." pinta dokter tersebut,Adara langsung mengangguk. "baiklah,bisa."
"bagus, terimakasih yaa." ucap Dokter itu langsung melenggang pergi meninggalkan Adara dengan sejuta kebingungan.
Adara dengan ragu sekaligus gugup memasuki runagan Arshal. Tampak terlihat pria itu pucat dengan selang infus ditangannya.
"kasian sekali dia." lirih Adara menatap Arshal dari dekat. Seperti kesempatan emas,ia bersorak ria dalam hati bisa memandang wajah tampan bosnya itu dari dekat. Bisa dibilang tidak sia-sia dirinya berada disini.
"masyaAllah tampannya." ucap Adara menatap lekat wajah pria tampan itu.
Saat Adara asyik-asyiknya menatap Arshal, tiba-tiba ia dikejutkan dengan pria itu tiba-tiba memeluknya. Adara panik sekaligus gugup saat berada didalam dekapan pria itu. Harum maskulin pria itu sangat menenangkan dan hangat.
"jangan tinggalkan aku Ra. Please." lirih pria itu maish dibawah alam sadarnya. Pria itu terlihat mengigau sambil memeluknya. Adara sedikit terenyuh mendengar pria itu. Tanpa memperdulikan jika dirinya akan didepak karena ketahuan memeluk bosnya,ia pun mengerat pelukannya sambil menepuk pelan punggung pria itu.
"kau sangat luar biasa tuan,jangan bersedih lagi. Aku tidak tau apa yang membuatmu sedih,lupakan apa yang sudah hilang hargai apa yang ada,dan nantikan masa yang akan datang. Aku yakin tuan bisa melewati itu semua." ucap Adara pelan, dirinya juga tidak yakin pria ini mendengar ucapannya. Setidaknya itu cukup untuk menghibur dirinya juga.
#flashback Off
Adara tidak menyerah,ia pun tetap kekeh untuk merawat Raid yang sedang sakit, "maaf tuan,saya sebagai manusia tidak ingin Raid semakin sakit. Izinkan saya tuan menjaganya." pinta Adara membuat Arshal menghela napas pelan.
"sekali ini saja,setelah itu jauhi anakku!" sentak Arshal membuat Adara sedikit terdiam,hatinya sedikit tergores mendengar kata-kata yang kejam dari mulut Arshal,tetapi dirinya juga tidak berhak marah,toh dia bukan siapa-siapa Arshal dan Raid. Tetapi,jiwa perempuannya memaksa untuk bertemu dengan anak kecil yang tampan itu.
"baik, terimakasih tuan. Kalau begitu biar saya ambil kursi rodanya." ucap Adara langsung melenggang keluar tanpa persetujuan Arshal.
Arshal menatap nanar lalu ia menggenggam sesuatu ditangannya, "aku ingin tau siapa kau sebenarnya Adara." ucap Arshal memandang sehelai rambut Adara yang berhasil ia ambil saat memeluk wanita itu. Yap,Arshal tidak sepenuhnya pingsan. Ia dengan sengaja melakukan itu agar,bisa mencari tau siapa sebenarnya sosok wanita yang sangat mirip dengan istrinya itu.
__ADS_1
Apa benar dia Adara atau orang lain yang terlihat sama dengan istriku? kalau dia Adara harusnya dia mengenalku bukan? gumam Arshal dalam hati masih bingung dan kalut dengan takdirnya yang datang saat ini.