I'M Behind You,Arshal

I'M Behind You,Arshal
Bab 34


__ADS_3

Daiyan tersenyum puas melihat wajah masam Batsyua. Padahal sebenarnya pria itu tidak marah padanya,hanya saja ide cemerlang muncul terbesit diotaknya tiba-tiba membuat dirinya begitu ingin mengerjai gadis disebelahnya ini.


"mau makan apa?" ketusnya tanpa memandang Daiyan. Daiyan terkekeh pelan,suara ketus Batsyua membuatnya ingin terus menjahili gadis itu.


"hm." gumamnya pelan.


"apanya?" tanyanya dongkol.


"hm."


"Aamiin semoga kau nggak bisa bicara lagi." ketus Batsyua karena daritadi pria itu menjawab hanya hm hm nggak jelas.


"ish,nggak boleh doain orang yang buruk."


"ya makanya jawab. Itulah Tuhan menciptakan mulut untuk berbicara bukan berdeham nggak jelas!!" ketusnya jengah berdebat dengan Daiyan. Lama-lama jika naik darah terus berdebat dengan Daiyan bisa-bisa ia struk.


Daiyan tertawa terbahak-bahak,tidak menyangka jika menganggu gadis itu terasa menyenangkan. Tanpa menjawab celoteh gadis disebelahnya ini,ia pun langsung memberhentikan mobilnya didepan restoran.


Batsyua menoleh langsung kearah Daiyan, "makan disini?" tanyanya langsung dianggukan Daiyan. Pria itu keluar dari mobilnya meninggalkan Batsyua yang masih berdiam didalam mobil.


"ck,sial!" umpatnya langsung menyusul Daiyan. Mereka duduk didekat jendela yang menampakkan suasana perkotaan dari dalam.


"Daiyan?" seru seseorang dari belakang Daiyan. Daiyan terkejut saat mengenali suara itu dan langsung menoleh pelan kearah orang itu. Sementara Batsyua hanya mengangguk senyum kearah wanita paruh baya yang masih terlihat muda itu.


"mama?" ucapnya pelan,ia tidak menyangka bisa bertemu dengan orang tuanya disini,lalu ia melirik kearah saudara kembarnya dibelakang Hazel dengan tatapan tajam kearahnya.


Kenapa dia menatapku kaya gitu? gumam Daiyan tak mengerti.


"wah,baguslah anak kesayangan mama disini juga. Arshal ayo gabung!" seru Hazel langsung duduk nibrung di meja Daiyan. Lalu pandangannya beralih kearah Batsyua yang hanya diam sesekali mengangguk tersenyum tipis.


"kamu siapa?" tanya Hazel penasaran.


"maaf nyonya saya belum perkenalan. Saya Batsyua,nyonya bisa memanggil saya Yua. Saya sekretarisnya tuan Arshal." terangnya.


"ya ampun manis sekali,tapi tunggu kalian berdua lagi kencan yaa?" sahut Hazel memandang putranya bersama gadis itu.


"eh? hm bu—"


"iyaa maa,kami lagi kencan hehehehe." cengir Daiyan pada mamanya.

__ADS_1


"ya ampun anak mama udah besar aja. Yua,kamu nanti sekalian kerumah Arshal dulu yaa." ajak Hazel senang.


Batsyua tersenyum kikuk menjawab Hazel. Dirinya begitu canggung dengan situasi saat ini. Rasanya ini pulang saja kerumah.


Arshal yang duduk disebelah Daiyan langsung mendekatkan mulutnya ketelinga adik kembarnya itu.


"ngapain kau disini? dimana istri dan anakku?" bisiknya penuh tekanan. Daiyan terkejut,seketika spontan menepuk dahinya pelan.


"kau kenapa?" tanya Muaz heran menatap putra bungsunya.


Daiyan hendak jawab,langsung dipotong Arshal. "tidak ada Pa,dia abis nangkap lalat." jawabnya asal lalu memandang tajam kearah Daiyan.


Cih, bisa-bisanya dia melupakan anak dan istriku,awas saja kau Yan!! geramnya dalam hati.


"dimana mereka?" bisik Arshal lagi. Daiyan sedikit panik,pasalnya ia sempat melupakan kakak ipar dadakannya itu yang pergi entah kemana membawa Raid. Ia pun melirik kearah Batsyua untuk meminta bantuan pertolongan. Tetapi,gadis itu terlihat acuh tak acuh menikmati makanannya.


Sial,awas saja kau Batu!!. umpat Daiyan dalam hati.


"kenapa wajahmu Yan?" tanya Hazel menatap putra bungsunya.


Deg. Baik Arshal maupun Daiyan sedikit tegang saat melihat tatapan Hazel. Mamanya itu sangat sensitive dengan hal yang berbau mencurigakan. Tetapi,Arshal bersyukur dan sedikit lega karena sampai saat ini Mamanya tidak mengetahui jika dirinya sudah berkeluarga.


"tidak ada maa." elaknya berusaha tenang.


Usai makan siang,Arshal membawa orang tuanya masuk kedalam mobil. Sedangkan Daiyan membawa mobilnya sendiri bersama Batsyua.


"kembali ke apartemen sekarang juga!! pastikan mereka aman disana!" titah Arshal menatap secara bergantian kearah Daiyan dan Batsyua.


"jangan sampai mama papa tau,dan kau Yan pulang nanti kerumah,lalu kau Yua tolong jaga Adara semalaman." titahnya lagi.


"baik tuan." jawab Batsyua patuh.


"eh,mana bisa gitu. Kau gila membiarkan gadis batu ini menginap di apartemenku?!" protes Daiyan kesal.


Bugh.


Batsyua memukul keras lengan Daiyan sehingga pria itu terlihat meringis memegang lengannya.


"tidak apa-apa tuan,anda tenang saja. Saya bisa menjaga Adara,maaf tadi kami lalai menjaga Adara dan Raid." ucap Batsyua pelan.

__ADS_1


Arshal mengangguk pelan, "baiklah, hati-hati." ucap Arshal langsung menuju ke mobilnya sebelum orang tuanya itu meneriaki namanya.


Selama diperjalanan Hazel melirik kearah luar menatap kota tempat tinggal anak sulungnya. Lalu matanya sedikit menyipit saat melihat bayi kecil sekilas mirip dengan Arshal.


"eh Shal,coba liat itu!" tunjuk Hazel saat mereka berada di lampu merah,Arshal menoleh kearah yang ditunjuk mamanya. Sontak matanya melebar saat mengetahui orang yang ditunjuk Mamanya.


"sekilas dia mirip kamu." oceh Hazel gemas. Arshal menelan salivanya,berusaha tetap tenang.


Tentu saja maa,itu kan anakku! oh ya tuhan Ra,kenapa kau masih ada diluar sih?? gerutunya menatap istri dan anaknya masih menikmati desiran ombak yang dekat dengan jalan raya.


Hazel tersenyum tipis, "mama berharap kamu segera punya anak secomel itu Shal."


Tanpa mama minta pun yang mama bilang comel itu cucu mama. jawab Arshal dalam hati.


"kok kamu diam saja? oh yaa gimana dengan Leta? apa kalian sudah ada kencan?" tanya Hazel penasaran. Arshal menghela napas pelan.


Mama kenapa mama tidak menyadari jika Leta itu jahat?!. ucapnya pelan dalam hati.


Arshal menggeleng pelan, "maa sudah aku katakan,aku tidak ingin berkencan dengannya." sahutnya pelan.


"lalu mau sampai kapan kamu nggak nikah? mama pingin gendong cucu." seru Mama,Arshal hanya menghela napas.


"terserah kamu ajalah. Mama capek." pasrah Hazel meyandarkan badannya. Matanya masih melirik wanita yang menggedong anak yang menggemaskan itu.


"keliatannya wanita itu baik,mama suka." ucap Hazel singkat membuat Arshal menoleh kearah mamanya.


"serius maa?? Alhamdulillah." ucap Arshal senang,namun sedetik kemudian ia merutuki ucapannya yang keceplosan membuat kedua orang tuanya menoleh kearahnya.


"apa maksudmu?" tanya Hazel menyelidik.


Oh matilah aku,bakalan ketahuan nih. gusarnya dalam hati.


"Arshal Edmon Demetrio,kamu dengar mama?" tanya Hazel lagi menatap tajam kearah putranya. Bahkan dirinya langsung mengangkat rem tangan agar mobil itu tetap berhenti ditempat. Tanpa memperdulikan klakson panjang dari belakang mobil mereka. Arshal menghela napas pelan, sepertinya rahasianya akan terbongkar oleh mamanya sendiri.


"apa maa?" tanyanya pelan seolah-olah tidak tau maksud sang mama.


"kamu jangan mengelak Arshal,apa wanita tadi istrimu?" Bukan Hazel yang bertanya melainkan Muaz yang menyorotnya tajam.


Deg.

__ADS_1


Diteror oleh kedua orang tuanya seketika dirinya terpojok. Tidak bisa mengelak lagi,Arshal pun mengangguk pelan.


"iyaa,dia istriku."


__ADS_2