I'M Behind You,Arshal

I'M Behind You,Arshal
Bab 44


__ADS_3

Adara langsung merogoh tasnya saat mendengar nada dering ponselnya,ia menyerngit saat melihat Batsyua menelpon. "Halo Yua."


"Ha-hallo Raa." Adara menyerngit,kenapa suara Batsyua terdengar tidak baik? apa Mungkin saja lagi sakit?. gumamnya dalam hati.


"ada apa?" tanya Adara pelan. "Adara aku sedang be-bersama dengan Raid. Tapi,tolong bantu aku." seru wanita itu membuat Adara langsung bergegas.


"kenapa dengan Raid? ada apa?" cercanya lagi.


"Ra-raid lagi sakit,dia terus menangis."


"ya sudah,kalian ada dimana?"


"a-aku akan kirim alamatnya lewat SMS." ucap Batsyua dari ujung sana menutup secara sepihak. Adara terlihat bingung tetapi begitu alamat Batsyua berada membuatnya tanpa berpikir dua kali untuk langsung kesana. Adara pun sempat memberhentikan taksi yang lewat.


***


"apa benar ini alamatnya nyonya?" tanya sang supir taksi setelah diberitahu alamat yang dituju Adara. Adara melirik alamat diponselnya dan mengangguk pelan. Setelah membayar taksi itu,langkah. Sedikit ragu ia menatap bangunan apartemen yang terlihat tua itu. Tetapi,ia menggeleng pelan berusaha menenangkan dirinya lalu masuk kedalam.


Sedikit suram dengan suasana lorong apartemen,tetapi ia tetap berjalan menuju apartemen tempat tinggal Batsyua. "astaga Yua,kamu jangan ngajak anakku kesini dong." gumamnya berceloteh pelan. Dan akhirnya ia sampai didepan pintu yang diyakini tempat tinggal Batsyua. Ia pun langsung menggedor pintu pelan.


Tok...tok...tok.


"Yuaa,ini akuu." serunya sambil menggedor pintu itu. Terdengar suara gaduh dari dalam apartemen Batsyua. Tak lama kemudian ada suara langkah kaki mendekati pintu dan langsung membuka pintu tersebut. "Adara?" seru seseorang membuat Adara terkejut yang ternyata bukan Batsyua melainkan Ezra yang muncul dihadapannya saat ini.


Deg. Mendadak perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak dan tidak karuan saat melihat Ezra. Namun,berusaha untuk memasang tampang biasa saja,agar tidak membuat pria itu curiga dengan raut wajahnya.


"eh? Ezra sejak kapan kau ada disini?" tanyanya sekedar basa-basi. Ezra tersenyum menyambut pujaan hatinya didepan. "aku barusan saja datang,ini aku tadi dikasih tau Yua,kalau kau mau kesini."


Ada yang tidak beres,benarkah Yua baik-baik saja? Ya Tuhan lindungi kami. gumamnya dalam hati,sebaiknya ia harus melihat kedua orang itu terlebih dahulu. Untuk memastikan Batsyua dan Raid baik-baik saja.


"ayo masuk." ajaknya menarik tangan Adara masuk kedalam apartemen Batsyua. Adara celingak-celinguk mencari kedua orang itu, "dimana mereka?" tanya Adara.


"oh,mereka ada dikamar. Kau mau aku buatkan teh atau sirup?" tawarnya menatap Adara yang sedang duduk diruang tengah. "air putih saja." ucapnya pelan.


Tak lama kemudian,Ezra datang sambil membawa kedua gelas ditangannya dan langsung memberikannya pada Adara. Adara menyambut gelas itu dan meletakkannya diatas meja tanpa berniat meminumnya. "Hmm Ez,aku mau ketemu Raid. Tadi kata Yua dia nangis." ucapnya cemas.


Ezra tersenyum pada Adara, "okee,ayo aku antar ke kamar." ucapnya pelan sambil berdiri dan berjalan menuju suatu ruangan. Adara mengikuti Ezra dari belakang,saat pintu itu terbuka terlihat Batsyua sedang tidur bersama Raid. Pikirannya terus bertanya tentang kedua orang itu,namun ia berusaha untuk tetap tenang. "wah,mereka tidur yaa." ucap Adara langsung menghampiri Raid yang sedang tertidur pulas. Ia bernapas lega melihat keduanya. baik-baik saja. Ezra pun menyusul masuk sambil duduk disamping Adara yang tengah asyik menatap Raid.


Adara terkesiap menatap Ezra tiba-tiba memegang tangannya. Ia pun melirik kearah Batsyua, yang memberi kode jika mereka semua dalam bahaya.

__ADS_1


Damn it! Aku harus tenang. gumamnya,ia harus hati-hati mengingat jika mereka saat ini bersama Raid,sekali salah melangkah bisa-bisa nyawa anaknya terancam. Ia begitu bersyukur jika Batsyua saat ini juga tengah menyelamatkan nyawa anaknya.


Adara langsung menarik tangannya dan berdiri, "hmm bagaimana kalau kita pesan makanan? aku lagi lapar saat ini." ucap Adara mencari alasan. Ezra langsung bangkit dari tempatnya dan mengangguk menyetujui usulan Adara. "benar juga,ayo biar aku masakkan." ucapnya semangat.


"oh tidak perlu,kita akan pesan makanan diluar saja." ucapnya lagi. Ia berusaha agar bisa menelpon polisi untuk meminta bantuan. Ezra pun mengangguk pelan, "ya sudah,biar aku telpon. Kau mau makan apa?" tanyanya lagi.


"biar aku yang pesan." ucapnya sambil menarik ponsel yang sedang digenggam Ezra. Ezra pun dengan senang hati membiarkan ponselnya dipegang oleh pujaan hatinya. Dirinya tersenyum tipis melihat Adara dari jarak yang sangat dekat. "apa kita perlu bangunkan Yua?"


Seketika Ezra langsung menggeleng keras. "tidak perlu." ucapnya dingin,saat ia menyadari ucapannya ia pun langsung menoleh kearah Batsyua. "mungkin saja dia capek,biarkan kita aja yang pesan." ucapnya lembut.


Adara menghela napas pelan, "okee,kita pesan ayam crispy pedas,kau siapkan piring sama minumannya."


"okee,siap tuan putri." Pria itu langsung bergegas keluar dari kamar. Batsyua langsung bangun dari tempatnya, "Adara apa kau baik-baik saja? dia bahaya." bisiknya cemas. Adara menenangkan Batsyua.


"harusnya aku yang tanya kau Yua,kau tidak terluka kan?"


"ak-aku baik-baik saja hanya saja tadi,dia sempat mengancamku saat menelpon mu. Kita harus segera keluar dari sini Adara." bisiknya lagi.


"tenang...tenang,kau tetap saja tidur disana menemani Raid,tolong jaga dia. Kita tidak tau apa yang akan dilakukannya,tetapi jangan sampai buat dia curiga." ucap Adara langsung dianggukan Batsyua. Wanita itu pun langsung kembali ke tempatnya dan menjaga Raid didalam kamar. Adara menghela napas pelan lalu keluar dari kamar. Ia harus menyakinkan Ezra agar tidak curiga dengannya. Adara langsung menekan nomor dan meletakkan ponselnya itu ditelinganya.


"haloo apa benar ini tempat ayam krispi? aku mau pesan." ucapnya menelpon sambil melirik Ezra sedang menyiapkan minuman untuk mereka.


"tunggu sebentar,tolong saya mau pesan ayam krisipi level pedas,trus kentang goreng." ucap Adara lagi.


"apa saat ini anda dalam bahaya nona?" terka polisi itu menebak ucapan Adara.


"iyaa."


"boleh saya tau nama nona siapa?"


"Adara Aurelia Demetrio." ucap Adara sekaligus menambahkan Demetrio pada namanya.


"ada berapa orang sedang bersama anda nona?"


"saya pesan dua ayam level pedas satu,trus bubur untuk anak saya satu,lalu ayam level lima satu."


"baik nona,saat ini anda ada dimana?"


"oh,saya ada di apartemen D."

__ADS_1


"baik nona,kami akan segera kesana. Apa nona bersama dengan penjahat? apa dia membawa senjata?"


"tidak,tidak usah pakai keju."


"nona ada disakiti atau diancam oleh penjahat itu?"


"hmm...tidak perlu."


"apa pria itu nona kenal?"


"nah iya."


"baik nona,kami akan segera kesana. Mohon anda menjaga diri sebentar."


"okee, terimakasih yaa. Saya mohon cepat yaa,Karna saya lapar."


"baik nona." Polisipun langsung menutup teleponnya. Adara bernapas lega,ia pun langsung menghapus riwayat panggilan polisi tadi.


"udah pesan?" tanya Ezra sembari meletakkan minuman diatas meja. Adara mengangguk pelan, "kita tunggu saja sebentar." ucapnya meletakkan ponsel Ezra diatas meja. Ia berharap bantuan cepat datang.


"Adara ak—"


"oh,kau ada film bagus yaa?? gimana kalau kita nonton?" sela Adara. Ia tidak ingin berbicara dengan Ezra saat ini. Ia pun langsung menghidupkan televisi mencari siaran yang bagus. Ezra pun mengurungkan niatnya berbicara.


***


Braak.


Hazel tergesa-gesa masuk keruangan Almo. "oh,kau sudah sadar nak?" tanya Hazel menghampiri Almo. Almo tersenyum tipis pada tantenya. "iyaa Tan."


Hazel tersenyum lalu melirik anak-anaknya berkumpul disini. "cih,kalian disini rupanya." seru Hazel menatap Daiyan dan Arshal.


"hehehe." cengir Daiyan menatap mamanya. Hazel menghela napas,laku teringat tujuannya kesini. "Arshal,barusan mama dapat kabar dari kantor polisi,kalau istrimu itu dalam bahaya!" seru Hazel membuat Arshal terkejut.


"apa?!"


"bukan hanya istrimu saja, Yua dan Raid juga bersama dengan Adara."


Deg. Daiyan langsung berdiri saat mendengar nama Yua disebut mamanya. Wanita yang selalu membuatnya naik darah kini dalam bahaya,seketika rahangnya mengeras.

__ADS_1


__ADS_2