I'M Behind You,Arshal

I'M Behind You,Arshal
Bab 9


__ADS_3

Daiyan keliling taman sambil membawa Raid jalan-jalan. Yap,pria tampan itu berusaha menenangkan Raid yang terus-menerus menangis tanpa henti. Entah sudah berapa kali ia mengumpat dalam hati untuk bersabar menghadapi keponakan mendadaknya itu. Tanpa mereka sadari,dari kejauhan Ezra sang sekretaris kepercayaan Arshal menahan tawa melihat saudara kembar tuannya kewalahan mengurusi tuan muda.


Memang Ezra harus mengawasi Daiyan dan Raid atas perintah Arshal.


#flashback on


Ezra mendengar semua perbincangan para tuannya kemarin,tentu saja ia dengar,dirinya berdiri persis dibelakang Arshal. Layaknya patung yang tidak dihiraukan oleh keduanya. Setelah Daiyan pergi dari ruangan Arshal,barulah tuannya memanggilnya.


"kau dengar apa yang kami bicarakan tadi kan?" tanya Arshal menyandarkan badannya dikursi sambil memutar-mutar bulpennya tanpa melirik kearah Ezra dibelakang.


"iya tuan."


"huft,aku ingin kau mengawasi mereka selama aku pergi nanti. Oh ya,jika ada pertemuan dengan yang lain pindahkan semuanya ke Minggu depan. Kau yang akan menghandle perusahaan ini selama seminggu." titah Arshal langsung dianggukan oleh Ezra.


"saya mau nanya tuan." ucap Ezra memberanikan diri membuat Arshal memutar kursinya menghadap kearah sekretarisnya.


"apa?" tanyanya.


"kenapa saya harus mengawasi mereka? bukankah tuan bilang dengan tuan Daiyan mempercayai dia sepenuhnya?" tanya Ezra bingung,Arshal terkekeh pelan, "aku sengaja bilang seperti itu padanya,sekalian aku ingin mengerjai dirinya karena berani mengusikku." ucap Arshal terdengar dingin,Ezra mengatup mulutnya untuk tidak bertanya lebih lanjut lagi, Ia pun mengangguk mengerti.


"baik saya mengerti tuan,kalau begitu saya izin pergi." pamitnya dianggukan oleh Arshal.


#flashback Off.


Ezra tertawa terbahak-bahak saat melihat Daiyan pucat dan panik mencium bokong Raid. Dapat dilihat dari kejauhan, tuan mudanya itu tengah pup. Daiyan celingak-celinguk bingung apa yang ia harus lakukan,ia pun mengangkat setinggi-tingginya Raid untuk menghindari aroma tak sedap. Daiyan tidak bisa melirik jalannya lantaran Raid menghalangi pandangannya,Daiyan hanya bisa melihat wajah Raid yang girang diangkat tinggi-tinggi oleh Daiyan.


Sial,menyusahkan saja. gerutu Daiyan dalam hati. Sampai-sampai ia tidak sadar menabrak seseorang didepannya.


"aw." seru seseorang membuat Daiyan terkejut dan langsung meminta maaf kepada orang itu.


"maaf...maaf..." ucapnya merasa bersalah,namun menatap tajam kearah Raid yang seolah-olah sedang meledeknya,tampak raut ejekan muncul dari wajah mungil itu.


Cih,anak sama bapak sama saja. Sama-sama menyusahkan. gerutunya lagi. Wanita itu berbalik menatap dengan raut bingung kearah Daiyan begitu juga dengan Daiyan terkejut menatap wanita itu.


"eh?" seru keduanya saat mengingat wajah yang tampak kenal.

__ADS_1


"tuan? apa kau tuan Arshal?" tanyanya pelan.


Daiyan menggeleng,ia berkali-kali harus menghela napas pelan. Sudah ribuan kali ia mendengar jika orang-orang banyak yang susah membedakan yang mana dirinya dan Arshal. Padahal mereka berdua bisa dibedakan dengan melihat mata dan rambut keduanya. Arshal memiliki rambut hitam legam dan matanya berwarna coklat sedangkan Daiyan memiliki rambut sedikit coklat dan warna matanya yang hitam.


"bukan,aku saudara kembarnya." ucap Daiyan datar kearah wanita yang punya nama unik itu.


Kalau nggak salah ingat namanya Batua? batyua? atau batulia? aiiih sumpah susah namanya. gerutu Daiyan berusaha mengingat nama pemilik wanita didepannya ini.


"oh,maaf Tuan Daiyan. Saya kurang mengenali anda. Ngomong-ngomong tuan sedang apa membawa tuan muda kesini?" tanyanya sopan menatap Daiyan dan juga Raid.


Daiyan menghela napas sebentar,lalu terbesit ide berlian dikepalanya. "namamu siapa Batua kan?" tanya Daiyan tanpa menjawab pertanyaan Batsyua.


"batsyua tuan." ucap Batsyua mengoreksi namanya. Dalam hatinya ia begitu kesal dengan pria didepannya ini yang salah menyebutkan namanya.


"okee Batisua. Aku butuh bantuanmu." ucap Daiyan dan lagi-lagi Batsyua menghela napas pelan mencoba bersabar dengan tuannya yang masih salah menyebutkan namanya.


"tuan,tuan bisa memanggil saya Yua saja. Itu lebih mudah disebut." ucapnya memberi usul,daripada ia harus kesal mendengar pria itu salah menyebutkan namanya,lebih baik ia memberikan solusi yang mudah.


"hmm okee. Apa kau pernah mengganti popok bayi?" tanyanya membuat alis Batsyua terangkat.


"aku Adara tuan,boleh saya membantu anda?" tawarnya pada Daiyan. Daiyan masih menimang-nimang lalu mengangguk setuju. "baiklah,tolong ya." ucapnya lalu menyerahkan Raid pada Adara.


Adara dengan senang hati menyambut bayi comel itu,lalu ia hadapkan wajah bayi itu kearahnya.


Deg.


Adara terdiam saat melihat wajah tampan bayi itu,rasanya ia seperti ada hubungannya dengan bayi kecil yang menggemaskan ini. Adara dengan cepat sadar dari lamunannya,ia pun mengajak Batsyua ketempat pondok yang tak jauh dari mereka.


"hmm tuan,apakah tuan membawa peralatan bayinya?" tanya Adara menatap Daiyan. Walaupun pria didepannya ini tampan dan mirip dengan pria kemarin yang membuatnya gugup,tetapi pria didepannya ini berbeda. Adara sendiri bingung dengan dirinya yang tidak segugup kemarin dihadapan pria itu.


kenapa pria ini tampak berbeda? apa benar dia?. gumam Adara,tetapi perhatiannya teralihkan kearah bocah kecil yang ada digendongannya tengah memainkan kalung milik Adara. Adara tersenyum kecil menatap lucunya bayi itu.


Daiyan melirik kearah Adara dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Entah apa yang dipikirkan Daiyan saat melihat Adara. Tetapi pria itu langsung berinisiatif mengambil peralatan bayi yang ia tinggalkan dalam mobilnya.


"tunggu bentar,aku akan ambil peralatan gantinya." ucap Daiyan bergegas ke mobilnya. Batsyua menatap punggung Daiyan yang mulai menjauh lalu ia menatap kearah Adara.

__ADS_1


"hmm Adara." panggilnya membuat Adara yang asyik memandang bocah kecil itu menoleh kearah Batsyua.


"yaa?" tanyanya.


"kau tadi menyuruh dia mengambil peralatan nya?" tanya Batsyua,Adara menatap heran kearah Batsyua lalu mengangguk.


"apa kau tau dia siapa?" tanya Batsyua lagi membuat Adara semakin bingung.


"emangnya dia siapa?"


Batsyua menghela napas pelan, "dia itu saudara kembar bosku Ra. Ya ampun,aku begitu syok dengan santai kamu membiarkan dia mengambilnya." seru Batsyua membuat Adara membulat sempurna matanya.


"seriusan? ya ampun, " sesal Adara namun ia mengingat suatu hal. "tunggu,kau bilang tadi saudara kembar? dan saudara kembarnya itu bos kita??" tanya Adara terkejut mengetahui fakta tersebut. Batsyua mengangguk pelan.


Itu artinya,pria kemarin adalah bosku. Astagaaa. pekik Adara pelan dalam hati. Namun ada rasa penasaran didalam hatinya tentang pria yang membuat hatinya tidak karuan itu.


"siapa nama bos kita?"


"tuan Arshal Ra dan tuan muda yang sedang kau gendong itu adalah anaknya tuan Arshal,Raid." jelas Batsyua lagi-lagi membuat Adara terkejut.


Deg. Raid? dimana aku mendengar nama itu? seperti tidak asing? . Seketika kepala Adara pusing,Batsyua terkejut langsung mengambil alih Raid dan menepuk pelan Adara.


"Adara? Adara kau baik-baik saja??" tanya Batsyua panik. Batsyua semakin panik saat mendapati Adara tiba-tiba pingsan.


"astaga,Adara!! bangun!! Adara!!!" serunya,ia pun melihat Daiyan berlari kearahnya.


"tuan! tuan bantu teman saya!" seru Batsyua cemas.


"eh? kenapa dia bisa pingsan?"


"sa-saya nggak tau tuan,tadi kami masih berbincang-bincang tapi tiba-tiba Adara pusing lalu pingsan tuan."


"cih,ya sudah kita bawa kerumah sakit." ucap Daiyan menggendong Adara lalu berjalan menuju mobilnya disusul oleh Batsyua.


Ezra hanya terdiam menatap mereka dari kejauhan,ia menghela napas pelan sambil memijit kepalanya.

__ADS_1


"sial." umpatnya lalu berjalan cepat menuju mobilnya.


__ADS_2