I'M Behind You,Arshal

I'M Behind You,Arshal
Bab 19


__ADS_3

Ezra menghela napas kasar menatap berkas-berkas yang bertumpukan sangat banyak dihadapannya. Ia menyerngit heran menatap semua tugas yang begitu banyak itu. Jarang sekali,bosnya itu menyuruhnya mengerjakan semua itu sekaligus.


"ya ampun,ada apa ini??" decaknya pelan. Ia mau protespun tidak akan bisa. Tuan Arshal tidak suka dibantah perintahnya,sekali bicara itu adalah perintah dan tidak boleh dibantah. Jika dibantah siap-siap angkat kaki dari perusahaan terkenal ini. Ezra tentu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ada didepan matanya.


"huft,kalau gini mana bisa aku minta libur." gerutunya lagi.


Sementara Adara harus bekerja ekstra menatap semua berkas didepan matanya.


"gilaa!!" serunya memandang semua angka yang ada didalam berkas itu. Bu Iva juga hari ini tidak bisa datang karena ada yang diurus diluar kota.


"ya ampun,ini berkasnya banyak yang nggak balance. Gimana caranya harus menyelesaikan semua ini dengan cepat???" ucapnya lagi sambil memijit kepalanya.


"huft...Ayoo Adara! kau bisaa!" serunya menyemangati dirinya sendiri. Berkutat dengan semua pekerjaannya.


***


"Ezra!" panggil Arshal tanpa melirik kearah sekretarisnya. Ezra berjalan dengan linglung kearah bosnya.


"iyaa tuan?" tanya Ezra pelan. Sudah enam jam pria itu berkutat dengan pekerjaan tanpa hentinya. Kini ia harus berhadapan dengan Arshal yang super mengesalkan itu.


"ini lihat laporan yang ini,kenapa penjualannya nggak stabil?" tanya Arshal memegang salah satu laporan ditangannya.


"ini juga,di data ini penjualan sama komentar dari konsumen ada yang jelek."


"hah ini apa lagi,rating penjualannya turun!" cercanya menghentakkan berkas itu ke meja. Ezra hanya diam mendengar semprotan dari tuannya. Ia harus menghela napas panjang menghadapi hari berat kedepannya.


"aku ingin ini semua direvisi lagi! aku kasih waktu selama seminggu!" titahnya langsung dianggukan Ezra. Ezra dengan cepat mengambil berkas-berkas itu dan menyerahkannya kepada timnya. Pria itu yakin,anggotanya pasti banyak yang mengumpat dan kesal karena hari ini akan menjadi hari yang panjang.


Arshal tersenyum puas saat Ezra sudah keluar dari ruangannya,ia pun melonggarkan dasinya lalu berjalan menatap jendela besar diruangannya.


"cih,tidak akan kubiarkan kalian senang." ucapnya dingin.


Saat ini,Arshal menunggu hasil tes DNA itu keluar. Untuk menentukan siapa wanita itu? apa benar dia adalah Adara?


"kau ingin tau tidak?" tanya seseorang didepan pintu sambil bersandar memegang amplop coklat besar. Arshal mengendus pelan,lalu berjalan sambil merampas amplop itu dari tangan Deon.


"cih,kau ini tidak ada sopan santunnya yaa." gerutu Deon memandang sahabatnya yang dengan cepat membuka amplop itu.

__ADS_1


Deg. Arsha menggigil memegang berkas itu ditangannya. Matanya membelalak membaca semua itu.


"kau benar Arshal,dia memang Adara." ucap Deon pelan,lalu melirik sedikit kearah pintu memastikan tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.


"tapi,aku tidak tau kenapa Adara tidak mengingat kita? atau dia sengaja pura-pura tidak kenal?" gumam Deon.


Arshal menyerngit bingung dan mengedik bahu. Benar,wanita itu tidak mengingat dirinya sama sekali,bahkan dari reaksi wanita itu saat menatapnya seolah baru bertemu. Bahkan saat bersama Raid pun begitu juga.


"aku harus selidiki ini sendirian,thanks bro." ucap Arshal mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja.


"kau mau kemana Shal? ikutt!!" serunya langsung digeleng Arshal.


"biar aku sendiri aja." ucapnya sambil melirik kearah Raid yang asyik bermain mainannya.


"tolong jaga Raid." serunya sebelum meninggalkan ruangannya.


Deon berdecak kesal, "astaga itu anak benar-benar dah. Hei bocah,kau ngapa liat-liat hah?" kesal Deon menatap Raid. Raid yang melihat itu hanya tergelak pelan.


"haiiss anak sama bapak sama aja. Sama-sama menyusahkan." gerutunya tetapi tetap berjalan kearah Raid.


***


Ia ingat dulu,waktu itu Adara mengatakan padanya jika dirinya tinggal bersama kakak tirinya. Siapa lagi kalau bukan Leta. Arshal mengusap kasar wajahnya saat mengingat perjodohan konyol yang dilakukan orang tuanya. Arshal menyerngit bingung menatap wanita paruh baya baru saja keluar dari rumah tempat tinggal Adara.


"siapa wanita itu?" tanya Arshal bingung menatap wanita paruh baya itu. Tidak ingin membuang waktu hanya menatap wanita itu,Arshal turun menyelinap mendekati rumah itu.


damn,aku dah kayak pencuri aja. umpatnya dalam hati. Arshal entah kenapa dirinya begitu nekat melakukan aksi konyolnya ini. Arshal menyelinap masuk kedalam rumah tanpa diketahui pemiliknya. Ia begitu bingung dan panik,ia pun dengan cepat masuk kedalam salah satu kamar.


"gilaa,kau nekat kali Arshal." gerutunya menyesali dirinya berada disini. Tetapi saat matanya menyapu seluruh ruangan kamar,ia begitu tertegun saat mendapati foto yang terpajang di dekat kasur. Foto wanita cantik yang membuat hatinya tidak karuan. Kini,Arshal bersyukur jika istrinya masih hidup walau ia tidak paham kenapa Adara tidak mengenalnya?


Saat Arshal sibuk memandang semua barang milik istrinya,ia mendengar suara samar-samar dari luar membuat dirinya kelabakan. Arshal dengan cepat bersembunyi didalam lemari.


ceklek.


"Ibuuu wanita itu ada dimana?!" teriak wanita seksi yang tak lain adalah Leta.


"apa sih?? kamu teriak-teriak sayang?" gerutu seorang wanita paruh baya yang Arshal lihat tadi.

__ADS_1


"apa ibu tidak lihat? Adara tidak ada dikamarnya? kemana dia??" tanyanya lagi sediit tinggi nada suaranya.


"dia lagi kerja,biar ajalah. Ibu juga tidak peduli dengannya. Suka-suka dia ajalah." ketus wanita yang tak lain adalah bibi Elnara.


"ish,ngapain sih kerja segala?? bagus dia jadi ja***ng aja cepat dapat duitnya."


Sialan,brengsek kau Leta. umpat Arshal dalam hati mendengar ucapan Leta. Ia jadi semakin yakin, jika Leta dalang dibalik semua ini.


"iyaa sih,dia cantik tubuh sintal gitu. Sayang banget kalau tidak digunakan dengan baik." ucap bibi Elnara dengan santai.


"cih,ibu sendiri pun yang sok-sok manjain dia." gerutu Leta lagi.


"aku akan mendapatkan Arshal bagaimanapun caranya." ucap Leta dengan yakin. Wanita itu tidak menyadari jika orang yang ingin ia jebak tengah mendengarkan ucapannya saat ini.


nggak menyesal lagi sih aku bisa ada disini. gumam Arshal lagi.


"ibu sih rencananya mau jual dia dengan Ezra. Keknya Ezra kaya deh lagian dia sekretaris Arshal kan?"


"Ezra? yang mana orangnya?"


"adaa tampan dia. Keknya dia suka Adara."


"cih, banyak juga yang suka sama wanita sialan itu. Lama-lama aku kesal sendiri Bu." kesalnya lagi.


"yaa kamu tenang ajaa,lagian tuh Adara dia hilang ingatan. Nggak bakalan ingat suami sama anaknya. ckckckck,kasian tapi baguslah." ucap bibi Elnara santai,ia pun keluar dari kamar Adara.


Leta berdecak kesal, "hmm aku penasaran,apa dia menyimpan uangnya? aku harus ambil dong." ucapnya senang sambil melangkah menuju lemari.


Arshal membelalak,terus berharap agar Leta tidak jadi membuka lemari ini atau dia bakalan ketahuan. Wanita brengsek ini harus diberi pelajaran,dan dibekap didalam penjara.


Suara nada dering ponsel Leta menyelamatkan Arshal yang nyaris ketahuan. Leta dengan cepat mengangkat telepon itu. Arshal merasa jijik saat mendengar suara manja Leta.


Ma,pa kalian salah menjodohkanku dengan wanita jala*** ini. Wanita ini bukan wanita yang baik. gumam Arshal.


Leta dengan riang keluar kamar Adara membuat Arshal bernapas lega. Arshal mengeras rahangnya saat mendengar semua fakta yang baru saja ia dengar itu. Fakta jika istrinya amnesia,pantas saja ia tidak mengingat Arshal maupun Raid.


"sialan kalian." umpatnya.

__ADS_1


__ADS_2