I'M Behind You,Arshal

I'M Behind You,Arshal
Bab 28


__ADS_3

Pikiran Adara masih belum bisa mencerna apa yang ia dengar tadi. Terdengar tidak masuk akal dipikirannya.


"apa maksud tuan? saya?" tanya Adara masih syok.


Arshal mengangguk, "iyaa kamu istri saya." ucapnya menatap Adara.


Adara tertawa renyah, "ah tuan pasti salah kan?? saya? sejak kapan kita menikah pak?" tanyanya tidak percaya.


"sejak satu tahun yang lalu." ucap Arshal datar.


"satu tahun yang lalu? apa bapak bercanda? saya belum pernah menikah pak." ucap Adara,bagaimanapun ini masih diluar nalarnya.


Arshal menghembus napas kasar,memang ia akan terlihat gila didepan orang yang tidak mengingat dirinya sama sekali. "aku ada buktinya,kalau nggak percaya ya sudah." ketusnya dengan bahasa informal. Ia berjalan sambil menarik koper milik Adara. Adara yang dibuat bingung justru terkejut kopernya sudah menghilang dari tangannya,la pun langsung mengejar tuannya.


"maaf tuan,anda ingin membawa koper saya kemana?" tanya Adara yang masih kebingungan dengan tingkah bosnya yang seenaknya saja.


"membawanya pulang." sahutnya tanpa menoleh kearah Adara.


"ta-tapi tuan,ini kan koper saya,kenapa tuan membawa kerumah tuan?" protes Adara,ia pun tidak tahan untuk menghadang tuannya yang terus berjalan tanpa menghiraukannya.


"minggir." ucapnya dingin menatap kearah Adara.


"tidak!" serunya menatap tajam kearah Arshal.


"oh,kau sudah berani yaa?" ucap Arshal sambil tersenyum miring kearah Adara. Adara sedikit merinding melihat senyuman itu,tetapi ia tidak gentar untuk merebut koper dari tangan bosnya itu.


"tuan,saya ingin mengundurkan diri sajalah. Saya tidak peduli lagi dengan pekerjaan. Berikan koper saya tuan!" serunya langsung merampas koper itu. Ia pun berjalan cepat mendahului Arshal yang kelimpungan melihat tindakannya tadi.


"sial." umpatnya langsung merebut kembali koper milik Adara dan menarik tangan wanita itu untuk ikut bersamanya. Terserah Adara ingin memberontak atau apa yang penting,Adara pulang bersamanya mengingat hari sudah mulai malam. Sangat berbahaya membiarkan Adara tidur diluar. Arshal melihat mobil Daiyan menuju kearahnya,betapa terkejutnya saudaranya itu melihat Arshal dan Adara masuk kedalam mobilnya. Walaupun dominannya Adara dipaksa masuk oleh Arshal.


Arshal langsung memasang seltbelt pada Adara agar wanita itu tidak kabur dan menyuruh Daiyan duduk dibelakang bersama koper Adara. Ia pun langsung cepat menancap gas melaju dari tempat itu.


"hei Arshal kau gila!!" sentak Daiyan melihat Arshal membawa paksa wanita yang bukan lain adalah Adara.


"diam." titahnya tanpa menoleh kearah Daiyan. Daiyan menggeleng heran lalu ia melirik kearah Adara yang terus-terusan menghembuskan napas kasar.


"kau ada hubungan apa dengan saudaraku?" tanyanya penasaran.

__ADS_1


"tidak perlu kau tanya dia." cegah Arshal menginterupsi.


"aku tidak bertanya padamu tuan arogan,aku bertanya padanya." protes Daiyan tetap melirik kearah Adara.


"jangan dilirik istriku sialan!!" umpatnya membuat Daiyan terkejut bukan main.


"apa?!" teriaknya membuat Arshal langsung mengerem mendadak dan menepikan mobilnya.


"saya bukan istri anda tuan!" seru Adara masih kukuh dengan pendiriannya. Ia dari tadi diam tidak ingin membuat kepalanya pusing memikirkan hal konyol yang terus dilontarkan tuannya itu. Entah tuannya itu sudah gila atau apa, bisa-bisanya ia mengaku jika Adara itu istrinya.


"apa maksudnya Arshal?! kau ini apa-apain sih?!" sentak Daiyan menatap heran kearah Arshal.


"cih,susah sekali ngomong dengan kalian!"


"ya karena kau itu aneh-aneh aja,apa kau tidak lihat wajahnya begitu syok mendengar perkataan gila mu itu?!" seru Daiyan menunjuk kearah Adara. Arshal langsung melirik kearah Adara,dan tertegun melihat wajah Adara yang penuh kebingungan.


Arshal menghela napas pelan, "huft,maaf." cicitnya menatap sendu kearah Adara.


"dengar baik-baik,aku adalah suamimu dan kau adalah istriku Adara. Kau adalah ibu kandung dari Raid." jelas Arshal dengan perlahan. Sontak membuat Adara dan Daiyan membulat matanya sempurna.


"iyaa,awalnya aku nggak percaya jika wanita didepanku ini Adara. Makanya aku tes DNA untuk membuktikan semua keraguanku itu,dan hasilnya dia cocok dengan Raid." jelas Arshal lagi.


"tunggu, bagaimana tuan bisa mengetes DNA saya?"


"aku mengambil sehelai rambutmu."


"sehelai rambutku? kapan?"


"saat aku memelukmu dirumah sakit." ucap Arshal lagi. Adara dibuat melongo dengan ucapa Arshal, lagi-lagi ia menghela napas panjang.


"kalau gitu kenapa Adara tidak ingat denganmu Arshal? apalagi Raid?" tanya Daiyan masih belum mencerna situasi saat ini.


"karena Adara hilang ingatan,dia tidak ingat jika dirinya sudah menikah."


"aku? hilang ingatan?" tanya Adara terkejut dengan fakta baru yang dilontarkan. Tadi dirinya sudah begitu syok dengan pernyataan Arshal kini ditambah jika dirinya amnesia. Haruskah dia percaya atau tidak?


Arshal mengangguk, "iyaa." Adara kembali merasa kebingungan. Dirinya berusaha mengingat apa benar dirinya ada hubungan dengan pria disampingnya ini.

__ADS_1


"tidak usah kau pikirkan dengan keras Adara, pelan-pelan saja kau mengingatnya. Jangan dipaksakan kali." cegah Arshal menatap kearah Adara.


"Aku tidak menyangka jika kau selamat." sambungnya sambil menyeka air matanya. Adara yang melihat itu seketika hatinya tersentuh.


Adara menghela napas pelan, sebenarnya ia antara senang dan sedih. Senang karena orang yang ia sukai kini juga menyukai dirinya dan sedih karena ia tidak mengingat apapun tentang Arshal maupun Raid. Melihat foto-foto kemarin membuat pertanyaan besar dibenaknya.


Apa aku harus mempercayai hal semua itu? gumam Adara masih berkelana memikirkan semua itu.


"ayo kita pulang." ajak Arshal menatap Adara. Adara melirik sekilas kearah Arshal, dan mengangguk pelan.


Aku akan mencari tahu semuanya fakta ambigu ini. gumam Adara dalam hati.


Arshal langsung tersenyum senang saat Adara mau ikut dengannya pulang. Sedangkan Daiyan masih mode loading dan diam melirik bergantian kearah Arshal dan Adara.


Akhirnya mereka sampai dirumah Arshal. Adara begitu gugup menginjakkan kakinya dilantai rumah Arshal.


"selamat datang tuan." sambut bi Yana menatap tuannya pulang,lalu ia menoleh kearah wanita disamping Arshal.


"nyonya?!" pekiknya terkejut,ia tersadar langsung menutup mulutnya cepat. Adara hanya tersenyum simpul. Arshal menggandeng tangan Adara masuk kedalam rumah. Bi Yana menatap pasangan itu dengan tatapan tidak percaya.


"saya senang tuan kembali tersenyum lagi." gumamnya pelan.


"aku lebih stres memikirkan semua ini bi." keluh Daiyan mendengar ucapan bi Yana. Bi Yana melirik kearah kembaran tuannya Arshal.


"sama saya juga begitu tuan,saya tidak menyangka nyonya kembali padahal waktu itu kecelakaan sampai merenggut nyawa nyonya. Kalau nyonya saat ini masih hidup,kenapa nyonya tidak mengenal saya tuan?"


"karena dia amnesia Bi." sahut Daiyan membuat Bi Yana terkejut, "ya tuhan nyonya kasian sekali." lirihnya pelan. Pantas saja nyonyanya terlihat asing padanya,padahal dulu nyonya selalu menceritakan semua curhatannya padanya.


"saya yakin ingatan nyonya segera kembali." sahut bi Yana lagi.


"aku juga berharap itu,nggak disangka Adara ternyata dia istrinya Arshal." gumam Daiyan pelan.


"tapi Tuan,ada satu hal yang tidak saya mengerti,jika nyonya masih hidup lalu siapa yang meninggal waktu itu?"


Daiyan menggeleng pelan, "entahlah,aku tidak tau siapa yang meninggal waktu itu dan aku tidak mengerti kehidupan Arshal seperti apa. Aku saja terkejut mendengar dia sudah menikah dan mempunyai anak." seru Daiyan lagi.


Bi Yana terkekeh pelan, "mereka lucu tuan, nyonya dulu pernah cerita pertemuan pertama mereka. Mereka dipersatukan karena suatu hal,saya saja terkekeh pelan mendengar cerita nyonya." seru Bi Yana mengingat saat Adara bercerita panjang lebar tentang kisah percintaan majikannya itu.

__ADS_1


__ADS_2