I'M Behind You,Arshal

I'M Behind You,Arshal
Bab 52


__ADS_3

Braaak.


Kepala Leta membentur pintu didepannya dengan keras. Tanpa perasaan dan lemah lembut pria itu tidak segan-segan berniat membunuhnya.


Tubuh Leta menggigil,bukan ini yang ia inginkan selama ini. Ia selalu berharap pria yang mendekatinya akan bersikap lemah lembut padanya,tetapi tidak. Tidak semua pria akan melakukan hal yang sama padanya termasuk pria tampan itu.


Dayyan,bagai sudah gelap mata tidak memperdulikan rintihan sakit yang dirasakan Leta. Ia sudah cukup muak dengan sandiwara wanita itu. Dirinya begitu khawatir dengan keadaan Batsyua,batu sialannya yang sudah membuat dirinya terus memikirkan wanita keras kepala itu.


Terserah dunia akan berkata apa ia tidak peduli,ia kini sadar jika ia menyukai Batsyua. Padahal daya tarik wanita itu tidak ada tetapi,mampu membuatnya seperti orang gila seperti sekarang ini.


"cepat buka pintunya!!" sentaknya menyuruh wanita sialan itu untuk membukakan pintu didepannya.


Leta menggeleng,ia tidak suka diperintah oleh siapapun. "brengsek,aku tidak suka disuruh oleh siapapun!"


"kau mau ku bukakan pakai gigimu atau kau sendiri yang buka Leta? aku tidak akan segan-segan melakukan hal itu." ancam Dayyan menatap tajam kearah Leta,lalu ia melirik kearah seseorang yang menyeret orang lain ditangannya menuju kearahnya.


"kau sudah selesai Arshal?" tanya Dayyan datar menatap saudara kembarnya sedikit babak belur. Arshal mengangguk lalu menyeret Bram yang kini sudah tidak berdaya.


"dimana mereka?" tanya Arshal dingin. Dayyan mendongak kearah pintu yang kini disandar oleh Leta.


"kenapa kalian menunggu harusnya langsung dibuka saja!"


"dia nggak mau." seru Dayyan membuat Arshal menatap tajam kearah Leta. "menyingkirlah!" Arshal menepis Leta sehingga membuat wanita itu jatuh diatas badan Bram yang kini terkapar dilantai.


Hampir saja ia menjerit betapa merindingnya ia menatap Bram sudah tidak berdaya lagi,tidak menyangka jika Arshal sebengis itu.


Arshal tanpa menunggu basa-basi ia pun langsung mendobrak pintu dengan menendangnya kuat hingga pintu itu bolong akibat ulahnya.


"Dayyan kau awasi mereka!" seru Arshal sebelum masuk kedalam kamar itu. Ia pun menatap datar kearah dua penjaga yang berada didepannya yang kini menyekap istri dan sekretarisnya.


"menyingkirlah kau atau ku hajar habis-habisan seeprti bos kalian yang lemah itu!"


Salah satu penjaga itu tak kenal gentar,ia pun dengan nekat menarik tangan Adara hingga ia mengancam wanita itu dengan pisau.


Arshal tentu tidak tinggal diam saja melihat istrinya dalam bahaya. Penjaga itu sudah membuatnya ingin menghajar habis-habisan tanpa ampun.


"sekali kau melangkah,aku akan menghabisi istrimu itu!" ancam penjaga itu namun tidak membuat Arshal gentar. Pria itu tetap melangkah mendekati Adara.

__ADS_1


Penjaga itu semakin mendekatkan pisau pada leher Adara membuat wanita itu sedikit meringis. "mundur atau kurobek leher ini!"


"sayang,tenanglah." ucap Arshal menatap Adara yang begitu ketakutan dalam cekalan pria bertubuh kekar itu. Arshal berusaha mengalihkan perhatian pria itu agar ia bisa mendekatinya.


"Dayyan." panggilnya langsung membuat saudara kembarnya itu paham apa yang akan harus ia lakukan. Dayyan mengalihkan perhatian pria yang satu lagi agar tidak menganggu Arshal untuk mendekati Adara. Dayyan membuka jasnya dan melempar asal ke lantai.


"ish,bisa tidak letakkan jas itu dengan benar?!" gerutu Batsyua yang kini masih terikat bersama Ara. Ara menatap tajam kearah Batysua. "ish kau masih sempat-sempatnya mengomentari bajunya. Suka-suka dia lah." ketus Ara. Sedangkan Dayyan hanya menepuk jidatnya pelan.


Pria bertubuh kekar itu langsung mendekati Dayyan yang terlihat lengah. Beruntung,Dayyan langsung cepat tanggap untuk menangkis serangan Pria besar itu. Ia pun langsung menendang betis kaki hingga pria itu jatuh. Tak segan-segan ia terus menginjak-injak kaki pria itu sampai meringis tak berdaya.


Tindakan Dayyan membuat pria yang tengah mencekal Adara lengah,Arshal langsung melayangkan bogem kearah wajah pria itu hingga tersungkur.


Tanpa Arshal sadari,ia mendorong Adara menjauh dari pria itu tetapi malah membuat istrinya membentur lemari cukup keras.


Arshal terkejut dan hendak berbalik tetapi pria itu langsung menghajarnya. Tentu ia harus meladeni dulu pria ini sebelum hal yang tidak ingin diinginkan terjadi.


Kepala Adara sakit,rasanya dunia ini berputar-putar tidak beraturan. Kepalanya semakin sakit saat merasakan cairan bening yang menetes dari pelipisnya. Adara menyentuh bagian kepala yang mengeluarkan darah itu dan melihatnya.


Terlintas bayangan disaat ia dan suaminya tengah berdebat sesuatu. "aw kenapa semakin sakit kepalaku??" ringisnya memegang kepalanya. Ara dan Batsyua begitu cemas,mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Saudara kembar itu masih bertarung melawan musuhnya.


kalau tidak bisa menuruti perintahku,pergi dari sini!


Deg.


Mengingat kata-kata itu,Adara langsung pingsan ditempat.


"Adara!!" teriak mereka berdua,sontak membuat kedua saudara kembar itu melirik kearah Adara. Arshal langsung menghajar babak belur tanpa ampun sampai pria itu tersungkur tidak peduli jika nyawa pria yang ia beri hadiah tonjokan berkali-kali ini sampai mati.


"Arshal hentikan,selamatkan istrimu cepat!!!" teriak Ara membuat Arshal sadar dengan apa yang ia lakukan. Arshal langsung bergegas menghampiri Adara.


"maafkan aku sayang." sesalnya karena mendorong Adara terlalu kuat. Ia pun langsung menggedong Adara untuk segera dibawa kerumah sakit. "Dayyan,sisanya kuserahkan padamu."


"kau harus berhutang nyawa padaku Arshal." serunya menatap Arshal tersenyum miring.


"sialan nih anak." umpatnya pelan lalu berjalan keluar.


***

__ADS_1


"Adara!" panggil Arshal,Adara dapat mendengar samar-samar suara Arshal yang terus memanggil namanya. Kepalanya masih terasa pusing sampai sekarang. Sekilas ia kembali melihat bayangan disuatu tempat.


"Kalau kau tidak menurutku,silahkan pergi!" ucap Arshal menatap tajam kearah Adara. Adara menangis sesunggukan mendongak kearah suaminya. Bukan itu maksudnya menolak permintaan suaminya untuk memperkenalkan dirinya pada keluarga Arshal.


Sudah lama ia terus bersabar untuk tidak mengungkit hal itu,namun seiring waktu orang-orang disekitarnya menggunjing dirinya sehingga ia tidak tahan untuk mendengar hal itu lagi.


Karena terbawa emosi membuat dirinya malah bertengkar dengan Arshal. Pria itu langsung marah dan tidak sengaja menyenggol gelas diatas meja membuat suasana menjadi mencengkam. Arshal mengusap wajahnya kasar lalu mengambil jasnya dan melenggang keluar tanpa berniat menoleh kearah istrinya.


Adara dapat mendengar suara deruman mobil keluar dengan buru-buru,ia kembali menangis memandang serpihan gelas itu.


"Arshal,aku minta maaf." lirihnya langsung bergegas mengambil asal jaketnya. Sebelum ia menuruni anak tangga,ia pun dengan segera mengambil kunci mobil itu namun dicegah oleh asisten pribadinya.


"nyonya." serunya membuat Adara menyerngit bingung.


"aku ingin mengejar Arshal."


"nyonya,biar saya saja yang mengemudikan mobilnya."


ucap asisten itu,tanpa berpikir panjang Adara mengangguk menyetujui. "baiklah,tolong tunggu sebentar." serunya langsung berlari menuju kamar malaikat kecilnya.


"oh sayang mama." serunya menatap Raid tengah tertidur pulas. Bi Yana langsung menghampiri Adara, "nyonya,tuan muda baru tidur."


"iyaa,bi tolong jagain Raid ya."


"baik,nya."


"kalau gitu aku pergi." pamit Adara melenggang keluar sedangkan Bi Yana menatap sendu nyonyanya yang terlihat sedih itu.


Adara terus bolak-balik menatap ponselnya berharap suaminya akan menghubunginya,namun yang diharapkan tak kunjung menelpon membuatnya terus gelisah.


"nyonya anda baik-baik saja?" tanya Raily—asisten pribadi Adara.


Adara mengangguk, "aku baik-baik saja tetapi tidak dengan suamiku." sambil menggenggam cincin pernikahannya.


"Anda harus ku—"


Braaak.

__ADS_1


__ADS_2