
Arshal memakirkan mobilnya sembarangan dan berlari masuk kedalam rumahnya. Bi Yana terkejut dengan kedatangan Arshal membuat wanita itu mengundurkan diri dari tempat setelah ia memberikan minyak kayu putih pada Adara. Arshal mengangguk sambil berterimakasih padanya.
Arshal menggenggam tangan Adara,dan mengusapnya perlahan. "sayang,bangun." lirihnya memandang wajah Adara yang masih belum sadarkan diri.
"huft aku harus memanggil Deon sekarang!" ucapnya langsung menghubungi sahabatnya itu. Tak membutuhkan waktu lama,Deon tergesa-gesa masuk kerumah Arshal.
"sialan mana anak itu? katanya tadi darurat?!" kesalnya saat tidak melihat siapapun dirumah itu.
"apaan sih,masuk kerumah orang itu salam dulu." tegur Arshal dari lantai dua. Matanya melirik kebawah melihat Deon yang baru saja tiba.
"cepat keatas,periksa istriku sekarang!" titahnya membuat Deon terkejut.
"istri?! siapa yang kau maksud Arshal? kau menikah lagi??"
"nggak bodoh,istriku Adara."
Deon melongo, "hah? Adara? bukannya dia ke—"
"panjang ceritanya,sekarang cepat periksa istriku." sela Arshal. Deon berdecak kesal langsung menyusul Arshal.
"kenapa dia bisa pingsan?" tanya Deon setelah memeriksa Adara,ia pun mendongak kearah Arshal.
"dia melihat foto-foto ini." jelasnya langsung dimangut-mangut oleh Deon.
"sebaiknya jangan dipaksa dulu dia mengingat semua itu. Aku tau kau ingin Adara mengingat kembali kalian,tapi kalau memaksanya untuk mengingat bisa berakibat fatal nanti. Aku sarankan kau biarkan dia beradaptasi dengan lingkungan dirumahmu,siapa tau ada pemicu yang bisa membuat dia ingat kembali." terang Deon lalu ia membereskan alat-alat kedokterannya,ia pun beranjak dan menepuk pelan bahu Arshal.
"sabar yaa."
Arshal sekilas melirik kearah Adara,dirinya begitu menyesal memaksa kehendak untuk membuat Adara ingat tentang dirinya. Ia pun menghela napas kasar lalu berjalan keluar kamar. Deon yang melibat sahabatnya keluar,ia pun mengikuti dari belakang.
"cepat kasih tau aku,bagaimana dia bisa disini?" tanya Deon penasaran. Jiwa keponya mulai memberontak ingin mengetahui kehidupan Arshal.
"aku lagi nggak mood sekarang,pulanglah." usir Arshal dengan muka datarnya. Ia tampak terlihat lesu dan tidak bersemangat.
"aku tidak akan pulang,sebelum kau menceritakan semuanya. Kau perlu meringankan beban dipundakmu bro. Yaah walau aku nggak bisa bantu semuanya,setidaknya aku mengurangi beban pikiranmu dengan cerita." terang Deon lagi.
Arshal pun akhirnya menceritakan semuanya pada Deon, Deon pun menepuk pelan punggung Arshal.
"jangan nyerah,kau bisa tuh. Tapi perlahan-lahan Arshal,jangan nancap gas semua." ucapnya sedikit memperingatkan.
Tiba-tiba ponsel Arshal berbunyi dan ia pun merogoh saku celananya mencari ponselnya itu. Ia pun terkejut sang mama menelepon dirinya,membuat Arshal langsung mengangkat telepon itu.
"assalammualaikum haloo maa?"
__ADS_1
"wa'alaikumsalam nak,kamu tinggal dimana?"
Arshal menyergit bingung,kenapa tiba-tiba mamanya menanyai tempat tinggalnya, "kenapa memangnya maa?" tanya Arshal lagi.
"kami udah sampai nih di bandara, rencananya mau pakai taksi kerumahmu eh tapi mama sama papa nggak tau tempat tinggalmu." jelas Hazel.
Deg.
Oh tidak mama sama papa kesini. Sial,mereka belum boleh tau keberadaan Adara dulu. Sebaiknya aku sembunyikan saja Adara dirumah Batsyua.
"halo nak,kamu masih disana kan?" panggil Hazel lagi karena tidak mendapatkan sahutan dari anaknya.
"eh,dengar kok maa. Biar aku jemput aja mama disana. Mama tunggu bentar."
"eh kamu nggak sibuk sayang?"
"lagi nggak kok maa,tenang aku yang jemput mama nanti." elaknya membuat Hazel mengalah.
"ya sudahlah,cepat kesini yaa." seru mama langsung mematikan telepon sepihak.
"damn! aku harus gimana ini?" gerutu Arshal lagi. Ia pun segera menghubungi sekretarisnya untuk datang kesini.
"Batsyua,cepat kesini." panggilnya langsung mematikan teleponnya. Deon yang melihat gusar dan resah yang muncul diwajab Arshal membuatnya penasaran.
"kenapa kau gelisah kayak gitu?"
"kau tidak ingin mereka tau tentang Adara dan Raid dulu? tenang bro,kau kan ada saudara kembarmu. Suruh aja mereka ngungsi dulu di apartemen miliknya.
"ck,ku kira kau yang sukarelawan membantuku. Ternyata kau menumbalkan orang lain."
"hehehehe,aku ini tidak ingin digebukin tetangga karna membawa istri orang dan anaknya kerumahku. Bisa gawat nanti,mending istrimu bersama Daiyan. Aku rasa itu tempat yang aman sementara waktu." saran Deon. Arshal tampak berpikir sejenak lalu mengangguk setuju dengan saran yang diberikan Deon.
"ya sudah,aku akan menghubunginya."
"nggak perlu,sudah aku bilang kedia." ucap Deon bangga. Deon melirik kearah seseorang yang bersandar di dinding tepat di belakag Arshal. "nah tuh orangnya,berdiri manis menunggu kita." tunjuk Deon kearah Daiyan yang dari tadi tegak mendengar pembicaraan mereka.
"kau? sejak kapan kau datang?"
"sejak seseorang bilang darurat,dan kurang ajarnya dokter sialan ini malah menyeretku kedalam masalahmu." ketus Daiyan menatap tajam kearah Deon.
"ya ampun maaf teman,aku kan mencari solusi dari yang terbaik. Nah ini adalah solusi yang terbaik untuk kita semua."
"untuk kau saja,bukan untuk kita." ketusnya lagi langsung disambut kekehan oleh Deon.
__ADS_1
"oh ayolah,kau itu kan paman dadakan Raid,pasti bisa dong jagain Raid serta kakak iparmu yang cantik itu."
Arshal langsung memukul keras kepala Deon.
"woii sakit!!" desisnya sambil memegang kepalanya.
"jangan pernah memuji istriku,hanya aku yang boleh memujinya." ucap Arshal dingin.
"ish dasar bucin." gerutu Deon. Tidak habis pikir melihat pria yang sejak kejadian kecelakaan yang dialami istrinya itu berubah menjadi pria dingin. Tetapi,Deon bersyukur setidaknya sahabatnya itu sudah mulai kembali seperti dulu.
Daiyan melangkah menuju mereka, "hei Arshal. Jika mama bertanya aku ada dimana,apa yang harus kujawab?" tanyanya pelan.
"Ya pandai-pandai lah bodoh. Masa itu aja nggak bisa." bukan Arshal yang menjawab melainkan Deon. Daiyan melempar cemilan ditangannya kearah dokter sialan itu.
"ops nggak kena,tapi makasih cemilannya bro." ledeknya sambil membuka bungkusan cemilan itu dan mengunyahnya.
"tunggu." Daiyan menyadari sesuatu yang janggal,membuat Arshal dan Deon menoleh kearahnya.
"apa?"
Daiyan celingak-celinguk mencari seseorang,"dimana keponakan mendadakku?" tanya ya seketika Arshal teringat dengan anaknya begitu juga dengan orang tuanya yang kini tengah menunggunya di Bandara.
"shi*t aku lupa jemput mereka." umpat Arshal langsung berlari mengambil kunci mobil ke kamar.
"Daiyan kau jemput Raid di kantorku dan—" ucapan Arshal berhenti saat mendengar suara istrinya dikamar. Ia pun langsung bergegas menemui istrinya.
"hmm tuan?" gumamnya masih mengerjap-ngerjap melihat sekitarnya. Adara perlahan-lahan duduk sambil bersandar di sandaran kasur.
"saya kenapa bisa ada disini?" tanya Adara pelan menatap ketiga pria yang tengah menatapnya.
"ah,kau tadi pingsan Adara. Jadi kau baru terbangun disini." ucap Arshal seketika membuat Adara teringat.
Astaga,tadi aku hanya melihat foto bukan? ya ampun semoga foto album itu tidak ketahuan sama tuan. gumamnya cemas.
"dengar Adara,aku minta tolong." ucap Arshal serius menatap dirinya. Adara menoleh kearah Arshal, "ada apa tuan?"
"apa kau bisa menginap di apartemen Daiyan bersama Raid? aku ada keperluan penting dengan klien." ucap Arshal pelan.
Adara sedikit bingung,tetapi dirinya tidak berani bertanya. "hmm baiklah tuan." jawabnya. Apapun itu,ia akan selalu menurutinya.
Syukurlah Adara tidak banyak tanya, maafkan aku sayang. Aku belum bisa memberitahu tentang mu pada orang tuaku sebelum kau ingat kembali. gumam Arshal dalam hati.
"ya sudah,pergilah bersama Daiyan dulu. Ah iya tolong sekalian jemput Raid diperusahaan. Aku ada urusan sebentar." pamit Arshal sambil mengusap kepala Adara pelan lalu melenggang keluar dari kamar.
__ADS_1
Adara tertegun dengan perlakuan Arshal,jantungnya berdegup kencang dan ia yakin pipinya saat ini merah merona.
Deon yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis begitu juga dengan Daiyan. Hal sesederhana yang dilakukan Arshal bisa membuat seorang wanita tertegun. Perempuan itu begitu istimewa,jika ada laki-laki yang menyakiti hati perempuan berarti dia adalah orang terbodoh yang pernah ada. Deon berharap ia juga dipertemukan dengan wanita yang baik seperti istri Arshal atau bahkan yang lebih dari Adara.