
Arshal hanya diam menatap sepupunya terbaring lemah dikasur dengan alat-alat yang menempel ditubuh pria itu. Entah apa yang terjadi padanya sampai dirinya koma. Almero,nama itu terpampang di papan kasur pria itu. Keluarganya kerap memanggilnya dengan sebutan Almo. Pria itu terlihat tidak berdaya dengan banyak luka. Arshak melirik kearah sepasang suami istri tergopoh-gopoh menghampirinya,siapa lagi kalau bukan kedua orang tua Almo.
"apa yang terjadi? bagaimana bisa?" lirih Beyza terkejut melihat anaknya. Ia dan suaminya berada di luar negeri,setelah mendengar berita buruk tentang anaknya mereka langsung bergegas menuju kemari.
"aku juga tidak tau Tan,mama katanya mau menyelidiki kasus ini."
"dimana Hazel?" tanya Beyza lagi.
"aku disini kak." sahut Hazel yang baru saja keluar dari ruangan bersama dokter. Ia pun menghampiri Beyza,kakak iparnya.
"apa kau sudah tau penyebabnya?" tanya Iram, suami Beyza.
"Almo diracuni dengan botulinum." ucap Hazel pelan membuat semua yang mendengarnya terkejut. Bagaimana tidak? Botulinum sangat berbahaya bisa menyebabkan otot saraf lumpuh dan mengalami sesak napas jika keracunan olehnya. Padahal botulinum itu biasanya digunakan untuk produk kecantikan seperti kosmetik dan pencegahan penuaan. Untung saja Almo ditangani cepat oleh para tim medis.
"siapa yang melakukan hal itu?!" geram Beyza tidak menyangka anaknya akan mengalami hal itu. Ia sangat sedih sekaligus marah dengan apa yang terjadi pada anak semata wayangnya.
"seorang wanita,tapi kita masih belum tau siapa dia."
"wanita? kapan kejadiannya?"
"tadi malam tepat jam dua malam. Kronologi dari saksi mobil Almo menabrak pohon,tetapi ia tidak melihat wanita didalam mobil itu." jelas Hazel lagi.
"lalu kenapa kau bilang pelakunya wanita?"
"karena aku menemukan ikat rambut didalam mobil Almo dan juga sample darah yang sekarang masih di cek dalam labor,ah bukan itu saja ada anting emas tergeletak dibawah dasbor mobil." lanjutnya sambil menunjukkan bukti-bukti yang ia dapat tadi pagi saat mengecek langsung mobil Almo.
"sialan, temukan wanita ini sekarang juga!!" seru Iram menyuruh anak buahnya mencari pemilik sekaligus pelaku yang menyebabkan anaknya koma.
Arshal hanya diam mengamati sepupunya,lalu ia meliri kearah bukti yang dipegang mamanya. Seketika rautnya mengerut mengenali anting yang tampaknya tidak asing dimatanya. Namun,ia lupa jika pernah melihat anting itu.
***
__ADS_1
Braak.
Leta tertatih-tatih berjalan menuju apartemennya. Luka dikakinya membuat wanita itu berjalan lambat.
"sial,dasar pria gila!" umpatnya lalu mengambil kotak p3k yang ada dalam apartemennya. Hanya bermodal alkohol dan perban, ia merobek celananya dan menyiram alkohol itu tepat diatas lukanya yang terbuka.
"aaakhhhh!!!" ringisnya menahan perih. Ia pun membalut lukanya dengan perban.
"sial,kakiku harus lecet gara-gara Almer sialan itu!"
#Flashback On
Leta membungkam mulutnya kesal,pria disebelahnya ini begitu dingin padanya. "cih,menyebalkan."
Almero hanya diam menatap lurus sambil fokus mengemudikan mobilnya.
Tunggu,tempat ini...**** ini wilayah Bram. Bisa terancam nyawaku kalau aku sedang bersama pria lain,Aku harus pergi dari sini. gumam Leta lagi.
"diamlah!" sentaknya. Leta dibuat kesal oleh pria asing ini. Tanpa basa-basi ia mengeluarkan suntik yang berisi botalinum dari saku celananya, lalu ia suntikkan kearah lengan Almero. Almero terkejut dengan tindakan wanita itu,hampir saja mereka menabrak pengendara lain yang berlawanan arah.
"damn! apa yang kau lakukan hah?! akhhh." desis Almero langsung mencabut jarum suntik yang masih menancap dilengannya.
Deg. Tubuh Almero mulai mati rasa,ia pun mengalami sesak napas dan tidak bisa fokus mengemudi,tidak sanggup memegang stir mobil membuat mobil yang masih melaju dengan kecepatan tinggi oleng menabrak pohon.
Bruuaak.
Tin...tin...tin...
Kepala Almero membentur stir mobil sehingga menyebabkan darah yang banyak keluar dari kepalanya. Sayup-sayup ia melihat Leta meringis kesakitan sambil memegang kakinya yang terluka akibat benturan keras yang menghantam pohon besar itu. Leta keluar dari mobil itu dan menatap Almero yang mulai tidak sadarkan diri lagi.
"rasain tuh,berani sekali kau menculikku!!" cercanya lalu ia berjalan menjauhi tempat kecelakaan. Sedangkan Almero tak lama kemudian ia pun tak sadarkan diri. Leta menjauhi kecelakaan dengan cepat sebelum warga menemukan mobil mereka. Beruntung,Leta berhasil lantaran ia menemukan para preman yang tak jauh dari ia berdiri. Leta tersenyum nakal menuju tempat para pria itu.
__ADS_1
Seluruh preman itu menatap kagum dan lapar melihat lekuk tubuh Leta. Leta yang sudah terbiasa dengan tatapan itu langsung memberikan tatapan genitnya.
"hmm ada yang bisa antarkanku pulang? kakiku lagi terluka." lirihnya membuat para pria itu tampak iba.
"biar sama aku saja." seru pria itu.
"aku saja!"
"aku!"
Cih,mereka pikir dirinya laku? aku membutuhkan mereka untuk pulang setelah itu aku campakkan sampah ini!. cercanya dalam hati.
"aduh gimana yaa?? aku jadi bingung milihnya." seru Leta pura-pura berpikir.
"cih,biar aku saja sayang,mereka itu tidak bisa membawamu selamat." ucap salah satu pria disana. Mereka terlihat menggerutu satu sama lain.
Cih,lama-lama aku bisa mati kehabisan darah disini. gerutu Leta dalam hati.
"biar aku saja yang memilih." ucap Leta menengahi mereka yang masih berdebat. Alhasil Leta memilih salah satu dari mereka untuk mengantarnya pulang,bukan pulang kerumah melainkan pulang ke apartemennya. Setelah ia diantar oleh pria itu,Leta menusuk dengan pisau yang ia curi didalam saku celana pria itu dari belakang lalu ia membuang mayat pria itu masuk kedalam parit. Beruntung,malam hari tidak ada siapapun yang melihat dirinya membunuh pria itu.
#flashback Off
"fyuuh untung saja Bram tidak ada disana." ucapnya bernapas lega sambil meminum alkohol yang ada ditangannya. Tidak sekali teguk bahkan hampir dua botol kandas ia minum sampai mabuk.
Hidup dalam dunia gelap memang sudah membuatnya tidak bisa berpikir sehat. Segala cara ia lakukan demi kesenangannya semata,apalagi dengan kehidupannya sekarang ia bisa menguasai apapun yang ia mau. Tidak perlu susah payah mencari uang hanya dengan menjual diri ia sudah banyak mendapatkan apa yang ia mau dari para pria berhidung belang.
Dirinya tidak takut melakukan sesuatu kejahatan,semua dimanfaatkan dan direncakan sebaik mungkin. Apapun situasinya, ia memanfaatkan para pria itu sesuai dengan keahlian mereka dalam menggeluti suatu bidang yang bisa sangat menguntungkan Leta.
Yap,dari kecelakaan Adara ia menggunakan Daddy sugarnya untuk menutupi bukti-bukti tersebut. Lalu saat ini ia sudah menyingkirkan orang-orang yang menurutnya sangat berbahaya. Almero,pria itu tampaknya tau seluk beluk Leta,tanpa diduga ia membawa racun berbahaya itu dan berguna disaat keadaan seperti ini.
"mungkin saja pria itu sudah mati sekarang." racaunya kembali meneguk alkohol ditangannya.
__ADS_1