I'M Behind You,Arshal

I'M Behind You,Arshal
Bab 26


__ADS_3

Matilah aku. umpat Adara dalam hati,situasi saat ini sangatlah tidak bagus. Dimana dirinya saat ini berada dalam pelukan sang bosnya,disisi lain ia sangat senang tetapi disisi lainnya lagi dirinya begitu cemas dan juga tidak nyaman. Ia tidak ingin dicap sebagai wanita murahan.


"huft,aku harus segera pergi." ucapnya dengan perlahan memindahkan tangan kekar Arshal dari pinggangnya. Namun, baru saja ia memindahkan tangan itu, tiba-tiba tangan itu kembali memeluk erat pinggang Adara.


"kau mau kemana?" racau Arshal masih memejamkan matanya. Entah pria itu sadar atau tidak,tetapi membuat jantung Adara berdetak kencang.


Arshal perlahan membuka matanya tersenyum menatap istrinya yang kini menatapnya gugup. "kau masih cantik seperti dulu." gumamnya lagi,sekilas ia mengecup bibir Adara sontak membuat Adara langsung mendorong Arshal sampai terjatuh.


Bruuk.


Adara merasa bersalah kembali,tetapi dirinya tidak bisa diperlakukan seperti ini,jelaslah tindakan ini salah.


"maafkan saya tuan,tetapi tuan tidak bisa seperti ini dengan saya. Saya permisi dulu." undur Adara ia pun segera keluar tanpa menoleh kebelakang. Adara dengan cepat menuruni anak tangga dan keluar dari rumah Arshal.


Jantungnya memang berdetak kencang apalagi mengingat ciuman tadi. Adara ingin memastikan terlebih dahulu,wanita yang mirip dengannya yang tak lain adalah istri Arshal. Adara tidak ingin jika dirinya hanya pengganti istrinya,karena wajahnya dengan istri Arshal itu sama.


"tidak,aku harus mencari tau sendiri!" sentaknya langsung memberhentikan taksi yang melintas,ia pun langsung masuk kedalam taksi dan menyuruh supir ke tempat tujuannya.


Sementara Arshal menggerutu sakit menahan bokongnya dan rasa sakit dipunggungnya kembali terasa lagi. Arshal hanya diam dan merutuki dirinya tidak bisa mengendalikan diri.


"astaga,Adara itu belum ingat siapa aku. Tapi aku udah main sosor aja. Cih, pasti dia berpikir tidak-tidak tentangku saat ini. Astaga." gemas Arshal mengacak-acak rambutnya. Ia pun langsung bergegas bersiap-siap menuju kantornya.


"kau baru mandi?" tanya Daiyan menatap rambut basah Arshal,pria itu tampak menyantap sarapannya secara buru-buru. Arshal menyerngit tajam kearah saudara kembarnya,yang seenaknya masuk kerumahnya.


"ngapain kau disini?" tanya Arshal tidak suka.


"numpang sarapan." jawab Daiyan sekena,ia menikmati makanan yang terhidang didepan matanya.


"kau mau kemana?" tanya Daiyan menatap Arshal yang sudah selesai sarapan, buru-buru memakai jas kantornya.


"kerja." balasnya berjalan cepat kearah luar. Daiyan mengangguk mengerti,ia pun melanjutkan sarapannya.

__ADS_1


"pagi tuan Arshal." sapa Ezra sambil membuka pintu.


"pagi." jawab Arshal sambil melirik tablet ditangannya. Fokusnya kini mencari keberadaan istrinya yang sempat kabur tadi.


"tuan,hari ini kita ada meeting di perusahaan tuan Levin." jelas Ezra tentang kegiatan bosnya hari ini.


Arshal menghela napas,ia hari ini tidak berminat meeting kerja sama. Yang ia fokuskan saat ini membuat istrinya ingat kembali. Tetapi,ia juga tidak bisa melepaskan tanggung jawabnya begitu saja. Mau tak mau ia harus menghadiri rapat penting itu.


"oke." ucapnya sambil melirik kearah luar. Sesampai dikantor Arshal sempat celingak-celinguk mencari keberadaan Adara. Tetapi tidak terlihat batang hidung istrinya itu,mulutnya gatal ingin menanyakan keberadaan Adara pada Ezra. Namun,Arshal kembali teringat jika sekretarisnya ini mengincar istrinya.


"kau sedang mencari siapa?" tanya Leta tiba-tiba muncul dihadapan Arshal.


"damn!" umpat Arshal terkejut melihat Leta tiba-tiba muncul didepannya.


Leta tersenyum tipis,dalam hatinya begitu kesal. Ia juga terkejut saat mengetahui Adara bekerja diperusahaan Arshal,kedatangan Adara membuat rencana yang dibuat Leta terhambat.


"kau ngapain kesini?" tanya Arshal dengan nada dingin.


Arshal tidak menjawab apapun yang dibilang Leta,ia pun berjalan menuju ruangannya dan menutup pintu tepat didepan muka Leta.


"sial!" sentak Leta kesal. Tetapi,dirinya tidak akan menyerah untuk mendapatkan Arshal. Samar-samar dirinya mendengar seseorang tengah menelpon dilorong yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


"Adara kau dimana?" tanya orang itu membelakangi Leta. Pria itu tidak menyadari jika Leta berjalan kearahnya.


"ooo kau sakit yaa,okee cepat sembuh yaa." ucapnya mengakhiri teleponnya,ia pun tersenyum kecil seperti orang gila.


"kau menyukai Adara yaa??" tanya Leta lagi,Ezra terkejut berbalik menatap seorang wanita yang ia sendiri tidak tau siapa.


"maaf,anda siapa?" tanya Ezra memyerngit bingung.


"oh,ak—" ucapa Leta terputus karena ada telepon tiba-tiba masuk kedalam ponselnya. Ia sempat menggerutu kesal namun saat melihat nama yang tertera membuat dirinya kembali tersenyum.

__ADS_1


"ada yang mau aku bilang,ini nomorku. Kita akan bertemu kembali,sampai jumpa." ucap Leta meninggalkan Ezra dengan berjuta kebingungan yang ia rasakan saat ini.


"dia siapa? ya sudahlah." ucap Ezra sekena kembali keruangannya sambil menyimpan kartu nama didalam saku celananya.


Ezra mengambil laporan yang akan digunakan untuk rapat nanti,ia pun menuju ruang bosnya.


"tuan,kita harus pergi." ucap Ezra memandang jam tangannya.


"baiklah." ucap Arshal sedikit lemas,pasalnya istrinya itu tidak terlihat saat ini sejak tadi pagi.


"tuan terlihat lemas,apa tuan ingin saya saja yang menggantikan rapatnya?" tanya Ezra lagi.


"tidak perlu." ucap Arshal langsung memakai jas kantornya dan berjalan mendahului Ezra. Ezra mengikuti Arshal dari belakang menuju lift.


"tuan ini laporan yang akan dibahas nanti." ucap Ezra menyerahkan laporan ditangannya. Arshal langsung mengambil laporan yang ada ditangan Ezra dan membaca laporan itu.


"kita harus bisa kerja sama dengan dia,agar nilai saham kita naik." ucap Arshal langsung dianggukan oleh Ezra. Mereka pun langsung masuk kedalam mobil dan melaju menuju perusahaan yang akan diajukan kerja sama nanti.


"selamat datang tuan,tuan sudah ditunggu tuan Wilson didalam." ucap sekretaris itu membimbing mereka menuju ketempat tuan Wilson.


"selamat datang,silahkan duduk." ucap Wilson mempersilahkan tamunya duduk. Wilson berjabat tangan dengan Arshal dan mulai perbincangan.


"perkenalkan saya Arshal." ucap Arshal memperkenalkan dirinya. Wilson sedikit terkejut mendengar nama Arshal,tetapi dirinya langsung mengubah eskpresinya seperti semula.


"oh tuan Arshal salam kenal,saya Wilson." balas jabat tangan Arshal. Arshal sebenarnya sedikit curiga saat ekspresi Wilson berubah,tetapi dirinya berusaha bersikap tenang dan rileks.


Percakapan tentang bisnis mereka tetap berlanjut sampai akhirnya diputuskan kerjasama antara kedua perusahaan besar itu. Setelah itu Arshal keluar dari perusahaan Wilson.


Wilson hanya diam memandang punggung pria yang baru saja keluar dari ruangannya. Wilson menghela napas,tidak disangka jika harus berurusan dengan pria itu.


"oh ya ampun,semoga dia nggak tau siapa pelaku kejahatan kecelakaan istrinya itu." gumam Wilson pelan. Ia tidak ingin masuk jeruji besi mengingat ternyata kekuasaan Arshal lebih tinggi darinya.

__ADS_1


__ADS_2