
Arshal tidak menyangka jika ia kalah selangkah dari wanita licik didepannya ini. Berarti keadaan istrinya tidak akan baik-baik saja jika berurusan dengan wnaita gila ini.
"kenapa kau menatapku seperti membenciku? sekarang kau paham dengan posisimu kan Arshal Edmon Demetrio." ucapnya lalu berjalan mendekati Arshal dan meniup poni rambut Arshal.
"ooou manis sekali suamiku yang satu ini."
"aku bukan suamimu ja***ng!!"
Bukannya marah dengan perkataan Arshal justru Leta tertawa lepas sambil memandang kearah Arshal. "karena aku mencintaimu,akan ku maafkan perkataan kasarmu tadi Arshal sayang." Sambil memegang dagu Arshal,bahkan wanita itu hendak mencium bibir Arshal namun ada suara yang melenggang Indra pendengarannya.
"huwaaah mataku!!! mataku tidak suci lagi!!!! wah parah kau Arshal,satu nggak cukup buat kau yaa?? sekarang kau embat pula wanita ini!" cercanya membuat Arshal menoleh tajam kearah Dayyan.
Saudara kembar laknat,sejak kapan aku mendua bodoh?! apa kau tidak ada cara lain selain ini hah?? gerutunya dalam hati mengumpat mendengar kata saudara kembarnya itu aneh.
Dayyan tidak memperdulikan tatapan tajam Arshal, "ckckck kau jadi laki-laki harus setia dong,jangan jadi pengecut. Kau juga wanita gila,seharusnya kau tidak perlu mengejar pria ini. Huft,kau tau dia ini tidak seperti yang kau bayangkan."
Arshal lagi-lagi menghela napas kasar,rasanya ingin menendang Dayyan sejauh mungkin.
"apa maksudmu?" tanya Leta yang terlihat menarik dengan ucapan Dayyan. Wanita itu bahkan berjalan menuju Dayyan yang terikat tidak jauh dari Arshal.
"katakan,apa yang tidak seperti aku bayangkan!!" ucapnya menatap kearah Dayyan.
"yah tidak seperti yang kau bayangkanlah. Pokoknya sangat bad kali. Nggak usah sama dia." ucap Dayyan asal.
"katakan dengan jelas!!" sentaknya tetapi malah disambut tertawa renyah oleh Dayyan.
"wanita bodoh,masa itu saja tidak mengerti. Makanya kalau sekolah tuh rajin-rajin jangan bolos."
Plaaak
Leta begitu geram mendengar ocehan Dayyan. Astaga tidak pernah terbayang olehnya menghadapi orang yang memiliki wajah sama tetapi kelakuan saling berbanding terbalik.
Arshal menahan tawa melihat Dayyan "kau nggak nangis kan ditampar wanita?" ledeknya.
Dayyan terkekeh pelan, "ini belum seberapa kok,yok tampar lagi biar aku tampar balik." seru Dayyan.
"buahahaha tidak akan pernah ada yang menamparku. Kau saja terikat."
__ADS_1
Dayyan tersenyum smirk, "oh ya? gimana Shal? apa aku boleh menamparnya?"
"oh tentu saja boleh,bahkan kau habisi dia sekalipun aku akan persilahkan." seru Arshal.
"sesuai yang kau harapkan." ucapnya lagi
Plaaak.
pipi mulus itu kini memerah berkat tamparan keras dari pria bernama Dayyan. Pria yang tidak pernah bermain tangan kini terealisasi khusus pada wanita didepannya ini. Dengan cepat ia langsung menyergap Leta dari belakang,hampir saja Leta kehilangan napas jika saja Dayyan tidak terlalu melonggarkan cekalannya.
Semua orang disana terkejut dan segera mendekati Leta. Dayyan langsung mencekal Leta dari belakang, "jika kalian berani selangkah kesini,akan ku bunuh dia!" ancam Dayyan membuat mereka berhenti ditempat.
"a-apa yang kalian lakukan?! cepat hajar dia!!" cerca Leta,namun tidak ada yang mendengar suara wanita itu. Mereka terdiam melihat seseorang dibelakang Dayyan.
Arshal membulat matanya besar melihat orang itu hendak menusuk Dayyan. Dengan cepat Arshal menendang orang itu menjauh.
"Arrrgh sialan!" umpatnya meringis memegang perutnya. Dayyan menatap tajam ke orang itu sedangkan Leta tersenyum senang melihat kekasihnya datang untuk menyelamatkannya.
"siapa kau?!" tanya Arshal dingin menatap pria yang tadi ia tendang.
Bram tersenyum sinis kearahnya,masih menahan rasa sakit diperut akibat perbuatan pria itu. Bram berdiri lalu melirik kearah Leta. "lepaskan dia!!"
"aku bilang lepas!!" bentak Bram menatap tajam kearah Dayyan. "pengecut,hanya bisa mencekal wanita! kalau kau pria lawan aku!" tantang Bram sambil menggulung lengan bajunya sebatas siku.
"aku tidak berurusan denganmu,kami hanya berurusan dengan wanita brengsek ini. Kalau kau tidak ingin cedera lebih baik pergi saja."
"katakan dengan jelas,apa mau kalian?!"
"aku hanya ingin Leta mengungkapkan kesalahannya terutama pada istriku!" sentak Arshal dingin.
Bram terdiam sejenak lalu tertawa renyah. "ckckck Arshal kau itu sangat bodoh."
Arshal terkejut,pria didepannya ini mengetahui namanya. "dari mana kau namaku?"
"itu bukan hal yang penting,apa kau tau karna kau menganggu kekasihku itu sama saja kau membahayakan nyawa istrimu yang cantik itu."
"apa maksudmu?" tanya Arshal tajam.
__ADS_1
Bram berjalan pelan menuju meja,mengambil ponsel Leta yang tergeletak diatas sana,lalu menunjukkannya pada mereka foto yang sempat Leta tunjukkan tadi.
"bukannya Leta sudah memberitahumu tentang ini bukan? harusnya kau berpikir apa yang akan terjadi nantinya."
"kep***t sialan!! jangan pernah menyentuh istrimu pengecut!"
"buahahahhaa,kau sendiri pun pengecut Arshal. Yaah,tapi berkat tindakan kalian berdua. Bukannya sangat menguntungkan buatku." seru Bram sambil memutar-mutar ponsel milik Leta.
"aku ingin bernegosiasi dengan kau Arshal. Kau kan mencekal kekasihku dan aku menculik istrimu. Gimana kalau kita bater aja? aku ingin istrimu dan kau bisa membawa kekasihku."
"BRENGSEK!!!" Arshal langsung melayangkan bogemnya namun Bram langsung menahan tangannya dan menepisnya. "dasar lemah." Bram langsung menumbuk wajah Arshal hingga pria itu jatuh.
Arshal mengusap darah disudut bibirnya dan kembali berdiri menghajar Bram. Seperti sudah gelap mata Arshal menghajar tanpa henti seluruh tubuh Bram. Begitu juga dengan Bram terus-menerus menghajar balik Arshal.
Tidak ada yang berani meleraikan kedua manusia monster itu untuk berhenti berkelahi. Sudah banyak memar pada kedua pria itu. Bahkan Dayyan pun hanya diam tetap mencekal Leta tanpa berniat meleraikan keduanya.
"apa kau sudah gila?! itu saudara kembarmu sudah babak belur!!" sentak Leta sedikit ngilu dengan perkelahian keduanya.
"biarkan saja,dan kau diam tidak usah banyak gerak!" ucap Dayyan dingin. Tanpa banyak basa-basi,pria itu langsung menarik kuat wanita itu agar duduk dikursi dan mengikat kedua tangan wanita itu tanpa perasaan.
"aw sakit!!" ringis Leta. Ia tidak menyangka jika Dayyan adalah pria yang tidak punya hati.
"ini belum seberapa dengan apa yang dirasakan Yua!" sentaknya lagi.
"dan kalian,jangan hanya diam saja leraikan mereka berdua sekarang! atau ku hajar kalian nanti!" bentak Dayyan pada pengawal Bram.
Mau tidak mau,mereka langsung berlari meleraikan kedua pria itu.
"lepaskan aku brengsek,kau berani menentangku hah?!" bentak Bram menepis tangan salah satu anak buahnya yang menahan pergerakannya untuk menghajar Kemabli pria didepannya itu.
Dayyan dengan cepat menelpon seseorang,lalu menatap tajam kearah Leta. Ia pun mencengkram dagu Leta dengan keras. "katakan dimana kau menyembunyikan mereka?"
Leta membuang muka,tetapi Dayyan tidak kenal menyerah dan semakin mencengkram dagu Leta hingga pria itu kesakitan.
"cepat katakan padaku,dimana mereka sekarang Leta??" tanya Dayyan penuh tekanan. Tidak ada kunjung menjawab membuat Dayyan semakin jengkel. Tanpa sungkan ia mengambil korek api diatas meja lalu menarik rambut Leta kuat.
"kau mau rambutmu dibakar atau kau kasih tau dimana mereka?" ancam Dayyan sambil memegang korek api dan memegang rambut Leta.
__ADS_1
"aakhh,me-mereka a-ada disana." Leta begitu ketakutan,ia tidak bisa kehilangan rambutnya yang selama ini membuatnya percaya diri berhadapan dengan semua orang.
"kau ikut aku,tunjukkan diruang mana!" sentaknya menarik tangan Leta yang masih diikat pada tali lalu mendorong wanita itu keluar ruangan.