
"Arshal kita mau kemana?" tanya Adara melihat jalannya tidak mengarahkan kerumah,melainkan kesuatu tempat. Arshal tidak menggubris istrinya,dirinya hanya diam sambil fokus menyetir.
"Arshal kalau kau tidak menjawab aku akan melompat dari sini." ancam Adara.
Sontak Arshal langsung mengerem mendadak. Adara dalam hatinya bersorak puas karena ancamannya sangatlah manjur untuk dicoba.
"jangan lakukan aneh-aneh Adara." kesal Arshal lagi.
"sekarang katakan,kita mau kemana?"
"ke villa." ucapnya singkat padat dan dingin. Ia tampak tidak ingin berbicara dengan istrinya. Sudah lelah pikirannya untuk memikirkan bagaimana cara agar istrinya mengingatnya kembali. Tetapi,jika dirinya tidak berusaha mungkin ia akan semakin jauh dengan Adara,dan ia tidak mau terulang kembali.
Adara bungkam,lalu melirik kearah luar. Tampak pantulan bayangan Arshal muncul dikaca jendela mobil. Adara menghela napas sejenak,hatinya begitu sakit harus mempercayai siapa sekarang.
Leta,kakak tirinya itu tak henti-hentinya menganggu ketenangannya. Disaat perasaan suka muncul ditambah pria itu mengaku jika ia adalah suaminya langsung dihadang dengan perjodohan yang dibilang Leta.
"Arshal,aku ingin bertanya sesuatu." ucap Adara menoleh kearah Arshal. Arshal melirik sekilas kearah istrinya, "ada apa?" tanyanya.
"apa benar kau dijodohkan dengan wanita lain?" tanya Adara.
Ciit.
"Arshal apa yang kau lakukan?!" sentak Adara terkejut saat dahinya membentur dasbor. Diliriknya tajam kearah pelaku yang membuat dahinya memerah.
"kau tau dari mana?" tanya Arshal balik. Pertanyaan itu bukannya membuat hati Adara puas melainkan bertambah curiga dan membenarkan ucapan Leta tadi.
"berarti kau memang akan segera menikah kan?"
"tidak,aku tidak akan menikah dengan siapapun kecuali kau." ketusnya dingin.
"siapa yang membuat perjodohan itu?"
Arshal menghela napas, "huft,orang tuaku." jawabnya.
Mata Adara membulat sempurna,padahal dirinya kemarin baru bertemu dengan orang tua Arshal. Bahkan mama dari pria itu malah menyambutnya dengan suka cita,jika mereka tau kenapa mereka menikahkan lagi anaknya?
"kita baru ketemu orang tuamu kan kemarin,kenapa mereka masih ingin menjodohkanmu dengan yang lain?" Adara berusaha sekuat mungkin agar air matanya tidak jatuh.
"karena mereka baru tau kalau aku sudah menikah bahkan punya anak. Perjodohan itu sebelum mereka bertemu denganmu Adara. Tunggu sebentar,jangan bilang kau marah denganku karena masalah ini?' tebak Arshal.
Pantas saja,gelagat istrinya begitu aneh ditambah ia sangat marah keluar dari restoran tadi. Arshal pun menyerngit heran saat itu, perasaan gadis itu sebelum ke toilet baik-baik saja namun saat keluar dari toilet wajah istrinya seperti singa yang ingin menerkam mangsanya.
__ADS_1
Adara diam tidak menjawab,ia hanay menatap kearah Arshal.
"katakan padaku,dengan siapa kau berbicara tadi di toilet?" tanya Arshal penasaran.
"kenapa ingin tau? kau ingin bertemu dengannya kan?" cibir Adara membuat Arshal berdecak kesal.
"ck,aku bertanya saja. Lagian tidak ada yang menggantikan posisimu dihatiku." ucapnya mulai gombal. Runtuh sudah pertahanan Adara saat mengetahui dirinya begitu istimewa dihati Arshal. Namun,ia tersadar lagi dan menggeleng pelan untuk tidak mempercayai laki-laki didepannya ini.
"kenapa kau menggeleng?" tanya Arshal bingung. Padahal sebenarnya ia tahu jika istrinya tersipu malu dengan ucapannya tadi. Tidak disangka istrinya masih sama seperti yang dulu hanya saja dirinya tidak ingat tentang Arshal.
"ti-tidak ada." jawab Adara gugup. Arshal terkekeh pelan tanpa sadar ia mengacak-acak rambut istrinya.
Adara terdiam membuat Arshal tersadar dengan tindakannya tadi, "ah,maaf." sesalnya. Adara hanya mengangguk pelan dan Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka tadi.
***
"brengsek semakin berani dia!!!" umpat Leta mengingat keberanian Adara melawan dirinya. Padahal selama ini Adara selalu takut dan tunduk padanya.
"sial,aku sudah ketinggalan langkah,harus cepat-cepat buat rencana." gusarnya mengusap wajahnya kasar.
"cih,tapi rencana apa yang harus kulakukan?!" frustasi tidak mendapatkan ide,ia pun bergegas keluar apartemennya. Awal tujuannya ingin ketempat bar untuk menenangkan dirinya,tetapi ia melihat seseorang yang menarik.
"hmm kebetulan yang sangat bagus." gumamnya tersenyum smirk. Dengan langkah perlahan-lahan ia berjalan mendekati Ezra yang memasuki cafe diseberang sana.
"maaf,anda siapa?" tanyanya sopan.
"masa kau tidak tau sih,aku Leta yang memberikanmu kartu namaku. Padahal aku menunggu kau untuk menelponku."
"eh iya maaf,silahkan duduk." ucap Ezra mempersilahkan Leta duduk. Walaupun matanya terlihat risih dengan pakaian terbuka Leta,ia hanya berusaha menatap wajah wanita itu.
"apa kau tidak kedinginan?" tanya Ezra melepaskan jaketnya. Leta tersenyum miring,ia tahu kenapa Ezra melakukan hal itu.
"tidak perlu,lagian aku tidak suka memakai jaket." ucap Leta sambil memutar-mutar sendok ditangannya.
"kau disini sendiri?" lanjutnya membuat pria itu mengangguk.
"iyaa,kenapa?"
"apa kau tidak punya pacar?" tanya Leta mengorek kehidupan pribadi sekretaris dari Arshal itu.
"hmm maaf sepertinya itu masalah pribadi saya." tolaknya enggan memberitahu.
__ADS_1
Leta menghendus pelan lalu menatap Ezra yang terlihat sok alim. Dapat ia lihat jika pria itu sesekali melirik kearah dadanya.
Cih,munafik.
"tidak apa,anggap saja aku ini teman curhatmu. Siapa tau aku bisa membantumu." ucap Leta pelan walaupun terdengar sedikit memaksa.
"tidak,tapi aku menyukainya." Ezra sepertinya butuh teman curhat untuk masalah percintaannya.
"wow sepertinya menarik,siapa wanita itu?" tanya Leta lagi.
"hmm Adara,aku sangat menyukainya. Bahkan dari kuliah dulu,aku menyukainya." ucap Ezra mengingat-ingat pertemuannya pertama kali dengan Adara.
Mata Leta membulat sempurna, "Adara? nama yang bagus." puji Leta tetapi dalam hatinya begitu mengumpat adik tirinya itu banyak dicintai oleh pria,padahal dirinya lebih cantik daripada Adara. Seketika ada ide cemerlang yang terlintas diotaknya.
"kau ingin bersamanya?" tanya Leta lagi.
Ezra mengangguk cepat, "bagaimana? bagaimana? Adara sekarang susah dihubungi." lesunya.
"tenang saja,aku akan membantumu untuk bertemu dengan Adara,ah sampai kalian nikahpun aku akan menemani kalian." tawar Leta tersenyum dengan misterius.
Ezra tampak berpikir, "emangnya kau bisa lakukan apa untukku?" tanya Ezra bingung sekaligus heran. "apa kau tau Adara yang ku maksud siapa?" tanya Ezra heran.
Leta terkekeh pelan,mangsanya sudah masuk perangkapnya. Ia pun menopang dagunya menatap lekat pria itu, "aku tau,dan dia adalah saudara tiriku." serunya membuat pria itu terkejut.
"hah? sejak kapan Adara itu ada saudara?"
"hei apa dia tidak pernah cerita apapun tentangku? ckckck dia memanglah yaa."
"tapi kau serius ingin mendekati Adara?" lanjutnya lagi langsung dianggukan oleh pria itu.
"iyaa,Karna aku menyukainya." ucap Ezra lagi. Entah keberapakalinya pria itu menyatakan perasaannya.
"tapi sayang,dia sudah direbut orang." ucap Leta menunjukkan wajah lesu.
Deg.
"maksudnya? dia sudah ada pacar?" tanya Ezra pelan. Leta yang melihat raut gusar Ezra tersenyum smirk.
"iyaa,dan kau tau dia pacaran dengan siapa?" Ezra menggeleng pelan.
"dengan bosmu, Arshal." sahut Leta.
__ADS_1
"apa? tuan Arshal?" lirihnya terkejut menunduk tanpa menyadari jika Leta tersenyum puas melihat reaksinya.
Aku jadi tidak sabar akan seperti apa nantinya, ckckckck malang sekali nasibmu Adara,kali ini tidak akan kubiarkan kau bersama Arshal. batin Leta.