I'M Behind You,Arshal

I'M Behind You,Arshal
Bab 49


__ADS_3

Leta tidak akan membiarkan rencananya berantakan, gara-gara satu pria bodoh itu hampir saja ia dalam masalah besar. Beruntung Arshal tidak mengetahui jika Leta juga ada dalam sangkut pautnya dengan Ezra. Ia juga yang membuat pria itu melakukan hal yang nekat bahkan mengkhianati bosnya sendiri demi mendapatkan wanita yang dicintainya.


"cih,sungguh merepotkan."


Disisi lain tanpa wanita licik nitu sadari jika Arshal sudah mendapatkan informasi tentang dirinya. Bahkan pria itu geram dan tidak akan pernah membuat Leta hidup dengan tenang. "bed**h sialan! aku tidak akan membuatmu hidup dengan tenang!!"


Ezra ternyata ada mempunyai koneksi dengan Leta,sungguh wanita sialan itu membuat hidupnya tidak tenang. Sungguh rasanya kalau jika tidak ada aturan hukum yang berlaku mungkin ia ingin mencincang habis wanita itu atau masukkan kedalam mesin penggiling kalau perlu.


"cari bukti tentang dia sekarang!" titahnya pada seseorang diseberang sana. Arshal langsung mematikan ponsel dan memejamkan matanya sebentar. Wanita sialan itu semakin menjadi-jadi.


"huft."


"kau kenapa?" tanya Daiyan yang baru saja keluar dari ruangan,melihat Arshal seperti dipusingkan suatu masalah membuatnya mendekati saudara kembarnya itu.


"tidak ada." jawabnya cepat,Daiyan berdecak pelan.


"oh come on bro,kau tidak ingin berbagi masalahmu padaku? siapa tau aku bisa membantu."


"kau bisa bantu apa emangnya hah?"


"cih,belum coba kau udah meremehkanku. Biar ku tebak,masalah yang pikirkan sekarang ada hubungannya dengan Adara kan? apa masalah ini ada juga kaitan dengan Ezra kemarin?"


Arshal langsung menoleh kearah Daiyan,bagaimana pria itu bisa tau?


Daiyan tersenyum miring, "melihat reaksi kau sepertinya memang masalah seputar kemarin. Nah,sekarang bisa kau kasih tau siapa dalang dari kejadian kemarin? aku yakin Ezra tidak sendiri."


"Leta."


"Leta? bukankah dia wanita yang mau dijodohkan sama mama?" gumam Daiyan mengingat saat sebelum ia bertemu dengan Arshal,mamanya sempat menunjukkan foto dan nama calon istri Arshal.


"jangan sebut wanita ja***ng itu!" ketusnya,Daiyan terkekeh sambil merangkul saudaranya itu. "tenang bro,tidak akan kubiarkan kau berjodoh dengan wanita gila itu. Kau udah tepat memilih Adara."


Lalu Daiyan mengeluarkan ponsel dari sakunya, "ngomong-ngomong aku ada melihat seseorang." ucapnya serius membuat Arshal menaikkan satu alisnya.

__ADS_1


"apa maksudmu?"


"maksudku,tadi malam aku melihat seseorang."


"siapa yang kau maksud?"


"entahlah,aku tidak terlalu liat wajahnya. Hanya saja dia sangat mencurigakan."


"dimana kau melihatnya?"


"tepat disebelahmu." seru Daiyan langsung mendapatkan tabokan dari Arshal.


"sialan kau,padahal aku udah anggap serius tadi!!" geramnya. Bisa-bisanya Daiyan bercanda disaat situasi seperti itu,membuatnya terus naik darah.


"hahahaha,maaaf aku cuma bercanda. Lagian kau serius kali ngadapin masalahnya. Santai dong,kita harus berkepala dingin dulu biar ada solusinya nanti."


"aku udah berkepala dingin bodoh." ketusnya,Daiyan menggeleng pelan. "ckckckck kau belum berkepala dingin bro. Lihatlah kau marah setelah menelpon itu artinya kau belum bisa mengendalikan emosimu. Kau juga tidak akan bisa mendapatkan solusi kalau masih tidak mengendalikan emosi kau Shal." ucap Daiyan bijak.


"cih,kayak kau yang paling benar disini."


"mana ada,kau aja kemarin nggak bisa ngendalikan emosi,contohnya pas kau dengar Yua diculik kau kalang kabut bukan main. Aku belum pernah melihatmu sepanik itu."


"diamlah."


"kau suka yaaa??? mau aku bilangin nggak?" goda Arshal puas menatap wajah Daiyan salah tingkah. Tidak buruk juga membuat saudara kembarnya itu bertekuk lutut padanya apalagi, ada bukti yang sempat ia ambil tadi malam. Arshal langsung mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. "kau tau ini foto apa kan?" ledeknya sambil menunjukkan gambar yang ia ambil tadi malam mendadak Daiyan terdiam.


"ish Arshal hapus cepat!!" gerutunya berusaha mengambil ponsel dari tangan saudaranya itu. "cepat berikan padaku! berani sekali kau memotret ku tanpa izin."


"berarti kalau diizinin kau senang dong,oh ternyata kau memang menyukai Batsyua yaa." ledeknya lagi.


"Arshal sialan,jangan memancing emosiku!" geramnya. Arshal langsung berlari kencang di lorong rumah sakit begitu juga dengan Daiyan. Seolah-olah lupa jika mereka bukan anak kecil lagi.


"hei kalian berdua!! apa tidak ingat umur hah?!" gerutu Ara yang baru saja tiba di rumah sakit dan dikejutkan pemandangan kakak beradik kembar itu berlarian dirumah sakit.

__ADS_1


Arshal mencebik pelan menatap tantenya super cerewet. "ish menganggu saja kau kak."


"terserah akulah. Eh dimana ruang istrimu Shal? aku mau kesana." seru Ara.


"di ruang 505 kak,kesana aja." jawab Arshal lalu ia menyerngit menatap ponselnya. Daiyan yang melihat itu berjalan mendekati Arshal.


"kenapa lagi?" tanya Daiyan memandang raut wajah Arshal mendadak dingin. Arshal menggeleng pelan, "aku pergi dulu. Kau jaga Adara sama Yua."


"hei kasih tau dulu apa masalahnya? kalau nggak aku akan ikut dengan kau!"


Arshal berbalik mengusap wajahnya dengan kasar, "ish kau ini,ini sangat berbahaya Yan. Jangan membuatku repot menolong kau nanti."


"heh sejak kapan aku jadi beban hah?,kau aja yang terus overthinking." cibir Daiyan tidak terima dikatakan beban. Arshal tidak memperdulikan ocehan Daiyan dan langsung berjalan keluar dari rumah sakit. Daiyan yang tidak tinggal diam saja,ia pun menghubungi Tante kesayangan mereka untuk menjaga Adara dan Tua barulah ia menyusul Arshal.


Arshal masuk duduk dikursi kemudi,tidak disangka jika Daiyan langsung ikut duduk disampingnya. "ck,keluar Daiyan!!!"


Daiyan tidak memperdulikan tatapan tajam yang ditunjukkan Arshal. Dirinya sibuk memasang seltbeltnya. "apa lagi yang kau tunggu,jalankan mobilnya cepat!!"


"aku bukan supir kau!"


"nggak usah banyak tingkah,cepat jalankan mobilnya Arshal!"


"ish!" decaknya tetapi ia tetap menyalakan mesin mobilnya dan melaju keluar dari parkiran rumah sakit. Arshal melajukan mobil ke suatu tempat setelah ia mendapatkan pesan dari ponselnya tadi.


Daiyan menyerngit bingung sekaligus curiga jalanan yang mereka lewati ini, perasaannya tidak enak.


"kau yakin kita kesini?"


"kenapa? kau takut? kan sudah kubilang tinggal aja. Kenapa juga kau harus ikut denganku hah?" gerutu Arshal tetap celingak-celinguk mencari tempat yang dimaksud.


Dor.


Arshal langsung mengerem mendadak setelah mendengar suara tembakan barusan. Daiyan mengumpat kesal menatap saudara kembarnya. "kita dijebak bodoh." umpatnya.

__ADS_1


Arshal menatap tajam kearah orang yang berdiri didepan mobilnya saat ini. Orang yang memiliki kekuasaan tinggi didaerah itu bahkan kini semua anggotanya menggelilingi mobil mereka sehingga mereka tidak kabur dan bertindak kemanapun.


"sial." umpatnya pelan. Orang yang berkuasa itu berjalan kearah mereka yang tak lain adalah Leta. Musuh dalam selimut.


__ADS_2