
Bahar menatap Almero dengan tatapan bingung."maksud kamu nak? menikah dengan Tante kamu sendiri?" tanya Bahar memastikan,bahwa yang ia dengar tidak salah.
"tapi kan nek,aku sama kak Ara nggak ada hubungan darah. Jadi bisa dong menikah." sela Almero lagi sedangkan Ara hanya diam tidak ingin ikut angkat bicara. Rasanya percuma saja ia berkoar-koar tetapi pria itu tidak akan mendengarkannya.
"ya ampun." Bahar menepuk jidatnya pelan,tidak menyangka cucunya menyukai anaknya. Sungguh,ia masih merasa aneh dengan hubungan itu walaupun bisa saja mereka menikah,hanya saja pandangan orang-orang masih belum terima dengan fakta itu.
Almero memang bukanlah cucu kandungnya,tetapi ia sudah anggap seperti cucu sendiri seperti halnya dengan Arshal dan Daiyan.
"Bun,sudahlah tidak usah dengarkan dia. Dia lagi ngigau tuh." sela Ara pelan. Ia tidak ingin membahas itu sekarang terlebih melihat raut khawatir yang muncul dari wajah Bunda. Ia yakin sang bunda khawatir tentang dirinya.
"nenek jangan khawatir soal omongan orang lain nek. Aku memang mencintai kak Ara udah lama,entah bagaimana perasaan itu tiba-tiba muncul. Aku ingin hidup bahagia bersama Ara,ini adalah perasaan tul—aakh aduh...duh." Belum selesai Almero mengungkapkan perasaannya tiba-tiba ada tangan yang menjewer telinganya keras.
"astaga anak ini,tidak malu kali dia." gemas Beyza menjewer telinga anaknya. Ia saja masih syok terapi mendengar penuturan anaknya apalagi sampai nekat meminta restu pada bunda,sungguh diluar dugaan.
Nih anak titisan siapa sih? kok nekat amat jadi orang?!
"maa...maa sakit maaa!!" rintih Almero agar mamanya mau melepaskan jewerannya. Ia yakin,telinganya saat ini memerah.
Ara menatap ngeri melihat Almero habis dijewer oleh kakaknya. "kak sudah,kasian telinganya digitukan." ucap Ara tidak tega melihat Almero kesakitan.
"what? Ara? kau membela calon suamimu? wah ternyata kalian..." ucap Beyza menatap keduanya tidak percaya.
"bukan kak,aku hanya tidak tega saja." selanya agar tidak terjadi kesalahpahaman. Sedangkan Almero tersenyum tidak jelas kearah Ara.
"ternyata kakak sayang juga sama aku, yok nikah kak."
"yak, yok aja! heh,urus tuh pernikahan kamu sendiri nak!!" cerca Beyza menepuk kuat lengan Almero.
"kan ada mama,masa aku sih maa?".
"heh,anak durhaka. Enak aja kamu suruh mama yang nyiapin semua,kalian lah. Kan kalian yang mau nikah!!" oceh Beyza langsung menghampiri Ara.
"aku tidak menyangka jika calon menantuku,adik tiriku sendiri. Ya ampun, lelucon apa lagi ini??" gumamnya terkekeh pelan melihat wajah Ara.
Ara hanya tersenyum kikuk, bingung harus berkata apa. Semuanya menjadi salah paham padanya,ia pun menatap tajam kearah Almero. "Al,kau sudah membuat kesalahan besar!!!"
__ADS_1
***
Adara kini menatap ragu gedung perusahaan suaminya. Ia tidak menyangka jika pernah kerja disini dan ini semua berkat Bu Iva.
Mengenai Bu Iva,sedikit membuatku canggung dan bingung harus menjelaskan seperti apa?
Adara terkejut ketika ada tangan yang menggenggam tangannya,ia pun menoleh kesamping dan melihat pria yang tersenyum disampingnya. "kau jangan takut,ada aku disini." ucapnya tersenyum tipis.
Adara bersyukur memiliki suami seperti Arshal. Bahkan mereka saat ini tengah dikaruni anak kedua. Benar,Adara saat ini hamil anak mereka.
"kau nggak mau masuk sayang?" tanya Arshal menatap istrinya masih berdiam diri didepan perusahaannya.
"ah,aku agak gugup bertemu dengan Bu Iva Shal." lirihnya pelan. Arshal mengacak rambut istrinya, "tenanglah,aku yakin dia pasti terkejut sekaligus haru melihatmu disini sayang. Yok masuk." ajak Arshal menggandeng tangan Adara.
Saat mereka masuk,banyak pasang mata tertuju pada mereka dengan ekspresi terkejut. Bagaimana tidak? seorang tuan Arshal yang dingin tidak ingin didekati oleh siapapun,kini menggandeng tangan Adara dengan mesra. Banyak yang iri sekaligus memandang sinis kearah Adara.
Tetapi,kedua pasangan itu tidak memperdulikan tatapan orang lain dan berjalan santai menuju liftnya.
"hei...hei kau lihat itu? Adara berhasil merebut hati tuan Arshal."
"iyaa juga yaa,wah parah Adara. Aku kira dia wanita baik-baik eh ternyata wanita bayaran."
"wih dibayar berapa sama tuan Arshal dia yaa?? memalukan sekali."
"inilah manusia,dikasih hati minta jantung. Tuan Arshal kita terjebak olehnya."
"betul...betul,kita harus mengusir wanita sialan itu dari sini."
"hah iyaa...tapi gimana caranya? kau tau sendiri tuan Arshal seperti apa orangnya???"
"ya suruh saja Adara melayani pria lain,kita jebak dia!!"
"WOII SIALAN!!!" teriak Batsyua menatap tajam kearah mereka. Ia yang baru saja datang,terkejut mendengar gosip miring sahabatnya. Amarah Batsya mendadak tinggi ingin mengatakan jika sahabatnya itu adalah istri bosnya. Tetapi,ia tidak bisa mengatakan apa-apa sekarang,karena Adara sendiri yang memintanya untuk merahasiakannya dulu sebelum dirinya dan Arshal mengumumkan pernikahan mereka.
Semua para staf tersebut menatap sinis kearah Batsyua. "kau pasti dekat dengan Adara kan? makanya berlagak sok gini!"
__ADS_1
"iyaa...jangan mentang-mentang pangkat kau lebih tinggi dari kami,kau bisa seenaknya sama kami!!"
"iyaa...tunggu,oh jangan-jangan kau selama ini sudah tau hubungan Adara dengan tuan Arshal. Ckckckckc ternyata musuh dalam selimut,tidak bermoral.
"apa kau bilang??! sini ku hajar kau!!!" kesal Batsyua langsung menjambak rambut wanita itu. Para staf yang lain hanya diam menyaksikan pertengkaran mereka tanpa berniat meleraikan keduanya.
"ada apa ini?!" suara bariton seseorang membuat semuanya langsung berhamburan pergi ketempat meja masing-masing. Begitu juga Batsyua dan wanita tadi terdiam menoleh kearah Daiyan yang menatap mereka dengan tajam.
Daiyan menghela napas kasar langsung menghampiri Batsyua. "ini ada apa? kenapa kalian berkelahi hah?!" sentaknya membuat kedua wanita tadi hanya diam menunduk.
"jawab!!"
"di-dia yang mulai duluan tuan!" tuduh wanita tadi menunjuk kearah Batsyua.
Batsyua tidak terima disalahkan, "hei kau bedeb** sialan!! main nuduh aja! kalian semua pada menggosipkan Adara dengan berita miring!!"
"Batsyua!!" sentak Daiyan membuat Batysua menatap tajam kearahnya. "apa tuan?! Anda mau memarahi saya??? saya ini membela sahabat saya tuan!" sentaknya tak kalah.
Daiyan memijit pelipisnya pelan,lalu ia menarik tangan Batsyua menuju lift,membuat beberapa pasang mata kembali menatap kepergian mereka dengan heran.
Tadi bos besarnya membuat mereka terkejut sekarang kembaran bosnya yang membuat mereka kembali terheran-heran. Ada apa dengan dua manusia tampan itu?
Setelah lift tertutup, Batysua langsung menepis tangan Daiyan yang mencekramnya kuat. "kau ini apa-apaan tuan? kau itu menye—" mata Batsyua membulat sempurna,tidak menyangka jika Daiyan mencium bibirnya. Daiyan terkekeh pelan melihat ekspresi terkejut Batsyua.
"kau sudah gila Daiyan!!" pekik Batysua
"baru kali ini kau menyebutkan namaku tanpa embel-embel tuan."
Batysua menggeser menjauh dari Daiyan, "kau? kenapa kau menciumiku hah? huwaaah ini ciuman pertamaku!!!"
"kau ribut seperti beo,batu! cara mendiamkanmu yaa seperti itu." jawab Daiyan santai sambil bersandar didinding lift.
"sialan!!" kesal Batsyua menghentak-hentakkan kakinya. Namun, tiba-tiba lift mendadak tersentak dan mati.
"DAIYAN!!!"
__ADS_1