I'M Behind You,Arshal

I'M Behind You,Arshal
Bab 45


__ADS_3

Adara merasa mulai cemas dengan gelagat Ezra. Tanpa sadar pria itu sudah duduk disampingnya.


"ka-kau mau apa?" tanya Adara mulai gugup. Pasalnya ia sudah merasa ada yang tidak beres dan situasi terlihat berbahaya. "hmm aku ingin lihat Raid sebentar." ucap Adara bergegas berjalan menuju kamar yang ditempat Batsyua. Namun,Ezra langsung menahan tangan Adara.


"aku mencintaimu Adara." ucapnya langsung membuat Adara terpejam sambil berdecak pelan. Adara berbalik menatap sahabatnya itu, "Ez,aku sudah menikah."


Ezra tersenyum remeh, "hah menikah? kau saja tidak ingat kapan kau menikah Adara. Aku yakin itu hanya alibi Arshal saja yang membuatmu seolah-olah terikat dengan pernikahan nggak jelas ini." ucapnya lagi. Ezra menarik tangan Adara mendekat sehingga tubuh wanita itu menabrak dirinya.


"aku mencintaimu dengan tulus,dan aku ingin membangun rumah tangga kita." ucapnya lagi memandang intens wajah Adara. Adara menahan sesak yang ia rasakan, "aku tidak bisa menerimanya Ez. Walaupun aku hilang ingatan,aku tetap istri Arshal."


"BOHONG!!!" bentak Ezra mencengkram bahu Adara. Hilang sudah sosok lembut dan perhatian,kini tatapan penuh ambisi untuk mendapatkan Adara.


"Ezra,tolong lepas! sakit." rintih Adara menahan perih.


"aku nggak akan melepaskanmu,lagian Arshal sudah mati!!" ucapnya tertawa renyah.


Plaaak


"Aku yakin Arshal belum mati,dan jangan pernah sesekali mengganggu kehidupan ku Ez. Kau itu sahabatku,sadarlah!!"


Amarah Ezra semakin membuncah saat merasakan pipinya panas akibat tamparan dari wanita yang dicintainya itu. "kau itu jangan menganggap dirimu suci Adara,kau itu hanya merebut tunangan Leta!"


Mata Adara membulat sempurna,ia tidak salah dengar kan tadi pria itu menyebutkan nama Kakak tirinya.


"kau percaya dengan dia? iyaa? hei Ezra sadar!! aku ini istrinya Arshal. Aku ini ibunya Raid."

__ADS_1


"alah,jangan banyak bermimpi Adara,kau itu hanya mirip dengan istrinya yang mati dulu. Kau itu bukan istrinya Adara. Aku sudah lama mencari data istrinya,tetapi tidak pernah membuahkan hasil. Aku tidak percaya jika kau adalah istrinya Arshal." elak Ezra lagi.


"kau tidak mau mencari atau kau sengaja menyembunyikan fakta sebenarnya Ez? apa kau sudah tau sejak dulu??" tebak Adara menatap tajam kearah Ezra.


"akuu?? menyembunyikan fakta?!" geramnya kembali mencengkram bahu Adara. "kalau iyaa kenapa? marah? aku begitu membenci kenyataan kalau kau orangnya Adara. Orang yang paling dicari Arshal. Aku membenci itu kenapa kau menikah dengan dia? kenapa kau tidak menikah denganku hah??!" tanya Ezra memaksa Adara untuk menjawab.


Adara langsung menepis tangan Ezra, "kau itu hanya obsesi Ez,bukan cinta." lirihnya. Ezra kembali tertawa lagi, "aku? obsesi? akan kubuktikan kau milikku seutuhnya Ra." ucapnya sambil tersenyum seringai.


Adara panik melihat gelagat Ezra,dengan segera ia berlari menuju kamar Batysua. Ezra langsung menangkap tubuh Adara. "diam!!" sentaknya memeluk Adara, bahkan memaksa wanita itu memutarkan badannya menghadapnya dan mencium paksa bibir wanita itu.


"brengsek!!" Adara menampar pipi Ezra. Jelas s


ini sudah kelewatan batas. Adara langsung berlari masuk saat Ezra lengah.


"Adara awas!!" seru Batsyua terkejut saat melihat Ezra membawa sebuah belati yang mengarah pada Adara. "kau harus mau ikut denganku atau anakmu taruhannya."


"Ezra sadar! apa yang kau lakukan?!" amarah Batysua membuncah menatap Ezra yang sepertinya obsesi dengan Adara.


"diam kau!" Adara langsung mendorong Ezra keluar hingga pria itu jatuh, Ia pun langsung menarik tangan Batysua keluar dari kamar. "Yua,bawa anakku keluar!" serunya mendorong Batsyua mengarah pintu. Batysua tidak bisa meninggalkan Adara sendirian bersmaa pria itu, dirinya enggan berjalan keluar.


Ezra langsung mencengkram Adara dan menampar wanita itu membuat bibir wanita itu mengeluarkan darah. "EZRA!!!" bentak Batysua bahkan membuat Raid menangis keras mendengar bentakannya. Situasi jadi semakin memanas. Adara langsung bangkit dan menghajar Ezra. "Yua cepat keluar!!" seru Adara lagi.


"nggak,aku akan membantu."


"kau sudah membantuku dengan membawa Raid keluar dengan aman. Tolong bawa anakku keluar!" sentaknya lagi bahkan Ezra sudah gelap mata. Dirinya bahkan menampar kembali pipi Adara karena wanita itu memukul perutnya dengan keras.

__ADS_1


Batsyua dilema namun yang dikatakan Adara benar,dirinya harus membawa Raid keluar dari tempat berbahaya itu. "Adara,pintunya terkunci!!"


"sialan." serunya terengah-engah. Adara merintih kesakitan,dirinya harus menahan rasa sakit agar anakknya keluar dengan selamat. Ezra tertawa remeh, "kalian nggak akan bisa keluar dari sini,kunci ada padaku hahahaha." ucapnya sambil menunjukkan kunci ditangannya.


"bagus!" seru Adara langsung merampas kunci itu dari tangan Ezra dan melemparnya kearah Batsyua. "Ambil Yua!" seru Adara,wanita itu kembali menghajar sahabatnya yang sudah kurang ajar itu.


Batysua langsung cepat-cepat membuka pintu dan keluar. Sedangkan Adara langsung berlari kearah pintu itu saat situasi Ezra sudah lengah. Namun saat wanita itu hendak melangkahkan kakinya keluar tiba-tiba ia ditarik masuk dan langsung ditutup pintu oleh Ezra.


"Adara!!!!" Batsyua menggedor-gedor pintu. Hatinya semakin cemas saat mendengar suara pecahan-pecahan barang didalam. "Ezra kalau kau sampai menyakiti Adara,aku akan mengahajarmu habis-habisan!!!" sentak Batsyua menendang kuat pintu itu. Namun,ia celingak-celinguk mencari pertolongan.


"ck,Adara bertahanlah." ucapnya lirih berlari mencari bantuan.


***


Adara hampir saja pandangannya kabur,dirinya sudah tidak kuat lagi menahan rasa nyeri yang ia rasakan saat ini. Ia tersenyum lega saat mengetahui anaknya sudah aman dari tempat berbahaya ini.


"Ez,hentikan." lirihnya tidak sanggup adu tos lagi dengan Ezra. Ezra sendiri tanpa sadar sudah membuat Adara tidak berdaya. Dirinya bertekuk lutut pada wanita itu. "aku akan membuatmu membayar semua ini Adara." ucapnya langsung menggedong wanita itu. Adara terus memberontak. "lepaskan aku brengsek!" sentak Adara memukul punggung Ezra kuat. Dirinya digendong layaknya karung. Ezra pun langsung menyingkirkan gelas yang ada diatas meja makan bahkan bantalan sofa pun ia lempar asal. Ezra lansgung membanting tubuh Adara dan mengukung wanita itu.


"kau akan menjadi milikku selamanya Adara." ucapnya tersenyum seringai menatap wajah pujaan hatinya. Dirinya pun sudah tidak mendengar rintihan wanita itu,hatinya sudah tertutup dengan obsesi ingin memiliki wanita itu seutuhnya. Ezra membelai wajah Adara dengan lembut bahkan mengusap bibir yang tadi terkena tamparannya. "pasti rasanya sakit sekali kan sayang."


"lepaskan aku Ezra!!!" Adara tanpa segan meludahi wajah Ezra yang semakin dekat dengan wajahnya. Ezra langsung marah dan mencengkram wajah Adara kuat. "kau!!"


Braaak.


Arshal langsung menghajar Ezra yang hendak mencium bibir istrinya. "Fu*k!!!" umpatnya keras langsung membanting Ezra jatuh. Ia pun langsung menghajar habis-habisan wajah Ezra sampai babak belur. Amarah hilang kendali saat melihat wajah Adara penuh luka.

__ADS_1


"hentikan Arshal! kau bisa membunuhnya!!" seru Adara menatap ngeri suaminya mengahajar sahabatnya secara brutal. Daiyan mengepal tangannya menatap tajam kearah pria itu,mengingat kaki Batsyua banyak mengeluarkan darah.


Daiyan pun langsung ikut menghajar habis pria itu. "hei kenapa kau malah ikut-ikutan Daiyan! hentikan saudara kembarmu!!!" Ara begitu kesal dengan keponakannya. Boleh marah,tetapi jangan sampai membuat masalah baru. Melihat tidak kunjung reda,membuat polisi yang baru saja datang langsung turun tangan.


__ADS_2