I'M Behind You,Arshal

I'M Behind You,Arshal
Bab 58


__ADS_3

"Yan!! tuan DAIYAN!! kau dimana?!" panik Batsyua terus mencari sosok manusia disampingnya. Namun,ia tidak bisa merasakan keberadaan Daiyan.


"tuan,anda dimana? jangan bercanda dengan saya!!" ucap Batysua semakin panik,padahal Daiyan hanya menggeser menjauh setiap tangan Batysua mencoba memegang dinding lift untuk mencarinya.


Aku ingin mengerjainya. gumam Daiyan tersenyum seringai. Wanita keras kepalanya itu,ternyata bisa penakut juga dengan gelap. Sungguh,ia semakin penasaran dan ingin menggali lebih dalam kehidupan batu kesayangannya itu.


"Daiyan kau dimana? jangan membuatku takut." lirih Batsyua meringkuk kan badannya. Ia sangat ketakutan saat ini,bahkan tangannya menggigil bukan main.


Daiyan yang mendengar isakan tangis Batysua,ia pun berjalan kearah Batysua. Terkejut,tidak menyangka jika Batysua akan setakut ini dalam kegelapan.


"Yua! yua,kau dengar aku??" tanyanya sambil menepuk pelan pipi Batsyua. Sepertinya kesadaran gadis itu mulai menurun,membuatnya tidak mampu menyaut ucapan Daiyan.


Daiyan berdecak kesal,langsung mengambil ponselnya. Namun,sialnya jaringan didalam lift hilang sinyal membuatnya kesal melempar asal ponselnya itu.


"tidak berguna,sial Arshal kau ada dimana?!"


Sementara orang yang dicari Daiyan kini mengelus rambut istrinya dengan sayang. Semenjak mendengar kabar tentang kehamilan anak kedua istrinya,tentu membuat Arshal semakin manja dan protektif menjaga istri dan anaknya.


"apa nggak papa kita kayak gini Shal? kau tau tadi tatapan mereka nggak enak dipandang." lirih Adara tidak yakin. Arshal mengecup kepala istrinya lembut.


"kau tidak perlu memikirkan tatapan mereka,saat ini kau fokus dengan anak-anak. Sudah jangan banyak pikir oke?" ucap Arshal lembut. Lalu ia melirik kearah Raid yang tengah bermain didalam box bayi. Bocah tadi terus merengek meminta digendong olehnya.


"oh tidak,lihat anak mu Arshal. Dia marah banget." kekeh Adara melihat anaknya tampak kesal memainkan mainan yang ada ditangannya.


Arshal terkekeh,lalu dengan perlahan berjalan mendekati Raid. "dia anakmu juga Ra,hei anak papa kenapa kamu nak?"


Raid hanya diam sambil memainkan mainannya tanpa menghiraukan sang papa seperti biasanya.


"wah benaran merajuk dong hahaha, semangat Arshal dapatin hatinya hari ini." ledek Adara tertawa pelan melihat putranya merajuk,ia pun beranjak dari tempat duduk menuju pintu keluar.

__ADS_1


"kau mau kemana?" tanya Arshal melihat istrinya hendak keluar. "aku mau liat Yua,harusnya dia udah datang bukan?"


Arshal menyerngit bingung,lalu membenarkan perkataan istrinya. "iyaa, seharusnya dia sudah datang untuk menyerahkan proposal itu padaku,kemana dia??" gumam Arshal berjalan menuju mejanya,ia menelpon bagian sekretarisnya namun tidak ada sahutan dari panggilannya itu.


Tok...tok...


Pintu terbuka tiba-tiba,hampir saja Adara terjatuh sebelum Arshal berlari menangkapnya. Ia mengumpat kesal karena karyawannya itu tidak hati-hati dan tidak ada sopan santun masuk kedalam ruangannya.


"apa yang kau lakukan?! minta maaf sama dia sekarang!!" sentak Arshal membuat nyali karyawan itu menciut. Tetapi sekilas Adara melihat raut kesal diwajahnya.


"ma-maafkan aku Adara." cicitnya pelan. Adara menghela napas, "tidak apa-apa,lain kali jangan diulangi." ucap Adara namun malah membuat kesal karyawan itu.


"katakan,apa yang membuat kau datang dengan buru-buru gini? kau sungguh tidak sopan!" bentak Arshal,ia masih marah dengan kelakuan karyawannya itu. Andai saja tadi ia terlambat,mungkin saat ini Adara dilarikan kerumah sakit.


"maafkan saya tuan,saya buru-buru karena terjadi sesuatu." lirihnya pelan.


"apa yang terjadi??"


"apa yang kalian lakukan hah?! bukankah sudah kubilang kalau lift kalian tidak bisa digunakan dulu karena lagi perbaikan!! kenapa kalian biarkan mereka masuk sana?!" Arshal mengacak-acak rambutnya frustrasi. Dengan cepat ia berlari menuju tempat dimana Daiyan dan Batysua terjebak.


Setelah melihat Arshal pergi,karyawan itu memandang sinis kearah Adara. "hebat yaa sekarang kau sudah naik pangkat. Sombong,berada banyak kau dibayar oleh tuan Arshal?"


Plaaak


"jaga bicaramu itu!" geram Adara menatap tajam kearah wanita itu. Wanita tadi terkekeh pelan,lalu mencengkram tangan Adara.


Adara langsung menepis tangan wanita itu dan berbalik mencengkram kerah baju wanita itu. "dengar baik-baik,jangan sampai kita adu fisik disini. Kau terus membuatku kehilangan kesabaran! aku udah diam tapi kau tetap mencerocos seolah kau paling benar disini. Pergi dari sini sekarang!!"


"kau tidak berhak mengusirku Adara,kau itu hanya asisten Bu Iva!! tidak lebih dari itu."

__ADS_1


"iyaa aku memang asistennya Bu Iva." ucap Adara mendekatkan mulutnya ke telinga wanita itu. "tapi,sebelum aku menginjakkan kaki diperusahaan ini aku adalah istrinya Arshal." ucapnya penuh tekanan membuat wanita itu sangat terkejut.


"buahahahaha omong kosong apa ini? hei Adara buka matamu lebar-lebar,kau tidak lihat? astaga ini manusia memang tidak tau diri,kau? istrinya Arshal? jangan menghalu deh. Berkaca dicermin,malu dikit jadi cewek. Kau tau Arshal tidak akan pernah mencintai orang lain selain istrinya. Semua orang tau akan hal itu. Jadi percuma kau terus mendekatinya dan dia tidak akan menghiraukan kau!!"


"dia memang istriku!!" seru Arshal berdiri diambang pintu. Setelah mengurus masalah Daiyan dan Batsyua,ia pun segera berlari menuju ruangannya. Benar,sesuai dugaannya ternyata wanita itu masih berdebat dengan istrinya. Sungguh diluar dugaan jika istrinya itu tangguh.


"tu-tuan? Anda sudah kembali?"


"kenapa? kau takut aku mengetahui apa yang kalian bicarakan. Hei dengar baik-baik,Adara adalah istriku dan Raid." tunjuk ya kearah bocah kecil yang menatap mereka semua dengan tatapan polosnya.


"dia adalah anak kandung Adara." ucap Arshal penuh tekanan. Wanita itu lagi-lagi terkejut,tidak mungkin Arshal menceritakan hal bualan. Padahal ia yakin waktu tidak sengaja mendengar gosip teman-temannya banyak yang mengatakan jika istri Arshal itu sudah meninggal.


"Tuan,bukannya istri anda sudah tidak ada lagi??" tanyanya tidak sopan. Arshal lagi-lagi menghela napas kasar lalu menatap tajam kearahnya.


"kumpulkan semuanya!! akan ku kasih tau siapa sebenarnya Adara!!" titahnya tetapi membuat ragu wanita itu sambil melirik kearah Adara dengan sinis.


"apa lagi yang kau tunggu?! kau mau dipecat hah?!"


"i-iya tuan,saya akan memanggil mereka semua."


Adara melirik kearah Arshal,ia berjalan menghampiri suaminya itu. "kau tidak perlu marah-marah sayang. Jangan membuang tenaga mu untuk orang yang tidak berguna."


"aku tidak ingin kau diremehkan sayang. Mereka harus tau siapa kau sebenarnya dan juga akan ku beritau Bu Iva kau adalah anaknya."


"ta-tapi Arshal,aku masih belum berani bertemu dengannya?"


"tidak perlu ditakutkan sayang. Bu Iva harus tau kau adalah anaknya."


Bruuuk

__ADS_1


Arshal dan Adara langsung menoleh kearah suara itu,dan terkejut melihat Bu Iva terdiam ditempat dengan berkas-berkas yang berserakan disekitarnya.


"a-apa yang kalian katakan barusan??"


__ADS_2