I'M Behind You,Arshal

I'M Behind You,Arshal
Bab 33


__ADS_3

"kau terlambat." gerutu sang mama lelah menunggu putranya yang datang sangat lama sekali. Arshal menunduk dan meminta maaf kepada orang tuanya.


"maaf maa,tadi ada urusan penting. Yok cepat masuk kedalam mobil." ucap Arshal membimbing mamanya masuk. Sedangkan Papanya langsung duduk disamping kursi kemudi.


Arshal langsung memutar berjalan kearah kursi kemudi dan memasang seltbeltnya. Lalu ia melajukan mobilnya menuju rumah.


"wah kota disini Bagus nak." celoteh Hazel memandang kota tempat tinggal Arshal.


"hehehehe,oh ya maa paa tumben kalian datang kesini tiba-tiba? ada apa emangnya?" tanya Arshal. Ia berusaha untuk setenang mungkin agar orang tuanya tidak curiga terlebih pada Hazel. Mamanya itu sangat susah dibohongi,sekali merasa ada yang janggal langsung terkuak disitu juga. Itulah yang membuat Arshal merinding dengan mamanya.


"kenapa memangnya? kamu nggak senang mama sama papa datang tiba-tiba?" ucap Mama sedikit cemberut.


"eh bukan gitu ma,tapi aku terkejut aja." Elak Arshal lagi. Muaz memandang anaknya sambil tersenyum tipis, "nggak usah tegang nak,santai aja." ledek Muaz menatap anaknya.


Sementara di Apartemen Daiyan. Pria itu tampak canggung dan tidak tau harus berbuat apa sekarang. Dimana ia hanya berdua dengan kakak iparnya sambil menunggu Raid datang bersama Batsyua.


"ehem,Ra kau mau minum apa?" tawarnya sopan. Adara menoleh kearah Daiyan, "aku terserah saja." jawabnya lalu ia melirik kearah piano yang ada disudut ruangan.


"ini punya mu Yan?" tanya Adara sambil menekan salah satu tut piano. Daiyan mengangguk, lalu memberikan minuman kaleng itu pada Adara.


"iyaa,kau mau dengar aku bermain?" serunya langsung dianggukan Adara. "boleh...boleh." serunya antusias langsung duduk disamping Daiyan. Dengan terampil pria itu mulai memainkan nada pianonya. Terdengar lembut dan tenang saat ia mendengar suara piano yang dimainkan Daiyan. Namun,tak bertahan lama. Makhluk tak berdosa dengan seenaknya mendobrak pintu Daiyan sambil membawa Raid ditangan sebelahnya.


Braak


"Pakeeet!!!" teriak Batsyua melenggang masuk kedalam apartemen Daiyan.


Daiyan berdecak kesal menatap perempuan gila itu. Entah sudah berapa hari ini Batsyua dan Daiyan selalu bertengkar setiap bertemu. Entah apa masalahnya,Daiyan pun tidak tau. Setiap melihat Batsyua rasa emosinya meningkat,begitu juga dengan Batsyua.


Batsyua tidak menunjukkan rasa hormat pada Daiyan,ia tahu Tuan Arshal tidak terlalu memperdulikan keberadaan Daiyan,dan itu artinya Ia tidak perlu takut dengan ancaman pria tampan itu sehingga pekerjaannya pun tidak akan terancam.


"eh Adara,kau disini." ucapnya terkejut saat baru menyadari Adara ada bersama dengan Daiyan. Langkahnya berhenti dan alisnya mengerut menatap secara bergantian Daiyan maupun Adara.


"kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Adara bingung menatap Batsyua.


"tunggu,kenapa kalian bisa bersama disini? apa jangan-jangan..."


"heh batu! jangan berpikir negatif!!"

__ADS_1


Batsyua menatap tajam kearah Daiyan, "namaku bukan batu,kan sudah berapa kali aku bilang panggil aja aku Yua." gerutunya karena pria itu selalu saja salah menyebutkan nama yang diberikan neneknya.


"terserahlah,namamu itu aneh. Tapi kau lebih cocok dipanggil batu. Biar artinya keras kepala,kayak orangnya." ejek Daiyan tertawa puas.


"Daiyaan sialan!!!" umpatnya langsung menjambak rambut Daiyan. Bahkan Raid yang ada ditangannya langsung segera diambil Adara. Ia menggeleng-geleng heran melihat kelakuan dua manusia itu,tidak ingin menganggu mereka, Adara membawa Raid keluar menikmati senja di taman.


"kami keluar sebentar yaa." pamitnya tetapi tidak didengar oleh dua orang itu. Mereka sibuk menjambak rambut satu sama lain. Daiyan yang masih duduk ditempat sedikit oleng menyebabkan bokongnya mencium lantai. Sontak Batsyua tertawa puas.


"hahahaha rasain,tulah azab mengejek nama orang!!" ledeknya. Daiyan begitu kesal langsung berdiri kembali menjambak rambut Batysua.


"dasar pengecut,masa kau main jambak? lemah. Ayo kita panco sekarang!!" tantang Batsyua menepis kasar tangan Daiyan yang menarik rambutnya. Rambutnya terlihat berantakan dan rontok gara-gara tarikan Daiyan.


"woah sialan kau,rambutku jadi rontok begini!!!" kesalnya memukul Daiyan.


"hei jadi pegawai nggak sopan banget. Aku kaduin lah sama Arshal." ancamnya tetapi tidak membuat gadis itu takut.


"kaduinlah dasar anak mama!! huuuuu." ejeknya membuat Daiyan tidak terima. Gadis ini selalu membuatnya naik darah.


"ayok Kita panco siapa yang menang harus traktir yang kalah." tantangnya lagi. Batsyua tertantang dengan tantangan Daiyan, "siapa takut,ayo buktikan."


Batsyua menggenggam tangan Daiyan erat sambil menekuk diatas meja begitu juga dengan Daiyan. Namun sebelum dimulai mereka tiba-tiba terdiam memandang satu sama lain.


Batsyua langsung mengalihkan pandangannya kearah yang lain begitu juga Daiyan. Sontak mereka langsung canggung dan melepaskan tangan mereka.


"ehem,jadi nggak nih taruhannya??" tanya Batysua memecahkan keheningan diantara mereka. Daiyan berdecak pelan. Gadis ini baru saja membuat hatinya berdesir langsung hilang sirna saat melihat wajah dongkol Batsyua.


Huh,nggak ada manis-manisnya nih anak. gerutunya lagi dalam hati. Daiyan langsung menggenggam tangan Batsyua,saling menguatkan otot-otot masing-masing untuk bersiap-siap bermain panco.


"okee dalam hitungan ketiga kita mulai!" serunya lagi.


"satu...dua...tiga!!!" serentak mereka langsung mengadu otot mereka. Mereka saling mendorong atau pun bertolak untuk mempertahankan tangan mereka agar tidak jatuh ke alas meja.


Damn! gadis ini kuat juga,gila baru kali aku ketemu wanita sekuat ini. gumamnya disela-sela mempertahankan tangannya agar tidak jatuh. Kekuatan otot Batsyua cukup kuat bahkan Daiyan kewalahan mempertahankan tangannya dan akhirnya gadis itu berhasil merobohkan tangan Daiyan.


Bruuk.


"yeeey aku menang!!!" soraknya riang, sedangkan Daiyan meringis memegang tangannya sedikit kebas karena melawan gadis itu.

__ADS_1


"nah karna aku menang,kau harus menuruti keinginanku." serunya sambil meledek Daiyan.


"tidak mau,itu bukan urusanku." elaknya langsung beranjak dari tempatnya. Batsyua menggerutu kesal langsung menyusul Daiyan.


"pengecut!" sentaknya sambil menendang kursi didekat sana. Daiyan yang langsung menghalangi kursi itu menabrak piano kesayangannya.


"woi cewek gilaa!!" bentaknya lagi. Ia tidak suka ada siapapun yang berniat menghancurkan piano kesayangannya. Batsyua terkejut dan sedikit ketakutan melihat raut marah Daiyan.


Oh tidak,sepertinya dia lagi tidak bercanda sekarang. gumamnya menggigit bibirnya pelan. Tidak ada sahutan dari Daiyan membuat Batsyua merasa bersalah. Ia pun langsung menghampiri pria itu.


"hmm Daiyan." panggilnya pelan,namun pria itu tidak ada menoleh ataupun menyaut Batsyua. Batsyua menghela napas pelan,ia harus bisa membujuk Daiyan.


"aku minta maaf." lirihnya lagi,tetapi masih belum membuat Daiyan menoleh kearahnya. Daiyan terlihat cuek dan tidak peduli dengan Batsyua. Ia pun menyambar kunci mobilnya dan melenggang keluar apartemen. Melihat hal itu,Batsyua cepat-cepat menyusul Daiyan,tak lupa ia menutup pintu apartemen pria itu dan berlari mengejarnya. Batsyua terlambat mengejar Daiyan disaat pintu lift yang dinaiki Daiyan sudah tertutup.


"sial." umpatnya lalu ia melirik angka diatas lift.


"dia ke lantai bawah,cih aku harus lewat tangga darurat!" kesalnya langsung berlari menuju tangga darurat,beruntung pria itu ke lantai bawah tidak membuat Batsyua terlalu capek. Menuruni anak tangga lebih baik dibandingkan menaiki anak tangga.


Tanpa melihat berapa anak tangga ia lewatkan,tetapi tidak membuat Batsyua kehilangan keseimbangan. Sepatu hak tingginya sudah ia lempar jatuh ke lantai bawah. Ia pun dengan kencang menuruni anak tangga sampai ke lantai bawah.


"fyuuuh akhirnya." ucapnya sambil menyeka keringat yang bercucuran,dengan asal ia memakai sepatu hak tingginya dan berjalan keluar. Batsyua celingak-celinguk mencari Daiyan,pria itu tidak terlihat batang hidungnya sama sekali.


"kemana dia?" gumamnya lagi. Sedetik kemudian senyuman melengkung keatas,dengan cepat ia mengejar pria itu yang hendak masuk kedalam mobil.


"astagfirullah!" Daiyan terkejut saat melihat Batsyua menghadang jalannya. Ia mengumpat kesal karena melihat gadis itu dengan nekatnya berdiri didepan mobilnya,untung saja tadi ia tidak langsung menancap gas.


Daiyan menurunkan kaca mobil dan menatao tajam kearah gadis gila itu.


"apa kau mau mati?!" bentaknya lagi.


"iyaa,kenapa memangnya hah?" seru Batsyua yang juga menatapnya tajam.


"cih,wanita aneh."


"Daiyan aku minta maaf,hmm okee biar aku traktir kau makan gimana??" tawar Batsyua.


Raut wajah Daiyan yang tadi bagaikan singa yang ingin menerkam mangsanya langsung berubah tersenyum lebar sambil cengingisan.

__ADS_1


"nah gitu dong,ayo masuk." serunya riang. Batsyua yang melihat raut wajah pria itu sontak menatap datar,tak lupa ia mengabsen satu persatu makhluk kebun binatang sambil menatap Daiyan.


sialan dia mengerjaiku!!. Kesal Batsyua menendang ban mobil Daiyan dan masuk kedalam mobil.


__ADS_2