
"sial,kita harus gimana sekarang Shal?" tanya Daiyan sedikit frustasi saat ini mereka terkepung. Sedangkan Arshal menatap dingin kearah orang yang membuat kehidupannya menjadi rumit.
"ya makanya diam dulu bodoh. Aku lagi berpikir nih." gerutu Arshal. Ia sebenarnya sudah tau akan dijebak seperti ini,karena ia ingin menemui seseorang yang membuat rumah tangganya hampir luluh lantak.
"oo kirain berserah diri ditangkap. Apalagi itu wanita kayaknya calon. expired mu deh Shal." ledek Dayyan langsung mendapatkan tabokan dari Arshal.
"aku sumpahi kau nikah secepatnya!"
"Alhamdulillah,itu artinya mama nggak perlu desak-desak aku nikah trus." ucap Dayyan santai membuat Arshal kesal.
"kalian keluar!" seru Leta dari luar,ia menatap remeh kearah mobil Arshal. Karena anggota gengnya sangat cukup,ia tidak perlu takut menghadapi Arshal yang kini sedang marah dengannya.
Pria itu susah sekali ditaklukkan,huft...semuanya jadi kacau karena pria bodoh itu,dia berbuat aku yang terkena dampaknya. Gerutu Leta dalam hati.
Sangking kesalnya ia meminta Theo untuk membunuh Ezra dengan keji. Tidak peduli keluarganya akan murka atau apapun yang penting pria yang sudah membuat rencananya gagal harus lenyap dari muka bumi.
Arshal menghela napas pelan,lalu melepaskan seltbelt. Namun,saat ia hendak keluar Dayyan langsung mencegahnya. "kau yakin?"
"yakin nggak yakin harus keluar. Kau duduk aja disini,nggak usah keluar." pinta Arshal langsung keluar. Yang namanya Daiyan tentu tidak akan membiarkan saudara kembarnya dalam bahaya,ia pun memutuskan untuk keluar mengikuti Arshal.
"hai Arshal,kau masih ingat aku bukan?" ucap Leta dengan senyuman cerianya. Tentu,itu hanyalah senyum palsu yang ia buat.
Arshal menatap datar kearah Leta tidak menanggapi wanita gila itu. "kau mau apa?"
"mau kau." jawabnya langsung. Arshal tertawa renyah. "kau ini sama sekali tidak ada harga diri yaa."
Leta melotot marah,lalu tersenyum sinis. "kau akhirnya tau siapa aku bukan? ckckck kau itu pria bodoh Arshal. Hartamu memang banyak tetapi otakmu mudah dikelabui oleh seorang wanita seeprtiku."
Arshal menatap jijik kearah wanita itu. "percaya diri sekali kau,aku tidak pernah yaa terayu dengan wanita seperti kau. Aku ini hanya terayu oleh istriku,bukan kau."
Leta semakin kesal, "Adara...Adara...Adara terus!!! aku benci nama dia terus disebut! apa nggak bisa dia mati aja hah?"
"kau nih syirik kali jadi orang." ketus Dayyan yang baru keluar dari mobil. Melihat kedatangan Dayyan membuat Leta terkejut lalu menoleh kearah Arshal.
Kenapa wajah mereka terlihat mirip??
"ini yang namanya Leta Shal?" tanya Dayyan menatap remeh kearah wanita didepannya ini. Arshal mengangguk. "kenapa? suka?"
"nggak,dia bukan tipeku."
"masa iyaa?? kemarin kau bilang wanita seksi itu tipemu."
__ADS_1
"kau gila ya! mana ada aku suka sama wanita yang kekurangan bahan itu,enak saja itu mah kau yang suka."
Leta kesal,dirinya dianggap angin lalu oleh kedua makhluk kembar didepannya ini. Perdebatan mereka yang tidak masuk akal itu membuat Leta jengah mendengarnya.
"kalian!!" sentaknya membuat keduanya menoleh dan menatap tajam. "oh aku lupa ada dia." ucap Arshal santai lalu melirik kearah Leta.
"cepat katakan apa maumu hah? aku harus cepat-cepat kerumah sakit my honeyku pasti menunggu."
"uweek my honey...my honey,panggilannya jelek kali." ledek Dayyan.
"terserah aku dong."
"iya terserah kau tapi aku jijik dengarnya!"
"BISA DIAM?!" bentak Leta membuat kedua orang itu menoleh lagi kearah Leta. "oh aku lupa lagi kalau dia masih ada disini." ucap Arshal pelan.
Dayyan menggeleng-geleng kepalanya. "cepat-cepat,waktumu nggak banyak Tante. Kami harus cepat-cepat pergi dari sini." serunya sambil melirik jam.
Leta melotot, seenaknya pria itu memanggilnya Tante. "aku bukan Tante kau,apa kau buta memanggilku dengan sebutan itu?"
"nggak,mataku sehat ya kan Shal?" liriknya langsung dianggukan Arshal.
Cih,kenapa mereka berdua jadi semakin menyebalkan. Apalagi Arshal,tidak pernah ku melihatnya seperti ini. gerutu Leta lagi.
"kalian benar-benar,semuanya tangkap dua pria ini!!!"
Titah Leta pada pasukannya,dengan sigap mereka berdua dilumpuhkan dan dibopong masuk kedalam mobil. Leta pun sangking kesalnya langsung membakar mobil yang digunakan Arshal tadi setelah itu barulah ia ikut masuk. Tanpa wanita itu sadari jika mereka berdua tersenyum seringai dibelakangnya.
"kau terlihat tenang sekali yaa,Arshal." ucap Leta duduk dengan santai menatap kedua pria yang terlihat mirip didepannya ini. Saat ini mereka berada dimarkas milik Bram.
Leta tersenyum miring sambil menghidupkan rokoknya lalu menghembus pelan asap rokok yang keluar dari mulutnya. "aku yakin setelah melihat foto ini kau akan mengamuk Shal." ucapnya sambil melempar berkas foto yang ditangannya.
Sontak melihat orang yang berada difoto itu membuat matanya melebar. Begitu juga dengan Dayyan yang murka menatap kearah Leta.
"brengsek!"
***
Adara menyerngit bingung tidak menemukan suaminya berada diruangannya selain Batsyua dan Ara disini.
"kenapa kau terlihat cemas?" tanya Ara menatap Adara gelisah. Adara terlihat ragu,apalagi wanita ini baru dua kali ia temui. "hmm kakak siapa ya?" tanyanya pelan.
__ADS_1
Ara sontak tertawa pelan,Ia pun langsung mengambil tempat duduk. "maaf kita belum perkenalan,namaku Ara. Aku ini adik kak Muaz."
Mata Adara melebar sempurna. Tunggu? maksud kakak ini adalah mertuanya? yang benar saja!
Ara terkekeh melihat ekspresi syok yang ditunjukkan Adara. "sudah kuduga reaksimu akan seperti ini. Tapi nyatanya memang benar,aku adik tiri kak Muaz. Biasanya Arshal memanggilku kakak." jelasnya panjang lebar.
Adara tersenyum kikuk,"maaf kak,oh ya namaku Adara."
"kau sangat cantik seperti dibilang Arshal."
Alis Adara naik, merasa heran dengan ucapan yang dilontarkan Ara. "apa dia sering ngomong denganmu kak?"
Ara mengangguk. "iyaa...apalagi di rumah sakit kemarin dengan panjang lebar dia semangat membahas tentangmu didepan kami."
Pipi Adara merona mendengar ucapan itu,hatinya tersentuh. Ara terkekeh melihat wajah tersipu Adara. "kau sangat beruntung memiliki suami seperti dia Ra."
Adara mengangguk, "benar." Namun senyuman itu mendadak luntur mengingat fakta yang terjadi pada dirinya saat ini. "tapi sayang,aku tidak bisa mengingat kenangan apapun tentangnya." lirihnya membuat Ara menatap iba kearah Adara.
Ia juga tahu tentang amnesia yang dialami Adara,apalagi ia syok saat mengetahui kisah mereka yang diam-diam menikah tanpa sepengetahuan kakaknya,sungguh mereka nekat sekali.
"tenanglah,aku yakin kau bisa mengingat semuanya Ra."
"semoga saja."
Tok...tok...tok. Suara gedoran membuat mereka semua menoleh kearah pintu dan terkejut mendapati tiga orang bertubuh besar dan kekar masuk kedalam ruangan.
"siapa kalian?! berani sekali kalian masuk kesini!!" sentak Ara menatap tajam kearah tiga pria kekar itu.
"kami tidak ada urusan denganmu nona. Tetapi aku ada urusan dengan kedua wanita yang sedang terbaring ini." ucap salah satu dari mereka membuat Batsyua dan Adara saling menatap.
"untuk apa kalian mencari kami?" tanya Batsyua tidak ramah. Bagaimanapun juga kedatangan mereka bukan untuk hal yang baik.
"kami akan membawa kalian ke markas bos kami." ucapnya mantap.
"itu tidak akan pernah!" Ara mengepal tangannya menghadang mereka untuk tidak sampai ke tempat Adara dan Batysua.
"kak Ara jangan!!" cegah Adara membuat gadis itu berhenti dan berbalik menatap kearah Adara. "kalian tidak perlu pedulikan aku!"
"hei kalian,bilang sama bos kalian yang jelek itu. Mereka berdua tidak akan pergi kemanapun!"
"sayang sekali...kalau kau tidak memperbolehkan,tentu kami akan membawa mereka secara paksa."
__ADS_1
Deg. Ara mengumpat kesal sambil melirik mereka berdua.
"sial."