
"tuan,tuan anda baik-baik saja kan?" tanya Adara menggedor pintu kamar mandi. Ia sedikit panik melihat tuannya terburu-buru ke kamar mandi. Tepat saat Adara ingin membuka pintunya lagi,Arshal langsung membuka pintu itu.
"tuan anda baik-baik saja?" tanyanya cemas.
Arshal mengangguk,lalu duduk di tepi kasur memandang makanan yang ada diatas nakas. Ia langsung mengambil makanan itu dan membuangnya kedalam tong sampah. Adara sedikit kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh bosnya.
"ada apa tuan? kenapa anda membuangnya?" tanya Adara pelan.
Arshal terdiam sebentar,tidak mungkinkan ia bilang jika makanan itu sudah dicampuri barang haram. Kalau ia mengatakan yang sebenarnya malah membuat wanita itu sedih. Terbukti saat wanita paruh baya tadi memberikan makanan padanya membuat Adara terharu. Arshal sedikit merasa kesal karena melihat kepolosan Adara yang tidak mengetahui jika orang disekitarnya mempunyai rencana buruk untuknya.
Arshal lalu melirik kearah jendela kamar Adara,ia pun menoleh kearah Adara. "ayoo." ajaknya tanpa permisi ia menarik tangan Adara keluar melewati jendela.
"tu-tuan apa yang anda lakukan??" tanya Adara bingung,ia tidak habis pikir melihat tingkah laku tuannya. "Adara,apa yang lamunkan lagi? ayok." ajak Arshal yang sudah berhasil keluar,Adara mau tak mau ia pun ikut Arshal.
Arshal mengendap-endap keluar dari rumah. Ia tak lupa menyuruh Adara tetap diam dan tidak banyak bertanya. Arshal dapat melihat ada sebuah mobil yang terlihat mewah berhenti tepat di depan rumah Adara. Arshal semakin yakin jika ada kaitannya dengan barang haram itu dengan mobil mewah itu.
"sudah kuduga." gumam Arshal mengintip seseorang yang keluar dari mobil dengan beberapa pengawalnya. Ia pun tampak berkelas dan cukup berbahya.
"itu siapa? kenapa mereka kerumahku?" bisik Adara.
"jangan berisik,kau bisa membuat kita ketahuan." gerutu Arshal. Adara sedikit cemas memandang para pria yang terlihat menakutkan itu. Apalagi,bibinya ada didalam membuat perasaan gelisah yang dirasakan Adara.
"mana dia?" tanya pria paru baya sambil menyesap rokoknya.
"di-dia ada didalam." ucap bibi Elnara sedikit ketakutan.
"tu-tuan saya harus kesana." ucap Adara tetapi ditahan oleh Arshal.
__ADS_1
"apa kau sudah gila?! kau tau itu adalah pria mata keranjang. Dia mengincar mu!"
Adara mengerutkan keningnya. "mengincar saya? untuk apa?"
"cih,jadi wanita malam." ketus Arshal membuat Adara terkejut mendengarkannya.
"apa?? tuan tidak mungkin. Itu sangat tidak masuk akal." tolak Adara tidak mempercayai ucapa Arshal.
"terserah kalau kau tidak percaya. Tapi,lihatlah dulu." ucap Arshal. Mau tak mau Adara pasrah mengikuti perintah tuannya.
Deg. Mata Adara membulat sempurna saat melihat Leta bergelayut manja dengan pria paruh baya itu.
"what? Le...ta?" ucapnya lagi tidak percaya menatap kakak iparnya sendiri. Pasalnya walaupun kakaknya itu sangat jahat padanya,ia tidak pernah melihat Leta berkelakuan diluar batas.
Leta terpaksa harus melayani pria itu karena Adara tidak ada dikamar. Wanita itu begitu kesal dan marah, rencana yang ia buat tidak berhasil. Alhasil ialah yang harus berhadapan dengan pria yang mempunyai kekuasaan tinggi ini atau jika menolak dirinya akan dibunuh.
"ya ampun om,anda tampan sekali." puji Leta manja,tanpa rasa malu ia memakai baju kurang bahan itu dan memperlihatkan tubuhnya terekspos jelas.
Arshal tidak menjawab pertanyaan Adara,ia justru menarik tangan Adara ikut bersamanya. Adara sedikit memberontak ingin dilepas,ia masih mengkhawatirkan bibinya yang masih didalam sana.
"apa kau mau cari mati? tenang saja para pria bejat itu tidak akan mengganggu bibi mu." ucap Arshal dingin,ia begitu kesal mengingat ucapan wanita gila itu.
Istriku begitu polos dan lugu. Sampai-sampai dia tidak tau siapa yang tulus siapa yang tidak,aku tidak bisa membiarkanmu dalam masalah Ra. Akan ku buat kau terikat lagi dan tidak bisa kabur kemanapun. tekad Arshal dalam hati. Sampai didepan mobilnya,ia pun dengan cepat memasukkan Adara kedalam mobil. Begitu Adara sudah berhasil masuk,barulah dirinya duduk dikursi kemudi.
"tuan kita akan kemana?" tanya Adara bingung,masih terlihat jelas raut cemas yang muncul diwajahnya.
"mau ke hotel,kita akan melakukan apa yang mereka lakukan tadi!" ucap Arshal dengan asal. Ia begitu tidak mood menghadapi wanita disampingnya ini yang terus-terusan bertanya.
__ADS_1
Adara ketakutan memundurkan badannya membentur pintu,Arshal yang melihat itu hanya tersenyum tipis, "kenapa? takut?"
"tu-tuan saya mohon jangan apakan saya." lirih Adara begitu ketakutan. Kini seluruh tubuhnya menggigil dan ia memejamkan matanya tidak berani menatap pria disampingnya.
Ciiiit.
Arshal langsung mengerem mendadak,ia begitu terkejut melihat reaksi yang ditunjukkan Adara. Padahal dirinya tadi hanya sekedar menjawab asal dan tidak melakukannya dengan sengaja.
"hei! hei Adara! kau kenapa??" tanya Arshal cemas. Adara tidak mendengar apapun yang dikatakan Arshal. Dirinya malah teringat kejadian dua bulan yang lalu,yang hampir membuat dirinya diperkosa. Adara saat itu begitu takut dan berharap siapapun yang menolongnya,namun keberuntungan tidak berpihak padanya.
Dengan segala upaya cara,ia berhasil lolos dari kejaran preman gila itu. Semenjak kejadian itu,ia sedikit ketakutan bertemu dengan pria yang menakutkan. Apalagi jika ada yang bilang padanya tentang hal yang sensitif itu membuat dirinya menggigil hebat.
"Adara!!" panggil Arshal lagi. Serius ini bukan lagi bercanda,Arshal begitu syok tidak tau harus berbuat apa untuk menenangkan wanita dihadapannya ini. Arshal langsung menangkup wajah Adara yang masih begitu ketakutan dan banyak bercucuran keringat.
"Adara Aurelia! tenang!" ucapnya sambil memeluk paksa Adara.
Adara menangis sesenggukan,tetapi dirinya begitu terkejut saat dipeluk Arshal. Begitu hangat dan nyaman saat memeluk pria ini. Tanpa ia sadari,ia malah membalas pelukan Arshal dan semakin mempererat pelukannya.
Adara langsung menangis pecah tanpa mengingat jika dirinya kini malah menangis dihadapan orang yang ia sukai. Setelah satu jam Adara menangis,akhirnya wanita itu tertidur pulas dibaju Arshal. Arshal tersenyum tipis sambil merapikan posisi tidur Adara. Tak lupa ia memasang seltbelt pada Adara.
"cantik," ucap Arshal pelan tanpa izin dari siempunya pemilik. Ia pun mengecup sekilas bibir Adara.
maaf,soalnya bibirmu sering terlihat menggoda. gumam Arshal senang, setidaknya ia mendapat semangat tubuhnya untuk mengendarai mobil menuju apartemennya.
Sampai di apartemen,Arshal menggendong Adara menuju kamarnya ralat kamar mereka berdua. Arshal dengan hati-hati membaringkan Adara di kasur dan sekaligus menyelimuti wanita itu. Setelah semua beres,barulah dirinya membersihkan diri.
Arshal ikut berbaring disamping istrinya. Terbesitlah ide licik diotaknya yang jenius itu. Arshal dengan cepat mengambil ponselnya dan merekam seolah-olah Adara memeluk dirinya. Ia pun meletakkan tangan Adara dibahu dan tangannya yang satu lagi di bagian pinggang. Setelah beres barulah ia memotret.
__ADS_1
ceklek.
Arshal tersenyum, "kena kau." gumamnya sambil tersenyum seringai memandang hasil jepretannya.